NovelToon NovelToon
Gue Jadi Figuran?

Gue Jadi Figuran?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Angst / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Seyra Avalen, gadis bar-bar yang hobi balapan liar tak pernah menyangka jika kejadian konyol di hidupnya justru membuat dia meninggal dan terjebak di tubuh orang lain.

Seyra menjadi salah satu karakter tidak penting di dalam novel yang di beli sahabatnya, sialnya dia yang ingin hidup tenang justru terseret ke dalam konflik para pemeran utamanya.

Bagaimana Seyra menghadapi kehidupan barunya yang begitu menguras emosi, mampukah Seyra menemukan happy ending dalam situasinya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Mereka bertiga meninggalkan area balapan setelah Seyra menerima hadiah sebagai pemenang, dalam perjalanan ke rumah. Seyra mencoba mengingat kembali siapa sosok yang kini dia tempati.

Namun, belum selesai dia melamun tiba-tiba saja mereka sudah tiba di depan rumah minimalis yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

"Besok lo berangkat jam berapa?" tanya Agha.

"Berangkat? kemana?" jawab Seyra heran.

Dia tidak ingat memiliki janji keluar, apa lagi sekarang dia belum sepenuhnya mengerti mengapa kejadian tak masuk akal seperti ini bisa terjadi.

"Loh, lo mau balik ke Jakarta, kan? bukannya orang tua lo minta balik?" cetus Samuel menjelaskan.

Seyra terdiam, kebingungan. "Jakarta? Emang sekarang gue di mana?"

"Kita lagi Paris, ini rumah kakek lo."

"Apa? Terus kenapa mereka mau gue balik? gue bahkan belum tahu apa yang terjadi di sini!" dia merasa terjebak dalam teka-teki yang semakin rumit.

Agha dan Samuel saling pandang, tampak khawatir. "Sey, lo nggak ingat, ya? setelah liburan ini selesai, lo harus kembali ke sekolah di Jakarta. Itu yang mereka bilang sebelum lo berangkat!" Agha menjelaskan, nada suaranya menunjukkan ketidakpastian.

"Ah, sial!" Seyra menggerutu, berusaha mengingat ingatan yang samar-samar. "Gue lupa."

"Besok kita jemput jam 10, jangan lupa! awas aja lo masih molor, gue bakal siram lo pake duit." Ancam Samuel.

Hal itu membuat Seyra terkekeh, "Sok kaya lo, dah sana balik."

"Idih, gue emang kaya kali meski nggak sekaya keluarga lo."

"Berisik, Sam." Ujar Agha kesal.

Samuel memajukan bibirnya beberapa senti seperti anak kecil, yang membuat kedua temannya menggelengkan kepala pelan.

"Oke, deh kita balik dulu, Sey." Pamit kedua temannya itu.

Seyra mengangguk, dan melambaikan tangan begitu motor kedua sahabatnya menjauh dari area rumahnya.

Dia menarik napas kasar, dan perlahan memasuki pekarangan rumahnya. Begitu tiba di garasi, dia di kejutkan dengan deheman kakeknya yang sedang menatap dirinya dengan tajam.

"Balapan lagi, kamu, Sey?" tanya sang kakek dengan nada menyindir.

Seyra melepas helm full face dari kepalanya, dia meringis menunjukkan giginya yang putih. "Eh, Kakek. Kok belum tidur?"

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Seyra. Kamu bandel banget, bagaimana kalau kamu tiba-tiba kecelakaan terus meninggal hah?! kamu mau bikin Kakek jantungan?" cecar sang kakek yang bernama Jhon.

Seyra menelan ludah, merasakan ketegangan di udara. "Kakek, ini hanya balapan kecil. Aku tahu batasan diri ku," jawabnya, berusaha terdengar meyakinkan.

Kakek Jhon menggelengkan kepalanya, ekspresinya terlihat khawatir. "Bukan soal batasan, sayang. Kamu harus ingat, hidup kita berharga. Jangan pernah anggap remeh keselamatanmu. Kamu tahu, hidup ini tidak selalu memberi kesempatan kedua."

Seyra merasa tertekan, tetapi dia juga tahu bahwa kakeknya hanya peduli padanya.

"Iya, Kakek. Aku janji akan lebih hati-hati," ucapnya, mencoba meredakan kemarahan pria tua itu.

Namun, kekhawatiran kakek itu tidak kunjung mereda. "Kamu ingat, saat kakek seumur kamu, kakek juga suka berkendara kencang. Tapi kakek belajar dari pengalaman. Kecelakaan membuat hidup kita berubah selamanya. Kakek tidak ingin melihat kamu mengalami hal yang sama, Nak."

Mendengar kata-kata itu, Seyra teringat akan betapa berharganya hidup dan bagaimana segala sesuatu bisa berubah dalam sekejap.

"Aku ngerti, Kakek. Dan… terima kasih sudah mengingatkan."

Kakek Jhon akhirnya menghela napas, ekspresinya sedikit melunak. "Baiklah, tapi jangan ulangi lagi. Kakek butuh tenang di usia tua ini. Sekarang, masuklah dan makan sesuatu. Kakek sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."

Seyra tersenyum, merasa lega. "Iya, Kakek. Ayo masuk sekarang."

Dia melangkah ke dalam rumah, seraya menggandeng lengan kakeknya. Seyra merasakan aroma masakan yang menggugah selera begitu memasuki pintu rumah itu.

Setelah makan malam yang hangat dan penuh canda tawa, Seyra kembali ke kamarnya. Dia duduk di tepi ranjang, memikirkan semua yang terjadi hari ini.

Hidupnya sekarang bukan hanya tentang menjadi figuran yang jarang muncul, tetapi juga menjadi adik dari antagonis perempuan. Ya, Seyra memiliki seorang kakak yang menjadi karakter antagonis dalam novel yang kini dia rasuki.

Dia mengambil ponselnya, mencoba mencari tahu lebih banyak tentang karakter dan plot yang terlibat dalam novel yang dia baca.

Akan tetapi, tiba-tiba suara ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. "Sey, bisa kita bicara sebentar?" tanya kakek Jhon, suaranya terdengar lembut.

"Ya, masuk aja, Kek!" jawab Seyra dari dalam kamar.

Kakek Jhon melangkah masuk, wajahnya tampak serius. "Seyra, jika kamu di Jakarta di benci keluargamu. Datanglah ke sini lagi, pintu rumah Kakek selalu terbuka untukmu."

Seyra terkekeh lalu mengangguk, "Tentu saja, Kek. Aku bakal sering ke sini untuk menengok Kakek."

Kakek Jhon duduk di samping Seyra, menatapnya dengan penuh kasih sayang. Dia sebenarnya tak setuju jika Seyra kembali ke Jakarta, tapi orang tua anak itu tak memberinya izin menginap lebih lama.

"Jangan lupa untuk terus memberi kabar sama Kakek, kamu tahu sendiri tidak ada yang peduli pada Kakek kecuali kamu."

Seyra kembali terkekeh, dia memeluk kakek Jhon dengan erat. "Pasti dong, Kakek selalu jadi nomor satu buat aku."

"Bener, ya?"

"Iya, aku sayang banget sama Kakek." Kata Seyra, karena dari ingatan tubuh barunya kakek Jhon tak pernah memperlakukan Seyra sembarangan. "Aku pasti bakalan kangen banget kalo udah pulang nanti sama Kakek."

"Kamu bisa ke sini kapan pun kamu mau."

Seyra mengangguk. "Makasih, udah jadi Kakek terbaik buat aku."

1
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut Thor, seru and Semangat 💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
lanjut Thor, seru and semangat 💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
lanjut thor, and semangat
Wahyuningsih
q mampir thor, mga2 critanya bagus bla perlu dot bonus ruang dimensi atau sistem buar mkin sru
Zee✨: bsk deh kalo udah bisa wkwk harus belajar cara nulisnya dulu klo sistem kak wkwk
total 1 replies
Aria Sabila
hadir
Mey Abimanyu
sering typo penyebutan nama ya kak .. Nino jadi nini😂
Zee✨: wkwk iya kak, padahal udh bolak balik revisi masih aja typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!