NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aliansi terlarang

Kehadiran Renggana dengan seragam militer tanpa lencana itu mengubah dinamika ruangan dari perselisihan keluarga menjadi perang eksistensial. Pasukan di belakangnya, The Founders, berdiri kaku dengan senjata laras panjang yang mengarah tepat ke jantung pertahanan keluarga Vandana.

"Renggana," Bhanu melangkah maju, menghalangi pandangan Renggana terhadap Selena. "Kau bermain sangat cantik. Jadi selama ini kau hanya anjing pelacak yang menyamar menjadi sahabat?"

Renggana tertawa hambar, suara yang kini tak lagi mengandung kehangatan. "Sahabat adalah konsep untuk orang-orang lemah, Bhanu. Aku adalah investasi. Dan tugas investasi adalah memastikan asetnya—Selena—siap untuk dipanen."

Selena merasakan dingin menjalar di punggungnya. Ia menatap tabletnya yang kini menampilkan bar progres berwarna merah: UPLOAD DATA: 65%. The Founders sedang menyedot seluruh isi otaknya melalui satelit secara paksa.

"Aku bukan aset!" teriak Selena. Ia mencoba mematikan akses, namun sistemnya menolak. "Dahayu! Raka! Lakukan sesuatu!"

Dahayu bergerak ke meja komputer pusat dengan kecepatan yang tidak manusiawi, jemarinya menari di atas keyboard. Sementara itu, Raka, si kembar yang hilang, mengeluarkan dua belati dari balik sepatunya. Ia menoleh ke arah Bhanu dengan seringai tipis.

"Sepertinya kita harus menunda niat saling membunuh kita, Saudaraku," bisik Raka.

Bhanu mengangguk, ia mencabut pistol dari balik jasnya. "Demi Vandana?"

"Demi kita," jawab Raka dan Dahayu serentak.

"SERANG!" perintah Renggana.

Ruangan kantor itu seketika menjadi medan tempur. Suara tembakan memecah kaca-kaca besar yang menghadap kota Jakarta. Bhanu dan Raka bergerak dalam sinkronisasi yang mengerikan—seolah mereka adalah satu jiwa dalam dua tubuh. Bhanu memberikan perlindungan tembakan, sementara Raka menyelinap di antara bayangan, menyayat urat nadi para prajurit The Founders sebelum mereka sempat menarik pelatuk.

Di tengah kekacauan, Selena ditarik oleh Dahayu ke bawah meja granit yang tebal.

"Selena, dengarkan aku!" Dahayu berteriak di tengah kebisingan. "Mereka tidak hanya mengambil data, mereka mencoba memicu chip saraf di otakmu untuk menghapus kesadaran pribadimu. Kau akan menjadi cangkang kosong yang bisa mereka kendalikan!"

"Bagaimana cara menghentikannya?" tanya Selena, keringat dingin bercucuran di pelipisnya.

"Hanya ada satu cara," Dahayu memberikan sebuah perangkat kecil mirip suntikan. "Ini adalah virus EMP lokal. Jika kau menyuntikkannya ke pangkal lehermu, itu akan membakar sensor biometrikmu. Kau akan kehilangan akses ke satelit selamanya, tapi kau akan tetap menjadi dirimu sendiri."

Selena menatap suntikan itu. Kehilangan akses satelit berarti kehilangan kekuatannya. Ia akan kembali menjadi "gadis biasa". Namun, jika tidak dilakukan, ia akan menjadi senjata tanpa jiwa.

"Selena! Cepat!" teriak Bhanu yang kini sedang bergulat satu lawan satu dengan Renggana di dekat jendela yang pecah.

Renggana berhasil menendang Bhanu dan mengarahkan senjatanya ke arah Selena. "Berikan perangkat itu, Selena! Kau diciptakan untuk menjadi dewi, bukan manusia biasa yang fana!"

Selena menatap Renggana, lalu beralih ke Bhanu yang mencoba bangkit kembali meski bersimbah darah. Ia menyadari satu hal: Kekuatannya bukan pada satelit di langit, tapi pada keberaniannya untuk memilih takdirnya sendiri.

"Aku lebih baik mati sebagai manusia daripada hidup sebagai budakmu!" teriak Selena.

Bukannya menyuntikkan perangkat itu ke lehernya, Selena justru melemparkannya ke arah server utama gedung yang berada tepat di belakang Renggana.

Duar!

Ledakan elektromagnetik kecil namun kuat menghantam pusat data. Seluruh lampu di gedung itu meledak. Sinyal satelit terputus seketika. Renggana berteriak saat tablet di tangannya meledak, menghanguskan telapak tangannya.

Dalam kegelapan yang hanya diterangi oleh lampu darurat berwarna merah, Selena berdiri. Ia mengambil senjata yang terjatuh di dekatnya.

"Data itu sudah hancur," ucap Selena, suaranya terdengar seperti lonceng kematian. "Akses biometrikku sekarang hanya berfungsi untuk satu hal: Menutup seluruh pintu keluar di gedung ini."

Bhanu berdiri di samping Selena, Raka di sisi lainnya, dan Dahayu muncul dari balik kepulan asap. Empat orang itu kini berdiri mengepung Renggana yang terluka.

"Sekarang," ucap Bhanu sambil mengarahkan pistolnya ke dahi Renggana. "Mari kita bicarakan tentang siapa sebenarnya 'The Founders' ini sebelum aku memutuskan untuk mengirimmu ke neraka lebih dulu."

Renggana tertawa getir, darah mengalir dari mulutnya. "Kalian pikir ini sudah selesai? Kalian hanya menghancurkan satu server. The Founders ada di mana-mana. Di pemerintahan, di bank, bahkan di dalam darah kalian sendiri."

Tiba-tiba, suara helikopter terdengar sangat dekat. Sebuah tali pengait menghantam jendela. Pasukan tambahan sedang datang.

"Kita harus pergi sekarang!" perintah Raka. "Aku punya jalur pelarian lewat rooftop."

Bhanu meraih tangan Selena. Kali ini, genggamannya bukan lagi sebuah paksaan, melainkan sebuah permohonan. "Ikut denganku? Kita akan hancurkan mereka bersama."

Selena menatap Bhanu, lalu menatap sisa-sisa gedung yang hancur. "Bukan ikut denganmu, Bhanu. Kita akan berjalan bersama sebagai rekan. Ingat? Aku CEO-nya."

Bhanu tersenyum tipis di tengah luka-lukanya. "Tentu, Nyonya CEO."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!