Siapa sangka peristiwa yang terjadi selama dua minggu, membuat hidup Salsa berubah total. Dorongan yang kuat untuk mengungkap tabir kematian seorang gadis yang menyangkut dosen Salsa. Ia punya beban moril untuk mengungkap kasus ini, agar citra pendidikan tetap terjaga dan tidak ada korban lainnya.
Bersama Syailendra, Salsa berhasil mengungkap kematian Karina hingga memperoleh ketenangan di dunia lain.
Happy Reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKALIAN HANCUR
Hati perempuan mana yang tak hancur setelah mendengar kenyataan bahwa ada perempuan lain dalam 10 tahun pernikahannya, ditambah ia baru saja melahirkan. Melani menangis bahkan tak mengurus bayinya sama sekali, terlebih setelah Amar keluar dari rumah. Bayangan Amar akan menemui selingkuhannya semakin memenuhi otak Melani.
Melani menganggap, penyesalan Amar hanya takut karena ada di depan orang tuanya, kalau sudah diusir begini pasti kembali ke perempuan itu. Selama ini Melani sabar menerima saja bila Amar berkhianat di belakangnya, tiap hari dia berdoa agar Amar kembali ke jalan yang benar.
Terlebih ia sering memberi nafkah batin, sampai dirinya hamil. Tapi kesabaran Melani sepertinya sudah di ambang batas saat ini, mentalnya sudah dijatuhkan Amar sejatuh-jatuhnya apalagi dengan kondisi dia pasca lahiran. Sungguh, Melani tak terima.
"Kamu sudah berhasil menghancurkanku Amar, akan aku buat kamu membayar segalanya," ucap Melani penuh dendam.
Ia merekam dirinya sendiri, dan akan menguploadnya ke akun media sosialnya. Melani sudah tak bisa berpikir panjang lagi, sekarang dirinya sudah hancur, hati dan pikiran, mungkin sebentar lagi fisiknya. Sang bayi pun sudah tak di dekatnya dan sudah diberi sufor. Bagi Melani sudah tidak ada beban lagi baginya. Orang tua Melani pasti bisa menjaga bayinya bila terjadi apa-apa pada Melani nanti.
"Hai suami bangsatku," ucap Melani mulai merekam dirinya dengan lampu kamar tak begitu terang, hanya lampu sekitar meja rias yang ia nyalakan sedikit terang.
"Puaskah kamu mengkhianatiku. Selama 10 tahun aku tahu tabiatmu karena satu hal, aku sudah tidak gadis lagi. Tapi apakah kamu pernah berpikir, selama menjalani pernikahan aku selingkuh? Tidak kan. Aku setia pada janji pernikahan, dan dengan sabar aku pura-pura tak tahu kelakuan kamu. Tapi tidak kali ini, aku baru saja melahirkan tapi ada perempuan yang datang ke rumah dan mengaku itu anakmu. Yang lebih parah lagi, dia adalah mahasiswi kamu. Sinting ya!" ucap Melani dengan tertawa sumbang, sembari mengusap air matanya.
"Seorang pendidik harusnya ikut mendidik, bukan menjadi pelaku dalam kerusakan moral anak bangsa. Teori saja kamu benar-benar nomor satu menjunjung harkat martabat seorang pendidik, tapi dalam faktanya zonk. Kamu sama saja dengan lelaki hidung belang berkedok seorang pendidik, bullshit apa yang kamu tampakkan sebagai lelaki penyayang keluarga. Akan aku pastikan karirmu hancur, itulah sebagai balasanku karena kamu telah menganggapku remeh! Aku akan balas semuanya!" ujar Melani dengan berapi-api.
Tangannya begitu lihai, tak perlu diedit, langsung diunggah ke seluruh media sosial yang ia punya. Tak menunggu waktu lama notif dari ponselnya berbunyi secara beruntun.
Mel, yakin suami kamu?
Akhirnya kamu speak up Melani Sayang. Do the best, tim istri sah.
Siapa pelakor kali ini Mel?
Melani langsung menjawab komentar yang menanyakan pelakor dalam rumah tangganya.
Sandrina, mahasiswi suami gue. Karin pelayan cafe, Sinta mahasiswi kampus X, dan juga Fika seorang guru di sekolah X. Melani menyebutkan semua perempuan yang pernah bermain dengan sang suami.
Netizen please keluarkan keahlianmu, salah satu follower Melani meminta dukungan netizen lain untuk menunjukkan siapa pelakor yang telah disebut oleh Melani.
Video itu sangat cepat beredar, meski tengah malam, kurang dari satu jam video itu sudah dibagikan 400 akun, dan mendapat tanda love sebanyak 150ribu. Melani tersenyum getir, banyak yang mendukungnya sebagai istri sah, tapi apakah dia bahagia, tentu tidak.
Hidupnya sekarang jauh dari kata bahagia, masuk dalam kategori sudah diambang kehancuran. Maka siapa penyebab kehancuran ini, Melani juga akan mengaitkannya. Ia tak mau hancur sendiri.
Melani terlelap setelah membaca komentar yang ditinggalkan jejak oleh para followersnya. Ia tak tahu pagi nanti kabar apa yang akan ia terima. Sedangkan para netizen mulai melakukan pencarian atas nama yang disebut.
Sandrina? Sumpah?
Sandrina mahasiswi berprestasi woy. Yakin gak salah orang?
Karin sudah meninggal, pendarahan.
Wao Bu Fika tunjukkan pesonamu, cantiknya kebangetan memang.
Berbagai komentar dari netizen yang kenal beberapa orang segera meninggalkan jejak komentar. Yang paling gong ya Sandrina dan Bu Fika.
Sandrina langsung dihubungi para temannya, dichat, dan dikaitkan dengan video yang beredar. Sandrina tentu shock, tak menyangka istri Pak Amar akan senekad ini.
Sandrina, lo udah bangun? Lo udah lihat video itu? Banyak yang tag lo, Sand. Hey. bilang ini semua gak bener Sand? Tulis Lusi, teman Sandrina yang tak percaya teman baiknya bisa tersandung kasus ini, apalagi dengan laki orang dan dosennya sendiri lagi. Sangat merusak reputasinya.
Sand. Lo sama Pak Amar? masuk lagi chat dari teman kampus yang mengenal Sandrina.
Gue udah curiga kalau lo ada main sama Pak Amar, sejak dapat nilai A dulu. Kembali pesan masuk ke ponsel Sandrina. Hingga perempuan itu tak berani memegang ponselnya sama sekali.
"Secepat ini dibuka aib Sandrina?" ucap Rindu saat jalan berdua dengan Salsa menuju kelas. Beberapa anak bergerombol dan membicarakan video itu.
Salsa diam tak berani mengomentari, justru dia merasa bersalah karena ia tahu Karin yang masuk ke tubuh perempuan itu. Pikiran Salsa justru menuju Syailendra, keduanya harus bertanggung jawab atas keributan akibat Karin.
"Sal, komentar lo?" tanya Devita, namun Salsa menggeleng.
"Gue gak mau judge karena belum tentu diri gue juga baik, kasihan Sandrina sih!" ucap Salsa.
"Gak ingat dia ngelabrak lo tiba-tiba, makanya jangan sok, kena korma kan," ceplos Rindu ikut emosi. Sontak Devita dan Salsa tertawa.
"Kurma kali," ralat keduanya.
Salsa baru bertemu dengan Syailendra saat makan siang, dia menatap Syailendra, begitu juga dengan pemuda itu. Dia peka kalau Salsa ingin mengobrol dengannya.
Pemuda itu berjalan ke meja Salsa, padahal ada Devita dan Rindu. "Boleh saya bicara dengan Salsa?" tanya Syailendra. Dua perempuan itu langsung melongo, tak menyangka bisa ditatap begitu dekat oleh cowok ganteng seperti Syailendra.
"Kedip tuh mata," omel Salsa kemudian beranjak pergi dengan Syailendra.
"Jangan sampai berkasus," ucap Rindu memberi warning pada Salsa.
Keduanya menuju cafe depan kampus, dan duduk saling berhadapan. "Gimana Kak, kita turut andil atas apa yang terjadi pada Sandrina dan Pak Amar?" ucap Salsa merasa bersalah.
"Sudah terlanjur, Salsa. Kita juga tidak bisa mencegah, Karin juga sudah tenang. Mungkin ini jalan bagi mereka untuk segera bertobat," ucap Syailendra tak mau ambil pusing.
"Kita berdosa gak sih?"
"Enggak, kita hanya memberi solusi bagi Karin, energi mereka setara, sehingga apa yang ads dipikiran dan dirasakan Sandrina juga sepadan dengan apa yang diinginkan Karin. Toh kalau gak gini mereka gak tobat kali, Sal."
Tetap saja sebagai perempuan, Salsa kasihan pada Sandrina. Bukan mendukungnya berhubungan dengan Pak Amar tapi saat mereka berhubungan saat itu karena ada campur tangan Karin.