NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Viona, dengan cepat, memperdalam aktingnya dan menunjuk Cia dengan tangan gemetar. "Dia ... dia tiba-tiba mukul aku, Pak!" isaknya, air mata mulai membasahi pipinya.

Teman-teman Viona langsung membenarkan cerita Viona dan menyudutkan Cia. Mereka menceritakan kejadian itu dengan dramatis, seolah-olah Cia adalah seorang monster yang menyerang Viona tanpa alasan.

Cia hanya diam, tidak mengeluarkan pembelaan apa pun. Ia tahu, percuma saja ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Semua orang pasti akan percaya pada Viona dan teman-temannya. Lagi pula, ia memang sudah melukai Viona, meskipun Viona yang memulai pertengkaran itu.

Guru yang melihat kejadian itu menghela napas panjang. Ia sudah menduga bahwa Cia akan membuat masalah di sekolah ini.

"Cia, ikut Bapak ke ruang BK sekarang!" perintah guru itu, dengan nada tegas.

Dengan langkah pasrah, Cia mengikuti guru itu keluar dari kelas, meninggalkan Viona dan teman-temannya yang tersenyum puas.

Varo menatap Cia dengan tatapan khawatir dan menyesal. Ia merasa bersalah karena tidak bisa mencegah kejadian ini.

Ruang BK terasa menyesakkan. Aroma parfum Bu Fani berpadu dengan aura ketegangan yang memenuhi ruangan. Bu Fani menatap Cia dengan tatapan kecewa, sementara Viona dan gengnya memasang wajah kemenangan.

"Cia," Bu Fani menghela napas. "Baru lima menit lalu kamu dihukum, sekarang sudah ada masalah lagi. Apa sulitnya sih, mengikuti peraturan sekolah?"

Cia mendongak, menatap Bu Fani dengan tatapan datar yang membuat guru BK itu terkejut. Tidak ada rasa bersalah atau penyesalan di mata Cia, hanya kelelahan.

"Bu, ini sekolah elit, kan?" tanya Cia, tiba-tiba, dengan nada datar.

Bu Fani mengerutkan kening, bingung dengan pertanyaan Cia yang tiba-tiba. "Iya, memangnya kenapa?"

"Berarti harusnya fasilitasnya juga lengkap, dong?" lanjut Cia, tanpa menghiraukan pertanyaan Bu Fani. "Harusnya di setiap kelas ada CCTV, kan?"

Bu Fani semakin bingung. "Iya, ada. Tapi apa hubungannya?"

Cia menyeringai tipis, melipat tangannya di depan dada. "Kalau Ibu mau tahu kebenarannya, periksa aja CCTV kelas. Gampang, kan?" ujarnya, santai seolah-olah sedang memesan makanan di restoran.

Bu Fani tertegun. Ia tidak menyangka Cia akan memberikan solusi yang begitu cerdas dan sederhana. Biasanya, murid-murid yang bermasalah akan berusaha menyangkal atau membela diri dengan berbagai alasan. Tapi Cia, dengan santainya, justru meminta bukti yang tak terbantahkan.

Viona dan gengnya saling bertukar pandang dengan panik. Mereka tidak menyangka bahwa Cia akan meminta bukti CCTV. Jika rekaman itu diputar, kebohongan mereka akan terungkap.

"Tapi, Bu, CCTV-nya kan rusak," ujar salah satu teman Viona, dengan nada gugup.

"Iya, Bu, bener," timpal Viona, berusaha meyakinkan Bu Fani. "Kemarin aku lihat ada teknisi yang lagi benerin CCTV kelas kita."

Cia mendengus sinis mendengar kebohongan Viona. "Oh ya? Kebetulan sekali," ujarnya, dengan nada mengejek.

Bu Fani menatap Viona dan teman-temannya dengan tatapan curiga. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka.

"Baiklah," ujar Bu Fani, akhirnya mengambil keputusan. "Saya akan periksa rekaman CCTV kelas kalian. Kalian diam disini!"

Wajah Viona dan gengnya pucat pasi mendengar perkataan Bu Fani. Mereka tahu, akhir dari kebohongan mereka sudah dekat.

"Varo? Ngapain kamu di sini? Bukannya seharusnya kamu di kelas?" tanya terkejut begitu keluar ruangan berhadapan dengan Varo di depan pintu. Varo hanya nyengir tanpa dosa, aku di mau ... mau pinjam pulpen sama Cia! Ya pinjam pulpen." ujarnya.

"Alah! Kamu pasti mau nemuin Cia kan? Sudah lah gak usah drama ayo temani saya ke ruang operator CCTV," perintah Bu Fani.

Varo mengangguk patuh dan mengikuti Bu Fani. meninggalkan Cia, Viona, dan teman-temannya yang tegang.

Sebelum beranjak Varo, menatap sekilas Cia, dengan tatapan kagum. Ia selalu terkesan dengan kecerdasan dan ketenangan kembarannya dalam menghadapi masalah.

"Lo yakin CCTV-nya berfungsi?" sinis Viona, namun wajahnya terlihat pucat.

Cia menyeringai misterius. "Tenang aja. Gue punya feeling yang kuat," jawabnya, dengan nada percaya diri.

"Awas aja lo, ya!" ancam Viona, dengan nada geram. "Gue pasti bakal bales dendam sama lo."

Cia hanya tersenyum sinis mendengar ancaman Viona. "Silakan aja," balasnya, acuh tak acuh. "Gue nggak takut sama lo."

Cia menatap Viona dengan tatapan menantang. Ia tidak akan membiarkan Viona dan teman-temannya meremehkannya. Ia akan membuktikan bahwa ia bukan orang yang bisa diinjak-injak begitu saja.

Beberapa menit kemudian, Bu Fani dan Varo kembali ke ruang BK dengan wajah yang sulit diartikan.

"Setelah saya periksa rekaman CCTV," ujar Bu Fani, dengan nada serius. "Saya menemukan bahwa Viona dan teman-temannya telah berbohong."

Viona dan dan gengnya terdiam, tidak berani menatap wajah Bu Fani. Mereka tahu jawabannya.

"Rekaman CCTV menunjukkan bahwa Viona yang pertama kali menghampiri Cia dan memprovokasinya," lanjut Bu Fani. "Cia hanya membela diri setelah Viona mendorongnya dengan kasar."

Bu Fani menatap Viona dan teman-temannya dengan tatapan kecewa. "Saya sangat kecewa dengan kalian. Kalian sudah berbohong dan melakukan provokasi. Kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal."

Wajah Viona dan teman-temannya semakin pucat pasi mendengar perkataan Bu Fani. Mereka tahu, hukuman mereka pasti akan berat.

"Sebagai hukuman, kalian akan membersihkan seluruh toilet sekolah selama seminggu penuh," ujar Bu Fani, dengan tegas. "Dan kalian juga harus meminta maaf kepada Cia atas perbuatan kalian."

Viona dan teman-temannya tidak bisa berkata apa-apa. Mereka hanya bisa menunduk dan menerima hukuman mereka.

"Sekarang, minta maaf kepada Cia!" perintah Bu Fani, dengan nada tegas.

Dengan enggan, Viona dan teman-temannya menghampiri Cia dan meminta maaf dengan nada yang tidak tulus.

"Maaf," ujar Viona, dengan nada sinis.

Cia hanya mengangkat bahunya, tidak menghiraukan permintaan maaf Viona. Ia tahu, Viona tidak benar-benar menyesal dengan perbuatannya.

"Kalian boleh pergi," ujar Bu Fani, mengusir Viona dan teman-temannya dari ruang BK.

Setelah Viona dan gengnya keluar dari ruangan, Bu Fani menatap Cia dengan tatapan lebih lembut.

"Ibu minta maaf karena sudah menuduh kamu," ujar Bu Fani, dengan nada menyesal. "Ibu terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu."

Cia mengangguk, menerima permintaan maaf Bu Fani. Ia tahu, Bu Fani hanya menjalankan tugasnya sebagai guru BK.

"Lain kali, kalau ada masalah, jangan langsung main fisik," ujar Bu Fani, menasihati. "Bicarakan baik-baik dan cari solusi yang terbaik."

"Iya, Bu," jawab Cia, dengan nada patuh.

"Kamu boleh kembali ke kelas," ujar Bu Fani, mengakhiri pertemuan itu.

Cia berdiri dan berjalan menuju pintu, begitu keluar ia berpapasan dengan Aksa yang berdiri di depan pintu dengan wajah khawatir.

"Lo nggak apa-apa?" tanya Aksa, langsung menghampiri Cia.

Cia mengerutkan keningnya. "Gue nggak apa-apa," ketusnya seperti biasa jika berhadapan dengan Aksa.

"Semuanya udah selesai." lanjutnya lalu melangkah cepat meninggalkan Aksa.

Bersambung ....

1
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!