NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka dan Sesal

Zavian dipapah oleh stafnya untuk melihat dari teras. Ia sangat cemas. Tubuh Grace terlihat mungil dibandingkan Codet yang berotot besar. Terlebih lagi, Zavian tahu Grace sedang tidak sehat.

Grace mengangkat satu tangannya, menekuk jemarinya sebagai kode agar Codet menyerang duluan. "Maju, Pecundang."

Codet meraung dan menerjang. Pukulan tangannya yang berat mengarah lurus ke wajah Grace. Namun, Grace bergerak secepat kilat. Ia merunduk, membiarkan tinju itu membelah angin, lalu memberikan balasan dengan pukulan singkat ke arah rusuk.

BUGH!

Grace bergerak lincah. Beberapa kali ia memprovokasi Codet dengan membiarkannya mendekat, lalu menghindar di detik terakhir. Ia seperti seorang matador yang sedang bermain dengan banteng gila. Grace mengincar kaki Codet yang sudah terluka sebelumnya, memberikan tendangan-tendangan rendah yang mengganggu keseimbangan lawan.

Namun, kondisi tubuh Grace yang sedang demam mulai terasa. Pandangannya sempat mengabur sesaat. Codet melihat celah itu. Ia melancarkan pukulan hook yang mengenai area punggung Grace, tepat di atas luka lebam yang diberikan Slyters kemarin.

DUGH!

"AGH!" Grace oleng. Tubuhnya hampir tersungkur. Rasa panas dan perih yang luar biasa menjalar dari punggung ke seluruh syarafnya.

"GRACE!" teriak Zavian histeris.

Codet tertawa penuh kemenangan. "Sudah kubilang, kamu itu lemah!"

Grace menarik napas dalam, memaksakan oksigen masuk ke paru-parunya yang sesak. Rasa sakit itu justru menjadi bahan bakar amarahnya. Ia berdiri tegak, menyeka keringat dingin di dahinya.

"Cukup main-mainnya," desis Grace.

Saat Codet maju untuk pukulan pamungkas, Grace melakukan gerakan memutar. Ia menangkap lengan Codet, menggunakan berat tubuh lawan untuk menjatuhkannya, lalu sebelum Codet menyentuh tanah, Grace melancarkan pukulan telak ke arah perut dan sebuah tendangan lurus yang menghantam rahang Codet dengan telak.

KRAKK!

Codet terpental ke belakang dan jatuh tidak sadarkan diri dengan posisi tubuh yang mengenaskan. Hening. Semua orang di sana terpaku melihat kehebatan wanita itu.

Grace berdiri tegak di atas tubuh Codet yang tak berdaya. "Dengar!" teriaknya pada sisa preman yang ada. "Kalian wajib mengganti rugi semua kerusakan di kantor ini sebelum besok pagi! Jika sampai uang itu tidak ada, bersiaplah kalian semua menjadi campuran makanan babi di pelabuhan!"

Para preman itu segera menyeret tubuh Codet yang pingsan dan pergi dari sana secepat mungkin.

Grace berbalik perlahan. Wajahnya kini benar-benar pucat, seputih kapas. Keringat dingin bercucuran dari pelipisnya. Ia memberikan kode rahasia pada anak buahnya agar segera membantunya pergi sebelum Zavian melihat kondisinya lebih jauh.

Namun, Zavian sudah lebih dulu berlari menghampirinya. Ia mencengkeram bahu Grace, memaksanya untuk berhadapan.

"Grace! Lihat aku! Kenapa kamu senekat ini?" Zavian menatapnya dengan campur aduk antara kagum dan amarah. "Dan jelaskan padaku... kenapa Nalea bilang kamu ada urusan padahal kamu sedang demam seperti ini? Kenapa kamu membohongiku lagi?"

Grace mencoba menjawab, bibirnya gemetar. "Abang... aku... aku hanya..."

Tiba-tiba, suara di sekitar Grace perlahan menghilang. Wajah Zavian yang sedang marah mendadak berubah menjadi bayangan kabur. Dunia di sekelilingnya berputar hebat.

"Grace?" suara Zavian terdengar menjauh.

Pandangan Grace menjadi gelap total. Tubuhnya lemas, jatuh terkulai ke dalam pelukan Zavian.

"GRACE! GRACE, BANGUN!" Zavian berteriak panik, mendekap tubuh wanita itu erat-alih. Ia baru menyadari betapa panasnya suhu tubuh Grace saat tangannya menyentuh kulit lehernya.

Di bawah terik matahari, Zavian menyadari satu hal yang menyakitkan, wanita yang dicintainya ini sedang memikul beban dan luka yang tidak pernah sanggup ia bayangkan, dan ia, sebagai kekasih, justru menjadi orang terakhir yang mengetahuinya.

...*********...

​Langkah kaki yang terburu-buru bergema di koridor rumah sakit yang beraroma antiseptik tajam. Nalea dan Kayzo berlari dengan napas tersengal menuju ruang IGD. Mata Nalea menyapu seluruh ruangan hingga ia menemukan sosok kakaknya. Di depan meja administrasi yang kaku, Zavian terduduk lemas. Bahunya yang biasanya tegap kini merosot, wajahnya yang penuh luka lebam tertunduk dalam.

​"Kak! Apa yang terjadi?" seru Nalea saat ia sampai di depan Zavian.

​Zavian mendongak perlahan. Sorot matanya tidak lagi memancarkan keangkuhan sang CEO, melainkan kemarahan yang berbaur dengan keputusasaan yang pekat. "Lea..."

​"Kak Vian, kenapa wajahmu babak belur begini?" Nalea mencoba menyentuh pipi kakaknya, namun Zavian menepisnya dengan kasar.

​"Kamu bertanya kenapa, Nalea? Harusnya aku yang bertanya..." Suara Zavian rendah, namun bergetar hebat. "Ada apa dengan Grace? Kenapa kondisinya bisa separah itu? Dokter bilang dia mengalami demam tinggi akibat infeksi pada luka lebam yang tidak terawat. Kamu tahu kan, Grace pernah terluka di punggung karena menyelamatkan kamu dulu? Lalu kondisi saat ini... kenapa kamu menutupinya dariku? Kamu tahu kan, Nalea? Tidak mungkin kamu tidak tahu!"

​"Aaaarrrgggghhh!" Zavian menjambak rambutnya sendiri, menariknya dengan kuat seolah ingin mencabut rasa frustrasi yang mengakar di kepalanya.

​Bibir Nalea bergetar. Ia terpaku di tempatnya. Pada akhirnya, kebenaran yang ia coba bungkus dengan rapi demi ketenangan Grace, meledak di hadapannya.

​"Lalu, kenapa juga Grace yang datang ke kantor pemasaran tadi? Padahal aku mintanya anggota Blackrats yang lain melalui telepon..." Zavian menatap adiknya dengan tatapan menuntut.

​"Ta-tapi aku sudah meminta Karin dan Boy yang berangkat, Kak... Aku tidak tahu kenapa bisa Grace yang datang..." Nalea membela diri dengan suara lirih.

​Zavian tertawa miris. "Jadi, Grace tadi pagi pergi bukan karena ada urusan, kan? Dia pergi karena kondisinya tengah sakit dan dia tidak ingin aku mengetahuinya, benar begitu? Keterlaluan kalian semua... benar-benar keterlaluan!"

​"Bu-bukan begitu, Kak... Grace hanya ingin—"

​"Cukup, Nalea! Kamu tahu aku paling benci dibohongi, apalagi jika itu menyangkut keselamatan Grace!" bentak Zavian kasar. Suaranya menggelegar di koridor rumah sakit yang sunyi, membuat beberapa perawat menoleh kaget.

​"Tenang, Vian! Jangan membentak Nalea!" Kayzo maju selangkah, menatap Zavian dengan peringatan tajam. Ia tidak suka melihat tunangannya dipojokkan seperti itu.

​Nalea segera menggenggam tangan Kayzo, menahan pria itu agar tidak terpancing emosi menghadapi Zavian yang sedang tidak stabil. Nalea menarik napas panjang, matanya mulai berkaca-kaca.

​"Sudah kubilang, lebih baik Grace berhenti saja dari semua kegilaan ini!" lanjut Zavian, suaranya naik satu oktav lagi. "Sudah berapa kali dia hampir kehilangan nyawa karena urusan geng sampah ini? Apa kamu ingin melihat Grace mati dulu baru kamu bisa puas, hah?!"

​"CUKUP, KAK!" Nalea akhirnya meledak. Ia melepaskan genggaman tangan Kayzo.

​"Kamu tidak mengerti, Nalea! Kamu tidak merasakannya!"

​"Kaka yang tidak mengerti!" Nalea menunjuk dada Zavian dengan telunjuknya yang gemetar. "Kenapa setiap hal buruk yang terjadi pada Grace, Kakak selalu menyalahkanku? Kakak mau tahu yang sebenarnya? Mau tahu kenapa Grace bisa terluka parah seperti ini, hah?"

​Kayzo menyentuh bahu Nalea, memberikan kode melalui tatapan mata agar Nalea tidak terlalu banyak bicara dalam kondisi emosional seperti ini. Namun, Nalea sudah tidak bisa dibendung lagi.

​"Diam, Kay! Kak Zavian harus tahu. Dia harus tahu jika ini semua sebenarnya adalah perbuatannya!"

​Zavian tertegun. Matanya memicing. "Apa maksudmu, Nalea? Kenapa jadi aku yang disalahkan? Aku bahkan tidak ada di sana saat dia terluka!"

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!