seorang wanita kejam yang baru saja menyelesaikan tugasnya, tiba-tiba saja mengalami kecelakaan di jalan.
dia menatap kearah langit yang gelap disertai dengan gerimis yang mulai turun,bibirnya tersenyum dingin karna merasa semua ini seperti mimpi.
" ini lah akhir seorang wanita berdarah dingin,,bahkan aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu harus berakhir seperti ini " gumamnya,dia menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
nafasnya mulai tersengal-sengal,tapi wanita itu tetap menampilkan senyuman dinginnya.
" jika ada kehidupan kedua ,aku ingin merasakan kasih sayang seorang ibu,,itu saja yang aku harapkan " setelah mengatakan itu,wanita cantik yang terkenal haus darah akhirnya mengembuskan napas terakhir.
dan hujan deras turun melanda kota itu,disertai angin yang berhembus kencang.
bagaimana dengan kisah selanjutnya??
apakah keinginan nya di dengar oleh tuhan??
yuk baca cerita nya disini,,,jangan lupa like,komen, ya terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penghianatan istana ternyata penculik anak-anak
Dimalam harinya,, Aluna yang sudah berada didalam istana Phoenix tersenyum puas,dia berjalan mengelilingi kamarnya dan merasa ada yang kurang, tiba-tiba dia menatap tempat tidurnya dan barang-barang yang ada didalamnya.
" aku tidak bisa tidur di tempat tidur yang kaku itu,, lama-lama pinggang ku bisa patah,,,ya ampun aku lupa didalam ruang ku semuanya ada,, sebaiknya aku mengeluarkan semua nya " gumam nya,setelah itu Aluna pertama-tama mengosongkan kamarnya,setelah itu dia mengeluarkan ranjang mewah dan empuk nya dari dalam ruang.
Aluna juga mengeluarkan kulkas, AC,Tv,sofa,dan lainnya,dia tersenyum lebar saat melihat kamarnya yang terlihat mewah seperti di dunia modern.
" nah ini dia,ini persis seperti yang aku inginkan,,haa...tidak perlu repot-repot lagi mencari arus karna barang dari ruang penyimpanan ku bisa hidup sendiri tanpa menyalurkan arus nya " gumam nya,kaki kecilnya berjalan kearah lemari.
Dia mengambil baju tidur nya,,dan setelah mengganti nya,dia berbaring di atas ranjang,, kemudian dia memejamkan matanya,tapi tiba-tiba.
{ misi terpicu : selamatkan anak-anak yang di culik di dekat pengunungan }
mendengar suara sistem,Aluna duduk dengan tegak,dia melotot saat mendapatkan misi di malam-malam begini.
" apa kamu tidak salah memberikan ku misi ? Kita saja baru berkenalan tapi kamu sudah memberikan ku misi " dengus Aluna yang merasa terganggu dengan sistem baru nya.
{ nona anggap saja ini sebagai salam perkenalan kita,,anda tenang saja misi yang di berikan sistem tidak setiap hari atau setiap Minggu }
Aluna berdecak kesal,kaki kecilnya turun dari atas ranjang,dia mengambil jaket tebalnya dan memakai topi.
setelah merasa cukup dia akhirnya pergi meninggalkan kamarnya,tapi dia malah bertemu dengan pelayan nya lilis di depan pintu.
Lilis yang melihat penampilan nona nya tertegun, dia menatap Aluna yang terlihat menampilkan wajah datarnya.
" yang mulia anda ingin kemana malam-malam begini?? Apa anda membutuhkan sesuatu biarkan saya saja yang mengambil nya yang mulia " ucap Lilis dengan serius.
" aku tidak membutuhkan apapun!! Dan kenapa kamu ada disini ? Bukankah sudah aku katakan jangan ada seseorang yang berkeliaran di sekitar kamar ku ! Apa kamu tidak mendengar ucapan ku ! " Aluna merasa tidak suka Lilis yang terlalu lengket padanya,,meski Lilis adalah orang yang baik tapi orang sebaik-baik apapun bisa berubah kapan saja.
Untuk itu Aluna tidak begitu mudah percaya pada orang lain, sedangkan Lilis yang mendengar itu menggaruk kepalanya dan dia menunduk dengan tersenyum kaku.
" maafkan saya yang mulia kalau begitu saya akan pergi,jika yang mulia membutuhkan sesuatu sebaik nya panggil saja saya " melihat Aluna yang mengangguk,Lilis dengan terpaksa pergi,dan dia menatap punggung kecil Aluna yang telah keluar dari gerbang istana Phoenix.
Plukkkkkkkkkkkkkk
Lilis tersentak saat seseorang menepuk pundaknya,dia langsung berbalik badan dan melihat Arjuna lah yang ternyata berada di belakang nya.
" kamu membuat ku terkejut saja " ucap Lilis sembari mengelus dadanya.
" kenapa kamu ada disini ? Dan yang mulia ratu kecil itu ingin pergi kemana ? " tanya Arjuna yang melongo melihat kepergian Aluna .
Lilis melotot mendengar panggilan Arjuna untuk Aluna,,tapi dia hanya bisa menghela nafasnya.
"aku tidak tau,,yang mulia hanya menyuruh ku pergi dan dia juga tidak ingin ada orang yang berkeliaran di dekat kamar nya " jujur Lilis,dia merasa sedih karna menurut nya Aluna seperti orang lain.
" sudahlah jangan sedih seperti itu,,bukankah sekarang yang mulia itu sangat cerdik dan hebat,,lagian seseorang itu pasti memiliki rahasia tidak semua orang harus mengetahui rahasia orang itu,sudahlah sebaiknya kamu pergi beristirahat,aku akan berpatroli malam ini takut penyusup memasuki istana Phoenix " sebelum Arjuna melangkah pergi dia kembali menepuk pundak Lilis.
Sedangkan Lilis tertegun mendengar ucapan nya,dan menurut nya apa yang dikatakan oleh Arjuna itu benar.
" semoga saja yang mulia ratu baik-baik saja,dan aku percaya dia orang yang cerdik dan hebat" gumamnya,dan dengan perasaan lega dia pergi dari sana.
*************
kembali lagi disisi Aluna,dia mengeluarkan mobil dari dalam ruang penyimpanan nya,setelah itu dia masuk dan membawa mobilnya melaju kencang melewati rumah rakyat nya.
" tunjukkan tempatnya,," ucap Aluna pada sistem,,meski dia gadis kecil yang berusia 7 tahun,dia tentu saja dengan pemikiran nya yang cerdas bisa menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ya ternyata Aluna menjalankan mobilnya dengan tongkat,,dan dia hanya tinggal menekan tongkat itu untuk mengemudi mobilnya.
{ baik nona,,anda tinggal mengikuti jalur merah yang saya berikan }
benar saja Aluna menatap jalur merah yang tiba-tiba muncul,Aluna semakin percaya pada sistem ini,karna menurut nya sistem ini sangat luar biasa dan bisa di andalkan.
dan karna kesulitan banyak nya rumput liar di sepanjang jalan, Aluna menerobos nya,setelah beberapa menit kemudian,Aluna menghentikan mobil nya dan menyimpan nya di dalam ruang nya.
Dia menatap pengunungan yang gelap gulita,bahkan Aluna tidak bisa melihat apa-apa,tanpa basa-basi dia mengambil senter dari dalam ruang nya,dan dia berjalan kearah gua yang di tunjukkan oleh sistem nya.
Sesampainya di depan gua,Aluna mendengar suara tangisan,dia merinding dan tetap waspada pada di sekitar nya dan.
Plukkkkkkkkkkkkkk
Aluna tersentak saat seseorang memukul tengkuk nya,dan dia pingsan, sedangkan seseorang yang melakukan itu tersenyum menyeringai,dia membopong tubuh Aluna kedalam gua.
" bos aku membawa anak kecil lagi, seperti nya dia berasal dari keluarga bangsawan" teriak seseorang itu yang ternyata salah satu penculik anak-anak.
Bos nya yang sedang minum-minum dengan bawahannya menoleh,matanya berbinar dan segera berjalan mendekati Aluna yang sudah di letakan di dekat kandang.
" wah..anak ini benar-benar cantik jika aku menjual nya aku akan dapat untung besar,,,hahhahaa " tawa bos nya yang terlihat senang.
Semua anggota nya mengangguk semangat,mereka jadi tidak sabar mendapatkan bonus dari bos mereka.
Tak tak tak
tiba-tiba suara langkah kaki terdengar,sang bos penculik menoleh kearah pintu masuk,dia melotot saat melihat kedatangan atasannya.
Dan dengan wajah cerianya,dia berjalan tergesa-gesa dan memberikan kursi pada atasannya itu.
" silahkan duduk ketua " dengan sangat baik bos penculik memperlakukan nya dengan istimewa.
" hhhmmm...sudah berapa anak yang kalian dapatkan ? Jika jumlah nya sudah lebih banyak segera kirim secepat mungkin sebelum ada yang mencurigai ku " ucap seseorang yang panggil ketua itu.
Sang bos penculik menggosok-gosok tangannya,lalu dia menatap Aluna yang terlihat belum sadarkan diri.
" siap ketua,,,dan anak yang kami dapatkan Minggu ini lebih dari perkiraan,,besok pagi kami akan mengirim nya tanpa meninggalkan jejak" ujar sang bos dengan yakin.
Anak-anak yang di kurung didalam kandang,terlihat seperti hewan,dan mereka yang mendengar ucapan penculik itu menangis meraung.
" hikkkssssssssss... tidakk aku tidak mau di jual..ibu..ayah tolong aku..."
" lepaskan aku,,jika kalian berani menjual ku aku akan mengadukan kalian pada ayahku,,,lepaskan aku "
" aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkk aku tidak mau di jual... hikkkssssssssss aku masih ingin bersama dengan ayah ibuku "
teriakan-teriakan mereka membuat ketua itu merasa tidak senang,dia menatap bos penculik dengan tajam.
Seolah mengerti,bos penculik berjalan mendekati mereka dan menendang kandang nya.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
" diam lah bodoh !! Jika kalian masih menangis aku akan membuang kalian ke hutan agar kalian di makan binatang buas " ancam bos penculik dengan geram.
dan anak-anak yang mendengar itu menutup mulut,tentu saja merasa ketakutan dengan ancaman nya, sementara Aluna yang terbangun karna suara bentakan dan teriakan itu.
Menatap langit-langit gua,dia meringis dan buru-buru mengambil senjata nya dari dalam ruang penyimpanan nya,tapi tiba-tiba dia mendengar suara yang terdengar familiar.
" ketua kami baru saja mendapatkan anak kecil yang cantik dan lucu,,dia seperti nya dari keluarga bangsawan,,entah kenapa dia tiba-tiba bisa sampai disini,,tapi tenang saja kami sudah membuat nya tidak sadarkan diri " jelas bos penculik pada ketua nya.
Aluna yang mendengar itu akhirnya memutuskan pura-pura pingsan,dan ketua yang mendengar itu menatapnya dengan tersenyum lebar.
" bagus jika dia benar-benar berasal dari keluarga bangsawan kalian bisa meminta imbalan besar pada keluarga nya,,dan sekarang dimana anak itu ? " ketua nya berdiri ingin melihat seperti apa wajah anak yang mereka temukan.
dengan rasa bangga,bos penculik menunjuk kearah Aluna yang pingsan,melihat itu ketuanya mengerhit heran karna dia merasa mengenali anak itu.
Dia akhirnya berjalan mendekati nya dan setelah sampai disana,dia terkejut,matanya melotot,tanpa sadar dia melangkah mundur sembari menutup mulut nya dengan wajah pucat nya.
" yang mulia Ratu Aluna " suaranya bergetar,dia menelan ludahnya,bos penculik dan anak buahnya terkejut mendengar itu,lalu mereka menatap Aluna dengan wajah tercengang.
" yang mulia ratu ? " ucap mereka secara bersamaan dan disaat itu,Aluna duduk dan tersenyum dingin pada ketua mereka.
" jadi ini pekerjaan sampingan mu Kasim sialan ..!!! ternyata kamu adalah dalang di balik semua masalah ini !! " tekan Aluna yang sudah berdiri.
Ya ternyata ketua mereka adalah Kasim istana orang kepercayaan raja Theo,pantas saja Aluna merasa familiar dengan suara nya.
Sedangkan Kasim yang mendengar ucapan Aluna menggeram marah,tapi tiba-tiba dia tersenyum licik.
" kebetulan sekali kamu datang ke tempat ini,aku sebenarnya tidak pernah setuju menjadikan mu sebagai ratu,,tapi karna aku memiliki rencana tersembunyi jadi aku dengan terpaksa mengangkat mu sebagai penguasa negri ini ! Tapi tidak apa-apa dewa memang berpihak padaku,,malam ini kamu malah datang mengantarkan nyawa mu sendiri,,aku malah merasa senang dengan kebodohan mu " sinis Kasim yang menatap Aluna dengan sombong.
" hahhahhahahaaaaa......aku bodoh?? lebih bodoh mana ? Aku yang hanya seorang anak kecil bisa menurunkan ayahku dari singgasana nya,atau ,bisa membunuh putri Aurora dan membuat permaisuri di asingkan,, dibandingkan kamu yang pura-pura baik dihadapan ku dan dengan polos nya kamu malah membantu semua rencana ku...hhahahahhaa " tawa Aluna yang terdengar nyaring.
Para penculik melotot mendengar suara tawa nya,mereka menelan ludah dan menatap Aluna dengan rasa takut-takut.
Deggggggggggggggg
Kasim terbelalak mendengar itu,dia menatap Aluna dengan tidak percaya,jadi kekacauan yang terjadi didalam istana adalah ulah Aluna ? putri yang selama ini di acuhkan oleh Raja.
Dia benar-benar shock mendengar pengakuan Aluna,entah kenapa dia merasa tidak nyaman saat mengetahui kebenaran itu.
" kamu....anak kecil seperti mu sudah berani berbuat sekejam itu !!! kalian bunuh dia untukku !! jangan sisakan jasad nya dengan utuh !! " teriaknya yang terlihat marah.
bahkan suaranya bergetar,para penculik yang mendengar perintah itu mengangkat pedangnya masing-masing dan.
" serang anak itu..." teriak bos penculik,dan mereka berlari menebas Aluna dengan brutal.
ctuasssssssssssssss
aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkk
catasasssssssssssssss
buggg...buggggggg
Aluna terlempar saat salah satu penculik menendangnya,dia menghapus darah yang keluar dari hidung ku.
" sialan ternyata anak kecil tetaplah anak kecil meski jiwa ku orang dewasa aku tidak bisa melawan mereka semua " gumam Aluna,saat melihat Kasim tertawa karna melihat dia kalah Aluna merasa tidak senang,darahnya mendidih,
Aluna mengambil pistol nya dan.
Dorrrrrrrrrrr
Kasim melotot,dia menatap Aluna dengan tidak percaya,dan.
Bruggggggggggg
Kasim itu tewas di tempat karna mendapatkan tembakan di bagian kepalanya, sedangkan para penculik yang melihat itu ketakutan setengah mati.
Mereka menatap Aluna dengan wajah terbelalak,sama seperti anak-anak yang ada disana mereka merasa Aluna seperti pahlawan yang berani melawan penjahat.
" jika kalian ingin hidup jadilah budak ku ! Tapi jika kalian ingin tetap melawan ku kemarilah aku dengan senang hati mempertemukan kalian dengan ketua kalian " ucap Aluna yang meniup ujung pistol nya.
Para penculik yang mendengar itu saling memandang,dan mereka berlutut dihadapan Aluna sembari menjatuhkan pedangnya masing-masing.
" kami siap mengabdikan hidup kami pada anda yang mulia ratu " ucap mereka secara bersamaan.
inilah yang Aluna mau,dia ingin memiliki orang yang bisa dia atur,dan dia sangat percaya dengan pilihan nya jika para penculik ini adalah orang yang bijak dan setia.
" pilihan yang bagus,,karna kalian sudah mengabdi kan hidup kalian pada ku,,mulia besok kalian akan aku bawa memasuki istana, tapi malam ini aku ingin kalian mengembalikan semua anak-anak ke tangan orang tua mereka masing-masing!! untuk jasad ketua kalian besok bawa dia ke Aula istana !! " perintah Aluna.
" baik yang mulia kami akan melakukan tugas kami dengan baik " ucap mereka lagi secara bersamaan.
" kalau begitu aku kembali dulu,,ingat meski kalian berusaha kabur aku akan tetap menemukan keberadaan kalian !! setelah aku menemukan keberadaan kalian aku akan membunuh kalian tanpa sungkan " ancam Aluna setelah itu dia pergi dari sana.
mereka yang mendengar itu bergelidik ngeri,dan salah satu dari mereka menatap bos nya dengan serius.
" bos apa benar kita akan menjadi budak anak kecil itu ? " tanyanya dengan tidak percaya.
Plakkkkkkkkkkkkkk
" lalu kamu ingin mati seperti Kasim itu ? Kalau kamu memang ingin bersama nya pergilah kabur dan setelah yang mulia ratu menemukan mu dia akan mencabik-cabik pantat mu " ketus bos nya.
Bawahannnya meringis saat mendapatkan tamparan,dan dia buru-buru menggeleng mendengar ucapan bos nya.
" apalagi yang kalian tunggu,cepat bebaskan semua anak-anak dan kita juga harus mengantarkan mereka ke rumah nya " bentak bos nya.
Mereka buru-buru melepaskan anak-anak, sedangkan anak-anak merasa senang karna mereka akhirnya selamat,dan mereka tidak akan melupakan kebaikan Aluna yang mereka kenal sebagai Ratu kerajaan mereka.
.
lanjut up lagi thor
Semangaat thoor💪💪💪❤