NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Anakku..." Sekar menghujani wajah Arka dengan ciuman bertubi-tubi disertai air mata yang membasahi pipi keduanya, bocah itu hanya diam dan pasrah tentu senang disayang seperti itu.

Namun, mata bulat itu menatap wajah Sekar ketika tangis mama kecilnya terdengar. "Mama kecil menangis?" Tanyanya berkaca-kaca.

"Mama menangis bukan sedih sayang, tapi sedang mendapat kebahagiaan," jawab Sekar serak.

"Mama kecil pasti dikasih pelmen, siapa yang kasih, Ma?" Tanya Arka polos, ia mengira Sekar seperti dirinya bila mendapat permen dan coklat senang sekali.

"Kamu benar, Mama dikasih permen sama Dokter Rayyan," jawab Sekar asal, lalu menurunkan Arka.

Arka melanjutkan bermain, anak itu menoleh perlahan, matanya yang besar dan cerah tertuju pada Sekar agar menemani menyusun balok.

"Mama mau mandi dulu ya, gerah," Sekar ingin segera mengguyur tubuhnya supaya segar, seharian bekerja tentu saja lengket.

"Bukan gelah, tapi dingin, Ma," protes Arka memang benar, di ruangan ber-AC mana ada gerah.

Sekar yang awalnya sedih pun tertawa, mengusap pipi Arka lembut. Anak itu memang cerdas.

"Pasti Mama Kecil bau asem..." Lanjut Arka, menirukan orang dewasa di rumah ini jika ia malas mandi, katanya bau seperti itu.

"Iya, Mama bau asem," Sekar tersenyum, lalu bergerak ke kamar mandi. Namun, sebelum membuka pintu, Rini menarik Sekar ke sudut tempat tidur menjauh dari Arka.

 "Saya yakin jika Suster Sekar bukan hanya sekedar mendapat permen, ada apa Sus?" Rini sejak tadi hanya diam tapi memperhatikan Sekar tidak terlewat sedikitpun.

"Tidak kok, Mbak, saya mandi dulu ya," Sekar tidak ingin menceritakan kepada Rini sebelum semuanya aman dan tidak bocor ke telinga siapapun sebelum nyonya Pratiwi mendukungnya untuk memperjuangkan Arka.

Selesai mandi, Sekar tidak menemukan Arka di kamar, biasanya jam segini waktunya makan malam bersama. Ketika sedang menyisir rambut, Handphone Sekar bergetar. Ia ambil benda tipis dari tas kemudian memeriksa siapa yang telepon. Nama Rayyan berada di urutan paling atas.

"Assalamualaikum..." ucap Rayyan terdengar berat tapi perlahan.

"Waalaikum sallam..." Sekar menjawab, lalu bertanya ada apa?

"Sekar, besok makan siang kamu harus merayakan bersama saya. Saya traktir kamu di restoran dekat rumah sakit ya."

"Tapi saya tidak sedang ulang tahun, Dok."

"Bukan ulang tahun Sekar, tapi hasil tes DNA sudah keluar, dan 99 persen Arka anak kandung kamu."

"Alhamdulillah... Ya Allah..." Sekar sujud di lantai kamar, tangisnya pecah. Handphone yang ia pegang mental jauh darinya dalam keadaan masih menyala.

.

Di waktu yang sama. Dokter Ilham baru saja menyelesaikan operasi darurat di ruang operasi rumah sakit miliknya. Keringat menetes di dahinya saat dia melepas topeng bedah dan berjalan menuju ruang dokter untuk mengambil secangkir kopi hangat. Tiba-tiba, seorang pria muda bernama Rizki mendekatinya.

"Pak Dokter, izin mengganggu sebentar," ucap Rizki sambil mengangguk sopan.

"Ya, apa ada masalah, Rizki?" Ilham meletakkan secangkir kopi ke atas cawan lalu menatap Rizki.

Rizki diam mematung rupanya bosnya itu lupa jika memerintahkan dirinya untuk menyelidiki Suster Sekar yang bekerja di rumah sakit ini. "Ini tentang Suster Sekar, Dok."

"Duduklah," titah Ilham.

Riski menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Ilham. "Perawat yang bernama Sekar berasal dari daerah terpencil Tuan," Rizki memberitahu alamat di mana Sekar lahir.

"Kamu tidak salah?" Tanya Ilham dengan mata membelalak, karena alamat tersebut milik Sekar mantan istrinya.

"Untuk lebih jelasnya, mohon diperiksa, Dok." Rizki menyerahkan hasil penyelidikan yang ia catat di kertas dan dia masukkan ke dalam map coklat.

Deg.

Dokter Ilham tersentak, setelah membaca laporan Rizki. Refleks tangannya menyenggol cangkir kopi yang berada di sampingnya dan hampir jatuh ke lantai. Namun, Riski cepat menangkap meskipun kopi tersebut tumpah membasahi lantai. Dengan tangan gemetar dan wajah pucat, Ilham memegang kertas tersebut.

"Sekar? Mantan istriku?" ucapnya dengan nada tidak percaya. Bagaimana bisa kebetulan seperti itu? Sekar bekerja di rumah sakit miliknya dan tiba-tiba masuk ke dalam keluarganya. Bahkan saat ini Arka lengket sekali dengannya.

"Dari informasi yang saya dengar, dia sudah bekerja di rumah sakit Tuan, kurang lebih tiga tahun," papar Rizki.

Ilham terdiam sejenak, matanya menatap jauh ke arah jendela ruangan. Ingatan tentang masa lalu dengan Sekar kembali menghantui. Pernikahan yang singkat namun penuh emosi, perpisahan yang tidak mudah, dan kemudian putusnya kontak sama sekali setelah bercerai dengannya.

"Baiklah, terima kasih telah memberitahu saya, Rizki. Silakan kembali bekerja. Saya akan menangani hal ini sendiri," ucap Ilham dengan nada yang sudah lebih tenang, meskipun dalam hatinya dia masih bingung bagaimana harus menghadapi Sekar. Cepat atau lambat, Sekar akan tahu bahwa Arka adalah anaknya.

"Baik Tuan, saya permisi," Rizki keluar dari ruangan itu.

Hanya tinggal Ilham duduk terdiam, rasa takut kini muncul kembali, takut akan kehilangan Arka. "Sekar dan Arka..." gumamnya pelan, matanya menatap kosong ke arah dinding. Kedua nama itu bergema di dalam kepalanya seperti guntur yang menerjang.

Gelisah menguasai pikirannya lalu berdiri. Keringat dingin menyelimuti punggungnya meskipun ruangan ber-AC cukup dingin. Ia berjalan bolak-balik di dalam ruang dokter, langkahnya tidak menentu. Setiap langkahnya membawa ingatan yang sudah hampir lupa tapi kini hadir kembali dan begitu jelas. Hari-hari terakhir sebelum ia dan Sekar berpisah, saat Sekar masih dalam masa kehamilan. Dia tidak mau mengurus walaupun istrinya itu butuh perhatian.

"Kamu kejam! Dokter Ilham. Anda menguburkan bayi yang saya lahirkan dengan susah payah, tapi kamu tidak memberi tahu saya!" Ingatan Sekar kembali pada kematian bayi mereka.

"Bagaimana mungkin ini terjadi..." gumam Ilham sambil menyodok rambutnya dengan tangan. Pikirannya berlarut-larut tentang Arka, anak lelakinya yang kini sedang bersama ibu yang telah mengandung dan melahirkan tanpa ia duga sebelumnya.

Ia bisa membayangkan ekspresi Sekar jika wanita itu mengetahui kebenarannya. Kesedihan, kemarahan, rasa dikhianati, semua itu jelas akan menyiksa hatinya, seperti dirinya yang telah menyiksanya selama empat tahun lamanya. Dan tiga tahun belakangan ia menyembunyikan kebenaran.

Dada Ilham terasa sesak. Ia meraih telepon di mejanya, ingin segera menghubungi Sekar, namun jari-jarinya terhenti di layar sentuh. Apa yang harus saya katakan padanya? pikirnya dengan gelisah. Apakah dia akan memaafkan saya?

Dunia kini mulai membalas perbuatan Ilham, saat ini ia justru jatuh cinta dengan wanita yang sudah ia sia-siakan, Arka seolah menjauh darinya, hanya Sekar yang dia sayang. Bukan hanya itu, cepat atau lambat Sekar akan membawa Arka pergi.

Ilham berdiri, melepas jas putihnya lalu keluar ruangan berjalan tanpa tenaga menemui supir minta diantar pulang.

...~Bersambung~...

1
bibuk Hannan & Afnan
karyamu keren Thor ringan gak berattt, semangat 💪 sukses selalu
bibuk Hannan & Afnan
waaahhh Mujayana namaku Thor bedanya diakhiran ada h nya klo aku Mujayanah panggilanku yanah, senengnya makasih 🙏 lho Thor namaku dipake 🤗🤗
Buna Seta: Sehat selalu kak 💪❤
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
keyla juga sebenernya baik sih, sampe mau ngejelasin ke sekar kenapa si rayyan tiba2 nikah sama orang lain cuma tetep aja kayak nyesek aja bayangin jd sekar 🥲 dah lah emang sekar sm rayyan ga jodoh 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua juga udah kaga respect 😛
bibuk Hannan & Afnan
kok jd manggilnya Bu? bukannya Ilham manggilnya Mama ya thor
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh gimana udah 6 tahun? tp aneh juga masa pernikahan artis 6 tahun publik gatau apa kalo si ilham suami nya luna? logika aja kalo emang si luna artis pasti orang2 tau ilham suami luna seharusnya si sekar juga tau kan pernikahan sebelumnya ga di private, masa sekar se enggak tau itu kalo ilham suami artis besar mana nikah udah 6 tahun lagi 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur aku sih dukung sekar, ya gimana sih si kocak juga aneh dia mau punya anak gilira di kasih lewat sekar selama masa kehamilan dia ga mau nurutin ngidam anak nya tp mau ngambil anak nya doang 😩 lu kucing ape gimana sih cuma bisa bikin anak nya doang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah gitu dok, cukup peja**t aja yg di suap jangan sampe pekerja kemanusiaan juga 🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
parah sih, ya bener kasian luna karena ga bisa punya anak tp ga seplenger ini juga masa tega bohongin seorang ibu bilang anak nya meninggal 😩 gimana kalo fakta ini ga kebuka, ada ibu yg menganggap anak nya udah mati seumur hidupnya 🥲 luna sm ilham yg enak anda ikut kena dosa nya 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
semua rumah sakit nya ada unsur sayang dan cinta ya tp kelakuan ilham kayak orang ga punya perasaan 🤣
bibuk Hannan & Afnan
typo thor sayu=saya
bibuk Hannan & Afnan
kayaknya Sekar dijadikan istri kedua hanya untuk mencetak keturunan saja supaya tdk dituntut cucu lg oleh nyonya Pratiwi,
bibuk Hannan & Afnan
typo thor sedanf=sedang
tripledi
berarti sekar menikah ma ilham gak dikenalin ma ortu nya ilham yaa... si cewe kok mau mau aja di kadalin ma buaya
PNC
ini si Ilham kalo kerja Ama tidur

kayak orang mati ya
kok bisa ga denger apa apa
padahal sdh heboh begitu
PNC
si Ilham ini DUNGU
PNC
lagian pas hamil kok ga peduli
jelas jelas itu anak si Ilham
seharusnya kan dirawat biar sehat
utk anaknya ga cacat n si Sekar ga bunuh diri waktu hamil
PNC
si Ilham ini kok sangat tergila gila ma Luna ya

apa Krn artis
Mas Garden
dokter tidak bertanggung jawab dan tidak ngerti kondisi, kekayaan dan kemewahan bukan ukuran kebahagiaan
tapi hanya salah satu jalan yang dilalui
Jetva
pemikiran org kaya selalu sama....😔🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!