NovelToon NovelToon
Pernikahan Weton Sang Pewaris Tunggal

Pernikahan Weton Sang Pewaris Tunggal

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Beda Dunia / Cinta Seiring Waktu / Kutukan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

“Mereka menikah bukan karena cinta, tapi karena hitungan. Namun, siapa sangka... justru hitungan Jawa itulah yang akhirnya menulis takdir mereka.

Radya Cokrodinoto, pewaris tunggal keluarga bangsawan modern yang masih memegang teguh adat Jawa, dipaksa menikah dengan Raras Inten, seorang penjual jamu pegel keliling yang sederhana, hanya karena hitungan weton.

Eyangnya percaya, hanya perempuan dengan weton seperti Raras yang bisa menetralkan nasib sial dan “tolak bala” besar yang akan menimpa Radya.

Bagaimana nasib Raras di pernikahan paksa ini? sementara Radya sudah punya kekasih yang teramat ia cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Radya

Tuduhan itu menggantung di udara pengap gudang, lebih berat dari ribuan buku kuno yang menjadi saksi bisu. Kata-kata Radya, tajam dan berbisa, menusuk langsung ke ulu hati Raras, membuat napasnya sesak seolah baru saja dihantam ombak tak terlihat. Kilat kebencian purba yang pernah dilihatnya di apartemen kini kembali menyala di mata suaminya, tetapi lebih terfokus, lebih personal, dan seratus kali lebih menyakitkan.

“Bukan, Mas… Ini bukan seperti itu,” Raras berhasil berbisik, suaranya bergetar menahan gelombang kejut yang menjalari tubuhnya. Genggaman Radya di pergelangan tangannya mengerat, dingin dan tanpa ampun.

“Bukan seperti apa?” desis Radya, wajahnya mendekat, setiap suku kata diembuskan dengan amarah yang membakar.

“Aku tidak buta, Raras! Buku-buku klenik, serbuk-serbuk menjijikkan ini… Kamu pikir aku akan percaya semua ini kebetulan?”

Ia melepaskan cengkeramannya dengan kasar, seolah menyentuh Raras adalah hal yang paling menjijikkan di dunia. Matanya menyapu liar, dari kitab di tangan Raras ke saputangan berisi serbuk hitam, lalu kembali ke wajah Raras yang pias.

“Sejak kamu menginjakkan kaki di rumah ini, semuanya berantakan!” lanjutnya, suaranya meninggi, menggema di antara rak-rak kayu jati.

“Proyek gagal, investor mundur, Eyang sakit-sakitan! Semua ini terjadi setelah dekret bodoh itu membawamu ke sini! Kamu bukan penyelamat, kamu pembawa kutukan yang sebenarnya!”

Setiap kata adalah cambuk. Raras menelan ludah, mencoba memadamkan api perih di dadanya. Ia tahu, ini bukan Radya yang berbicara. Ini adalah bisikan pelet, gema dari jiwa yang terperangkap, yang dipaksa untuk membenci satu-satunya orang yang bisa menolongnya. Mengetahui itu tidak lantas membuat rasa sakitnya berkurang.

“Mas salah,” ujar Raras, suaranya kini lebih mantap, lebih dingin. Ia menemukan sepercik kekuatan di tengah badai.

“Aku di sini bukan untuk menghancurkan. Aku di sini untuk melindungi.”

“Melindungi?” Radya tertawa, tawa serak yang sarat dengan cemoohan.

“Melindungi dengan cara apa? Dengan menyebar bubuk aneh di kamarku? Membaca mantra-mantra usang di belakangku? Kamu pikir aku ini apa? Anak kecil yang bisa kamu kelabui dengan dongeng takhayulmu?”

“Aku menemukan serbuk itu di kamar Mas. Seseorang menaruhnya di sana untuk mencelakai Mas,” jelas Raras, mencoba menembus kabut amarah yang menyelimuti logika Radya.

“Oh, tentu saja! Seseorang!” ejek Radya, nadanya penuh sarkas.

“Dan kebetulan sekali ‘seseorang’ itu bukan kamu, si gadis jamu yang tiba-tiba jadi ahli ilmu gaib? Skenario yang bagus sekali, Raras. Sangat meyakinkan.”

Ia menunjuk kitab di tangan Raras.

“Dan buku itu? Apa itu? Buku resep jamu tolak bala? Jangan membodohiku!”

“Mas, dengarkan aku…”

“Cukup!” potong Radya, kali ini dengan bentakan yang membuat Raras tersentak.

“Aku sudah muak. Muak dengan semua ini. Muak dengan Eyang, dengan primbonnya, dan terutama… muak denganmu.”

Ia melangkah maju, merebut kitab itu dari tangan Raras dan membantingnya ke lantai. Halaman-halaman tua yang rapuh itu beterbangan seperti daun kering. Kemudian, ia menyambar saputangan berisi serbuk itu, melemparkannya ke sudut ruangan yang gelap.

“Aku tidak peduli apa permainanmu. Aku tidak peduli apa rencanamu dengan Eyang. Tapi semua ini berakhir malam ini,” geramnya, matanya menyala-nyala.

“Kamu pikir dengan menikahiku, kamu bisa mendapatkan semuanya? Harta? Status? Kamu salah besar. Kamu tidak lebih dari benalu yang menempel pada keluarga ini.”

Benalu.

Kata itu akhirnya berhasil meretakkan ketenangan Raras. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini menggenang di pelupuk, panas dan mengkhianati. Namun, ia tidak membiarkannya jatuh. Ia tidak akan memberikan kepuasan itu pada monster yang sedang merasuki suaminya.

“Aku tidak pernah menginginkan apa pun dari keluarga ini,” jawab Raras, suaranya serak menahan isak.

“Aku hanya ingin semua ini selesai dan semua orang selamat.”

“Kalau begitu, enyahlah dari hidupku!”

Radya berbalik dengan gerakan yang begitu kasar dan tiba-tiba. Amarah membutakan kesadarannya, membuatnya bergerak tanpa perhitungan. Saat ia melangkah cepat menuju pintu, sebuah benda persegi panjang dari kulit hitam tergelincir dari saku celana bahannya, jatuh ke lantai marmer dengan bunyi gedebuk yang teredam.

Dompetnya.

Radya tidak menyadarinya. Ia terus berjalan, membanting pintu gudang hingga tertutup, meninggalkan Raras sendirian dalam keheningan yang pecah dan aroma debu yang menyesakkan.

Raras berdiri mematung selama beberapa saat, membiarkan gema kata-kata Radya memudar. Tubuhnya gemetar, bukan karena takut, tetapi karena campuran amarah, sakit hati, dan kelelahan yang luar biasa. Ia menarik napas dalam-dalam, memaksa air matanya untuk surut kembali. Menangis tidak akan menyelesaikan apa pun.

Matanya kemudian tertuju pada dompet kulit yang tergeletak beberapa langkah di depannya. Sebuah benda yang begitu personal, begitu dekat dengan pemiliknya, kini teronggok di lantai seperti barang tak berharga. Dengan langkah pelan, ia mendekat dan memungutnya. Niatnya hanya satu: menyimpannya untuk dikembalikan nanti, saat Radya sudah lebih tenang.

Namun, saat tangannya menggenggam dompet itu, ia merasakan sesuatu yang aneh. Sebuah sudut kertas yang sedikit kaku menyembul dari salah satu slot kartu. Bukan kartu nama, bukan pula struk belanja. Warnanya krem pucat, dengan tekstur yang lebih tebal dari kertas biasa.

Didorong oleh insting yang tak bisa ia jelaskan, Raras menarik kertas itu keluar. Itu adalah secarik kertas catatan kecil yang dilipat rapi menjadi empat bagian. Jantungnya mulai berdebar lebih kencang, sebuah firasat buruk merayap di benaknya.

Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia membuka lipatan kertas itu.

Di bawah cahaya lampu gudang yang temaram, ia bisa melihat tulisan tangan yang anggun dan familier. Tulisan tangan feminin yang pernah ia lihat sekilas pada memo di meja kerja Ayunda.

Ada dua baris kalimat di sana, ditulis dengan tinta hitam yang tegas.

Ingat, Sayang. Hatimu hanya untukku. Benci dia sekuat kau mencintaiku.

Napas Raras tercekat di tenggorokan. Ini dia. Perintahnya. Mantra yang ditanamkan langsung ke alam bawah sadar Radya. Ini adalah bukti yang tak terbantahkan.

Namun, bukan hanya itu. Saat Raras hendak melipat kembali kertas itu, ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dalam lipatannya. Sesuatu yang kecil dan lembut. Dengan hati-hati, ia membuka lipatan terakhir sepenuhnya.

Matanya terpaku pada benda yang tergeletak di tengah kertas itu.

Sejumput rambut hitam legam rambut Radya yang diikat erat dengan seutas benang merah darah.

1
Vay
♥️♥️♥️♥️♥️
Vay
💙💙💙💙
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
💙💙💙💙
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
💜💜💜💜
Vay
💙💙💙💙
Vay
💜💜💜💜
juwita
iih ko bayu tau sih
juwita
pdhal g ush di tolong Raras biar bangkrut sekalian perusahaan. klo udh kere ap si ayunda mau sm dia
juwita
waah ternyata bayu org jahat. radya sm. eyangnya miara ular
juwita
semoga g berhasil ada yg lindungi raras
juwita
jahat si bayu mgkn musuh dlm selimut dia
Vay
💜💜💜💜
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
💜💜💜💜
Vay
❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!