NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:111
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

Dan juga melawan 8 anggota high magnus terkuat generasi sekarang yang di pimpin oleh kakak Lucyfer yaitu iglesias Elice.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan tamu tak diundang

Di sorak Sorai para penonton yang sangat terhibur mulai terdengar suara sorakan antara kedua belah pihak.

Banyak orang yang meneriaki Lucyfer dan sebagian lagi seim.

Di dalam proyeksi sihir memperlihatkan pertarungan paling hebat Menurut para penonton.

Di dimensi hutan malam.

Lucyfer sedang bertarung dengan seim dan Lucyfer melompat mundur dan seim maju dan di belakang nya naga kayu yang seperti ular raksasa mengikuti nya dari belakang.

“Sihir element: tangan tanah berapi.” kata Lucyfer merapal mantra sihir nya

Dan naga kayu itu makin memanjang dan membuka mulut nya dan mengeluarkan sebuah tangan tanah yang mengeluarkan kobaran api.

Seim yang melihat itu langsung menoleh dan mengeluarkan ular dari tangan nya.

Ular ular itu langsung melompat dan masuk ke dalam tangan raksasa itu dan mengarahkan nya ke naga kayu itu dan membakar naga kayu itu.

Naga kayu berhenti memanjang karena batasan maksimal.

Seim menapakkan kaki nya.

Lucyfer mendarat di atas pohon dan sebuah kabut mulai berhembus.

“Sihir element: hembusan angin kabut ilusi.” kata Lucyfer merapal mantra sihir nya.

Tongkat sihir Lucyfer mengarah ke arah seim dan kabut itu berhembus dan menutupi pandangan seim.

Seim di tengah kabut itu mulai berhalusinasi namun ada yang lebih parah.

“Gawat, kepala ku...” kata seim dalam hati nya dengan nada serius

Gigi seim merapat dengan kuat dan tatapan nya membelalak.

Kepala nya mulai pusing bahkan kunang kunang.

Benar seim mengalami batas diri nya karena mengeluarkan ular sihir terlalu banyak.

Efek dari sihir seim ini membuat dia pusing dan di tambah oleh sihir kabut ilusi Lucyfer membuat efek nya makin parah.

Seim kini jatuh dan mulai sakit kepala.

Lucyfer melihat dari kabut itu dan merasa ini momen yang pas untuk mengalahkan seim.

Namun di arena pertandingan penyihir perekrutan high magnus yang terpilih juri mulai angkat suara.

“Baiklah semua nya... Ini baru pertarungan yang sesungguhnya apa benar...” kata nya dengan lantang

Semua penonton dengan bersorak kegirangan.

“YAAAAAAAA!”

Para penonton mendukung Lucyfer bahkan menyebut nama nya.

Namun penonton lain juga mendukung seim dan menyebut nama nya keras keras walau posisi seim buruk.

Juri membuka sebuah proyeksi di tongkat sihir nya dan melihat kini ratusan murid di kalahkan dengan sangat cepat.

Juri langsung merasa ada yang janggal dan hanya tersisa 2 tim padahal harus nya di dimensi itu baru berjalan selama 1 hari, 2 jam, 39 menit.

Ini benar benar aneh.

“YAAAA... Anuu... pertarungan akan segera di akhiri karena para peserta lainn nya kalah.” kata nya dengan suara lantang

Para penonton langsung menoleh ke juri dan bertanya tanya kenapa secepat itu.

“APA INI JURI, KENAPA SANGAT CEPAT SEKALI BERAKHIR NYA.”

“BENAR SEKALI PADAHAL BELUM WAKTU NYA BUKAN.“

Elice langsung berdiri dan tatapan nampak serius dan tetap dingin.

“Juri... Evakuasi semua penonton...” kata Elice dengan serius

Juri langsung tertegun dan bertanya.

“Ehhh... Kenapa.”

Elice menjawab pertanyaan nya dengan singkat.

“Karena... Kita kedatangan tamu tak diundang.”

Scene beralih ke pertarungan antar murid lain.

“RASAKAN INI...”

“SIHIR ANGIN: HEMBUSAN ANGIN GUNUNG.”

Namun para murid lain nya juga mulai bertarung dengan sihir mereka.

Tiba tiba

Mereka di kalahkan tak lebih dari beberapa menit.

Sebuah es bening mulai muncul.

Mereka berjalan dengan langkah menakutkan dan mencekam.

“Hahhh... lemah nya.” kata nya dengan sombong.

Dia adalah freon.

“Wahhh sayang banget ya, padahal mereka bagus untuk ku jadikan keluarga tapi malah di bekukan.” kata nya dengan gembira.

Itu adalah scarlet.

Desmor

Nevalia

Zhuang

pantomime

Mereka berjalan santai karena jalan sudah di bersihkan okeh freon dan scarlet.

Kini 6 anggota HEPTA ORDER ada di dalam dimensi hutan malam.

Scene beralih sekarang di mana para penonton mulai bubar karena di perintahkan oleh Elice.

Elice dengan tatapan serius menoleh ke julian bernhard.

“Julian.” kata nya memanggil julian

julian langsung berdiri dengan serius.

“Ya kapten.”

Elice mulai mengeluarkan sebuah kipas emas nya.

“Ambil sapu terbang kita akan masuk walau mereka semua menutup akses ke kita.”

Julian langsung berlari mengambil sapu terbang yang ada di persediaan di arena ini.

“Ketua, ini dia.” kata julian dengan tenang

Di tangan julian sebuah sapu terbang dan ignavia langsung merespon julian.

“WOIII LU KALAU MAU BERCANDA YANG BENAR SAJA.“ Teriak ignavia

“KITA INI ADA 8 ORANG DAN KAU HANYA AMBIL DUA.

Julian sedikit mendorong kacamata nya.

“Maaf tapi hanya ini yang tersedia di gudang.” kata julian dengan tenang

Scene beralih ke julian saat mengambil sapu terbang.

Julian menemukan hanya sapu terbang hanya 2.

Padahal di sebelah kiri nya ada banyak tapi dia

berbalik ke arah kanan dan tak sempat mengambil nya.

Padahal ada banyak sapu terbang tapi karena julian memiliki sedikit masalah tentang penglihatan nya maka dari itu dia sering melakukan kesalahan.

Mau tak mau Elice dan tim nya menggunakan nya.

Sapu terbang mulai melayang.

julian dan daziel sedang menggendong violet dan nerissa di pundak mereka.

Dan satu lagi ignavia dan vermila sedang menggendong Seraphina dan Elice di atas pundak kedua nya.

“KALAU BEGINI BAKALAN LAMA...” gerutu ignavia dalam emosi

Vermila hanya menatap datar.

Seraphina di pundak ignavia hanya tersenyum kecil.

“Sudah lah yang penting bisa ke sana itu sudah cukup.” kata nya sambil menenangkan ignavia

Elice hanya menatap datar ke langit.

Mereka, para high magnus dari divisi 1 mungkin agak sedikit terlambat karena julian.

Tapi mereka tak pernah mengeluh.

Scene beralih ke Lucyfer dan seim.

Di mana Seim memegang kepala nya yang pusing dan dia harus cepat kembali normal sebelum kalah.

“Gawat aku harus cepat cepat bertarung.” kata nya dalam hati

Namun kabut berhembus ke arah lain dan Lucyfer di depan nya.

Dengan naga kayu yang seperti ular raksasa dengan 4 mata merah menyala dan tubuh nya di lilit akar pohon seperti zirah.

“Menyerah lah.” kata Lucyfer dengan tenang

Seim hanya menunduk dan menarik nafas dalam-dalam.

“Aku harus nya mengaku kalah saja.” kata nya dalam hati

“Dengan kondisi seperti ini aku tak akan menang.”

Ia tahu tak akan menang dengan kondisi seperti ini dan mulai meletakkan tongkat sihir nya dan mengangkat kedua tangan nya.

“Baik Lucyfer, kau menang.” kata nya dengan tenang

Lucyfer mengulurkan tangannya untuk membantu seim.

“Bisa berdiri?” kata Lucyfer dengan nada dingin

Seim tersenyum kecil dan menggunakan tangan nya untuk memegang tangan Lucyfer dan mulai berdiri.

Semua tim dari kedua belah pihak mulai kembali.

Raviel dan alven

Toma dan Zareth

Elviera dan kade

Lyssara dan selesia

Maevra dan klee

Dan terakhir varen dan sylvara dengan Calistra dan Erwyn.

Seim langsung menarik nafas dalam-dalam.

“SEMUA NYA TUNDUKKAN KEPALA KALIAN.” teriak seim dengan tegas dan lantang

Semua anggota tim seim langsung berbaris dengan cepat dan menundukkan kepala mereka nyaris sampai tanah.

Seim juga mulai menundukkan kepalanya.

“Baiklah Lucyfer, kami mengakui kalah.” kata seim dengan tenang

Alven mulai menertawakan tim seim.

“HAAAAHAHAHAHA, MAMPUS MAKA NYA JANGAN REMEHKAN KA...” kata laven yang di potong kata nya

Mulut alven di tutup oleh tangan selesia dan selesia hanya meletakkan jari di depan bibir nya.

Lucyfer hanya menatap datar.

“Baiklah... Kalau begitu.”

“Kita akan...” pembicaraan Lucyfer seketika langsung di potong.

Seseorang menendang dengan sangat sangat cepat dan bahkan membuat kedua tim ini membelalak kaget.

Tendangan itu menghancurkan pepohonan bahkan membuat kedua tim ini langsung menatap tak percaya apa yang ada di samping mereka.

Tak lain dan tak bukan.

Salah satu buronan high magnus.

Zhuang

“Reflek yang hebat, aku akui itu.” kata Zhuang dengan semangat.

Lalu di susul oleh 5 anggota HEPTA ORDER yang mulai berdatangan

6 buronan high magnus yang paling di cari akhir akhir ini.

HEPTA ORDER

Kini mereka berenam ada di dalam dimensi ini.

Sementara itu bantuan dari high magnus tak kunjung datang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!