NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 20 Perternakan VS Mall

Bunga, tersenyum lebar kala melihat hamparan rumput yang menyejukan mata nya. Ia sangat rindu sekali aroma di perternakan milik keluarga irsyad, ia selalu ke perternakan tersebut kala. Dirinya sedang bersedih dulu irsyad sentiasa membawanya sudah dua tahun lebih ia tidak ke perternakan tersebut, membuatnya rindu pada padang rumput yang hijau dan hewan ternak di perternakan tersebut.

Bunga berlarian, dengan segala isi hatinya yang berbunga - bunga. Ia merebahkan dirinya di rerumputan indah tersebut, irsyad tersenyum lebar melihatnya. Tingkah manis bunga membuat jantungnya tidak normal seperti biasanya, bunga berguling-guling menatap angkasa tempat sunset muncul, ia duduk di rerumputan tersebut. Menatap indahnya lukisan yang kuasa sebuah mahakarya yang kuasa,

Sebuah sinar berwarna oranye, tersebut membuat mata bunga membulat menatap keindahan yang hanya beberapa detik hingga akhirnya pergi, dan akan kembali dengan corak yang berbeda. "Mau berkuda? " Tanya irsyad membuat bunga mendongakkan kepalanya. Melihat lelaki yang wajahnya disinarkan cahaya jingga tersebut, "mau! "

Irsyad, mengulurkan tangannya bunga menerima nya lalu. Ia bangkit dari duduk nya bunga sempat menepuk-nepuk bagian rok nya yang kotor akibat tiduran di rumput, bunga dan irsyad berjalan ke arah kandang kuda. Disana ada pak rusdi, dia penjaga Kuda tersebut

"Den, irsyad neng bunga. Silakan masuk! " Pak rusdi membukakan, pintu masuk kandang kuda tersebut terlihat. Ada lima belas kuda dengan kandang yang berbeda, bunga tersenyum merekah melihatnya. "Makasih ya, pak!"

"Sama-sama atuh aden! " Sahut pak rusdi sembari. Mengayun langkah, mengikuti sang anak majikannya yang sedang, melihat-lihat kuda.

"Pa gimana, kabarnya Irsnga? " Tanya irsyad tetiba membuat. Pak rusdi terkekeh walau hanya sejenak, " Baik sangat, baik mari kita lihat dia! " Pak rusdi melangkah kan kakinya ke kandang kuda, yang berada di deretan kelima. Lalu membuka kandang yang diisi oleh Kuda warna hitam yang sangat cantik sekali bulunya bersih sekali,

"Akh!, adiba aku ! " Seru bunga membuat irsyad dan pak rusdi. Menoleh ke gadis tersebut yang sedang jingkrak- jingkrak di depan kandang yang masih terkunci, kandang kuda tersebut. Pak rusdi langsung membuka kadang tersebut membuat bunga segera menghampiri kuda, berwarna putih bersih dengan Rambut nya yang panjang bunga mengelus kuda putih, yang selalu menjadi teman curhatnya. Kalau ia sedang ke perternakan tersebut,

Kuda itu, mendusal bunga seperti sudah berteman lama dengan bunga. "Ah!, kamu tampak gendut aja pemalas! " Hardik bunga sembari memeluk kuda tersebut. Yang tidur di tumpukan jerami, irsyad menggeleng kan kepala saat melihatnya kuda miliknya mendusal-dusal nya seperti ia tahu itu tuannya. "Apa kabar?, kamu siap ngga Aku pakai tanding? " Tanya irsyad pada kudanya

Kuda itu mengangkat kaki depannya ke arah irsyad, membuktikan ia adalah seekor kuda tangguh dan siap. "Aish!, sangat gagah sekali seperti tuannya! " Puji pak rusdi. Tersenyum kagum melihat kuda gagah tersebut,

"Kan, pak rusdi yang menjaga nya! " Sahut irsyad sembari mengelus kuda tersebut,

"Ih, adiba mesum! " Pekik bunga karena, kudanya mengendus-endus. Bukit kembar miliknya membuat, irsyad terkekeh dengan kelakar gadis tersebut. "Kamu, itu kebanyakan main sama irsnga sungguh!. Teman yang buruk! " Cibir bunga dengan suara tidak suka, irsyad hanya mampu tersenyum dan tertawa. Mendengarnya,

Sementara itu, di mall nampaknya kedua pasangan baru itu menikmati keasikan main ice skating, keduanya tampak begitu suka sekali main bersama.

"Gimana?, asik? " Tanya dewa menatap aura yang nampak begitu lelah. "Ya asik, makasih ya ka! " Aura sembari membuka ransel milik nya ia yakin. Sang mama sudah menanyakan kabarnya,

Aura menghela napas panjang, kala melihat sederet pesan dari sang mama yang membuat nya menggeleng kan kepalanya. Dewa nampak penasaran dengan isi ponsel aura,

"Lo kenapa? " Tanya dewa dengan suara penuh keingin tahuan. "Mama nyariin aku! "

"Yaudah, bilang aja kamu lagi keluar bareng aku!. Habis selesai main kita makan baru balik" Sahut dewa sembari melepaskan sepatu sang kekasih, aura mengangguk kan kepalanya membiarkan lelaki tersebut. Membuka Sepatunya,

Mama 🤍

𝘙𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘫𝘢?

𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘩𝘢𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨

𝘐𝘯𝘪 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘨𝘳𝘪𝘣 𝘳𝘢!

𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘰𝘬, 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘦𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣 𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨-𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘮𝘢

𝘔𝘪𝘴𝘴𝘦𝘥 𝘷𝘰𝘪𝘤𝘦 𝘤𝘢𝘭𝘭 𝘯𝘰 𝘢𝘯𝘴𝘸𝘦𝘳𝘴

𝘙𝘢!

𝘔𝘢, 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘪𝘯 𝘢𝘶𝘳𝘢 𝘺𝘢! 𝘈𝘶𝘳𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘦𝘯 𝘢𝘶𝘳𝘢. 𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢? 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘢𝘶𝘳𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘶𝘳𝘢 𝘭𝘶𝘱𝘢

𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘩𝘧𝘪𝘳𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘪𝘬 𝘭𝘰 𝘳𝘢

𝘠𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘺𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢! 𝘊𝘦𝘱𝘦𝘵 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨

𝘖𝘬, 𝘮𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘰𝘬

𝘖𝘬

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!