NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

"SIAL!" Alyssa tak bisa menahan umpatan saat tangannya menahan dinding. Sudah satu minggu berlalu sejak orang tuanya mengusirnya dari rumah, dan ia kembali tinggal di rumah lama milik Edgar.

Ini tidak mungkin…

Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Ada satu kesalahan yang ia lakukan sebelum pergi dari rumah Junior, meminum pil.

Sudah dua hari ini ia merasakan gejala kehamilan. Ia sangat mengenalinya. Dulu, saat mengandung Niko, ia merasakan hal yang sama.

Ia panik. Bukan karena ia tidak menginginkan anak itu jika benar-benar hamil, melainkan karena ayahnya. Artinya, seperti Niko, anak yang dikandungnya nanti akan tumbuh tanpa sosok ayah, tanpa pelukan, tanpa ciuman seorang ayah. Ia sudah iba pada Niko, lalu bagaimana dengan bayi ini?

Alyssa berjalan kembali ke kamar seperti mayat hidup. Pikirannya penuh, kacau, tak tahu harus berbuat apa. Tubuhnya ada di sini, tetapi pikirannya melayang ke mana-mana.

Haruskah ia memberi tahu Junior bahwa ia hamil? Bagaimana jika Junior kembali mencurigainya karena selama lebih dari seminggu ia bersama Edgar?

"Kamu kelihatan banyak pikiran," ujar Edgar saat masuk ke kamar. Alyssa duduk terpaku, sementara Niko tidur pulas di ranjang.

Semua barang mereka sudah terkemas di dalam koper. Besok mereka akan berangkat ke Amerika. Itu pun menjadi beban lain di kepalanya.

Apakah ia benar-benar siap ikut Edgar? Meninggalkan Indonesia?

"Alyssa, aku tahu kamu ragu. Tapi ini untukmu, untuk Niko. Tolong pikirkan masa depan kalian," kata Edgar lembut.

"Edgar… aku tidak tenang. Aku ingin bertemu Junior hari ini. Bisa?"

Edgar menarik napas panjang. Alyssa berusaha menahan tubuhnya yang gemetar. Ia tak ingin terlihat lemah. Ia harus kuat, demi anaknya, demi dirinya sendiri. Namun hatinya tetap menangis karena Junior.

Sebelum pergi jauh, ada satu hal yang harus ia lakukan. Ia harus melihat Junior, meski hanya untuk terakhir kali.

"Kamu yakin?" tanya Edgar sambil mengusap pipi Alyssa.

"Aku rasa… aku hamil," ucap Alyssa pelan. Edgar terkejut. Air mata Alyssa langsung mengalir dan ia terisak.

"Kamu yakin?"

"Iya. Aku merasa begitu. Haruskah aku bilang padanya?"

"Jangan," Edgar menggeleng. "Dia hanya akan mengira akulah ayahnya."

Alyssa menangis lebih keras. "Jadi… bayi ini akan tumbuh tanpa ayah?"

Edgar terdiam. Tak ada kata yang sanggup keluar. Hatinya sakit melihat sahabatnya hancur seperti ini.

"Aku ingin menemuinya," Alyssa memohon. "Sebelum kita pergi. Tolong…"

"Baiklah, Kalau itu yang kamu mau," Edgar akhirnya mengalah. "Tapi jangan katakan apa pun soal kehamilanmu."

"Aku tahu."

Ia tak ingin menambah luka. Cukup Niko yang sudah terluka.

***

Alyssa beristirahat sementara Edgar menyiapkan makan siang. Tak lama kemudian Niko terbangun.

"Mommy…" suara kecil itu lirih. "Kenapa Mommy sedih?" Ia memanjat dan duduk di pangkuan Alyssa.

Hati Alyssa mencelos. Bagaimana menjelaskan luka yang bahkan ia sendiri tak paham?

Ia memeluk Niko erat. "Mommy cuma banyak pikiran, sayang. Mommy baik-baik saja," ucapnya sambil tersenyum tipis. "Mommy mau ke Daddy. Mau ikut?"

Bagaimana jika…

Bagaimana jika mereka bertemu Junior dan ia menerima mereka kembali?

Harapan Alyssa tak pernah padam, demi Niko, demi bayi yang dikandungnya.

"Aku nggak mau lihat Daddy," Niko cemberut. "Aku nggak mau Mommy nangis lagi."

Alyssa menelan ludah. "Bagaimana kalau Daddy berubah? Bagaimana kalau Daddy menerima kita?"

"Aku harap begitu," jawab Niko pelan.

***

Junior mengetuk-ngetukkan pena di atas meja kantornya. Kepalanya penuh masalah.

Ponselnya berdering, Victor.

"Bro."

"Ayahku dan ibu tiriku berpisah," kata Victor.

"Apa rencanamu?"

"Aku akan membawa anaknya."

Junior mengangguk pelan.

Sekretarisnya masuk. "Tuan, Bu Maureen ada di sini."

Junior mengernyit. Tapi ia mempersilakan.

"Hi, sayang!" Maureen langsung memeluk dan mencium Junior.

"Di mana Kairo?" tanya Junior.

"Dengan pengasuhnya," jawab Maureen ceria.

Junior mengangguk. Ia mencoba berbincang dengannya meski pikirannya sedang sibuk.

***

Alyssa berjalan di lorong gedung perusahaan Brixton dengan langkah berat. Dadanya sesak. Semua luka seolah kembali terbuka.

Namun ia harus bertemu Junior.

Ia tak membawa Niko. Ia tahu itu bukan ide baik.

Di ujung lorong, pintu kantor Junior berdiri tertutup. Alyssa ragu.

Jika ia pergi tanpa berpamitan, penyesalan akan menghantuinya selamanya.

Akhirnya, ia mendorong pintu itu.

Dan dunianya runtuh.

Junior dan Maureen. Berpelukan. Berciuman. Tanpa peduli apa pun di sekitar.

Jantung Alyssa seperti ditusuk pisau.

Ia mundur, hampir tersandung. Tapi Junior membuka mata.

"Alyssa?"

Maureen tersenyum sinis. "Oh, kamu menikmati pemandangan ini?"

Alyssa mendekat perlahan. "Aku hanya ingin melihatmu."

"Untuk apa?" tanya Junior dingin.

"Karena…" Alyssa terdiam. Apa yang harus ia katakan? Bahwa ia akan pergi? Bahwa ia hamil? Bahwa ia masih mencintainya?

"Drama lagi," Maureen mendengus.

"Aku cuma ingin tahu kamu baik-baik saja," ucap Alyssa lirih.

"Pergi," kata Junior. "Keluargaku tahu semuanya."

"Aku tahu. Karena itu keluargaku membuangku," suara Alyssa pecah. "Aku nggak punya siapa-siapa selain Edgar."

Maureen mendekat dengan senyum puas. "Akui saja kamu kalah."

Alyssa tersenyum, senyum yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

lalu...plak!

satu tamparan keras mendarat di pipi Maureen.

Plak! sekali lagi.

"Aduh!" Maureen menangis.

Junior terdiam.

"Enak juga menampar selingkuhan," tawa Alyssa getir. "Masih kurang sebenarnya."

"Keluar," kata Junior.

"Aku akan pergi," jawab Alyssa dingin. "Tapi ingat, suatu hari anakmu akan membencimu. Dan aku tak akan menghalanginya."

Ia pergi.

***

Setelah itu, Alyssa dan Niko berangkat ke Amerika bersama Edgar.

Di sana, Alyssa berjanji pada dirinya sendiri dan anak-anaknya untuk memulai hidup baru. Ia akan melindungi bayi di rahimnya, mencintainya lebih dari segalanya.

Edgar bersedia menjadi figur ayah. Kekasihnya pun menyetujui.

Mereka akan membantu Alyssa bangkit, menjadi ibu tunggal yang kuat dan sukses.

Niko melanjutkan sekolahnya di Amerika. Ia semakin cerdas, gemar membaca, dan cepat beradaptasi.

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!