NovelToon NovelToon
Mas Galak Saranghae

Mas Galak Saranghae

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Fantasi / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Siapa bilang niat balas dendam akan berakhir sesuai rencana?

Buktinya nih si Nisa!

Hatinya udah di buat jungkir balik sama Aziz. Tetap aja hatinya gak bisa berpaling dari pria galak yang acap kali berkata nyelekit di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

...🥀🥀🥀🥀...

Gak peduli kala langit mulai senja, mobil yang di kemudikan Aziz dengan pasti meninggal kan kediaman orang tua Nisa. Merayap dan melaju dengan kendaraan lain di jalan raya.

Dari kursi penumpang, dengan setoples cemilan yang ada di pangkuan nya. Sementara tangan kanan Nisa, terus menyuap cemilan yang ia bawa dari rumah orang tua nya. Nisa terus menatap Aziz sengit.

‘Nih anak beneran gak sih? Dia gak lagi cari alasan buat gak lama lama di rumah orang tua ku kan? Aziz gak mungkin sadar, niat ku pulang buat ngerjain dia kan?’ pikir Nisa, dengan kerutan di kening.

‘Seperti nya Tuan Alex salah mempekerja kan Nisa untuk terus berada di sisi Nyonya Wati. Hanya sebatas angka, tapi tidak cukup mencermin kan. Jika Nisa ini sudah pantas di sebut wanita dewasa.’ pikir Aziz.

“Apa kamu gak bosan, terus menatap ku seperti itu sejak kita meninggal kan rumah orang tua mu, Nis! Apa mulut mu terlalu sibuk mengunyah cemilan, untuk sekedar bertanya langsung pada ku?” beo Aziz, menyadari tatapan tajam yang di berikan Nisa pada nya.

“Emang kenapa kalo aku terus menatap mu? Dua pasang mata ini jelas punya ku, bebas dong mau aku guna kan untuk menatap mu sengit, menatap mu penuh cinta, menatap mu sinis!” cerocos Nisa dengan nada mengejek.

Aziz menggeleng gak habis pikir, “Iya iya iya, terserah kamu saja lah! Yang waras ngalah sama yang sakit!”

Nisa terkekeh, “Kamu yang sakit, aku yang waras! Itu kan maksud mu!”

Aziz menoleh sesaat ke arah Nisa dengan senyum manis nya, “Terserah kamu saja! Wanita maha benar! Bukan kah itu yang selalu di kata kan Tuan Alex pada Nyonya Wati?”

Deg deg deg.

Debar jantung Nisa bertalu talu.

Whuuussss.

Nisa mencondong kan tubuh nya ke arah Aziz. Wajah kedua nya sangat dekat. Meski tanpa Nisa tau, Aziz tengah mati matian meredam gejo lak dalam hati nya.

Begitu pun dengan Nisa, senyum yang Aziz perlihat kan, meski hanya sejenak namun mampu membuat jiwa Nisa meronta.

‘Yakin nih Aziz tersenyum pada ku saat mengata kan wanita maha benar? Nih anak lagi gak ke sambet kan ya?’ gumam Nisa, meski dalam hati bertabur bunga yang bermekaran, bersambut dengan pipi yang merona.

Aziz menelan saliva nya sulit, ekor mata nya melirik Nisa. Sementara kedua cengkraman tangan nya pada setir kemudi semakin erat.

‘Sia lan, nih anak benar benar menguji adre nalin ku! Sumpah, gerah juga terus dekat dengan nya! Otak ku yang waras bisa me sum juga ini!’ teriak Aziz dalam hati.

Deg deg deg deg.

Debar jantung Aziz kian bertalu.

Untuk sesaat, Aziz memejam kan mata nya, ‘Fokus pada tugas mu, Ziz! Wanita itu cuma hadir untuk mengacau kan hidup pria! Begitu pun dengan Nisa!’

Nisa tersenyum lebar, ‘Gila, gimana gak makin mele leh nih ati gua di buat nya! Bulu mata Aziz lentik bangat! Jiwa ku semakin terporak poranda, dengan pria yang bernama Aziz!’ jerit batin Nisa.

Aziz membuka kedua mata nya kembali. Tanpa menoleh, telapak tangan Aziz mendarat di wajah Nisa.

Pluk.

Aziz bah kan dengan sengaja, mendorong wanita itu. Hingga kepala belakang Nisa menyandar pada sandaran kursi mobil.

Bugh.

“Ehem, kembali pada duduk mu! Jangan membuat konsentrasi ku, terganggu dengan tingkah konyol mu, Nis!” cerocos Aziz dengan tegas.

Nisa mengerjap, menatap Aziz dalam diam, dengan dada yang naik turun.

‘Tuh kan benar, Aziz kesambet!’ pikir Nisa dengan tatapan berbinar senang.

“Jangan berpikir aku ini kesambet! Basi tau gak pikiran yang seperti itu!” celetuk Aziz dingin, seakan tau dengan apa yang ada dalam pikiran Nisa.

Pluk.

Dengan percaya diri nya, punggung tangan Nisa mendarat pada kening Aziz. Seakan ia tengah mengukur, kadar suhu tubuh pria yang ada di samping nya.

Aziz melirik tangan Nisa dari kaca spion tengah.

“Apa yang kau laku kan! Dasar jorok!” sentak Aziz, sembari menyingkir kan punggung tangan Nisa dari kening nya.

Pluk.

Nisa kembali mendarat kan, punggung tangan nya pada kening Aziz. Dengan posisi duduk nya yang bergeser miring ke arah Aziz.

“Ssssttt diam sebentar! Otak ku sedang mendeteksi, ada yang salah dengan otak mu, Ziz! Ini cukup serius!” ujar Nisa dengan serius.

“Otak ku yang bermasalah, jika aku menuruti mu diam! Dasar wanita aneh!” cibir Aziz, kembali menyingkir kan tangan Nisa dari kening nya.

Nisa membenar kan kembali posisi duduk nya. Ia bah kan menyanggah siku nya pada jendela mobil, menopang pipi nya gemoy dengan telapak tangan nya.

Sepasang mata bulat Nisa, menatap Aziz penuh selidik, ‘Aku gak salah dengar kan ya? Debaran detak jantung Aziz sama seperti ku! Begitu cepat dan gak beraturan. Apa ini pertanda aku dan dia memiliki perasaan yang sama? Konyol juga sih kalo kami bisa saling jatuh cinta!’

Nisa menggeleng, menepis isi pikiran nya sendiri, ‘Ah gak mungkin, aku gak mungkin cinta sama dia! Udah galak, nyeselin, kasar pula! Ingat Nisa, sandiwara pacar sudah berakhir! Aziz ini hanya modal tampan doang! Tapi gak punya hati, gak bisa lembut, gak bisa romantis! Bukan tipe ku bangat!’

Aziz mengerdik kan dagu nya pada Nisa, “Kenapa diam? Aku ingin dengar hasil deteksi mu, dokter gadungan!”

“Oke, karena kamu yang memaksa, maka akan aku kasih tau hasil deteksi ku!” ujar Nisa dengan gaya angkuh nya.

Aziz membola gak percaya, “Sejak kapan aku memaksa mu? Dasar aneh!”

Nisa menegak kan punggung nya, dengan wajah serius, “Sssttt dengar aku baik baik! Aku gak akan mengulang 2 kali penjelasan ku ini ya! Suhu tubuh mu itu, cukup normal. Tapi gaya tutur bicara mu, cukup mengkhawatir kan! Fixs kamu kena sakit hati! Pasti malaikat cupid udah memanah hati mu dengan panah cinta!”

Aziz menggeleng, dengan senyum sinis nya, “Panah cinta kepala mu! Dasar sok tau!”

“Emang aku tau! Kenapa? Aku tau isi hati mu! Pasti kamu itu lagi menyangkal mati matian perasaan mu untuk ku!” uajr Nisa dengan nada menantang.

“Sok tau!” kilah Aziz, memalingkan wajah dari Nisa.

“Ahahaha, Aziz si pria galak, akhir nya jatuh hati pada ku! Wahahaha!” seru Nisa dengan nada menggoda, ia bah kan meliuk liyuk kan tubuh nya seakan tengah menari.

“Dasar aneh! Definisi gadis gila!” cibir Aziz.

“Biarin gila, biar gila aku gak mau tuh jadi kekasih mu! Fixs hubungan kita sudah berakhir! Kita hanya rekan kerja! No pacar, no kekasih! Diel!” Nisa mengulur kan tangan kanan nya ke depan.

Deg.

Bak tertampar dengan kenyataan.

Aziz mengerut kan kening nya dalam, ‘Kenapa hati ku sakit ya, mendengar perkataan Nisa! Hanya rekan kerja! No pacar, no kekasih! Hubungan kita sudah berakhir?’

Bersambung …

1
lina
Kasih tau gak y
partini
wah banyak Banggt yg pdkt
lina: Biar aziz ke bakar 😄
total 1 replies
lina
Marahnya awet amat
lina
Yaah beeet
partini
ngilu Banggt tuh terong 🍆🤣🤣
lain kamar aja lah nis bukan muhrim loh ,tadi kata mu ini itu macam tau itu salah kalau masih satu kamar ya pada Bae itu mah 🤣🤣🤣
lina: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
lina
polih mna y
lina
goroh
lina
tul itu
lina
udh penggel bae itu palanya pak
lina
kga syg nyawa 🤣🤣
lina
ulahnya s hans
lina
ora mati sekalian.
lina: aman itu🤭
total 2 replies
lina
sukirin
lina
minta d beri
lina
semprul
lina
nangis lah. u hila
lina
d dengar g y
lina
cuma tanya. d samain ngulur waktu. aitu ngelawak?
lina
harus pede ngadepin ajis
lina
kutu kupret klo nyeletuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!