NovelToon NovelToon
Ketika Cadarku Harus Di Lepas

Ketika Cadarku Harus Di Lepas

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Pelakor jahat / Poligami / Penyesalan Suami
Popularitas:56.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Bukan keinginan untuk menjadi istri pengganti. Karena ulah saudara tirinya Zahra harus menjadi korban akibat saudara tirinya tidak hadir di acara pernikahannya membuatnya menggantikan dirinya untuk berada di pelaminan.

Pria yang menikah dengan Zahra tak lain adalah Dokter bimbingannya dengan keduanya sama-sama praktik di rumah sakit dan Zahra sebagai Dokter coast. Zahra harus menjadi korban untuk menyelamatkan dua nama keluarga.

Merelakan dirinya menikah dengan orang yang tidak dia sukai. Tetapi bukannya niatnya dihargai dan justru. Suaminya menganggap bahwa dia memanfaatkan keadaan dan tidak. Tidak ada kebahagiaan dalam pernikahan Zahra.

Bagaimana Zahra menjalani pernikahannya dengan pria yang membencinya, pria itu awalnya biasa saja kepadanya tetapi ketika menikah dengannya sikap pria itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak menyukai Zahra?"

Apakah Zahra akan bertahan dalam rumah tangganya?

Jangan lupa ngantuk terus mengikuti dari bab 1 sampai selesai.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Penegasan

"Cukup hentikan semuanya!" bentak Zahra dengan langsung memicu keheningan.

"Kalian jika ingin bertengkar maka jangan bertengkar di kamarku. Keluar dari sini!" tegas Zahra.

"Jangan seenaknya mengusirku, kamu juga harus keluar dari sini karena kamu harus bercerai dengan Naldy!" tegas Tasya.

"Apa katamu bercerai," sahut Zahra dengan dahi mengkerut dan bahkan terlihat senyum tipis di wajahnya.

"Apa maksudmu dan kau tidak ingin bercerai?" Tasya bertanya kembali.

"Aku sedang hamil dan tidak punya pikiran untuk bercerai, apa kau berpikiran jika aku akan membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah dan apa kau berpikiran jika aku akan memberikan suamiku kepadamu. Maaf Tasya aku tidak akan bercerai dan juga tidak akan membiarkanmu menikah dengannya!" tegas Zahra.

"Apa katamu!" pekik Tasya benar-benar kesal.

"Kenapa hah!"

"Kau ingin memaksaku untuk bercerai? Kalau begitu tanya saja kepada pria yang akan menikah denganmu. Aku juga ingin mendengar secara langsung darinya apakah dia akan menceraikanku setelah menghamiliku," ucap Zahra.

Zahra sebenarnya sudah sangat muak dengan apa yang terjadi dan dia juga tidak peduli jika harus mengatakan hal seperti itu atau menantang suaminya di depan semua orang.

"Sudah-sudah, hentikan semua ini dan jangan ada keributan lagi. Zahra saat ini sedang tidak baik-baik saja dan tidak ada gunanya menekannya. Mas Wildan saya mohon untuk membicarakan semua ini sebaiknya di luar saja. Biarkan menantu kami istirahat dulu," ucap Sastra dengan bijak dan tidak ingin ada keributan lagi.

"Tetapi Om. Malam ini semua harus diperjelas, Tasya juga tidak ingin hubungannya digantung seperti ini. Tasya ingin menikah secepatnya dengan Naldy dan awalnya Zahra juga setuju dan semua tiba-tiba saja berubah seperti ini," ucap Tasya.

"Tasya, apa kamu tidak mendengar apa yang dikatakan suami saya, rumah ini mempunyai aturan dan tolong, kamu sebaiknya keluar dari kamar ini dan biarkan Zahra beristirahat dulu dan untuk masalah kamu dengan Naldy, kalian bisa mengurus sendiri tanpa membuat kekacauan," tegas Mila.

"Mbak, Shakira mohon Tasya dibawa keluar dan sangat tidak etis jika saya harus berbicara berkali-kali," ucap Mila.

"Ayo Zahra! Kita sebaiknya langsung keluar," ucap Syakira juga tidak ingin semakin mempermalukan diri.

"Mama tapi?" Tasya tetap tidak ingin dan harus dipaksa oleh kedua orang tuanya.

Naldy justru terlihat frustasi dan mungkin tidak menyangka bahwa Zahra akan hamil dan akan memperkeruh suasana. Zahra sudah tidak ingin membahas apapun dan lebih baik mengucapkan matanya dan bahkan menarik selimut, imun tubuhnya benar-benar tidak baik.

****

Setelah Tasya dan keluarganya meninggalkan kediaman Zahra dan entahlah seperti apa pembahasan Tasya dengan calon suaminya. Naldy kembali memasuki kamar dan ternyata Zahra sudah kembali bangun dengan duduk di pinggir ranjang.

"Kenapa melihatku seperti itu?"

"Ingin mengatakan bahwa anak yang aku kandung bukanlah anakmu?" tanya Zahra langsung to the point.

"Kau menjadikan semua ini alasan untuk kita tidak berpisah?" tanya Naldy.

"Untuk apa aku harus menjadikan alasan, aku sungguh sangat muak dengan pernikahan ini dan termasuk dengan dirimu. Aku hanya tidak ingin harus mengorbankan anak di dalam kandunganku. Itu artinya tidak akan ada perpisahan sebelum anak ini lahir dan aku juga tidak akan mengizinkanmu untuk menikah!" tegas Zahra.

"Tetapi...."

"Jika oh tetap ingin menikah dan apapun yang dikatakan wanita itu membuatmu ingin tetap menikahinya. Maka aku akan membawa masalah ini ke ranah hukum," ucap Zahra tidak main-main melontarkan ancamannya kepada suaminya.

"Kau juga harus siap-siap kehilangan karir kedokteranmu dan nama baikmu, aku akan nanti viralkan di sosial media bagaimana kau menikah dan juga menikah lagi di saat istrimu hamil, berselingkuh dan segalanya yang akan aku bongkar semuanya dan aku juga akan mengatakan bahwa aku dipaksa menikah denganmu!" lanjut Zahra.

"Kalau begitu ancamanmu sama saja membawa nama kedua orang tuaku dan itu artinya...."

"Aku tidak peduli sama sekali, semua yang aku katakan adalah kenyataan. Jika orang tuamu harus terserah dan Makkah itu adalah kesalahanmu. Jadi jangan memancing ku untuk bertindak lebih parah lagi!" tegas Zahra penuh dengan penekanan.

Naldy sampai tidak bisa berkata-kata dan hanya terus menghela nafas, mungkin Naldy tidak percaya jika semuanya akan semakin panjang.

"Bukan aku yang menginginkan hal seperti ini, tetapi kamu. Aku juga tidak memintamu untuk bertanggung jawab atas kandunganku dan terserah ingin menganggap anak ini ada atau tidak," ucap Zahra secara blak-blakan berbicara.

Zahra mengabaikan suaminya itu dan kembali membaringkan diri di tempat tidur dan bahkan membelakangi suaminya dengan kembali menarik selimut.

"Apa sekarang dia mengatur ku," ucap Naldy tampak begitu kesal.

Naldy juga tidak mengatakan apapun dan memasuki kamar mandi.

Zahra menghela nafas dengan mengusap perut ratanya.

"Ya Allah, apa ini adalah jawaban dari doa-doaku bahwa aku tidak bisa meninggalkan pernikahan ini. Engkau menitipkan benih di dalam kandunganku, artinya tidak bisa bercerai dengan dia, tapi aku juga tidak mungkin membiarkan dia menikah dengan Tasya. Aku harus bisa tegas dan tidak akan membiarkan harga diriku diinjak-injak oleh mereka," batin Zahra dengan memejamkan matanya dan bahkan air matanya keluar.

Sementara Naldy berada di kamar mandi, berdiri di depan cermin.

Bukh.

Naldy memukulkan tangannya pada wastafel dan melihat wajahnya di cermin.

"Bagaimana mungkin dia bisa hamil?"

"Apa yang terjadi?"

"Kenapa bisa!"

"Kenapa urusan ku dengannya semakin panjang. Bukan ini yang aku inginkan, bukan ini yang seharusnya terjadi," ucapnya beberapa kali menghela nafas.

Naldy masih bertanya-tanya kenapa bisa hamil, sementara dia jelas-jelas mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Kehamilan istrinya sudah pasti karena perbuatannya.

Naldy merasa jika semua terlalu cepat dan tidak sejalan, bagaimana tidak sejalan, dia memiliki rencana untuk menikah dengan Tasya dan sekarang istri sedang hamil.

*****

Drama di kediaman kedua orang tua Naldy sudah selesai dan pagi hari kembali tiba. Zahra berada di dapur terlihat mengambil air putih dan kemudian meneguknya.

"Zahra!" Zahra menoleh ketika di tegur, orang yang menegurnya tal lain adalah Mila.

"Kamu ngapain pagi-pagi seperti ini ke dapur?" tanya Mila.

"Hanya ingin minum," jawabnya dengan nada datar.

"Kamu sedang hamil, kamu harus menjaga pergerakan kamu dan hati-hati, jangan sampai terjadi sesuatu pada bayi yang ada di dalam kandungan kamu," ucap Mila mengingatkan.

"Mama suka jika Zahra mengandung?" tanyanya memastikan reaksi ibu mertuanya saat dia hamil.

"Kenapa tidak? Memang saya punya alasan atau tidak menyukai disaat kamu mengandung," jawab Mila.

"Zahra, disaat pertama kali kamu hadir di rumah ini. Bukankah saya, bahkan menyuruh kamu untuk mendekati Naldy. Saya ingin kamu dengan Naldy menghabiskan malam bersama, kamu melaksanakan tugas kamu sebagai istri dan begitu juga dengan Naldy melakukan hal yang sama,"

"Saya pikir hal itu tidak terjadi, kamu tidak bisa melakukannya dan begitu juga dengan Naldy. Namun, siapa sangka. Kamu bisa melakukannya," ucap Mila.

"Saya juga menyukai keputusan kamu dengan ketegasan, di saat kamu bersikap pada Tasya dan Naldy. Kamu wanita memiliki prinsip, tidak menginginkan untuk di madu dan juga mempertahankan hak kamu sebagai istri dan anak kamu. Zahra saya sudah mengatakan bahwasanya saya tidak berpihak kepada siapapun. Tetapi apapun yang kamu lakukan adalah hak kamu," ucap Mila memberi masukan pada Zahra dan hanya membuat Zahra diam.

Bersambung.....

1
Anto D Cotto
menarik
Aether
apakah akan sesuai janji, cerai setelah melahirkan
Aether
GOB----LOK
Oma Gavin
akhirnya brojol juga anak naldy dan zahra gimana naldy masih mau neko" dengan tasya setelah tau perjuangan zahra melahirkan anakmu
Ninik
disya Naldi Tasya berarti Naldy cintanya emang sama Tasya itu
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Elly Felany
bab ini udh di ulang" lagi thor🤭
Anonymous: biarkan.. author nya pakai izanami
total 1 replies
Oma Gavin
giliran sudah kena sakit jantung baru sadar wildhan kemaren" sibuk sama istri dan anak kesayangan nya saja
Anonymous
mantap
@Resh@
aku kira lanjutan zahra ternyta salah lApak🤣
Anonymous
awokawok mampus Lo Ilham
Oma Gavin
zahra hrs nya mulai jujur sama naldy terkait tasya jgn sampai nyesel bila tasya nekat mencelakakan kamu dan bayi mu
Linda Farida
Naldi, panik gak.... panik gak....ya panik lah masa nggak.😄 mudah2an sekarang Naldi benar2 bucin sama Zahra.
Oma Gavin
tasya kayak perempuan ngga laku aja ngebet banget pengen jadi istri naldy padahal sekarang saja naldy sudah mencintai zahra meskipun tidak disadari nya perhatian dan posesif nya sudah membuktikan dia cemburu
اختی وحی
thor tulisannya acak²an, typo ny bnyk bngt, slah satu ny terserah dan makkah.
اختی وحی
typo ny bnyk bngt thor
اختی وحی
bpk ny naldy kok wildan. bukannya wildan itu bapaknya zahra
Oma Gavin
pastinya mila punya kartu as Tasya kenapa ngga suka dia jadi menantu nya, pilihan zahra untuk jadi menantu memang tepat bisa menjadikan naldy lebih baik buka menuruti segala keinginan tasya yg matre
Oma Gavin
mampusss kalian berdua
Oma Gavin
awas naldy pembalasan ke riana dan indri hrs setimpal bila perlu dibonus yg banyak biar ngga semena mena sama junior pecat dgn tidak hormat dan jgn sampai bisa lagi bekerja di RS manapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!