NovelToon NovelToon
You Are My Husband

You Are My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Pengganti / Beda Usia
Popularitas:77.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: daundia

Semuanya berawal dari Wasiat yang di berikan Rima. Perempuan yang sudah ia anggap sebagai penolong hidupnya, meminta hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana bisa Rima meminta Asyna untuk menikah dengan suaminya? Asyna memang sangat mencintai pria itu, tapi semenjak hatinya patah ia takut melangkah dalam aliran sakit itu lagi. Tapi demi apapun, Asyna akan melakukan semua permintaan perempuan itu, meskipun risikonya adalah di benci oleh laki-laki yang dicintainya, Raihan.

Akankah Asyna mampu membuat Raihan jatuh cinta dan melupakan masa lalunya bersama Rima?

Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah. Happy Reading ☺️☺️☺️.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon daundia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Camilan

Happy reading.....

Raihan bersantai di ranjang sambil mengganti channel TV di depannya. Sementara Asyna sudah sibuk dengan camilan pedas beserta gadgetnya.

Rancana liburan kali ini sungguh gagal total. Nyatanya mereka tidak bisa pergi ke mana pun. Cuaca sedang tidak bersahabat, dan Raihan terpaksa duduk diam di dalam hotel.

"Jadi kita ke Salatiga gak ngapa-ngapain nih?" Asyna melirik Raihan dan menatapnya sinis.

Raihan terkekeh geli kemudian menganggukkan kepalanya, "Ya mau gimana lagi. Cuaca sedang gak bersahabat dan hujan. Lagian aku gak mau kalau nanti salah satu dari kita sakit gara-gara kehujanan. Besokkan kita juga harus kerja. " Raihan memberikan penjelasannya.

"Padahal pengen banget keliling Salatiga!" Asyna memandang sedih camilan di tangannya.

"Besok kapan-kapan ya? Kita ke sini lagi kalau ada waktu senggang." Raihan mengelus rambut Asyna dengan lembut.

Asyna hanya bisa mengangguk dengan terpaksa. Padahal dia sudah sangat bersemangat sebelum sampai di Salatiga. Kini semua keinginannya harus terkubur dalam-dalam.

"Nanti sehabis Dzuhur kita siap-siap pulang. Jangan sore-sore pulangnya, besok aku jadwal pagi."

"Iya mas."

Raihan kembali memfokuskan pandangannya ke arah televisi di depannya sampai tidak tersadar jika ponselnya berdering.

Asyna yang melihatnya langsung meraih ponsel itu, "panggilan dari nomor tak dikenal", batin Asyna.

"Mas ada telfon." Asyna menyerahkan ponsel kepada Raihan.

Raihan menerima ponselnya, dan menatap sekilas tulisan di layar.

"Hallo." Raihan berdiri dan menuju tirai di jendela.

Asyna meraih remot dan mengecilkan volume suara televisi, ia penasaran siapa yang sedang menelpon suaminya itu.

"Oh, hai Cel. Ada apa?"

Asyna semakin mengerutkan dahinya, perempuan itu lagi. Tiba-tiba hatinya terasa panas. Pertemuan mereka masih terkenang jelas dalam ingatannya. Rasanya mual sekali melihat pandangan dan lagaknya yang pongah.

"Iya iya. Aku pasti datang. Kirim aja besok undangannya biar aku gak lupa."

"Hmm, oke udah ya Cel. "

Dan sedetik kemudian Raihan sudah mengakhiri pembicaraannya dengan perempuan bernama Celine. Raihan berdeham mencoba menyairkan suasana. Lihatlah di sana singa betina sedang mencebikkan bibirnya dan menatapnya tajam.

"Eh, tadi itu Celine. Dia cuma ngingetin reuni kok." Raihan cengengesan sambil kembali duduk di samping Asyna.

"Iya Asyna udah denger."

"Kamu marah?"

"Untuk apa?"

"Yah, padahal kalau marah kan tanda cinta. Berarti gak cinta dong?"

Asyna reflek melemparkan remot di tangannya ke arah Raihan kemudian setelah benda berbentuk persegi panjang itu berhasil mengenai tubuh suaminya, dia langsung kabur.

Raihan terkekeh, sudah lama sekali tidak merasa seringan ini untuk tertawa. Sepertinya ia akan sangat mudah untuk jatuh cinta pada Asyna. Dia ingin segera terlepas dari belenggu masa lalu dan rasa bersalah. Dia ingin memperbaiki semua kesalahannya.

****

Yusuf memasuki kamarnya yang beberapa hari ini tidak ia tiduri. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah foto seorang perempuan. Dindingnya penuh dengan foto satu perempuan. Perempuan yang sudah bertahun-tahun ia sukai.

Yusuf mengunci pintu kamarnya kemudian berjalan mendekat ke arah foto anak kecil yang sedang tersenyum lebar. Yusuf merabanya dan mengelusnya lembut.

Itu foto pertama yang dia ambil secara sengaja, dia mencuri foto itu dari Rima. Yusuf tidak berani jika meminta foto Asyna secara langsung pada Rima.

"Sayang sekali aku harus membuang semua fotomu." Yusuf menarik foto itu hingga terlepas dari dinding.

"Aku bahkan masih ingat, ini foto saat kau baru masuk kelas satu SMP."

Yusuf merasakan sakit di dadanya saat melepas semua foto di dinding kamarnya. Sudah seharusnya foto itu lenyap dari kamarnya. Semuanya sudah berakhir, cintanya yang melelahkan akhirnya berakhir.

Yusuf mengumpulkan semua foto Asyna dan memasukkan ke dalam kardus. Beberapa barang pemberian Asyna yang sengaja ia simpan juga ia masukkan ke dalam kardus.

Yusuf membawa kardus berisi foto itu ke halaman belakang. Tak lupa ia mengambil korek untuk membakar kardus itu.

Yusuf tersenyum kecil saat mulai menyalakan koreknya. Perlahan api yang kecil itu membakar kardus di hadapannya.

"Selamat tinggal Asyna kecilku." Yusuf berucap lirih sebelum meninggalkan kardus berisi foto-foto Asyna yang kini sudah menjadi abu.

****

Asyna menenteng tas juga beberapa camilan yang dibelinya di Salatiga. Raihan di belakang membawa koper juga camilan lain milik istrinya.

Asyna tersenyum puas saat melihat Raihan membawa semua camilannya dengan susah payah.

"Kau sengaja melakukan ini Asy?" Raihan menatap Asyna curiga.

Asyna menggeleng dengan cepat, "Tidak. Aku memang ingin itu. Lagian tante Maya juga suka, mas lihat sendiri kan tadi pas kita mampir bawain oleh-oleh itu untuknya?" Asyna mencoba beralasan.

"Iya, tapi seharusnya kau tidak perlu membeli camilan sebanyak ini. Kau sengaja ingin mengerjaiku saja kan?" Raihan menyipitkan matanya.

Asyna tertawa hambar dan mulai berjalan menuju ke dalam rumah.

Raihan meringis kesal sambil menenteng belanjaan istrinya. Dia menyusul istrinya masuk ke dalam rumah.

Asyna masih sibuk menata camilannya, memasukkan satu persatu ke dalam lemari khusus berisi camilan favoritnya.

Raihan menatap satu persatu merk camilan

yang Asyna masukkan. Alisnya mengerut saat melihat beberapa merk yang sering dilihatnya di minimarket.

"Ya ampun Asy, kamu beli semua camilan ini? Beli di sini kan bisa kenapa harus bawa-bawa dari Salatiga?" Raihan menepuk dahinya tak mengerti dengan keinginan aneh istrinya.

"Lagi ada promo mas makanya Asyna beli. Di sini mahal selisih lima ribuan ada."

"Hais, nyusahin tau bawanya!" Raihan berujar kecewa.

Asyna langsung menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. "Nyusahin gimana lagi sih, ini kan cuma cemilan. Lagian juga pake mobil pulangnya", batin Asyna.

"Ya udah lain kali aku gak bakal minta bantuan mas Raih buat bawain belanjaanku!" Asyna merebut beberapa kantong kresek besar di tangan Raihan.

"Hei bukan gitu maksudku..." Raihan meraih lembut tangan Asyna.

Asyna memalingkan wajahnya enggan menatap wajah Raihan. Jujur saja, dia merasa tersinggung. Jadi dia sudah menyusahkan Raihan.

"Hei Asy," Raihan merengkuh tubuh Asyna saat tidak ada tanggapan apapun dari istrinya.

"Maaf- maafin aku." Raihan menunduk dan mengecup rambut Asyna yang terurai indah.

"Jangan tersinggung dengan ucapanku. Aku gak bermaksud apa-apa . Aku cuma pengen lain kali kamu gak perlu melakukan hal seperti ini." Raihan semakin mengeratkan pelukannya.

"Aku gak peduli harga camilan kesukaanmu itu mahal, jika di sini kau bisa menemukannya dengan mudah maka itu bukan masalah untukku. Belilah meski mahal Asy, urusan lain serahkan padaku. "

Raihan merangkum wajah Asyna dengan kedua tangannya, "Kamu mengerti?"

Asyna yang hendak menjawab pertanyaan itu tak bisa melanjutkan ucapannya saat tiba-tiba wajah Raihan mendekat dan menginvasi seluruh wajahnya.

Raihan tersenyum smirk saat dirasanya Asyna mengikuti semua alur yang diciptakannya. Raihan membawa tubuh kecil Asyna ke dalam kamar dan segera mengunci pintunya.

Asyna yang sudah terduduk di ranjang hanya mampu memandang ngeri laki-laki di hadapannya. Sepertinya malam ini dia akan benar-benar dikerjai suaminya.

TBC..........

1
kang teamoon🥒
,
Ketut Aritya
kasian .. 😭😭😭😭😭 kok bs gini ???????????????????????
Bayangan Ilusi
Lima like mendarat
kang teamoon🥒
next 👀
kang teamoon🥒
🏃
kang teamoon🥒
🐊
❄️Rona Aristizuma🌸: dasar kau buaya buntung tung. pacaran kok itung itung tung . dasar kau buaya buntung mencari untung 🤓😚
total 1 replies
السلام عليكم
kapan up
السلام عليكم: semoga lekas sembuh kak
total 3 replies
Nia jeje
like semangat
السلام عليكم
semangat
السلام عليكم
lanjutkan
السلام عليكم
komentar az 🤭🤭
السلام عليكم
keren,kak
السلام عليكم
bagus
السلام عليكم
lanjutkan kak
Nia jeje
like semangat
🍒 شيري 🍒
up donk otor cantik 🥰
𝓔𝓴𝓪𝓛𝓾𝓷𝓪♀🍆𝕸y💞👏
aku favorit dulu nih kak,,, cari waktu senggang buat baca
Susi Ana
aku datang
☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜
bersambung lagi, az 🤭🤭🤭 semangat ya 💪💪💪💪💪
❄️Rona Aristizuma🌸: iya lanjut kok, sabar 😂😂🤣🤣🤣
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜
seharusnya ada lanjutannya ini,az 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!