NovelToon NovelToon
Kekasih Halal

Kekasih Halal

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Inayah, gadis cantik nan solehah, lahir disalah satu desa di kota Semarang harus menjalani takdir yang tak di sangka-sangka sebelumnya.

Tragedi tenggelam di sungai demi menyelamatkan baju kesayangan Ibunya, membawa dirinya harus menerima takdir menikah dengan laki-laki menyelamatkannya.

Menikah didesak warga karena sebuah kesalahfahaman. Menerima takdir adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi.

Inayah yang berprinsip tidak mau berpacaran, dan Mas Gagah yang beberapa bulan lalu di tolak saat melamar kekasihnya. Mereka berdua ditakdirkan menjadi suami istri secara mendadak.

Bagaimana ya perasaan Inayah dan Mas Gagah, campur aduk tentunya.

Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??

Nantikan terus ya setiap episodenya, jangan lupa like, komen dan Vote😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Assalamualaikum Readers semuanya, novel Kekasih Halal mohon dukungannya yah dengan cara like (tekan tombol icon jempol di bawah, jangan lupa icon love juga biar selalu tahu jadwal updatenya), komen (kritik, saran, kesan boleh banget😘), dan Vote. Terimakasih ya😘😘

☘️Selamat membaca☘️

Oke, 5 menit lagi, sabar ya sayang"

Hatiku berdesir setiap Mas Gagah memanggilku dengan panggilan Sayang. Aku merasa begitu disayangi oleh Mas Gagah.

Aku lalu meletakan ponselku ke dalam tas. Aku berjalan menghampiri Mas Gagah. Aku duduk di depannya sambil menompang dagu. Persis seperti anak kecil yang sedang menunggu sesuatu.

Mas Gagah meliriku lalu tersenyum. Ia segera merapikan meja kerjanya, lalu beranjak dari kursi kerjanya. Menghampiriku, lalu menggandeng tanganku keluar.

Mas Gagah berpesan pada Nia bahwa dirinya hari ini pulang cepat, jika ada yang mencari suruh esok hari saja.

Mas Gagah masih terus menggenggam tanganku hingga aku menjadi bahan tatapan tajam karyawan yang ada di kantor.

Kami berdua bergegas menuju Mall. Ini juga pertama kalinya aku ke mall karena di desaku sangat jauh dari mall. Saat sekolah juga aku hanya berfikir tentang belajar, bukan untuk bersenang-senang.

Sesampainya di Mall, Mas Gagah mengajakku ke toko pakaian, Mas Gagah ingin membeli satu stel pakaian karena merasa tidak nyaman jalan di Mall menggunakan pakaian formal.

Mas Gagah juga menyuruhku untuk memilih beberapa pakaian muslim. Aku pun menurutinya. Sebelum aku memilih, terlebih dahulu aku melihat harga yang tertera. Aku meneguk salivaku ketika tahu harga satu busana muslim yang ada di toko ini.

Mas Gagah sudah berganti pakaian casualnya lalu menghampiriku.

" Nay, sudah memilihnya?"

Aku mendekatkan tubuhku pada Mas Gagah lalu berbisik.

" Mahal-mahal sekali Mas, sayang uangnya"

Mas Gagah terkekeh, "Kan Mas yang bayar, tenang saja suami mu ini punya uang banyak, bahkan untuk membeli toko ini juga Mas bisa"

" Yee, mending duitnya buat beli sawah di kampung Mas, bisa buat investasi, semakin lama semakin mahal harganya," ucapku sambil mengerucutkan bibirku.

Mas Gagah tertawa terbahak-bahak mendengar kepolosanku.

" Sudah ayo pilih, apa perlu mas pilihkan"

"Sudah Mas nanti saja, di pasar saja nanti Nay belinya, 200 ribu sudah dapat bagus, ini sampai 2 juta Mas." Aku yang memang tidak mengetahui sekaya apa suamiku ini hanya bisa terus bernego untuk tidak membeli baju di toko ini.

"Sekali-kali matre dong Nay, suamimu ini banyak uang, tenang saja"

Aku tersenyum mendengar Mas Gagah menyuruhku agar menjadi matre. Ya Allah amal baik apa yang sudah hamba perbuat sehingga hamba di titipi suami yang begitu royal ini.

" Di luar sana banyak yang tidak suka dengan perempuan matre, Mas malah menyuruhku matre"

" Ya biar uang Mas ada gunanya Nay, kan Mas bekerja untuk menafkahi anak istri"

" Mas jangan membuat emak-emak yang membaca novel kekasih halal berpaling dari suaminya lalu melirikmu 🤭😁😁" Bisikku.

"Jangan takut, kamu istri Mas satu-satunya" Bisik Mas Gagah.

Mendengar Mas Gagah mengatakan aku adalah istri satu-satunya membuatku seperti ditaburi bunga sakura. Andai hatiku bisa terlihat, sudah berubah menjadi warna Pink sepertinya.

Tanpa berfikir panjang, Mas Gagah langsung mengambil beberapa pakaian muslim untukku tanpa mencobanya terlebih dahulu. Hanya di tempelkan pada tubuhku sedetik.

Mas Gagah mengambil 5 busana muslim lalu membawanya ke kasir. Aku terpana saat Mbak kasir mengatakan total keseluruhan belanjaanku. 12 juta rupiah.

Mas Gagah membayarnya dengan santai. Aku masih terpaku di depan Mbak kasir hingga Mas Gagah menggoyangkan tanganku. Aku tersadar lalu memegang erat tangan Mas Gagah.

Kami berdua keluar dari toko pakaian itu. Aku terus saja mengomel lirih, 12 juta itu sangatlah besar. 12 juta kalau di tambah lagi 5 juta bisa untuk membeli sepeda motor. Ini hanya beberapa helai pakaian, pemborosan.

Mas Gagah menghentikan langkahnya.

" Nay, sudah ngomelnya?"

Aku nyengir kuda, aku memukul lengan Mas Gagah.

" Mas, nanti jangan boros lagi yah"

Mas Gagah menatapku, " Tabunganku sangat cukup untuk membiayai keturunan kita bahkan sampai 10 turunan Nay"

Aku melongo, telapak tanganku reflek menutup mulutku karena takut siapa tahu ada lalat nyasar.

Mas Gagah kembali menggandeng tanganku lalu membawaku ketempat bioskop.

Sebelumnya Mas Gagah memintaku untuk memilih sendiri film yang nanti akan kita tonton. Tapi karena ini pengalaman pertama bagiku, aku tidak terlalu mengerti, jadi aku meminta Mas Gagah yang memilihkannya.

Mas Gagah memberikanku uang 100ribuan untuk memesan tiket, sementara Mas Gagah membeli minuman dan popcorn.

" Mas tidak usah, aku juga bawa uang"

" Sudah tidak apa-apa"

Ah Allah sungguh sangat baik padaku, walaupun aku sudah diberi uang belanja dan uang untuk keperluan pribadi tapi saat jalan-jalan suamiku tidak pelit membayariku apa saja.

Mas Gagah berlalu meninggalkanku di tempat pembelian tiket. Aku melihat Mas Gagah sedang mengantri membeli popcorn dan minuman.

***

Aku dan Mas Gagah sudah duduk bersama dengan pengunjung lain. Aku baru tahu jika bioskop seperti ini, menurutku seperti televisi biasa hanya saja mungkin ini beratus-ratus inchi.

" Terimakasih ya Nay, kamu mengajak Mas merasakan sensasi baru," ucap Mas Gagah sambil memakan popcorn yang ada dalam genggamanku.

" Hah, harusnya aku yang berterimakasih Mas, ini pengalaman pertamaku Mas"

" Ini juga pengalaman pertama Mas menonton bioskop dengan perempuan, Mas sudah lama sekali tidak menonton bioskop, terakhir menonton sepertinya waktu SMA bersama Guntur"

Aku mengerutkan dahiku merasa heran, " Lalu dengan mantanmu Mas?"

" Tidak pernah, Mas sibuk, kan Mas dengannya juga pacaran jarak jauh, Dia sibuk juga"

Aku hanya ber oh ria, aku tidak ingin mengungkitnya lebih jauh, karena aku tidak ingin mengoyakkan luka lama di hati Mas Gagah.

Film mulai diputar. Mas Gagah ternyata memilih film horor. Aku sebenarnya tidak takut dengan bentuk-bentuk hantu yang ada di film, hanya saja suara sound yang begitu menggelegar itu yang membuatku terkejut.

Saat ada adegan mencekam dengan suara yang begitu memekik di telinga, aku mencengram erat lengan Mas Gagah.

Mas Gagah menatapku, " Takut Nay"

Aku menggeleng, "Suaranya bikin kaget Mas"

Mas Gagah masih menatapku. Aku yang ditatap Mas Gagah balik menatapnya. Aku tiba-tiba begitu menikmati pemandangan 'wajah' Mas Gagah disela-sela sedikit penerangan dari pancaran layar bioskop.

" Nay..."

" Hemm..."

Wajah Mas Gagah semakin dekat dengan wajahku. Aku merasa hawa ruangan bioskop yang tadinya dingin berubah menjadi panas. Mas Gagah semakin mendekat. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

Siapa sih yang tidak menolak dengan pesona Mas Gagah jika ditatap semakin dekat seperti ini. Apalagi aku yang sudah mulai dewasa dan baru pertama kali sangat dekat dengan lawan jenis.

Aku memejamkan mataku, Aku ikhlas jika ciuman pertamaku terenggut malam ini.

Mas Gagah ternyata hanya mengambil popcorn yang ada di sebelah kiri kursi yang ku duduki.

" Nay, kenapa memejamkan mata?"

Suara Mas Gagah menyadarkanku. Aku langsung membuka mataku. Aku melihat Mas Gagah dengan santainya makan popcorn.

Aaaaaa.... rasanya ingin ku teriak. Ternyata aku salah sangka, aku sangat malu pada diriku sendiri. Rasanya ingin sekali aku pindah ke pluto saat itu juga. Aku sangat malu.

Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Untung saja bioskop ini gelap jadi Mas Gagah tidak melihat aku yang sedang sangat malu pada diriku sendiri.

1
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
mak San lindu karya mu 🤭🤭 sangking lindu nya mengulang lagi baca nya 🤣🤣 kapan lagi mak san buat karya naru 🤭🤭
Vivo Blue
Luar biasa
imhe devangana
🥰🥰🥰
imhe devangana
😂😂😂 guntur gokil jg orngnya.disaat genting malah ngebanyol. aku pikir guntur nanti akan jd pebinor di RT kk nya semoga tdk.thor psngkn sj sm kinar
imhe devangana
Nia atau Ana thor?
imhe devangana
orang kaya mah bebas, ganti seprei setiap hari biasanya jg sekali seminggu 😂😂😂
menurut ku ya thor 🤭✌
Uba Muhammad Al-varo
Inayah..... kasihan banget hidupmu 😭🤧😭🤧😭🤧
Haikal Dzaky Rahman
Biasa
Rahma Lia
Luar biasa
Alfia Amira
balada panggilan adek 🤭🤭
Adel Lia
baguss sekaliii cerita yaaa
Alfia Amira
Luar biasa
dewi rofiqoh
Alhamdulillah dapat ilmu dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Terimakasih thor
Evi Yolanda
suka sekali .. cerita sederhana tp banyak nasehat berarti .. semangat thor
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Kekasih Halal Untuk Aiyla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Emi Rusilah
Kecewa
Maghfirah Piya
boleh skali2 pake visual author n suami .mantap tuh😁👍soalx cantik n ganteng😁
Mak Imam
ceritanya bagus tp kok nama tokoh nya gagh sick JD gak suka deh
Dian Romadhon: kl gk suka sebut saja bunga... bukan nama sebenarnya
total 1 replies
Hafista
aku klepek2 dgn ksryamu ini thour kutunggu karyamu sljtnya, sukses trs y thour👍👍👍👍👍
Hafista
bikin aku baper thour,lanjut thour
zoel
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!