NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN DENGAN KAKAK KANDUNG RAFI

Pada pagi hari yang cerah, sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di depan rumah Rafi. Dari dalam mobil keluar seorang wanita muda cantik dengan pakaian rapi dan tas tangan mewah. Dia melihat sekeliling dengan ekspresi yang campuran antara haru dan sedikit cemas.

Mama Lila yang sedang menyiram tanaman langsung terkejut dan menjerit dengan suara penuh emosi. “Rara! Anakku yang cantik!”

Wanita itu – Rara, kakak kandung Rafi yang sudah tinggal di luar kota selama bertahun-tahun – langsung berlari dan memeluk Mama Lila dengan erat.

Kedua wanita itu menangis haru sambil saling peluk. Rafi dan Caca yang baru saja keluar rumah dari arah belakang langsung berhenti dengan wajah yang penuh keheranan.

“Bu, siapa wanita itu?” tanya Rafi dengan suara pelan. Dia hampir tidak mengenali kakaknya yang sudah tidak pernah dilihatnya sejak dia masih sangat kecil.

“Rafi, nak,” ujar Mama Lila sambil menyeka air mata dan menarik Rafi ke dekatnya. “Ini kakakmu, Rara. Kakak yang selalu kamu tanya-tanya.”

Rara melihat Rafi dengan mata yang penuh cinta dan tangisan. “Hai Rafi… kamu sudah tumbuh besar sekali ya. Aku sangat merindukanmu.”

Rafi berdiri sedikit jauh dengan ekspresi yang campuran antara senang dan sedikit janggal. Dia hanya ingat sedikit tentang kakaknya yang pergi untuk kuliah dan bekerja di kota besar ketika dia masih kecil.

Namun rasa rindu yang sudah lama tertahan akhirnya muncul, dan dia perlahan mendekat untuk memeluk kakaknya.

Caca berdiri di belakang Rafi dengan rasa penasaran dan sedikit cemas. Dia melihat bagaimana keluarga Rafi berkumpul dan saling berpelukan, lalu dengan hati-hati mendekat untuk memperkenalkan diri. “Halo, aku Caca… teman Rafi.”

Rara melihatnya dengan senyum hangat dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. “Senang bertemu denganmu, Caca. Aku sudah sering mendengar tentangmu dari surat-surat yang aku terima dari keluarga.”

Pak Bara yang baru saja pulang dari usaha pertanian langsung terkejut ketika melihat Rara. Dia segera mendekat dan memberikan pelukan yang hangat pada anak pertamanya. “Kamu akhirnya pulang, Rara. Kami sudah sangat merindukanmu.”

Selama hari itu, mereka semua berkumpul di ruang tamu, berbagi cerita dan berbicara tentang apa yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

Rara menjelaskan bahwa dia telah berhasil menjadi manajer di sebuah perusahaan besar di kota dan akhirnya punya waktu untuk pulang mengunjungi keluarga.

“Aku sudah merasa sangat bersalah karena tidak bisa sering pulang mengunjungi kalian,” ujar Rara dengan suara penuh rasa bersalah. “Aku ingin membantu keluarga dengan segala cara yang aku bisa. Apakah ada yang aku bisa bantu?”

Pak Bara menggelengkan kepalanya dengan lembut. “Kita sudah baik-baik saja, anakku. Kita telah mengubah banyak hal di kampung ini – dari usaha yang dulu tidak benar menjadi usaha hukum yang membantu banyak orang. Bahkan kita sudah punya program bantuan sosial untuk warga kampung.”

Rara melihat sekeliling dengan ekspresi kagum. Dia melihat foto-foto keluarga yang ada di dinding, termasuk foto-foto Rafi dan Caca yang sedang mengikuti lomba atau membantu warga kampung. “Aku tidak menyangka kalau keluarga kita sudah berubah begitu banyak. Aku sangat bangga pada kalian semua.”

Sore harinya, Rara mengajak Rafi dan Caca berjalan mengelilingi kampung. Dia melihat dengan kagum pada jalan yang sudah diperbaiki, taman bermain baru untuk anak-anak, dan usaha-usaha baru yang mereka jalankan.

Ketika mereka sampai di klub menggambar anak-anak, Rara langsung terpukau melihat banyak anak yang sedang asik menggambar dan mewarnai.

“Ini sungguh luar biasa,” ujar Rara dengan penuh kagum. “Kalian telah melakukan hal yang sangat baik untuk anak-anak dan warga kampung. Aku ingin membantu mengembangkan klub ini menjadi lebih besar lagi. Aku bisa memberikan bantuan dana dan juga menghubungi teman-temanku yang bekerja di dunia seni untuk datang memberikan pelatihan.”

Caca merasa sangat senang mendengarnya. “Benarkah? Itu akan sangat membantu anak-anak di sini. Mereka sangat suka menggambar tapi kita masih kekurangan beberapa alat dan buku referensi.”

Rara juga mengajak mereka berdua untuk makan malam di restoran terbaik di kota terdekat sebagai bentuk kejutan.

Selama makan malam, dia mengajari Rafi dan Caca tentang banyak hal di luar kampung – seperti dunia pendidikan tinggi, peluang kerja yang lebih luas, dan bagaimana mereka bisa menggunakan bakat mereka untuk membantu lebih banyak orang.

“Kamu punya bakat yang besar, Rafi,” ujar Rara kepada adiknya. “Kamu bisa menjadi pemimpin yang hebat dan membawa perubahan besar bagi kampung ini. Dan kamu juga, Caca – bakat seni kamu bisa membantu banyak anak-anak menemukan jalan mereka dalam hidup.”

Pada malam hari, ketika mereka kembali ke rumah, Rara mengumumkan bahwa dia akan tinggal di kampung selama beberapa minggu untuk membantu keluarga mengembangkan usaha dan program sosial mereka.

Dia juga berencana untuk membangun sebuah pusat pendidikan dan seni yang lebih besar untuk anak-anak kampung.

“Kampung ini adalah rumahku,” ujar Rara dengan suara penuh emosi. “Aku tidak ingin lagi jauh dari keluarga dan tempat kelahiranku. Aku akan bekerja sama dengan kalian semua untuk membuat kampung ini menjadi tempat yang lebih baik lagi.”

Rafi memegang tangan kakaknya dengan erat. “Kita akan bekerja sama ya, Kak. Seperti yang kita lakukan bersama Caca – dengan cinta dan kerja sama, kita bisa mencapai apa saja.”

Caca melihat keluarga Rafi yang sekarang semakin lengkap dengan senyum hangat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!