NovelToon NovelToon
Jodohku

Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adira amna

perpisahan kedua orang tuanya itu,membuat seorang gadis bernama Adira Amna (21) sulit untuk menjalin sebuah hubungan serius dengan laki-laki.

hingga dengan tiba-tiba, Amna dilamar oleh seorang pria yang baru dikenal nya selama beberapa minggu! lalu,apakah Amna akan menerima lamaran dari pria tersebut?


penasaran sama kelanjutan ceritanya? yuk baca👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

"Kak Yaya, udah selesai belum?" teriak Altaf dari lantai bawah.

Rencana nya kedua anak Ayah Afnan itu, akan datang ke rumah Amna dan radit. Karna kemarin Abang ipar nya itu menelpon dan memberi kabar bahagia soal kehamilan sang kakak.

Yaya turun dengan menenteng jaket di tangan kiri nya, sementara di tangan kanan nya terdapat ponsel yang ia tempel kan di telinga.

📞 iya mom, iya ketemuan langsung di tempat kakak aja. Yaya sama atap langsung kesana sekarang.

'Yaudah kalian hati-hati ya di jalan, pelan-pelan aja bawa motor nya. Assalamualaikum'

📞 waalaikumsalam.

"Lama banget!" gerutu Altaf, dan langsung memutar tubuh nya menuju motor.

"Sabar sih tap, tadi tuh mommy telpon ngajakin bareng, tapi gue bilang ketemuan di rumah Amna aja" jelas Yaya, pada Altaf yang masih memajukan bibir nya.

Altaf tuh tipe orang, yang gak sabaran jika sudah punya keinginan. Termasuk sekarang, bahkan Ia sudah menggedor pintu kamar Yaya dari sebelum subuh tadi dan meminta nya untuk bersiap-siap.

Sebelum ke rumah Amna, Mereka mampir terlebih dulu ke toko kue kering untuk membeli sale pisang dan telur gabus titipan Amna.

Kini Altaf kembali melajukan motor nya setelah selesai dari toko kue, ia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan kakak pertama nya itu dan memeluk nya.

"Senyum-senyum terus, udah kaya orang gila baru" celetuk Yaya, ketika melihat Altaf tersenyum dari balik kaca spion.

"Sirik aja Tante Yaya" Altaf tertawa, sebab kepala nya di dorong oleh Yaya.

"Kan emang, sebentar lagi lu bakalan jadi Tante kak!" lanjut Altaf yang masih tertawa.

"Ya tapi jangan di panggil Tante juga dong, panggil aunty kek gitu biar kerenan dikit" kata Yaya dengan sedikit sewot.

Altaf semakin terbahak-bahak mendengar permintaan dari kakak nya itu, udah paling benar emang kalo Yaya di panggil Tante soal nya dia suka sewot.

Kini kedua kakak beradik itu, sudah sampai di depan pagar rumah kakak pertama mereka. Yaya membuka pagar tersebut dan mendorong nya, agar Altaf bisa langsung memasuki motor nya ke carport.

Saat Radit sedang mengerjakan tugas kantor nya di ruang tv, Ia samar-samar mendengar suara kedua adik ipar nya dari balik pintu. sontak ia pun langsung bangun dari duduk nya, dan langsung berjalan menuju pintu.

"Assalamualaikum" ucap Altaf dan yaya, ketika pintu rumah di buka oleh Radit, dan kedua nya pun langsung menyalami tangan kakak ipar nya itu.

"Waalaikumsalam, langsung masuk aja de, kakak ada di kamar" jawab nya, mempersilakan kedua adik ipar nya itu masuk.

Altaf langsung berlari kecil ke arah kamar sang kakak, dan ia langsung membuka pintu tersebut setelah mendapat izin dari yang punya kamar. Altaf segara menghampiri Amna, yang sedang membaca buku di atas kasur.

"Selamat kak, akhir nya sebentar lagi gue bakalan jadi om" ucap Altaf sambil memeluk Amna.

"Girang banget dia na, waktu bang Radit nelpon ngasih tau lu hamil. Malah langsung minta ke sini dia" timpal Yaya, dengan nada menyindir.

Amna tersenyum seraya menerima pelukan dari Yaya, adik nya itu juga tak lupa mengucapkan selamat kepada nya.

"Gimana na? Apa yang lu rasain di kehamilan pertama ini?" tanya Yaya, sambil mengusap pelan perut Amna.

"Gue happy, tapi ya gitu, kalau pagi suka mual terus pusing" jawab Amna, dengan senyum yang tak luntur dari bibir nya.

"Nih pesanan lu, selai pisang sama telur gabus kan?" Yaya menyodorkan kantung plastik pada Amna, dan di sambut dengan antusias oleh kakak nya itu.

"Thanks ante Yaya" ucap Amna, membuat Yaya memajukan bibir nya, sementara Alta sudah tertawa terbahak-bahak.

"Kak Yaya gamau kata nya kalau di panggil Tante kak, mau nya di panggil aunty" ujar Altaf, dengan sisa tawa yang ia tahan.

Namun saat Amna akan menimpali ucapan Altaf, Radit masuk dengan membawa beberapa gelas berisi orange jus dan juga potongan buah.

"Lho bang, gausah repot-repot!" ujar Yaya, merasa tak enak pada Radit.

"Gapapa buat temen ngobrol, Abang minta tolong titip kakak sebentar yah. soal nya masih ada kerjaan yang belum beres" ujar Radit dan langsung di iyakan oleh Altaf dan Yaya.

Semenjak kabar kehamilan Amna kemarin, lelaki itu memang memutuskan untuk izin mengerjakan pekerjaan kantor nya dari rumah untuk beberapa hari.

Dan Ketiga nya langsung melanjutkan obrolan saat Radit keluar dari kamar, namun selang 20 menit kemudian lelaki itu kembali masuk lagi.

"Sayang ada mommy sama papah" ujar nya saat memasuki kamar.

"Lho, Kapan dateng nya mas?" tanya Amna, seraya beranjak dari kasur dengan di bantu oleh Radit.

"Barusan sayang, mas suruh langsung masuk ke kamar aja tapi mommy nolak. Nunggu di ruang tv aja kata nya" jawab Radit.

Mereka pun langsung keluar dari kamar, dan menghampiri mommy dan papah. mommy langsung berdiri dari duduk nya, ketika melihat ketiga anak nya menghampiri dan mereka pun langsung berpelukan.

"Selamat ya kak, sebentar lagi akan jadi ibu. Semoga semua nya lancar, sampai baby nya lahir nanti" ucap mommy, yang langsung di Aamiin kan oleh mereka semua.

*****

Sebelum pulang, mommy sempat mengatakan akan mengirim art dari rumah nya untuk membantu di rumah Amna. Radit sempat menolak karna merasa sungkan, tetapi akhir nya ia menerima dengan syarat ia yang akan membayar art tersebut, Dan kedua mertua nya itu pun menyetujui nya.

"Sayang, ayo minum susu nya dulu" ujar Radit, saat memasuki kamar.

Amna menerima gelas yang di berikan oleh suami nya itu dengan tersenyum tipis. Amna bersyukur, karna Radit menjaga nya dengan baik dan penuh kasih sayang.

"Mas peluk amna!" pinta Amna, setelah menaruh gelas di atas meja.

Radit terkekeh pelan, karna kini istri nya itu lebih sering minta di peluk oleh nya, "Mas bisa menang banyak, kalau Ade kaya gini trus sama mas" gurau nya.

"Bayi nya yang minta di peluk, bukan mamah nya" alibi Amna, namun setelah nya ia tertawa.

"Kalau mamah nya, mau di peluk atau engga sama papah?" tanya Radit, dengan hidung yang saling menempel.

"Mau banget..!" jawab Amna dengan suara manja, Dan kedua nya pun tertawa.

Radit meminta Amna untuk berbaring, lalu ia memeluk istri nya itu seraya membaca sholawatan. Amna menikmati suara merdu suami nya itu, dengan memejamkan mata. Hingga tanpa sadar, ia tertidur beneran.

Radit terkekeh pelan ketika sadar bahwa sang istri beneran tertidur, lalu ia kecup kening istri nya itu, "I love you Adira Amna, istriku" bisik nya lirih.

Radit mematikan lampu, dan segara menyusul sang istri ke dalam mimpi. Dan saat sudah tengah malam, Radit tak merasa kan keberadaan Amna di sebelah nya. Ia langsung turun dari kasur dan membuka pintu kamar mandi, namun istri nya itu tidak ada di dalam. Radit buru-buru keluar dari kamar untuk menuju ke dapur, dan ternyata benar, istri nya berada di sana.

"Sayang?" panggil Radit, dan langsung memeluk Amna dari belakang. Ternyata, istri nya itu sedang memotong buah.

"Amna laper mas" cicit Amna, seraya menoleh ke arah Radit.

"Kenapa ga bangunin mas, hem?" tanya Radit dengan suara lembut.

"Mas tidur nya pulas banget, Amna ga tega buat bangunin nya" jawab Amna, dengan sedikit cemberut.

"Lain kali, kalau butuh apa-apa bangunin mas ya sayang, gapapa walaupun mas lagi tidur pulas juga!" pinta Radit pada Amna, dan langsung di angguki oleh istri nya itu.

Happy Reading 💜

Jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🥰

1
♡ ECHI ♡
mau yang kaya Radit, di po Thor 😁
buna: boleh, tapi waktu nunggu nya seumur hidup ya, mau gak?
total 1 replies
Dinar
Yang kaya Radit maksudku Tuhan 🥲
♡ ECHI ♡
lanjooottt
Dinar
Radit bisa gak kalau semuanya gak usah diborong?
buna: udah setelan pabrik nya begitu kak wkwkwk
total 1 replies
buna
aku pun mau kak, tapi langka kaya nya
Dinar
Mau yang kaya Radit, co di mana ya Thor?
paket lengkap banget si Radit Radit itu Tuhan
Dini Mariani s
bagus
KoriZen _ Zaa
bagus banget kak ceritanya, saya sukaa
♡ ECHI ♡
lah ayang aku kenapa ada di sini /Smirk/
♡ ECHI ♡
lanjootttt
♡ ECHI ♡
lanjutttttt
♡ ECHI ♡
lanjut dong, yang banyak
♡ ECHI ♡
bagus
♡ ECHI ♡
mampir 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!