bagaimana rasanya jika kamu mengetahui perselingkuhan suami mu, bahkan seluruh keluarganya mengetahui perselingkuhan itu dan menyembunyikannya darimu?
"lihat saja,, aku akan membalas semua perlakuan kalian padaku, apa yang sekarang kalian miliki adalah milikku dan aku akan mengambilnya kembali"~
simak ceritanya dari outhor, ig: @adivahalwahasanah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I'm coming Australia
Setelah puas berbelanja, Mereka pun menuju salah satu Mall yang masih berada di tempat itu.
"berarti nanti sampainya duluan oleh-olehnya dong dari pada orangnya? Ya Mi?" tanya Andine pada Maminya yang tersenyum.
"tidak juga nak, kadang pengiriman dari luar negeri itu kan lama. Bisa seminggu sampai sepuluh hari, tapi kalian tenang aja. Semuanya sudah di packing aman kok!" kata Mami membuat keduanya menganggukan kepala.
"Apa nanti gak akan basi mbak, secara kan ada susu nya itu!" kata Tante Sulis di jawab gelengan kepala oleh Mami.
"ngga dong,, kan nanti dikirimnya pakai packing khusus, kalau sampai basi bagaimana mungkin bisa di eksport ke Indonesia" kata Mami yang memang masuk di akal.
"Iyaa sih,, tapi,,,"
"Sudahlah,,, Mami yakin akan aman sampai sana nanti!" kata Mami Andine menenangkan.
"ayoo,, sudah sampai ini!" kata papi yang menghentikan mobil di salah satu mall terbesar.
"bagus banget mall nya, estetik kaya gini."kata Andine yang juga di angguki oleh Tante Sulis.
"iyaa Ndine, kalau mall di jakarta kaya gini kita kayanya butuh cuma buat selfie doang gak sih!" kata Tante Sulis membuat Andine dan mami nya terkekeh.
"yuk masuk, beli apa aja yang kalian mau beli. Tas, sepatu, baju atau apapun! Tenang aja nanti mami akan kirim kan sekaligus kesana, jadi ga perlu khawatir. oke?!" kata Mami Andine membuat keduanya tersenyum senang.
"iyaa Mi,," jawab Andine mengembangkan senyum.
Mereka pun memasuki satu persatu toko yang ada di mall itu, keduanya tampak Antusias. Berbeda dengan mami Andine yang memilih menungu di kursi tunggu depan toko yang mereka kunjungi.
"Mereka seperti mami saat baru sampai di sini ya pi, hihihi" kata Mami pada Papi.
"iyaa Mi,, sampai sekarang, entah gimana caranya nanti kita bawa semua barang Mami itu!" kata papi Andine sambil membuang nafas kasar.
"hehehe nanti sebagian kita kirim pakai ekpedisi lah pi, sebagian biar aja di sini. Sewaktu-waktu kita datang lagi kan bisa dipakai!" kata Mami Andine membuat papi terpaksa menganggukan kepala.
"iyaa sudah lah terserah Mami, oiyaa Mi jangan lupa titipkan uang jajan untuk Radit ke Andine Mi. Sudah lama kita gak ketemu sama Anak itu!" kata Papi yang langsung di sambut anggukan oleh Mami.
"iyaa pi, nanti Mami titip Andine. Mungkin nanti Mami Transfer saja pi, kalau pakai cash negara ini kan nanti ribet harus tukar mata uang!" kata Mami membuat papi menganggukan kepala.
"iyaa mi, hebat Anak itu Mi bisa lulus dua prodi sekaligus dalam waktu empat tahun. Padahal sebelumnya sudah ambil S1 di Amerika dengan lulusan terbaik!" kata Papi membuat Mami menganggukan kepala.
"iyaa bener pi,, oiyaa pi,, apa papi setuju dengan saran Andine kemarin?" tanya Mami. Selama menunggu Andine dan Tante Sulis keduanya pun menghabiskan waktu untuk mengobrol mengenai permintaan Andine pada Papinya beberapa waktu lalu.
"Papi akan pikirkan Mi, Papi juga akan mempelajari dulu soal rumah sakit itu dan bagaimana prospeknya! Kalau memang masih bagus, Papi setuju aja Mi. tapi kalau gak bagus, nanti Papi akan carikan rumah sakit lain!" kata Papi Andine membuat perempuan paru baya itu menganggukan kepala.
"bener Pi, Mami setuju sama pemikiran Papi. Kita harus lihat dulu bagaimana prospeknya, apalagi untuk mengembalikan kepercayaan Masyarakat itu yang susah ya Pi" kata Mami yang langsung di Angguki oleh Papi.
"iyaa Mi,, itu sudah selesai mereka mi, ajak mereka makan siang Mi. Papi lapar!" kata Papi Andine membuat Mami terkekeh.
"sudah selesai?" tanyanya pada kedua perempuan yang baru saja menghampiri mereka dengan senyuman.
"Sudah Mi,, mami sama papi ngobrol apa, kayanya serius sekali tadi?" tanya Andine memicingkan mata.
"gak ngobrolin apa-apa kok Ndine, kita makan siang Yuk?" kata mami membuat keduanya menganggukan kepala.
"Mau makan apa Mi?" tanya Andine.
"Gimana kalau kita makan steak aja? Mau kan lis?" tanya Mami pada Tante Sulis.
"boleh mbak, aku apa aja si. Tapi kayanya steak pakai lemon squash seger mbak!" kata Tante Sulis membuat ketiga orang didepannya terkekeh.
"baiklah,, ayok kita makan steak, sebetulnya Mami tuh udah kangen banget sama makanan padang tau. Disini gak ada, Mami masak sendiri pun kayanya rasanya beda gitu!" Kata Mami Andine sambil menghela nafas pelan.
"sabar Mi, nanti kalau mami sudah di Indonesia Andine akan ajak Mami buat makan masakan padang di padangnya langsung kalau perlu! Hahahaha" kata Andine mengundang tawa para orangtua itu.
"iyaaa bener itu Ndine, kita kan belum pernah ya makan Nasi padang di padangnya langsung!" kata Tante Sulis membuat Andine dan Mami saling pandang kemudian tertawa. Namun, tawa itu seketika terhenti ketika suara ponsel Andine berbunyi.
Ia pun merogoh tas kecilnya, tertera nama calon mantan suami nya menelpon membuat perempuan itu mendengus kesal.
"siapa Ndine?" tanya Papi.
"Mas Rudi Pi!" kata Andine dengan wajah kesal.
"coba angkat Ndine, Papi mau tau di mau ngomong apa!" kata Papi yang langsung di angguki oleh anak perempuannya itu.
"haloo,, Ada apa?" tanya Andine mengangkat telpon dari calon mantan suaminya.
(bagus kamu ya, suami sakit malah enak-enakan sendirian!! Eh Andine, biar gimana pun putra saya masih suami kamu ya. Jadi jangan kurang ajar! urus suami mu ini, sudah berapa hari terbaring di rumah sakit dan harus menjalani operasi!!) kata orang di sebrang telpon yang ternyata adalah ibu mertuanya, eh calon mantan ibu mertua.
"lalu urusannya apa dengan aku bu? Kalau harus operasi ya operasi aja, kenapa malah nelpon Andine? Ohh mau Andine yang membedah, boleh biar mampus sekalian!" kata Andine membuat lawan bicaranya membelalakan mata meskipun ia tak melihatnya.
(kurang ajar! Kamu nyumpahin anak saya mati? Saya telpon kamu buat minta biaya operasi itu, cepat kirimkan! Atau kalau tidak,,,,)
"kalau tidak apa? Lakukan apa yang mau ibu lakukan, Andine gak akan mengirimkan apa yang ibu minta! Ingat bu, Andine dan Mas Rudi sebentar lagi tidak ada hubungan apa-apa. Jadi, mulai sekarang apapun yang bersangkutan pada mas Rudi bukan urusan Andine! Ibu hubungi saja pacar Mas Rudi, bukannya dia calon istri baru Mas Rudi!" kata Andine sambil menekan nada. Untungnya mereka sudah berada didalam restoran yang ruangannya tertutup, jadi hanya mereka berempat yang dapat mendengar perkataan bu Murni pada Andine.
(kurang ajaaarr!!!!) Andine pun mematikan telpon begitu mendengar umpatan dari calon mantan mertuanya.
"jadi begitu ibu mertua kamu memperlakukan kamu Ndine?" tanya Papi yang langsung mendapat anggukan kepala dari putrinya.
"untung kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, kalau gak ntah bagaimana nasib kamu kalau masih bersama dengan keluarga seperti itu!" kata Mami membuat Andine tersenyum kecut.
"iyaa Mi,, Andine juga sudah sadar sekarang, mudah-mudahan aja proses perceraian Andine berjalan dengan lancar sampai akte cerai keluar!" jawab Andine yang langsung mendapat anggukan kepala dari keluarganya.
Tak lama pelayan pun datang membawa pesanan mereka satu persatu.
"sudah, makan aja dulu. Gak perlu bahas itu, biarkan aja mereka menerima konsekuensinya!" kata Mami Andine membuat ketiganya menganggukan kepala. Mereka pun melanjutkan makan, sesekali mengobrol dan melempar candaan.
"Alhamdulillah, makasih ya Mi, Pi udah di beliin oleh-oleh banyak banget terus di traktir makan juga. Senang banget Andine hari ini, semoga Mami sama Papi bisa cepet urus kepindahan ke Indonesia lagi!" kata Andine yang juga di angguki oleh tante sulis.
"iyaa loh mbak, makasih banyak ya buat tumpangannya selama seminggu ini. Maaf kalau merepotkan, terimakasih juga buat semua oleh-olehnya" kata Tante Sulis membuat Mami dan Papi Andine tersenyum.
"sama Ndine, Sulis. Kalian ini kaya sama siapa aja, malahan saya yang harusnya berterimakasih sama kamu dan Darma karna sudah banyak membantu Andine dan memberi Andine tempat tinggal sementara. Kami gatau kalau tidak ada kalian bagaimana nasib anak kami ini!" kata Mami dengan mata berkaca-kaca.
"sama-sama mbak!" jawab Tante Sulis dengan senyum tulus.
"oiyaa Ndine, Mami juga nitip sesuatu ya di kamu untuk Radit. Tolong berikan nanti!" kata Mami.
"iyaa Mi, nanti Andine sampaikan!" jawab Andine tersenyum.
"kalau gitu, ayok kita berangkat ke bandara. Sudah jam dua kurang ini!" kata Papi membuat ketiganya menganggukan kepala, mereka pun keluar dari ruangan itu setelah Mami memanggil pelayan dan membayar semua bil makanan mereka.
'I'm coming Australiaaaaa,,,,,,'
disana tertera tgl dibuat dan di sahkan!!!!!!!!!!! dan siapa pemegang sahamnya !!! belajar dulu deh, jgn asal nulis tapi keliatan bodohhhh
engga msk akal!!!!!!!!!!!