Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!
Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Sesuai janji alan, pagi ini dia akan mengajak alana lari pagi mengelilingi kompleks.
Tak seperti kemarin yang susah di bangunkan, kali ini saat alan membangunkannya alana langsung bangun.
"Sudah siap?" Tanya alan
"Siap!!" Jawab alana
"Ya udah, ayo turun" ajak alan.
Mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni tangga.
"Kak, bukannya itu ayah?" Ucap alana
"Hm..??" Alan melihat arthur yang sedang duduk di meja makan, bersama indra.
Alan dan alana mendekat ke arthur
"Ayah, tumben sudah bangun" ucap alana
"Oh, selamat pagi anak-anak ku. Ayah mau nemenin kalian olahraga" ucap arthur
"Memangnya ayah gak kerja?" Tanya alan
"Kerja, masuk siang nak. Ayo berangkat, semuanya sudah ayah siapkan" ucap arthur
Mereka semua lalu keluar dari rumah, arthur mengajak alan dan alana menuju garasi yang ada di samping rumahnya.
"Loh, kenapa kita kesini ayah. kan kita mau lari?" Tanya alana
"Kita keliling kompleks nya naik sepeda aja ya, kamu gak kuat lari lama-lama kan" jawab arthur
"Oh.. gimana kak, kita naik sepeda?" Tanya alana
"Boleh, sudah lama juga gak main sepeda" jawab alan.
Setelah semuanya setuju untuk menaiki sepeda, arthur menyuruh pelayan untuk mengeluarkan 4 sepeda yang ada di garasinya.
Alan melihat 2 sepeda yang berukuran kecil.
"Sejak kapan ayah menyiapkan ini semua" batin alan
"Hei kak, sejak kapan ayah punya sepeda?" Bisik alana
"Itu yang mau aku tanyakan juga" bisik alan.
Setelah semua sepeda keluar, mereka semua menaiki sepedanya masing-masing, mengayuh sepeda dan keluar dari rumah.
Alan dan alana berada di depan, arthur dan indra berada di belakang, mengawasi alan dan alana.
"Kak, jadi gimana keputusan kakak? Hari ini kan orang itu datang?" Tanya indra, sembari mengayuh sepedanya.
"Haaaahhh... "arthur menghela nafasnya
"Aku dan kak arfi punya rencana ndra, karena kita belum tahu siapa dan apa tujuannya, jadi kita biarkan dia masuk ke perusahaan. setelah kita tahu siapa dia, kita selidiki dia" jawab arthur
"Begitu ya, aku akan membantumu sebisa mungkin kak" ucap indra
"Itu kan memang tugasmu" ucap arthur
"Haha.. benar juga" jawab indra
"Kau sudah menyiapkan yang aku minta?" Tanya arthur
"Sudah, semuanya sudah beres kak" jawab indra
"Baguslah. anak-anak sudah jauh, ayo kita kejar" ucap arthur, mengayuh sepedanya agak cepat menyusul alan dan alana yang sudah jauh di depannya. Indra juga menyusul dari belakang.
------
Setelah 2 putaran mengelilingi kompleks, arthur mengajak mereka untuk beristirahat.
Indra membawa tas cukup besar, lalu di letakannya di meja, indra mengeluarkan 4 kotak makan yang ada di dalam tas tersebut dan botol air minum.
Tertera nama di setiap kotak tersebut, tuan arthur, tuan indra, tuan muda dan nona muda.
Arthur menatap alan dan alana, sambil membuka kotak makannya.
"Semoga saja kalian suka, meskipun ini cuma sandwich biasa. tapi ini favorit ayah sama ibu kalian" batin arthur. (Lupa sama alana yang bisa baca pikiran dan hatinya, apalagi sekarang mereka berhadapan)
•mode baca pikiran/hati on
Alan dan alana saling pandang.
"Apa ini, apa pak agus yang menyiapkan makanan ini. Tapi pak agus tadi gak ada di dapur?" Batin alan
•mode baca pikiran on
Alana menunjuk arthur dengan menggerakkan matanya, agar alan paham.
Dan ternyata alan paham yang di maksud alana.
"Ayah yang buat?" Batin alan
Alana hanya mengangguk pelan.
Alan dan alana memakan sandwich yang di buat sendiri oleh arthur.
"Enak" batin alan
"Ayah bangun jam berapa, untuk membuat sandwich ini untuk kami?" Tanya alan
"Hah... apa??... kok bisa tahu kalo ayah yang buat?" Tanya arthur
"Lupa ya kalo alana bisa baca hati dan pikiran ayah?" Tanya alana
"Ahhh... ayah lupa tentang kemampuan kamu nak, Haha... jadi alana tadi baca pikiran ayah ya?"
"Iya" jawab alana, sambil memakan sandwich nya.
"Haha.. iya ayah yang buat, ayah bangun jam 5 pagi, lalu langsung ke dapur bikin ini" jawab arthur, menunjuk sandwich nya.
"Terima kasih ayah, sandwich nya enak kok" ucap alan.
"Iya, terima kasih ayah. Alana juga suka sandwich nya" sahut alana
"Sama-sama. Syukurlah kalo kalian suka, ayah senang mendengarnya" jawab arthur.
"Haaaahhh..." indra menghela nafasnya.
Arthur, alan dan alana menatap indra bersamaan.
"Kenapa?" Tanya indra, merasa dirinya sedang di tatap oleh mereka.
"Om indra yang kenapa?.. kenapa menghela nafas gitu?" Tanya alana
"Oh.. om indra bersyukur saja, pas sama alana gak mikirin apa-apa atau ngmong dalam hati" jawab indra
"Kata siapa.. alana pernah baca pikiran om indra pas om lagi ngelamun. Om indra bilang gini "kapan punya istri, dan punya anak-anak yang lucu ya". Om indra ngmong gitu loh" ucap alana.
Indra terkejut dengan apa yang dia dengar dari alana.
"Ha..ha..ha.. kapan om indra ngmong kaya gitu, kayaknya gak pernah" ucap indra
"Pernah kok om, om indra lagi duduk di sofa ruang keluarga sambil ngelamun, alana lewat aja om gak sadar, eh tahunya lagi mikirin kapan punya istri" ucap alana, tersenyum lebar.
Indra mengingat-ingat lagi, apa dia pernah memikirkan apa yang di katakan alana. "Ah siall.. aku benar-benar memikirkannya ya" batin indra, Setelah ingat hari itu, mengacak-ngacak rambutnya.
"Haha... benar kan" ucap alana
"Kak, aku pulang dulu ya. Ada kerjaan yang aku urus sebelum berangkat ke kantor" ucap indra, sedikit terburu-buru, membereskan semua kotak makan yang sudah kosong lalu memasukkan nya kembali ke dalam tas. Setelah itu pergi meninggalkan arthur alan dan alana begitu saja.
Arthur, alan dan alana menatap satu sama lain.
"Om indra bisa malu juga?" ucap alan
"Hahahaha... " alana tertawa
"Hahaha.. dia kan juga manusia nak, padahal ayah sudah mengizinkan dia untuk menikah, tapi dia malah lebih fokus sama pekerjaan bukannya fokus nyari calon istri" ucap arthur
"Memangnya gak ada yang mau sama om indra? Om indra kan ganteng, baik, banyak uang juga" ucap alana.
Arthur menatap alana serius.
"Hah.. kenapa? Natap alana seperti itu?" Batin alana.
"Alana" panggil arthur
"I..iya ayah kenapa?" Tanya alana
"Ayah dan om indra siapa yang lebih ganteng?" Tanya arthur
"Haha.. apa ini, masa ayah cemburu alana bilang om indra ganteng" batin alana
"Ayah dong yang paling ganteng " jawab alana, tersenyum.
"Siapa yang paling baik?" Tanya arthur
"Ayah" jawab alana tersenyum.
"Siapa yang uangnya paling banyak?" Tanya arthur lagi
"Haaaahhh.. apa sih ayah" batin alana.
"Tentu saja ayah arthur nalendra, ayah kan bos nya.. hehe" jawab alana.
"Bagus, itu baru anak ayah" ucap arthur mengelus rambut alana.
Alan yang melihat kelakuan arthur, hanya mengernyitkan dahinya .
"Ya sudah ayo pulang" ajak arthur.
------
Arthur sudah berada di kantornya, dia sudah sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk.
Tok..tok..tok .. bunyi ketukan pintu
Indra membuka pintu tersebut, di liatnya wanita cantik berpakaian sexy berdiri di depan pintu dengan sekretaris arthur lainnya.
"Cih.. perempuan yang mereka kirim ternyata, aku bisa menebak rencana mereka sekarang " batin indra
"Permisi sekretaris indra, saya membawa sekretaris baru yang akan menggantikan posisi sekretaris yang keluar" ucap seorang sekretaris lainnya.
"Masuklah" jawab indra
Arthur menghentikan aktivitasnya dan menatap ke depan.
"Liat kan, dia saja menatap serius begitu melihat ku. Baiklah tuan arthur silahkan pandangi tubuh saya ini sepuasnya" batin rita
Indra mendekat ke meja arthur,
"Dia sekretaris baru yang akan menggantikan sekretaris yang resign tuan" ucap indra
"Hm.. baiklah, bawa kesini file-nya" ucap arthur.
Rita melangkah mendekat.
"Tunggu, ndra kau yang bawa kesini file-nya" perintah arthur, fokus lagi ke dokumen yang ada di mejanya
Indra, berjalan mendekat ke rita, lalu meminta file yang di pegang oleh rita, kembali lagi ke meja arthur dan meletakkan file tersebut di samping arthur.
"Sudahkan, kalian keluar lah" ucap arthur
Rita dan sekretaris itu berjalan untuk keluar dari ruangan arthur,
"Tunggu, kau sudah lama kan bekerja sebagai sekretaris saya" ucap arthur, menunjuk orang yang di sebelah Rita.
"Iya, benar tuan" jawab orang itu
"Kau harusnya sudah tahu, aturan berpakaian di perusahaan ini. Jelaskan padanya, agar menaati peraturan perusahaan" ucap arthur tanpa menatap orang yang ada di depannya.
"Baik tuan, kami permisi" jawab orang itu, lalu mereka keluar.
Setelah mereka keluar, arthur melempar pulpen nya di atas meja.
"Haaaahhh... apa-apaan ini ndra, mereka memasukan wanita untuk menggodaku? Lalu nanti setelah aku tergoda dengan wanita itu, wanita itu akan memohon-mohon padaku untuk memberinya semua hartaku termasuk perusahaan begitu? " ucap arthur, tersenyum sinis.
"Sepertinya begitu kak, aku juga berpikiran seperti apa yang kau pikirkan" jawab indra
"Ck... sayangnya aku tidak akan tergoda, kau lihat tadi pakaian dia, dia mau kerja di perusahaan atau kerja di club malam?" ucap arthur
"Benar, untungnya kau bukan orang seperti itu kak. Melihat pakaian dia seperti itu ada kemungkinan dia memang bekerja di club kak" ucap indra
"Ck... kekanak-kanakan sekali cara bermain mereka. Aku percaya kan padamu untuk menyelidiki wanita itu ndra" ucap arthur
"Baik kak" jawab indra
Sementara itu di luar ruangan arthur, Rita masih berdiri di depan pintu
"Apa ini, bukannya dia tadi menatap ku dari atas sampai ke bawah dengan serius?, aku kira dia langsung jatuh hati padaku tapi malah kebalikannya, dia bahkan tidak mau aku mendekat. Ckk... sialan... dia berbeda dengan tuan ardi," batin rita
Setelah itu, rita di perintahkan untuk membaca semua peraturan yang ada di perusahaan.
Bersambung....