Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5.1 Pingsan
Di ruang tamu, Mei melihat Eka sedang berdiri,
"Eka," Mei
"Sudah selesai? Ayo pulang," Eka
"Aku mau disini," Mei
"Tidak boleh," Eka
"Kenapa??" Mei
"Kamu milikku, aku gak mau kamu didekati siapapun," Eka
"Tapi Ayahku sakit, aku harus merawatnya," Mei
"Kakek akan baik baik saja," Eka
"Eka Galung!!!" Mei
"Terserah kau mau bilang apa, kau harus pulang bersamaku," Eka
"Aku ngak mau!! Aku-" Mei merasa pusing
"Mei-" Eka
Mei terpingsan dan cepat Eka menahan tubuh Mei agar tak jatuh.
.
Saat Mei diperiksa dokter kandungan, semua orang rumah menunggu di luar dengan sangat cemas,
"Apa yang terjadi sebenarnya??" Dwi
Dwi menatap Eka,
"Eka, apa yang kamu lakukan?" Dwi
"Tidak, Ibu tak perlu tau," Eka
"Aku Ibumu dan juga aku Kakaknya Mei, kenapa Ibu tak perlu tau," Dwi
"Aku bilang Ibu tak perlu tau!!!" teriak Eka
Keitel dan Rykell ketakutan dan bersembunyi di balik Ray, Ray pun menyadari keadaannya,
"Keitel-Rykell, ayo kita ke ruang bermain," Ray
Ray membawa pergi 2 anak kecil itu,
"Apa yang sebenarnya terjadi??" Varo
"Jangan ikut campur urusanku," Eka
Bulkrish datang,
"Bibi Dwi, bisa minta tolong jaga Kakek, aku mau melihat Mei," Bulkrish
"Baiklah," Dwi
Dwi pun pergi,
"Paman sama Bibi yang lain juga boleh pergi, kami yang akan mengurus," Bulkrish
Semua orang pun pergi, dan tersisa, Eka, Bulkrish, Dinara, Varo, Derick dan juga Aji,
"Kenapa kau masih disini??" Eka pada Varo
"Kalian gak tau, aku termasuk bagian Mei, ditambah aku sekarang adalah Kakak Ipar Mei," Varo
"Bagian Mei??" Aji
"Dia adalah salah satu anak yang dirawat Mei diam diam, dia juga yang sudah menggantikan posisiku, aku baru menyadari saat dia membawa anak anaknya ke mansion," Derick
"Maksudnya??" Bulkrish
"Itulah bodohnya kalian. Saat Mei masih berumur 20 tahunan, KaMei menemukan Varo remaja yang terluntang lantung di jalanan, Kaka memungutnya dan menyembunyikannya di kostnya dulu, lalu Varo menjadi bawahan KaMei karena sudah menyelamatkannya, kalian tak berpikir bagaimana bisa KaMei datang mendadak ke rumah untuk mengecek kalian dulu padahal KaMei tak bisa naik motor, ya itu karena Varo yang mengantarnya. Saat itu aku sudah lebih besar dari kalian berdua jadi aku dan Kak Derick tau," Dinara
"Kau menyembunyikan ini?? Apa maumu??" Eka pada Varo
"Aku tak ingin apa apa, aku menyukai Ibumu dari lama dan aku bersyukur kau membunuh Ayah Kandungmu hingga aku bisa memiliki Ibumu. Tapi tetap saja, aku tak bisa melupakan jasa Mei, aku akan melindunginya walau dari monster berwajah malaikat sepertimu," Varo
Dokter keluar,
"Bagaimana Mei??" Eka
"Nyonya sekarang baik baik saja, tapi saya sarankan jangan membuat Sang Ibu tertekan hingga stress, hal itu tak baik untuk janinnya, jika tadi tak mendapatkan pertolongan tepat waktu mungkin bayinya tak bisa diselamatkan. Jadi jangan membuat Ibunya tertekan dan kasih Nyonya istirahat yang cukup dan makanan yang baik agar ibu dan janinnya sama sama sehat. Saya sudah meresepkan obat, jadi saya permisi," Dokter
"Saya akan mengantar Dokter," Derick
Derick dan Dokter pergi,
"Kalian berdua, temuilah Kaka," Dinara pada Eka dan Bulkrish
Eka dan Bulkrish masuk,
"Hm Aji, jadi kau yang membuat Raeya hamil??" tanya Dinara ke Aji
"Kau tau sendiri rencanaku, aku ingin mengusir Asaputra terusir, anak sampah itu tak pantas disisi Mei," Aji
"Memang kau pantas?? Kudengar kau memohon pada Eka untuk mendirikan Group Mafia Braingenk milikmu itu, SHG buatan Asa walau palsu tapi kuat juga, sejujurnya Ekalah yang memang paling berkuasa dan kaya jika dibandingkan dengan siapapun, Eka memang paling pantas bersama Kaka, jadi kalau liat dari status, kau juga tak pantas disisi Kaka," Dinara
"Dinara kau-!!!" Aji
"Sudah, Mei sedang istirahat, kau jangan coba coba mengganggunya, pergilah," Varo
Aji pergi,
"Varo, makasih, kau sudah membantu Kaka dengan menjadi informan yang bagus," Dinara
Varo tersenyum,
"Aku hanya membayar jasa Mei, lagipula Mei adalah adik iparku, aku ingin Mei mendapat jawaban yang Mei mau," Varo
"Ya, aku mengerti," Dinara
Varo pergi,
"Sekarang apa lagi rencanamu Kaka, aku harap rencanamu tak menyakitimu," bathin Dinara.
.
Kebesokannya, Mei tersadar dari pingsannya, Mei melihat Eka dan Bulkrish tertidur disisinya sambil memeluknya,
"2 mahluk bodoh, bisakah kalian bangun?? Kalian udah kayak kuda nil, berat," Mei
Eka dan Bulkrish terkesiap dan segera menyingkir dari tubuh Mei,
"Maaf," Bulkrish
Saat Mei akan turun ranjang,
"Jangan turun dulu Mei, kamu harus banyak istirahat, kata Dokter kamu harus banyak istirahat," Eka
Mei yang mengerti arah bicara Eka langsung tersenyum,
"Kalau gitu aku memang istirahat dan sekarang aku mau sarapan, Eka buatkan makanan, aku mau salad buah, jus alpukat, bubur mcd dan es krim coklat," Mei
"Baiklah," Eka
Eka pergi,
"Dan kau Bulkrish, kau sudah meriksa Papa dan Para "Kunyuk"," Mei
"Aku akan meriksa mereka," Bulkrish
Bulkirsh pergi,
"Ahhh setidaknya aku bisa memperbudak mereka walau sebentar, mempermainkan mereka juga menyenangkan sepertinya," Mei.
.
.
.
Siangnya, setelah selesai makan, Mei sedang bercermin setelah mandi berendam,
"Aku tambah cantik sepertinya," Mei
Eka dan Bulkrish masuk dalam ruangan,
"Mei," Eka
"Aku sudah mengurus semuanya," Bulkrish
"Hm baiklah, sekarang aku mau kau Eka bersiap, aku hari ini mau ke markas SHG yang asli," Mei
"Tidak boleh," Eka
"Benarkah?? Tapi bayi dalam kandunganku yang menginginkannya, jadi bawa aku kesana, sekarang juga tanpa kau menghubungi markasmu, aku mau ini dadakan," Mei
"Baiklah, tapi janji jangan lari oke," Eka
"Baiklah. Bulkrish, kau gak usah ikut, kau jaga Papaku aja, dann kau siapkan bekal untukku selama di perjalanan ya," Mei
"Baiklah," Bulkrish
Eka dan Bulkrish pun pergi.
.
.
.
Jam 14.46 WITA, Mei dan Eka sudah sampai di markas inti Eka, sepanjang jalan ke dalam markas, para bawahan Eka terkesiap karena Bossnya membawa Nyonya Besar yang selalu Boss mereka agungkan.
Dilainnya, Mei melihat banyak sekali kepala tergantung sepanjang jalan ke dalam, darah berceceran dimana mana dan terdengar rintihan dan teriakan entah darimana.
Saat sampai di ruangan inti, Mei duduk kursi besar Eka, sedangkan Eka berdiri di sisinya,
"Hanya tempat ini yang bersih," Mei
"Kan sudah kubilang, kamu jangan kemari, jika bukan bersamaku, tamu tak diundang bisa langsung di tebas," Eka
"Mereka tak tau aku siapa?" Mei
"Mereka tentu saja tau," Eka
"Lalu- jika aku kesini mendadak dan sendirian, mereka tak akan menebasku karena aku bukan tamu yang tak diundang, apa- aku hanya orang biasa yang tak punya kuasa atas mafia ini?" Mei
"Tentu saja kamu punya kuasa, kamu adalah Boss Asli SangHyangGroup," Eka
"Baguslah jika kamu tau dan mengerti, ingatlah, mulutmu harimaumu," Mei
Mei berdiri dan menatap peta misi raksasa disana,
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁