Wanita yang selalu di cari dan di pikirkan oleh nya sejak dahulu telah hilang, Hilang karna kepindahan nya dan juga kedua orang tua nya ke tempat yang baru membuat Jonathan Adijaya kehilangan persahabatan, Bukan persahabatan melainkan cinta pertama nya. Wanita yang selalu saja ada saat diri nya sedang sedih karna tidak di belikan apa yang di ingikan nya oleh kedua orang tua nya membuat nya jatuh cinta kepada wanita kecil nya itu.
"Gak usah ngelakuin tes DNA nanti bayi kakak sakit" Ara Riyanti.
"Tapi itu benaran bukan anak aku" Jonathan Adijaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kapan mau nikah?
Sedangkan nathan hanya diam di samping ranjang ara dan menatap lekat wajah ara.
Vino yang sudah di bolehkan makan oleh bi nur langsung membuka rantang yang di depan Erina. "Iiiihhhh rakus" ucap Erina.
Vino yang mendengar Erina bilang bahwa dia rakus langsung menatap tajam ke arah Erina. "Apaaa..." ucap Erina ketus.
"Mau?" tawar Vino sambil menyodorkan rantang yang berisi makanan.
"Makanan gw itu...kok lo sih yang nawarin gw?" ucap Erina ketus.
"Jelas bibi yang bawa" jawab Vino ketus juga.
"Kan bi nur bawa buat gw" jawab Erina yang tak mau kalah.
"Kan bibi tadi nawarin gw" jawab Vino lagi yang juga tak mau kalah.
Nita dan andre yang melihat Erina dan Vino berdebat pun langsung menggelengkan kepala. Sedang kan bi nur mencoba meleraikan mereka berdua. "Non Erina makanannya banyak non" ucap bi nur.
"Tuh denger" ucap Vino ketus. Erina pun mengalah dan membiarkan Vino makan.
Sedangkan nathan masih memikirkan orang tua ara yang tak kunjung datang untuk menjenguk ara. nathan mendengus kasar. "Pantesan dewa nyuruh gw ngejagain lo" ucap nathan dalam hati.
Erina melihat ke arah nathan dan terlihat nathan tampak sedih. "Eh lo liat tuh" ucap Erina sambil menyenggol bahu Vino yang ingin mengambil makanan.
"Iiiihh lo paan sih" jawab Vino ketus karna makanan yang hendak di masukkan ke piring jatuh.
"Lo liat tuh temen lo...kenapa dia ngeliatin ara kek gitu?" tanya Erina ketus.
"Ya juga ya...padahal nathan kan susah buat deket sama orang apa lagi sama cewek" ucap Vino dengan nada rendah seperti berbisik tapi pandangannya ke arah nathan dan ara.
"Eh nat lo ngapain?.....lo gak mau makan?" tanya Vino seketika nathan menoleh ke arah Vino.
"Gw gak laper" jawab nathan dan kembali melihat ke arah ara.
"Eh kayaknya temen lo suka sama ara" ucap Erina dengan nada rendah tapi pandangan masih setia memandang ke arah nathan dan ara.
"Gak mungkin nathan tuh susah banget suka sama orang apalagi kan dia ketemu sama ara baru kemaren" jelas Vino.
"Tapi lo gak liat tuh.....cara pandangnya sama ara tuh menandakan bahwa dia tuh suka sama ara" ucap Erina.
"Tapi masuk akal juga sih apa yang lo bilang.....secara kan seorang Nathan Adijaya gak mudah ngegendong ataupun melihat seseorang seperti itu kecuali kalo orang yang dia sayang" jelas Vino.
Nita dan andre duduk di depan Erina dan Vino dan hendak menyantapi makanan yang di bawa oleh bi nur begitupun dengan bi nur dan mang mamat tapi aktifitas nita terhenti ketika melihat Vano dan Erina sedang membicarakan sesuatu.
"Vino Erina kalian ngeliatin apa?" tanya nita. Vino dan Erina pun tersadar.
"Nathan gak mau makan bun" ucap Vano nathan langsung menoleh ke arah Vino dengan tatapan kesal.
"Nathan makan nak....kamu belum makan dari tadi pagi" ucap nita.
"Tapi nathan belum laper bun" jawab nathan.
"Kamu itu harus makan...ntar kamu sakit sayang" ucap nita.
"Yaudah iya bun" jawab nathan dan langsung duduk di samping nita dan mengambil makanan yang ada di hadapannya.
Sedangkan Andita masih nyaman dengan tidurnya karna dia dari kemaren belum bisa istirahat. "Non Andita gak ikut makan non?" tanya bi nur kepada Erina.
"Tinggalin aja makanan buat Andita sama ara bi" ucap Erina dan bi nur langsung mengangguk mengiyakan.
********
Di kediaman keluarga wijaya terlihat Sheyla windi teo dan juga fikri sedang makan malam karna tadi fikri datang ke rumah Sheyla dan ingin mengajak Sheyla keluar untuk makan tapi teo dan windi melarang mereka dan menyuruh mereka makan di rumah saja.
Terdengar canda dan tawa mengiri makan malam mereka karna mereka makan sambil membicarakan masa kecil Sheyla. "Mami...papi kalian kapan mau ke rumah sakit ngejenguk ara?" tanya sheyla di sela sela tawa mereka.
"Besok aja mami sama papi ke sana sayang......kan sekarang ada calon mantu mami mana mungkin mami tinggal" jawab windi sambil melebarkan senyumannya.
Sheyla sedikit kesal dengan jawaban orang tuanya yang mengatakan bahwa mereka besok akan menjenguk ara tapi dia juga senang karna orang tuanya merestui dan bahagia akan hubungannya dengan fikri.
Sheyla ingin sekali menyuruh orang tuanya untuk pergi ke rumah sakit atapi dia tidak ingin kehilangan momen langka seperti ini. karna jarang sekali untuk dia dan juga fikri bergurau dengan kedua orang tuanya.
Setelah selesai makan mereka menuju ke ruang keluarga dan berbincang bincang. "Kalian kapan mau nikah?" tanya teo. fikri dan shayla kaget mendengar perkataan dari teo karna mendadak sekali teo bertanya hal penting seperti itu.
"Papi apa paan sih" ucap sheyla agak malu.
"Nanti kalo orang tua saya udah gak sibuk saya bakal ke sini palingan ngelamar om" jawab fikri. sheyla merasa sangat bahagia akan jawaban yang di katakan oleh fikri.
"kamu beneran sayang?" tanya sheyla dan fikri mengangguk dan melebarkan senyumannya.
"Kalo bisa minggu depan aja nak" ucap windi Sheyla sangat terkejut karna mami nya ingin di perceat.
"Gak kecepetan mi?" tanya sheyla.
"Gakpapa kan ya nak fikri?" tanya windi sambil tersenyum.
"Nanti saya bicarakan sama mama sama papa saya ya tante" jawab fikri sambil tersenyum.
Jam menunjukkan pukul 22:00 dan fikri pamit untuk pulang. "Yaudah om tante saya pulang dulu" pamit fikri sopan kepada kedua orang tua Sheyla.
"Hati hati ya nak" ucap windi dan fikri hanya mengangguk.
"Mi....pi sheyla antar fikri dulu ya" ucap sheyla dan langsung mengantar fikri keluar.
"Sayang maafin mami sama papi ya" ucap sheyla dengan menggantung manja di tangan fikri.
"Gakpapa sayang....aku malah seneng karna udah di kasih lampu ijo sama orang tua kamu" ucap fikri sambil tersenyum bahagia.
"Kamu beneran srius sayang?" tanya sheyla dan fikri mengangguk sambil tersenyum.
Mereka sudah sampai di dekat parkiran mobil fikri. "Yaudah sayang aku pamit pulang dulu" ucap fikri dan Sheyla pun melepaskan pelukannya dan mengiyakan. fikri sudah masuk ke dalam mobil dan langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga wijaya tersebut.
*******
Di rumah sakit nathan dan yang lainnya sudah selesai makan. Nita andre mamat nur nathan dan juga Vino masih duduk di atas tikar dan mengobrol santai sedangkan Erina sudah terlelap di samping Andita sambil memeluk Andita. karna sofa yang di rungan ara tidak terlalu lebar tapi muat untuk Erina dan Andita tidur karna tubuh mereka kecil tapi sangan bagus.
Nita penasaran akan kehidupan ara dan bertanya kepada bi nur. "Bi saya boleh nanya?" tanya nita.
"mau tanya apa nyonya?" tanya bi nur balik.