Novel ini merupakan series kedua dari Billionare Love Story. Novel pertama sudah dirilis dan sudah tamat. Tapi kehidupan Alena dengan Dave masih bisa ditemukan di novel ini.
Kali ini bercerita tentang pria kedua yang bertemu kembali cintanya yang sempat hilang karena acara pertemuan orangtuanya. Apakah Sandra dan Calvin bisa menemukan kembali cinta mereka yang sempat memudar karena perpisahan selama 13 tahun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gara-gara Edward
Anita melihat sekeliling kamar hotel itu. Kamar itu sangat berantakan. Entah apa yang harus ia katakan nanti pada Icha dan suaminya jika mereka tahu apa yang dilakukan anak-anaknya. Ia menatap Calvin dengan wajah merah. Ia benar-benar marah kali ini.“Lagi ngapain kalian berdua disini?”tanya Anita marah. Kemudian ia menatap Sandra dan berteriak. “Jelaskan!”
“Kita gak ngapa-ngapain tante. Sandra tidur diranjang, Calvin tidur di sofa.” Jawab Sandra takut.
“Turun dari ranjang!”teriaknya kencang. Sandra takut dan menunduk. Ia tidak melihat Anita berjalan menghampirinya dan dengan cepat menarik tangannya hingga ia terjatuh kebawah ranjang. Selimut yang menutupinya terbuka namun ia segera menutupi paha dan dadanya yang terbuka oleh selimut. Dean dan Edward hanya menutup mata mereka dan berbalik arah.
Sandra bahkan mengabaikan kakinya yang sakit. Namun Anita semakin kesal. Ia menatap pakaian Sandra yang koyak. “Bisa kamu jelasin kenapa baju kamu terbuka gini?”tanya Anita marah. Teriakannya telah membuat perhatian orang-orang disekitarnya. Anita memegang kedua bahu Sandra dengan kencang. "Kamu tau kan yang kamu lakukan ini salah! Kamu gak tau gimana konsekuensi nama keluarga dimata publik?"
Sandra diam. Ia bingung, kenapa pakaiannya bisa terbuka? Mereka hanya tertidur karena kelelahan. Persiapan yang dilakukan Dave dan Alena sudah sejak malam hari. Dan Edward tidak banyak membantu karena ia sedang sibuk dengan Adriana. Sedangkan Calvin dan Sandra berada di area hall sejak semalam. Mereka ingin memastikan agar acara yang dilakukan sahabatnya berjalan dengan baik.
Calvin marah melihat Sandra diperlakukan seperti itu. “Mama!” ucapnya tak sadar. Ia menghampiri Sandra dan memeluknya. “Cukup ma. Jangan kayak gitu. Kasian Sandra. Aku yang salah. Aku yang bawa dia ke kamar.”ucap Calvin kencang. Ia merasakan tubuh Sandra sedikit gemetar. “Kamu gak apa-apa?” tanyanya sambil menunduk untuk melihat wajah Sandra.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya pelan. Ia masih shock. Ibunya keterlaluan. Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ia menoleh dan melihat Edward. Ia tersenyum puas. Ia yakin Edward melakukan sesuatu karena ada sebabnya. Ia harus berbuat sesuatu nanti jika semuanya telah beres.
"Wow,, wow,, kalian luar biasa." Goda Dean. Ia menghampiri Sandra yang berada disamping ranjang. "Ternyata dibelakang aku, kalian ada hubungan terlarang." tambahnya sambil duduk diranjang.
"Jaga bicara kamu,Dean. Aku juga gak ngerti kenapa bisa jadi gini." jawab Sandra kesal. Ia memegang selimut dengan erat.
Tiba-tiba saja terdengar ibunya sedang menelepon seseorang. “Ya, harus ada pertemuan keluarga. Kalian bisa cepat pulang?”
Dean tertawa dengan sangat keras. “Sister In-law by accident. Welcome to my family” Ucapnya bersemangat.
“Dean, cepet kita pulang.”seru ibunya cepat. Ia berjalan keluar kamar.
“Mama mau ngapain?”tanya Calvin sambil melepaskan pelukannya pada Sandra. Ia mengejar ibunya keluar,
Edward menggelengkan kepalanya. “Kalian itu tidurnya kayak mayat. Masa kalian gak tau apa yang terjadi sama kalian. Kalian berdua memang sama alias klop” Ucap Edward sambil tertawa. Ia berjalan keluar dan menutup pintu kamar Sandra.
Sepertinya misinya berhasil, pikir Edward.
Sandra berdiri dan membetulkan letak pakaiannya. Ia masih bingung. Beberapa jam yang lalu ia dan Calvin beristirahat dikamar ini dengan terpisah. Mereka berduapun bangun dengan keadaan terpisah. Lalu kenapa ketika mereka bangun, pakaian mereka tidak utuh lagi? Apa yang terjadi? Apakah Calvin melihat sesuatu? Refleks Sandra langsung menutup tubuhnya dengan tangan. Jika seperti ini, apakah ia bisa percaya pada pria itu?
Pintu kamar terbuka. Calvin masuk dengan lesu. Ia menatap Sandra yang sudah siap dengan pakaiannya.
"Kamu gak apa-apa?"
Sandra kesal. "Jangan nanya pertanyaan yang sama, Vin. Aku gak apa-apa. Aku shock. Aku gak ngerti apa yang terjadi."
"Aku juga kaget. Aku gak tau dan gak ngerti. Ini pasti kerjaan Edward." ucap Calvin kesal.
"Trus Alena gimana?" tanya Sandra kemudian.
"Acaranya udah beres. Alena sama Dave udah pergi." jawab Calvin. Ia pun duduk disamping Sandra."Kita pulang sekarang, mama tadi gak mau denger penjelasan aku."
"Mana berani aku pulang kerumah kamu" protes Sandra.
"Ada aku. Kita harus pulang dulu."
Calvin yakin atas apa yang dilakukan oleh Edward ada hubungannya dengan kedatangan Dinda. Tapi ia masih bingung dengan rencana Edward. Ia dan Sandra pun berjalan menuju basement. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, ia harus menatap tatapan aneh orang-orang padanya. Tiba-tiba handphone Calvin berbunyi. Sandra menatap Calvin yang masih tidak menyadarinya.
"Vin, handphone kamu bunyi." seru Sandra.
Calvin langsung melihat siapa yang menghubunginya. Dinda. Wanita itu semakin aktif menghubunginya. Iapun memasukkan kembali handphonenya tanpa menjawab telepon itu. Ia biarkan nada dering terus berbunyi.
"Kenapa gak diangkat?" tanya Sandra bingung.
"Gak penting. Cepetan naik mobil." ucap Calvin sambil membuka pintu mobil. Sandra sempat melihat wajah serius Calvin.
Ketika Sandra sudah masuk kedalam mobil, ia melihat kembali handphonenya. Sekilas ia menatap Sandra. Sandra tidak boleh tau tentang apa yang dilakukan Dinda padanya. Ia tidak akan membiarkan mereka berdua bertemu.