NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18. Senjata tersembunyi

Nadira dan Elsa membantu Bu Tina masak didapur. Bu Tina memilki seorang anak perempuan bernama Desi namun sudah menikah dan tinggal di kampung sebelah. sesekali Desi akan main kesini jika suaminya libur kerja.

"Nak Elsa nak Nadira, tolong semua ini disusun di meja makan ya. Ibu mau panggil yang lain buat sarapan bareng." ucap Bu Tina

"siap Bu" Elsa dan Nadira kompak menyiapkan sarapan di atas meja

"Nad, tadi malem kamu ngelindur ya? Kok bisa tidur di kursi" tanya Elsa

"ituu...enggak kok, tadi malam aku kebangun aja nggak tau mau ngapain terus duduk di kursi. tau-tau malah ketiduran heee" ucap Nadira nyengir. Ia tak mungkin memberi tahu sahabatnya karena ia tahu Elsa penakut orangnya.

"nah ayo kita sarapan sama-sama" Ki Satya mengajak Rehan dan Aksara menuju ruang makan

"waaahh enak nih" Ucap Aksara

"Halah cuma masakan kampung" ucap Bu Tina tersenyum

"kami juga orang kampung kok Bu" balas Rehan dengan tersenyum

Mereka menyantap sarapan dengan khidmat, tidak ada yang mengeluarkan suara. Hanya suara sendok dan piring yang saling beradu

"Kok aku kayak ngerasa Deket banget sama Rehan? Tapi aku kan nggak kenal sama dia sebelumya? Mau ngajakin ngobrol juga kok agak canggung" Nadira menatap Rehan yang duduk di seberang berhadapan langsung dengannya

"Nadira kenapa ya ngeliat aku gitu banget? Apa dia udah tau kalo dulunya kita ini kembar?" batin Rehan

"sudah-sudah nanti saya jelaskan sambil kita jalan keliling kampung ya" ucap Ki Satya tiba-tiba yang mengagetkan mereka

"jelaskan apa Ki?" tanya Nadira

"Yang kalian berdua pikirkan" ucap Ki Satya

"waahh Ki satya cenayang ya? Bisa dengar suara hati orang" ucap Elsa heboh

"bukan...cuma menebak saja" kilah Ki Satya

.

mereka berempat ikut Ki Satya untuk berkeliling kampung melihat keindahan kampung mereka. Setiap berpapasan dengan warga, mereka disambut senyuman dan teguran sapa yang hangat

"disini enak banget hawanya orang-orangnya juga adem" ucap Elsa

"iya, kalo di kota semua sibuk dengan urusan masing-masing, mana ada yang kumpul-kumpul buat ngeronda...kerja sama-sama kecuali di kantor," ucap Nadira.

"dan bergosipp...." sambar Elsa yang membuat mereka terkekeh

Mereka berhenti disebuah pondok yang agak luas menghadap langsung ke arah gunung Kawi yang berdiri kokoh dan indah dipandang. Mereka berbincang hal yang berkaitan dengan urusan mereka yang diperintahkan oleh kiyai Syafiq untuk datang kesini

"Ki, sebenarnya senjata apa yang harus kami ambil digunung Kawi? Bukankah iblis kolonyowo itu juga dari gunung Kawi?" tanya Nadira

"memang benar kolonyowo dari gunung Kawi. Tapi sebenarnya iblis itu bukanlah asli dari sana. Ia datang karena melarikan diri dan ingin memperkuat kekuatannya" ucap Ki Satya

"melarikan diri dari apa Ki?" tanya Rehan

"dari saudara kembar yang hampir memusnahkannya. Walaupun dia terluka parah namun ia sempat melarikan diri dan saudara kembar itu tewas" jawab Ki Satya yang memandang ke arah gunung Kawi

"siapa saudara kembar itu Ki?" tanya Elsa penasaran

"Sekar dan pandu" Ki Satya menunjuk Nadira dan Rehan

"ha?! Maksudnya Ki Satya?" Nadira menunjuk dirinya dan Rehan

"ya, mungkin tidak masuk akal. Tapi ini memang terjadi. Dulu kalian suadara kembar yang hampir berhasil mengalahkan kolonyowo. Tapi karena disebabkan kolonyowo mempunyai ilmu ilusi, ia berhasil melarikan diri setelah membuat kalian terluka parah. seseorang membantu jiwa kalian bereinkarnasi dan mengamankan senjata yang kalian gunakan" jelas Ki Satya

"kok kalian berdua nggak kaget?" tanya Elsa ada dua orang laki-laki dihadapannya

"karena kami sudah diceritakan oleh kiyai Syafiq " ucap Aksara

"jadi Rehan udah tau kalo..." Ucapan Nadira menggantung ketika melihat mata Rehan yang berubah biru

"Mata kamu!" tunjuk Nadira

"ya! Dan mata kamu juga biru Nadira jika disaat kamu sedang fokus" ucap Rehan

"jadi maksudnya aku dan Rehan dulunya kembar? Dan sekarang reinkarnasi? Lalu dibagian mana senjata kami tersimpan Ki?" tanya Nadira

"saya sendiri tidak tahu, yang tahu hanya kalian. Karena senjata itu nantinya akan muncul dan mendatangi kalian sendiri saat kalian dalam keadaan terancam" ucap Ki Satya

"jika Rehan dan Nadira reinkarnasi dari Sekar dan pandu. Saya dan Aksara apanya Ki? Apa kami juga ada senjata?" tanya Elsa

"Kalian berdua adalah sayap dan pelindung. Tapi kalian bukan reinkarnasi. Dulu memang Sekar dan pandu memiliki dua orang teman seperguruan. Dua temannya memiliki senjata yang berbeda. Jika Sekar dan pandu Sepasang pedang putih maka dua temannya adalah busur dan Seruling" ucap Ki satya

"seruling? Emangnya seruling bisa untuk apa? Bukannya hanya alat musik?" tanya Aksara

"itu bukan seruling biasa. Jika yang mendengarnya adalah lawan maka lawan itu akan kesakitan telinganya. Bahkan seruling itu bisa menjadi objek imajinasi tuannya. Jika sang tuan meniup seruling dengan membayangkan musuhnya tertusuk maka lawan itu akan tumbang dengan luka tusukan. Jika sang tuan membayangkan musuhnya terlempar makan musuhnya akan terlempar juga" mereka yang mendengar penjelasan Ki Satya tentang seruling pun terkagum-kagum

"waaahh aku mau lah seruling tapi... Aku kan nggak bisa niup seruling " ucap Elsa

"Senjata kalian akan memilih kalian sendiri nantinya. Dan senjata kalian juga lah yang akan menuntun tangan kalian untuk bisa menggunakannya" Ujar ki satya

"kalian sudah latihan berbagai ilmu bela diri dan Kanuragan dengan kiyai Syafiq kan?" tanya Ki Satya

"sudah Ki" jawab mereka

"nanti malam kita akan menyiapkan segala sesuatu untuk bekal menuju puncak gunung Kawi besok pagi kita akan mendaki gunung dan kembali sebelum matahari terbenam" ucap Ki Satya

"loh Ki, kami baru ini mendaki, bolak balik dalam waktu satu hari? Mana mungkin?!" Elsa melemaskan tubuhnya

"halaahh anak muda kok loyo kalah sama yang tua" celetuk Ki Satya

"muda sih muda Ki, tapi kan ini kaki manusia" jawab Elsa

"bukannya kiyai kalian itu mengajarkan ilmu meringankan tubuh?" tanya Ki Satya

Mereka berempat kompak menepuk dahi karena merasa konyol didepan Ki Satya

"bocah Saiki opo-opo lali" ujar Ki Satya sambil berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan mereka

"bisa-bisanya lupa diri" ucap Aksara yang di tanggapi kekehan temannya

Nadira dan Rehan saling berpandangan dan tersenyum

"nggak nyangka ternyata kita kembar dulunya" ucap Nadira

"iya, makanya pas pertama liat kamu aku kayak teringat sesuatu" balas Rehan

"masa sih? Kok aku nggak ada ingat apa-apa ya? Cuman ngerasa aura kamu lebih kuat gitu" ucap Nadira

"yang penting sekarang kita udah tau, dan Sama-sama mengalahkan si kolonyowo itu!" Ucap Rehan tegas sambil mengepalkan tangannya kedepan

"setujuuu!!!" ucap Aksara dan Elsa

Mereka pun tertawa bersama

"Tenang Ak, aku saudaranya gak mungkin jadi sainganmu" Goda Rehan yang membuat Aksara salah tingkah. Ia mengira jika dulu Rehan sering menatap lama pada Nadira itu karena rasa suka ternyata ia salah.

"Cieee yang cuti ke kampung tiba-tiba dapet jodoh" ucap Elsa menggoda Nadira

"apaan sih" Ucap Nadira malu-malu

"malu-malu kucing, kucing pun nggak malu" celetuk Rehan

"hahahaha"

Ki Satya memandang mereka dari jauh dengan tatapan yang sendu. Ia menatap salah satu di antara mereka dengan perasaan campur aduk

"maafkan aku, maafkan aku"

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!