NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dihancurkan

Bangkit Setelah Dihancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Trauma masa lalu / CEO / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Kehidupan Nana berubah total saat sang ibu tiada. Nana terpaksa tinggal bersama ayah dan ibu tiri yang memiliki dua anak perempuan. Perlakuan saudara tiri dan ibu tiri membuatnya menderita. Bahkan saat dirinya akan menikah, terpaksa gagal karena fitnah sang ibu tiri.

Setelah semua kegetiran itu, Nana memilih untuk bangkit. Dia bersumpah akan membalas semua perbuatan jahat yang dilakukan oleh ibu dan saudara tirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Restu Ayah Jordan

Jordan menunduk, jemarinya saling mengait di pangkuan. Ada jeda hening yang terasa lebih berat dari tawa-tawa sebelumnya. Ia menarik napas dalam, lalu berdiri menghadap ayahnya dengan sikap yang jarang ia tunjukkan—tenang, tapi sungguh-sungguh.

“Yah,” ucapnya pelan. “Jordan mau minta maaf.”

Ayahnya mendongak, alisnya sedikit terangkat. “Maaf soal apa?”

“Karena Jordan memilih Nana untuk dijadikan istri,” jawab Jordan jujur. “Karena Jordan jatuh cinta sama dia. Itu bikin ayah dan ibu sempat kaget. Jordan tahu, mungkin ini bukan rencana yang ayah bayangkan.”

Nenek Rita membuka mata, menatap cucunya dengan sorot lembut yang menenangkan. Yuna ikut menahan napas, memberi ruang pada percakapan yang terasa penting itu.

Ayah Jordan tersenyum kecil, bukan senyum yang terpaksa. Ia berdiri, lalu menepuk bahu putranya pelan. “Jordan, ayah gak pernah marah karena kamu mencintai seseorang. Ayah cuma gak nyangka kalau kamu punya pilihan sendiri. Biasanya kan gak kayak gitu. Kamu selalu menghindar kalau masalah calon istri."

Jordan menelan ludah. “Iya yah, Jordan tahu kalau salah. Tapi, kelembutan hati Nana bikin Jordan pengen melindunginya."

Nenek Rita mengangguk, lalu menyela dengan suara yang teduh namun mantap. “Makanya Nenek bilang ke ayahmu—cinta Jordan ini bukan sekadar perasaan. Ada arah di matanya. Ada rencana di caranya bicara.”

Ayah Jordan tertawa kecil. “Iya. Nenekmu itu kalau sudah bicara, banyak benarnya.”

Ia kembali menatap Jordan. “Nenek memberi solusi yang masuk akal. Kita gak perlu buru-buru, tapi juga gak menutup pintu. Kenal dulu keluarganya. Lihat bagaimana Jordan bertumbuh dengan pilihannya sendiri.”

Jordan mengangkat kepala, matanya berbinar. “Jadi… ayah gak keberatan?”

“Gak,” jawab ayahnya mantap. “Selama kamu menjalani dengan jujur dan bertanggung jawab.”

Yuna tersenyum lega. “Tuh kan,” katanya ringan. “Nenek selalu punya jalan tengah.”

Nenek Rita tersenyum.

Jordan belum sepenuhnya rileks. Senyum di wajahnya masih menyimpan garis cemas yang tak sempat ia sembunyikan. Ia kembali duduk, lalu menatap neneknya sebentar sebelum akhirnya menghadap ayahnya lagi.

“Yah,” katanya hati-hati. “Sebenarnya… ada satu hal lagi yang bikin Jordan kepikiran.”

Ayahnya mengangguk, memberi isyarat agar Jordan melanjutkan.

“Jordan khawatir soal orang tua Nana,” ucapnya jujur. "Mereka masih terpaku dengan calon suami Nana yang dulu. Mereka gak akan semudah itu merestui."

"Tenang saja, ayah punya banyak jurus untuk membuat ayah Nana menerima kamu. Coba telepon Nana, ayah pengen bicara."

Jordan menyerahkan ponselnya dengan ragu. Dadanya terasa makin sesak, antara harap dan cemas. Ayahnya menerima ponsel itu dengan tenang, lalu menekan nomor yang disebut Yuna. Nada sambung terdengar beberapa detik sebelum akhirnya tersambung.

“Assalamualaikum,” suara ayah Jordan terdengar sopan dan rendah.

“Waalaikumsalam… ini siapa, ya?”

“Saya ayahnya Jordan,” jawabnya lugas tapi hangat. “Maaf menghubungi lewat nomor temenmu, Nana. Saya harap tidak mengganggu.”

Hening beberapa detik. Jordan bisa membayangkan wajah Nana yang pasti menegang mendengar itu.

“Tidak, Om,” jawab Nana akhirnya, suaranya terdengar hati-hati. “Tidak mengganggu.”

Ayah Jordan tersenyum tipis. “Nana, ayah cuma ingin bicara baik-baik. Jordan cerita sedikit tentang keluargamu. Tentang ayah dan ibu kamu.”

Nana menarik napas di seberang sana. “Keluarga saya terlalu banyak masalah om. Maaf, tapi itu kenyataannya."

Jordan mengepalkan jemari di pangkuannya. Kata-kata itu menusuk, tapi juga jujur—terlalu jujur untuk disangkal.

Ayah Jordan mengangguk pelan, meski Nana tak bisa melihatnya. “Om mengerti. Luka dan kecewa itu gak bisa disuruh hilang cepat.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih tegas, tapi tetap lembut. “Tapi Nana. Kalau memang ada masalah, biar orang tua yang bantu membereskan. Om gak datang untuk menuntut atau memaksa.”

Nana terdiam.

“Om cuma ingin bertemu orang tua kamu sebagai sesama orang tua,” lanjutnya. “Bukan membawa nama besar, bukan membawa tekanan. Cuma niat baik. Soal restu, soal waktu—kita bicarakan pelan-pelan.”

“Om…” suara Nana sedikit bergetar. “Saya gak mau Jordan jadi korban dari keadaan keluarga saya.”

Ayah Jordan tersenyum. “Justru karena itu, ayah yang maju duluan. Anak-anak cukup jujur dengan perasaannya. Urusan meredakan orang tua, itu bagian kami.”

Jordan menunduk, matanya terasa panas.

“Kalau sekarang belum waktunya bertemu, om hormati,” lanjut ayahnya. “Tapi jangan menutup pintu, ya. Nanti, saat Nana siap, bilang. om datang.”

Nana terdiam cukup lama sebelum akhirnya menjawab pelan, “Terima kasih, Om… Saya merasa lebih tenang mendengarnya.”

“Sama-sama,” jawab ayah Jordan hangat. “Jaga diri kamu."

Panggilan berakhir. Ayah Jordan mengembalikan ponsel itu pada putranya.

Jordan mengangkat wajahnya perlahan. “Yah…” Ayahnya menepuk bahu Jordan mantap. “Sudah. Sekarang tugasmu satu—tetap jadi laki-laki yang membuat Nana merasa aman. Sisanya, biar ayah dan nenek yang urus!"

***

Bersambung ...

1
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!