Anatasya, gadis cantik yang berumur 20 tahun dia gadis yang polos, baik hati dan juga ceria.
setiap harinya dia bekerja disalah satu restoran xxx untuk biaya kehidupan sehari-harinya karena dia hidup sebatang kara. ibu nya meninggal saat melahirkan dia sedangkan ayah nya meninggal sebelum ana lahir jadi ana tak pernah melihat ayah nya sama sekali, akhirnya ana pun dirawat oleh bibinya namun bibinya sangat kejam, Siska anak dari bibi nya juga sangat kejam. gajian ana setiap bulan selalu diminta, ana pun putus kuliah karena beasiswanya dicabut, ana juga tak sanggup untuk membayar uang bulanan dan semester kuliahnya, karena uang gajinya diminta bibi nya untuk membayar kuliah Siska. tapi semuanya berubah indah ketika ana bertemu dengan Rama Ardiyansyah seorang CEO yang tampan dan kaya yang sangat mencintainya... dari situlah kisah ana yang menyedihkan berlalu
Novel ini dikhususkan untuk dewasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Meminta restu
Ana pun tersentuh dengan pengertian dan kasih sayang keluarga Rama, dulu ana selalu berpikir orang kaya itu pasti tidak akan suka jika orang miskin masuk kedalam rumahnya apalagi sampe jadi menantunya.
"Terimakasih mami, papi" ucap ana Sambil memeluk erat tubuh mami Rama.
"Apakah seperti ini rasanya hangatnya pelukan seorang ibu" Guman ana sedih dalam hati.
"Ana, istirahatlah dikamar Rama nak pasti kamu lelah dengan perjalanan jauh tadi" ucap mami Rama Sambil melepaskan pelukan dari ana dan mengecup kening ana.
"Rama, bawa calon istrimu ke kamar nak" pinta mami pada Rama.
"Baik mi, tapi mi jika dikamar terjadi sesuatu diantara kita berdua bagaimana mi?" ucap Rama dengan nada jailnya.
"Itu lebih bagus Rama, papi sudah sangat menginginkan cucu darimu nak. papi ini sudah mulai menua" ucap papi yang menyetujui kejailan Rama.
"Benar apa kata papi nak, bikinkan mami cucu yang cantik dan tampan ya nak!! buat nemenin mama pergi arisan teman-teman mama yang lainnya sudah pada gedong cucu nak" ucap mami dengan nada bahagia.
Ana yang merasa mami dan papinya sangat ingin menginginkan cucu dari Rama, ana berpikir mencabut syarat pada Rama untuk tidak melakukannya setelah menikah.
"mami sama papi sabar ya, setelah menikah Rama akan berkerja keras setiap malam untuk membikinkan pesanan mami dan papi secepatnya" ucap Rama dengan nada menggoda ana.
"Bicara apa manusia ini? didepan orang tuanya? aduh aku sangat malu sekali sekarang Rama kenapa kamu membahas masalah seperti didepan kedua orang tuamu" Guman ana dalam hati.
"Sudah sana kalian istirahatlah, berhentilah menggoda calon menantuku" ucap papi Rama pada Rama.
"Biarkan saja Pi, Rama memang senang sekali menggoda ana. jangan kamu anggap serius ya nak. biar bagaimanapun melakukan hubungan suami-istri kelak nanti kalau kalian sudah menikah nak" ucap mami pada Rama dan ana.
"Iya mam, Rama selalu saja menggodaku aku kan malu di depan papi dan mami" ucap ana kesal pada Rama.
"Hahaha" mami dan papi pun tertawa secara bersamaan.
"Ayo ke kamarku, atau aku akan menggodamu lagi nona" ucap Rama jail.
Rama pun menarik tangan ana dan membawa ana menuju kamar tidurnya.
Sampelah di depan pintu kamar Rama, Rama pun membuka pintu kamar Rama.
"Masuklah sayang" ucap Rama.
"Baiklah, tapi aku takut terjadi sesuatu" ucap ana dengan nada kawatir.
"Apa yang kamu takutkan, kalau sampe terjadi sesuatu aku akan bertanggung jawab" ucap Rama dengan nada meledek.
Ana pun masuk ke kamar Rama.
Ana duduk di kursi dekat jendela, Rama membaringkan tubuhnya ditempat tidur.
"Ana, malam ini kita akan menginap dirumahnya mami" ucap Rama tiba-tiba
"Tapi, nanti bibi bisa marah" ucap ana.
"kalau bibi mu marah katakan saja padaku, aku akan bertanggung jawab" ucap Rama agar ana tidak kawatir.
"Baiklah rama" ucap ana.
"Tidak usah kawatir aku tidak akan macam-macam denganmu tapi kalau tidak hilaf kalo hilaf ya lain lagi ceritanya ana sayang" ucap Rama dengan nada menggoda ana.
Rama pun bangun dari tidurnya dan menghampiri ana.
"Nyonya Rama Ardiyansyah, kelak itu yang akan kau pake agar tidak ada lagi orang menindasmu" ucap Rama dengan memegang kedua pipi ana.
"Terimakasih Rama" ucap ana Sambil melingkarkan tangan keleher Rama.
"Apakah kali ini kamu berusaha menggodaku dengan tanganmu" Ucap Rama penuh kemenangan.
"Apakah tidak boleh menggoda calon suami kita sendiri" ucap ana sambil tersenyum.
"Baiklah ana, kau yang membuat aku melakukannya" ucap Rama dengan tiba-tiba menarik pipi ana mendekat wajahnya akhirnya ciuman dibibir pun mendarat dibibir ana.
Ana yang baru pertama kali berciuman membuat dirinya bingung dan tidak bisa mengantur nafasnya.
"Emm.. emmmhh Rama" Rintih ana sambil mengigit bibir Rama.
Rama pun melepaskan ciumannya karena merasa sakit karena bibirnya digigit oleh ana.
"Auuhh sakit ana, bagaimana kamu menggigit bibirku begitu keras" ucap Rama kesal.
"Kamu melakukannya tanpa izin dariku, aku baru pertama kali berciuman rama itu membuatku kagok dan canggung" ucap ana kesal.
"Kalau aku meminta izin padamu kelak kau tidak akan mengizinkanku ana" ucap Rama.
"Satu lagi ana, kelak aku akan mengajarimu agar kau lebih pandai dariku" goda Rama pada ana.
Setelah perdebatan kecil selesei.
akhirnya Rama menarik leher ana dan mencium bibir ana pelan membuat ana bisa sedikit-sedikit menerima ciuman itu dan mengimbangi permainan bibir Rama.
Tuk..tuk
"Tuan Rama, nona ana makan malam sudah siap, kata nyonya suruh turun" ucap bibi diluar kamar.
Rama pun pelan-pelan melepaskan ciumannya pada ana agar bisa menjawab panggilan bibibya. Rama pun membuka pintu kamarnya sedangkan ana membersihkan bibirnya dengan tangannya.
"Iya bi, bibi bilang mami aku mandi dulu, ana juga masih tidur karena kelelahan" ucap Rama berbohong pada bibi.
bibi pun turun kelantai bawah sedangkan Rama kembali menghampiri ana.
"Apakah kau menikmatinya?kelak aku akan melakukan lebih setelah menikah nanti" ucap Rama.
yang membuat ana malu dan tak mau menjawab pertanyaan Rama..
"Aku pergi mandi dulu" ucap ana dan pergi meninggalkan Rama.
Apakah ana marah gara-gara aku menciumnya, tapi jelas tadi ana juga menikmatinya aku merasakan semua itu tadi. Rama pun duduk ditepi ranjang sambil memikirkan semuanya.
Tunggu espisode selanjutnya ya... jangan lupa tinggalkan jejak setiap kali membacanya 🙏
lanjutkan thor 😙😙😙😙😙
semoga keluarga Rama dgn tulus menerina Ana apa adanya dan jg menyayangi nya 😋😋😋😋😋
seru dan senang nya Ana di manja dan di perhatikan 😋😋😋😋😋😋