NovelToon NovelToon
Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Dio tak menyangka wanita yang ditemuinya dalam hitungan jam berani melamarnya. Bagi dirinya itu adalah sebuah penghinaan meskipun wanita yang ditolongnya cantik dan mampu memberikan seluruh harta. Dio pun menolak keinginannya, tetapi si cantik Laras tetap terus mengejarnya.

Apakah Dio bersedia menerima lamarannya atau tetap pada pendiriannya mencintai kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Keempatbelas

Laras membalikkan badannya karena mendengar suaminya bertanya. "Hanya teman," jawabnya sedikit gugup.

"Teman? Apa benar hanya teman? Aku mendengar kamu memintanya buat menjauhimu," Dio menatap curiga.

"Ya, cuma teman," ucap Laras biar Dio yakin.

"Aku harap kamu tidak berbohong. Sekarang, aku adalah suami kamu. Jadi, apapun yang ingin kamu lakukan diluar sana harus mendapatkan izin dariku," kata Dio lalu memejamkan matanya lagi.

Laras tak menyangka Dio berani mengancamnya.

"Tidurlah!" ucap Dio tanpa membuka mata.

Laras dengan cepat menarik selimutnya dan memejamkan matanya. Entah, kenapa dirinya menjadi takut ketika menikah padahal sebelumnya Dio tak sedingin yang dia kenal.

Selang 30 menit berlalu, Dio terbangun dan melihat ke arah ranjang tampak Laras telah terlelap tidur. Dio yang tak biasa dengan kamar yang sangat dingin mengambil pakaian di lemari lagi. Ia terpaksa memakai baju 2 lapis buat menahan rasa dingin.

"Kenapa dia bisa tidur nyenyak?" gumam Dio sembari melihat Laras yang tidur tak menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Dio kembali ke sofa menarik selimutnya dan mencoba menutup matanya. Lagi-lagi ia tidak dapat tertidur karena ruangan dingin dan sofa terlalu kecil. Terpaksa, bangkit dan pindah ke ranjang. Dio tidur di samping Laras, ia berharap istrinya tak terbangun sebelum dirinya.

Jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi, Dio terbangun sebab bagian bawah pusatnya seperti ada yang menimpa. Matanya mendelik ketika melihat kalau kaki Laras yang berada diatasnya. "Astaga, apa dia sengaja ingin menggodaku?" batinnya. Perlahan menurunkan kaki Laras dari tubuhnya.

Dio bangkit dan duduk, memegang selimut lalu menutupi seluruh tubuh istrinya. Ia tak tahan jika terus seranjang dengan Laras. Apalagi kancing bagian piyamanya Laras terlepas sehingga tampak bagian dada.

"Semoga aku bisa kuat dan bertahan!" batin Dio berharap.

Lagi-lagi Dio diuji, tangan kanannya Laras menyentuh perut dan wajahnya mendekat terdengar hembusan napas dari hidungnya. "Kenapa dia suka nempel begini, sih?" kesalnya.

Dio yang tak tahan, menyingkirkan tangan istrinya dari perut secara kasar membuat Laras terbangun.

"Ada apa?" Laras mengucek matanya.

"Kamu sengaja, ya, biar aku mau menyentuhmu!" tuding Dio yang lantas turun dari ranjang dan berdiri.

Laras yang baru terbangun, masih setengah sadar bertanya, "Siapa yang menyentuhmu?"

"Kamu."

"Aku?" Laras tampak bingung.

"Sudahlah, lupakan saja!" Dio kembali balik ke sofa.

Laras yang masih mengantuk akhirnya memejamkan matanya lagi.

Dio menoleh ke arah istrinya yang telah kembali tertidur. Ia kemudian menghembuskan napas panjang.

***

Dio terbangun jam 8 pagi, sangking lelahnya ia tak mendengar suara istrinya yang telah lebih dulu bangun. Tampak Laras sedang duduk menatap cermin sembari menyisir rambutnya yang sebahu.

"Aku melewati waktu sarapan sampai tiga puluh menit!" ucap Laras tanpa menoleh.

"Kenapa kamu tidak sarapan saja duluan?" tanya Dio.

"Apa yang akan aku jawab jika mereka menanyakan dirimu?" Laras balik bertanya.

"Kamu tidak jawab kalau aku masih tidur."

"Kamu mau membiarkan mereka meledek aku?"

"Aarrgh...ribet banget jadi kamu!" Dio beranjak dari sofa menuju kamar mandi.

Laras menarik kedua ujung bibirnya melihat suaminya kesal.

Selesai Dio mandi, keduanya melangkah ke restoran hotel. Di sana tak tampak lagi keluarga atau saudara dari pihaknya Laras. Tentunya itu membuat Laras lebih tenang dan tak perlu berbasa-basi.

Setelah mengambil sarapan yang diinginkan, keduanya duduk saling berhadapan. Laras mulai menyantap makanannya.

"Aku sudah tidak bekerja lagi di tempat yang lama. Pekerjaan apa yang harus aku lakukan untuk menafkahimu?" tanya Dio sebelum menikmati sarapannya. Ia ingin tahu nasibnya selanjutnya.

"Tanyakan saja kepada papaku. Kamu hanya diam di rumah saja, aku juga tidak masalah," jawab Laras dengan santainya.

"Tapi, aku tak mau menjadi pengangguran," kata Dio lagi.

"Besok sore kita ke rumah dan temui papa," ucap Laras.

Setelah sarapan, mereka kembali ke kamar hotel. Dio yang jenuh, duduk di sofa sembari menatap Laras memainkan ponselnya.

"Apa kita akan terus begini sampai waktu makan siang?" tanya Dio.

"Kamu mau kita melakukan apa?" Laras balik bertanya dan mengarahkan pandangannya kepada suaminya.

"Ya, tidak tahu," jawab Dio terbata sebab dia pun bingung.

Laras melemparkan ponselnya ke ranjang, mengikat rambutnya sehingga lekuk lehernya terlihat jelas, kemudian berjalan mendekati suaminya.

"Apa yang mau kamu lakukan?" Dio gegas berdiri.

Laras memegang kedua lengan suaminya dan tersenyum seringai.

"Aku belum siap buat melakukannya!" Dio tampak gemetaran kala tangan istrinya membuka kancing bajunya.

"Kita berenang, biar tidak bosan!" Laras tersenyum lalu menurunkan tangannya.

"Oh, kita mau berenang, ya?" Dio tampak kikuk.

"Aku mau mengganti pakaian!" Laras membalikkan badannya dan menuju kamar mandi.

Dio menghela napas, ia pikir Laras akan menerkamnya.

-

Keduanya sudah berada di kolam renang hotel. Laras membuka handuk kimono yang menutupi dirinya. Lagi-lagi membuat Dio membulatkan matanya melihat tubuh seksi istrinya. Laras memakai pakaian renang yang cuma menutupi 2 bagian tubuh saja.

Dio memperhatikan ke arah sekitarnya, ia berharap tak ada orang lain dan melihat bentuk tubuh istrinya.

Sebelum menceburkan diri, Laras melakukan pemanasan biar tak mengalami kram.

Dio yang menyadari ada orang lain yang akan memasuki kawasan kolam dengan cepat mengambil handuk kimono yang berada di kursi lalu menyelimuti tubuh istrinya.

"Hei, ada apa ini? Apa yang kamu lakukan?" Laras tampak heran Dio memakaikan handuk ke tubuhnya.

"Ganti pakaian renangmu!" kata Dio memeluk istrinya biar orang lain tak melihatnya.

"Kenapa diganti?" tanya Laras bingung.

"Aku tak suka kamu menggunakan pakaian ini," jawab Dio melirik bagian dada istrinya.

"Aku sudah biasa memakainya," Laras beralasan.

"Aku mau kamu menggantinya," kata Dio.

"Aku malas mau kembali ke kamar dan harus menunggu pakaian yang baru," ucap Laras.

"Kalau begitu tidak usah jadi berenang," kata Dio lagi.

"Loh, kenapa begitu?" tanya Laras heran.

"Dengar kata-kataku atau aku tidak akan memperdulikan kamu sama sekali," jawab Dio.

"Baiklah!" Laras setuju.

Keduanya kembali ke kamar hotel. Laras lalu menghubungi salah satu pelayannya di rumah untuk membelikan pakaian renang yang baru dan lebih tertutup sesuai permintaan suaminya.

"Aku tidak mau melihatmu memakai pakaian renang seperti tadi. Itu sangat memalukan!"

"Aku sudah terbiasa. Lagian itu tempat berenang, memang pakaiannya seperti ini!" jelas Laras melihat ke arah tubuhnya.

"Banyak orang di sana. Bukan kamu saja. Aku tak suka kamu memakainya," kata Dio.

"Baru kali ini ada orang yang sangat memperhatikan cara berpakaianku," Laras tampak begitu senang.

"Karena aku suamimu. Jadi, kamu adalah tanggung jawabku!" kata Dio dengan tegas.

Sejam kemudian, pakaian renang yang dipesan Laras pun datang. Dio sedikit lebih lega karena pakaian renangnya tak terlalu memperlihatkan tubuh istrinya.

Mereka balik lagi ke kolam renang. Dio membuka bajunya membuat Laras terpesona.

Ia kemudian terlebih dahulu menceburkan diri lalu disusul Laras.

Ditengah keseruan keduanya menikmati bermain air. Pandangan Dio tertuju kepada seorang wanita dengan pria yang beberapa bulan lalu dilihatnya di restoran.

Laras lalu mengikuti arah pandangan suaminya. "Kamu kenal?"

"Ya, dia mantan kekasihku."

"Kenapa dia ada di sini?" Lalu pria itu siapa?" tanya Laras lagi.

"Itu selingkuhannya," jawab Dio.

1
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
Loh kok tamat thor?
Dew666
🍭💎
Dew666
💜💜💜
Dew666
🍡🪸💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!