NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPG Event

Hari ini adalah hari yang Raisa tunggu-tunggu. Ia berharap gajinya segera cair agar bisa melunasi sisa pembayaran kosnya. Ia sudah bekerja keras selama dua minggu terakhir, berdiri berjam-jam demi mendapatkan uang tambahan.

Tepat saat jam kerjanya berakhir, Raisa menerima SMS dari supervisornya, Pak Ridwan. Jantungnya berdebar kencang saat membaca pesan itu.

"Raisa, uang sudah ditransfer, ya. Sama bonus karena penjualanmu bagus," begitu isi SMS dari Pak Ridwan.

"Yes, akhirnya!" Raisa berseru dalam hati. Wajahnya berseri-seri, beban di pundaknya terasa ringan. Tanpa ia sadari, Tanti sedang memperhatikannya dengan senyum simpul.

"Sudah masuk, ya? Aku juga baru dapat SMS," ungkap Tanti, tak kalah senang. Raisa hanya tersenyum sebagai jawaban, masih sibuk merapikan standnya.

"Mau lanjut jadi SPG event?" tanya Tanti, penasaran. Ia ingin tahu apakah Raisa betah dengan pekerjaan itu.

Raisa menoleh sejenak ke arah Tanti, lalu kembali fokus pada pekerjaannya. "Kayaknya lanjut, soalnya aku lagi butuh uang," jawabnya dengan nada jujur.

"Kamu nggak capek kuliah sambil kerja?" tanya Tanti lagi, heran dengan semangat Raisa.

"Nggak, sih. Soalnya aku lagi butuh uang," jawab Raisa, mengulang kalimat yang sama. Ia tak ingin terlihat lemah di depan Tanti.

"Jadwal kuliahku juga pagi sampai siang, dan nggak terlalu padat. Jadi, malamnya aku masih bisa kerja," jelas Raisa, berusaha meyakinkan Tanti bahwa ia bisa mengatur waktunya dengan baik.

"Emang nggak keganggu belajarnya?" Tanti mulai penasaran bagaimana Raisa bisa membagi waktunya antara kuliah dan kerja. Ia tahu betul betapa melelahkannya menjadi seorang SPG.

Raisa tersenyum ke arah Tanti, lalu berkata, "Jurusan aku Fisip, jurusan yang termasuk mudah. Jadi, masih bisa dikejar," celetuknya, diikuti tawa Tanti.

"Ooh, gitu. Masak, sih?" kata Tanti sambil tertawa. Ia tak yakin jurusan Fisip semudah yang dikatakan Raisa.

"Fisip itu kayak IPS kalau di SMA," jelas Raisa, berusaha memberikan gambaran yang lebih jelas.

"Ooh, gitu," Tanti mulai mengangguk-angguk, mengerti. "Aku juga pengen kuliah, tapi takut biayanya dan susah," celetuknya dengan nada lesu.

"Bisa, kok. Apalagi kamu SPG reguler, banyak uangnya. Ambil kelas karyawan saja," saran Raisa.

"Gimana tuh maksudnya?" tanya Tanti, tertarik.

"Kelas karyawan itu jadwalnya disesuaikan sama jam kerja kamu," jelas Raisa.

"Ooh, gitu. Nanti aku pikir-pikir dulu, deh," ucap Tanti sambil tersenyum ke arah Raisa. Ia berterima kasih atas saran yang diberikan Raisa.

Di tempat lain, Raisa sedang sibuk mengetik SMS kepada pemilik kosan. Ia memberi kabar bahwa besok ia akan mulai pindah ke kosan baru dan akan melunasi sisa pembayarannya.

"Hai, Cha," sapa Indah sambil duduk di samping Raisa di bangku taman kampus.

"Hai," jawab Raisa singkat, matanya masih fokus pada layar ponsel.

"Andini mana?" Indah tampak heran karena belum melihat Andini, padahal kelas akan segera dimulai.

"Iya, tumben Dini belum datang," sahut Raisa, baru menyadari ketidakhadiran sahabatnya.

"Gimana jadi SPG?" tanya Indah kemudian, penasaran dengan pengalaman baru Raisa.

"Pegel," jawab Raisa singkat, tanpa ekspresi.

"Masih mau lanjut?" tanya Indah lagi sambil tersenyum tipis. Ia tahu betul Raisa bukan tipe orang yang betah dengan pekerjaan seperti itu.

"Kayaknya iya, soalnya aku lagi butuh uang," ungkap Raisa, membuat Indah bertanya-tanya apa yang sebenarnya membuat Raisa begitu ngotot ngekos di dua tempat.

"Kamu lagi naksir cowok, ya?" kata Indah menebak saja. Ia tahu betul hal-hal aneh bisa terjadi ketika seseorang sedang jatuh cinta.

"Haah?" Raisa terkejut, perhatiannya langsung tertuju kepada Indah.

"Iya, kan?" Indah bisa tahu kalau tebakannya itu benar, terlihat jelas dari ekspresi Raisa yang salah tingkah. Raisa hanya tersenyum malu, tak menjawab.

"Ya ampun, Scorpio emang bego ya kalau jatuh cinta," ungkap Indah sambil menyindir Raisa. Ia tahu betul zodiak sahabatnya itu sangat mudah terbawa perasaan.

"Akh, nggak juga. Itu bukan bego, tapi tulus," sahut Raisa, membela diri.

"Hahahaha," Indah tertawa mendengar pembelaan Raisa.

"Siapa, sih? Jadi penasaran," sambung Indah semakin penasaran. Ia ingin tahu siapa pria yang berhasil mencuri hati sahabatnya itu.

"Hmm, ada, deh," Raisa tak mau memberi tahu. Ia hanya tersenyum-senyum misterius.

"Siapa?" Indah tampak mendesak, menatap mata Raisa dengan tatapan menyelidik.

"Hmm, namanya Digta," ucap Raisa malu-malu, akhirnya menyerah dan memberi tahu Indah.

"Anak kampus kita?" Indah mulai mengintrogasi Raisa.

"Bukan, anak UTB," kata Raisa lagi.

"Jadi penasaran orangnya kayak apa, sih?" Indah semakin penasaran. Ia ingin melihat sendiri pria yang berhasil membuat Raisa jatuh cinta.

"Jangan, ah. Nanti naksir," celetuk Raisa, bercanda.

"Hahahahaha," Indah tertawa mendengar celetukan Raisa.

"Dih, aku bukan tipe teman makan teman, ya," balas Indah sedikit bercanda, diikuti tawa kecil Raisa.

"Hehehehe," Raisa tersenyum malu.

"Kamu kan cantik, terus semok. Nanti dia suka lagi sama kamu," celetuk Raisa, membuat Indah cengengesan.

"Kamu kan juga cantik, Cha," balas Indah.

"Tapi..." Tiba-tiba saja nada suara Raisa terdengar lemas.

"Kenapa?" tanya Indah khawatir.

"Eugh, aku bingung. Aku belum punya perabot buat ngisi kos aku yang di sana," Raisa tampak bingung. Ia tak tahu bagaimana caranya mengisi kosan barunya dengan uang yang terbatas.

"Ya beli aja atau angkut aja yang ada di kosan kamu," kata Indah mencoba memberikan solusi yang mudah.

"Uangku sisa 300 ribu. Nggak akan cukup kalau beli barang baru," keluh Raisa.

"Kalau angkut barang dari kosan yang sekarang jangan, lah. Di sana kan cuma buat sementara aja sampai aku dapatkan hatinya," sambung Raisa menjelaskan dengan panjang lebar.

"Gila nih cewek, sampai segitunya demi cinta," Indah menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir dengan pengorbanan yang dilakukan Raisa demi cinta.

"Nyusahin diri sendiri, tahu," kata Indah, prihatin.

Indah kemudian berpikir sejenak, mencoba mencarikan solusi untuk masalah Raisa.

"Kamu butuh apa aja, sih?" tanya Indah.

"Emm, paling kasur, lemari, sama meja itu doang," sahut Raisa.

"Kalau segitu doang, kayaknya di rumah ada, deh," kata Indah, membuat Raisa antusias menyimaknya.

"Akh, beneran?" tanya Raisa tak percaya.

"Iya, kalau mau, ambil aja di rumah. Tapi di gudang, bekas nggak apa-apa?" tanya Indah.

"Nggak apa-apa, kok. Makasih banget, lho," ungkap Raisa sambil memeluk Indah. Ia sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan sahabatnya itu.

"Kalau mau, ayo kapan kita angkut ke kosan kamu?" kata Indah lagi, membuat Raisa semakin girang.

"Besok sekalian bantuin aku pindahan," pinta Raisa.

"Iya, boleh," jawab Indah.

"I love U, Indah!" Kali ini Raisa mulai mencium pipi Indah.

"Diih, bau jigong," celetuk Indah agak sewot, namun Raisa hanya senyum-senyum saja saking bahagianya.

"Sekalian mau lihat pangeran idaman kamu itu," goda Indah.

"Jangan!" tolak Raisa.

"Iih, aneh. Belum jadi apa-apa udah posesif," ledek Indah.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!