NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Trauma masa lalu / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Ibu Pengganti
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shalema

Kanara, enam tahun, memilih diam dan takut pada cermin.

Nura datang hanya untuk menolong, tapi malah terikat pada Elang, ayah Kanara, duda kaya yang menyimpan luka dan penyesalan.

Di antara tangisan dan kasih yang tumbuh perlahan, cinta hadir tanpa rencana. Namun saat masa lalu mulai terkuak, Nura harus memilih, pergi untuk melindungi diri atau bertahan mencintai dua hati yang sama-sama terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shalema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku butuh kamu

Nura berdiri mematung di dekat jendela, jemarinya masih mencengkram ujung gorden yang tertutup rapat. Di depannya, pemandangan itu terasa terlalu intim. 

Pria yang biasanya berdiri tegak dengan keangkuhan yang kaku, kini bersimpuh di tepi ranjang, memeluk putrinya dengan sisa-sisa kekuatan yang dimilikinya. Ia merasa seolah merasa sedang mengintip ruang rahasia yang seharusnya tidak ia masuki.

Dada Nura terasa sesak, namun bukan karena kerumunan wartawan di luar, melainkan karena ada getaran asing yang mulai merayap di hatinya. 

“Kamu harus bedain mana yang cinta, mana yang butuh karena lagi rapuh.”

Peringatan Zoya bergema seperti kaset kusut di kepalanya. Nura menelan ludah dengan susah payah. Ia menyaksikan  bagaimana tangan Elang gemetar saat menghapus air mata Kanara, bagaimana sorot mata Elang menatap penuh pengabdian untuk gadis kecil di hadapannya. 

Nura menyadari satu hal yang menakutkan, ia tidak lagi memandang Elang sebagai ‘Pak Elang, Ayah Kanara’ tapi ‘Pak Elang, duda keren’ seperti yang sering digoda Zoya. 

Di matanya saat ini, Elang adalah seorang pejuang yang sedang babak belur, namun menolak untuk tumbang.  Dan, entah sejak kapan, Nura merasa menjadi bagian dari benteng yang dibangun Elang. 

Merasa tidak sanggup melihat momen haru itu, Nura berbalik pelan dan masuk ke kamarnya sendiri melalui pintu penghubung. Ia merebahkan diri, memejamkan mata dan memijat pelipisnya untuk melepaskan semua ketegangan yang dirasakannya sejak sore tadi. 

“Ra?” 

Suara berat itu membuat Nura tersentak. Ia segera berdiri merapikan pakaiannya yang sedikit kusut. “I-iya Pak? Ada yang bisa saya bantu?”

“Boleh, aku masuk?” 

Nura terpaku. Udara di sekitarnya terasa menipis saat menyadari kalau Elang sudah mengganti kata 'saya’ dengan 'aku'.

Nura mengangguk kecil.

Elang melangkah panjang, memangkas jarak di antara mereka, lalu tanpa aba-aba langsung menarik Nura dalam pelukannya. 

Nura membeku. Tangannya menggantung kaku di sisi tubuh, jantungnya berdegup kencang.

“Kamu dengar Kanara memanggilku, kan?” bisik Elang, menenggelamkan wajahnya di antara helaian rambut Nura. Suaranya serak, sarat dengan emosi yang tumpah. 

Nura mengangguk pelan dalam dekapan itu, mulai merasakan kehangatan yang menjalar dari tubuh Elang. 

“Itu tidak akan terjadi kalau kamu tidak di sini,” gumam Elang. Ia melonggarkan pelukannya sedikit, lalu menatap Nura dengan sorot mata yang jujur. 

“Aku sudah kehilangan banyak hal hari ini, Ra. Tapi, melihat kamu berdiri di sana… bersama Kanara, aku sadar satu hal,” Elang mengusap pipi Nura dengan ibu jarinya, gerakannya sangat lembut. “Aku tidak bisa kehilanganmu juga. Bukan hanya untuk Kanara… tapi untuk diriku sendiri.”

Nura menahan napas, mencoba mencerna maksud dari perkataan Elang. Apakah Elang sedang membiarkan dirinya masuk ke dalam hidupnya?

Elang kemudian memajukan wajahnya, lalu mendaratkan sebuah kecupan yang dalam dan lama di kening Nura. “Terima kasih, Ra,” ucap Elang dengan lirih. 

Ia menjauhkan wajahnya sedikit, namun kedua tangannya masih betah menangkup wajah Nura. Matanya menatap Nura dengan dengan sorot yang kini lebih tenang. 

“Sekarang, kamu harus istirahat,” ujar Elang lembut, jemarinya mengusap sisa ketegangan di pelipis Nura. “Hari ini sangat berat untukmu, dan aku tidak ingin kamu jatuh sakit karena memikirkan masalahku. Tidurlah… aku akan memastikan semuanya aman di bawah.”

Elang tersenyum tipis, menepuk pipi Nura dengan lembut. “Selamat malam, Nura. Sampai jumpa besok pagi,” ucapnya sebelum perlahan menutup pintu, meninggalkan Nura yang masih terpaku di tengah kamar dengan perasaan yang tidak lagi sama. 

**********

Malam itu menjadi malam terpanjang bagi Nura. Kata-kata Elang terus berputar di kepalanya, tumpang tindih dengan rasa hangat yang tertinggal di keningnya. 

Ia mencoba mencari pembenaran logis, mungkin Elang sedang emosional, mungkin itu hanya bentuk rasa terima kasih yang berlebihan karena kemajuan Kanara. Namun, sorot mata Elang yang menyebut ‘aku’ dan ‘diriku sendiri’ terlalu nyata untuk dianggap sebagai sekadar ungkapan terima kasih profesional. 

Nura baru bisa memejamkan mata saat fajar mulai mengintip, itu pun hanya tidur-tidur ayam yang tidak nyenyak. 

Paginya, Nura turun ke dapur dengan langkah ragu. Ia berharap bisa menghindari Elang sejenak sampai ia bisa menata kembali debar jantungnya. 

Tapi, harapannya pupus saat melihat sosok pria itu sudah duduk di meja makan, tampak jauh lebih segar dengan kemeja biru navy meski gurat lelah masih terlihat samar di matanya. Kanara masih tidur. 

“Selamat pagi, Ra.”

“S-selamat pagi, Pak,” balas Nura gugup.

Elang meletakkan tablet yang sedang ia baca, lalu fokus sepenuhnya pada Nura. Sebuah senyum tipis, senyum yang semalam membuatnya tidak bisa tidur, muncul di wajahnya. 

“Sini, duduk. Aku sudah minta dibuatkan bubur ayam favoritmu. Katanya kamu suka yang tidak pakai kacang, kan?”

Nura mengerjap, menarik kursi dengan canggung. “Bapak… tahu dari mana?”

“Aku bertanya,” jawab Elang singkat tapi penuh makna. Ia menggeser segelas air putih ke arah Nura. “Kamu kelihatan pucat. Kurang tidur?”

“Sedikit,” jawab Nura pelan, tidak berani menatap mata Elang. 

Perubahan Elang terasa begitu nyata. Ia tampak sangat memperhatikan gerak-gerik Nura. Saat Nura hendak mengambil sendok yang posisinya agak jauh, tangan Elang langsung menyambarnya dan memberikannya pada Nura. 

“Hari ini, aku akan ke kantor untuk menyelesaikan beberapa urusan hukum. Mungkin akan pulang telat,” ucap Elang sambil menatap Nura dalam. “Aku sudah meminta tim keamanan untuk berjaga lebih ketat di depan pagar. Kamu jangan keluar rumah dulu, ya? Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku. Di nomor pribadiku.”

Nura mengangguk, masih seperti dalam mimpi. “Iya, Pak. Hati-hati di sana.”

Sebelum berdiri meninggalkan meja, Elang melangkah mendekati kursi Nura. Ia membungkuk sedikit, membuat parfum aroma maskulinnya memenuhi indera penciuman Nura. 

“Jangan terlalu banyak berpikir, Ra,” bisik Elang tepat di samping telinganya, seolah tahu apa yang mengganggu pikiran Nura semalaman. “Apa yang kukatakan semalam… itu nyata. Aku sedang tidak mencari pelarian.”

Elang kemudian mengacak rambut Nura dengan lembut, sebelum beranjak pergi meninggalkan Nura yang kembali mematung, sendoknya terhenti di udara. 

**********

Setelah Elang berangkat, Nura segera membawa ponselnya ke halaman belakang, mencari tempat yang paling aman dari jangkauan telinga Bu Yati dan staf lainnya. Tangannya masih gemetar sedikit saat memijit nomor Zoya. 

Hanya dalam dua nada sambung, suara heboh Zoya langsung meledak di seberang telepon. 

📞 “Nura?! Gimana? Semalam aku lihat berita di TV, depan rumah pak Elang kayak mau ada pembagian sembako gratis. Kamu nggak apa-apa, kan? Kanara gimana?”

Nura menarik napas panjang, menstabilkan nada suaranya.

📞 “Zoy, pelanin suaranya. Aku nggak apa-apa, Kanara juga sudah tenang. Tapi… ada hal lain yang ingin kuceritakan.”

📞 “Apa?! Jangan bilang Pak Elang bangkrut total dan kalian harus keluar dari rumah.”

📞 “Bukan, Zoy! Ini bukan masalah itu… tapi tentang Pak Elang."

Nura menggigit bibir, suaranya merendah.

📞 “Semalam… dia memelukku lama. Terus dia juga ganti kata ‘saya’ dengan ‘aku’. Dia bilang dia butuh aku, bukan cuma buat Kanara, tapi buat dirinya sendiri.”

Hening sejenak di seberang sana. Satu detik, dua detik, lalu–

📞 “DEMI APA, NURA?! AKU MAU TERIAK!”

Zoya menjerit histeris.

📞 “Dia bilang gitu? Serius?”

Nura mengangguk seolah Zoya bisa melihatnya. 

📞 “Terus? Kamu jawab apa? Ada…insiden bibir ketemu bibir, gak?”

suara Zoya berubah jadi bisikan heboh.

Wajah Nura memanas. Ia ingat beberapa malam sebelumnya, mereka memang hampir berciuman.

📞 “Enggak. Tapi, dia cium kening aku, lama banget. Terus, pagi ini, dia ngedadak perhatian banget sama aku. Sampe dia tahu detail kecil soal sarapanku. Dia memperlakukan aku seolah aku bagian penting dari hidupnya… bukan sebegai seseorang yang bekerja sama dia.”

📞 “Tuh, kan!”

Zoya berseru tertahan.

📞 "Ra, dengerin aku. Meskipun dia belum ngomong kata cinta atau sayang, tapi pernyataan aku butuh kamu untuk diriku sendiri itu jauh lebih dalam buat tipe pria kayak pak Elang. Itu artinya dia sudah buka pertahanannya. Aku tahu aku pernah bilang kamu harus pakai parasut karena takut dia lagi rapuh. Tapi, kalau dia sampai perhatian sedetail itu pagi-pagi di tengah masalah kantornya yang segunung… itu artinya dia beneran naruh kamu di prioritas kepalanya, Ra.”

📞 “Tapi aku takut, Zoy."

Nura mencabuti daun kembang sepatu di dekatnya dengan gelisah.

📞 “Batasan profesional itu sudah hancur lebur. Aku takut ketika masalah perusahaannya selesai, selesai juga perasaannya.”

📞 “Makanya, nikmati aja dulu momennya, Ra. Tapi satu pesanku, jangan terlalu kaku. Kalau dia sudah kasih kode pakai ‘aku’, jangan kamu balas pakai ‘Bapak’. Bisa layu itu bunganya sebelum melar. Jadi, go for it. Tapi ya itu… tetep siapin mental, oke?”

Nura menutup telepon setelah zoya terus menerus menggodanya. Ia menatap ke arah jendela kamar Elang, mencoba mencerna semua saran Zoya. Di tengah kekacauan hidup Elang, Nura merasa dirinya baru saja memasuki babak yang paling berbahaya, namun juga paling indah dalam hidupnya. 

1
Ayank~Oma
Jaga jarak, jaga hatimu Nura, manusia kayak gitu sulit untuk berubah. Jangan harap menjalani hubungan serius dengan Elang akan berjalan mulus tanpa kendala.
Ayank~Oma
Jadi curiga sama bapaknya sendiri. Jangan jangan Darmawan ingin menghancurkan anaknya sendiri 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
seneng bgt interaksi semakin membaik 🥺
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
pak, apakah ini sebuah kecemburuan? /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
duh bener2 hrs diperhatikan inimah, semoga tepat keputusan nura buat stay dirumah elang
PrettyDuck
elang ini mungkin tipe yang susah ngungkapin rasa sayang ya, makanya kanara susah deket sama dia 🥲
PrettyDuck
yaudah, ajak pacaran dulu minimal /Chuckle/
-Thiea-
Nura itu wanita istimewa mas. percayalah.🤭
-Thiea-
sekarang emang belum jadi siapa-siapa. tapi nanti siapa yang tahu🤭
Ramun🍓😈
siapa iblis itu. kok aku merasa itu ayahnya. Krena keknya mencurigakan cara bicaranya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
memang tugasnya. tapi, setidaknya kamu bisa melihat. hanya Nura yang bisa membuat Kanara nyaman. eh /Chuckle/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
saking sunyinya. bahkan elang merindukan kekacauan yang di buat oleh anaknya /Whimper/
Alessandro
wahhh..... wah...... babak baru, nih... bs berlanjut
Alessandro
org2 dg panic attack bgini.. bs hidup dg normal gasi?
kasian kl tiba2 histeris
Ramun🍓😈
Kita kan tidak bisa mencegah kemana hati kita akan berlayar Nura😩. positif thinking saja, smoga pak Elang juga menyukaimu
WDY
cie cie mulai tumbuh ni kayaknya benih benih cinta🤭🤭🤭
WDY
keluarga cemara 😄😄😄😄 dah lah jadiin terus Thor mereka
Meee
Hm. Kayaknya mereka emang harus jadi satu keluarga beneran, deh. Soalnya Kanara keknya bakal makin parah traumanya semisal dipisah dari Nura. Sedangkan untuk kerja terus-terusan kan gak mungkin juga. Mumpung sama-sama single, ya... yaudah. Marketing KUA berhasil tandanya 🤣
Meee
Mungkin karena itu aku gabisa jadi kek Nura. Soalnya sarannya Zoya terasa menggiurkan untuk dicoba 🤣
An_ Nas ywa
Hallo Author ... aku baru bergabung d platform ini krn mengikuti Author kesayanganku dr platform F. Yang akhirnya aku menemukan 1 cerita yg membuat aku tertarik utk baca. Tentang Nura, Elang & Kanara. Smp Akhir nya mulai baca Karya Author yg lain ...
Aku seneng bacanya, aku seneng membaca cerita yg seolah nyata tdk terlalu terasa Fiktif. Semoga Karya Author terus bisa kami nikmatii ... 😍😍
Nuri_cha: waaah, terima kasih banyak ya kak 🥺🙏
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!