Naura Gracesia wanita berusia 32 tahun nekat terjun ke dunia Mafia demi mencari pembunuh kedua orang tuanya. Dia bahkan membentuk perkumpulan Mafia sendiri demi menemukan orang yang dia cari.
Kehidupan yang dijalani oleh wanita dewasa itu diluar kata normal yang biasa di jalani kebanyakan wanita di luaran sana. Arogan, kejam, dan semena-mena menjadi ciri khas wanita berparas cantik itu.
Sampai akhirnya dia bertemu dengan pemuda yang usianya jauh lebih muda dari dirinya, pemuda alim dan juga tampan yang mampu menggetarkan hati dan menuntunnya ke jalan yang lurus.
Akan tetapi fakta mengejutkan pun terkuak, pemuda itu ternyata adalah putra dari orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, sekaligus orang yang pernah merawat dirinya sampai dirinya berumur tujuh tahun.
Bagiamana perasaan Naura saat mengetahui bahwa orang yang menghabisi nyawa kedua orang tuanya adalah ayah angkatnya sendiri? dan bagaimana nasib Naura berada di antara Gairah dan Balas Dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tobatnya Sang Mafia
Prang!
Sebuah batu besar tiba-tiba saja menghantam jendela kaca kamar Gabriel, membuat kaca tebal tersebut seketika pecah berhamburan. Sontak saja, hal itu membuat Gabriel dan istrinya yang baru saja hendak terlelap kembali terbangun serta berteriak merasa terkejut tentu saja.
"Haaa!" Jasmine berteriak histeris.
Sontak Gabriel segera memeluk tubuh istrinya agar tubuh sang istri tidak terkena serpihan kaca yang kini berhamburan.
"Kamu baik-baik saja, sayang? Apa tubuhmu terkena serpihan kaca?" tanya Gabriel, dia bangkit lalu memeriksa keadaan istrinya.
"Aku gak apa-apa, Mas. Ada apa ini? Siapa yang melemparkan batu di tengah malam seperti ini?''
"Entahlah, kamu tunggu di sebentar. Mas akan periksa ke depan.''
Jasmine menganggukkan kepalanya.
Tanpa basa-basi lagi, Gabriel segera berlari keluar dari dalam kamar lalu membuka pintu utama rumahnya. Dia pun menatap sekeliling dan mencari siapa yang telah melakukan hal ini. Dari kejauhan Gabriel pun melihat seorang laki-laki yang sedang berlari, sontak dia segera mengejarnya kemudian.
"BERHENTII!" teriak Gabriel seraya berlari mengejar laki-laki berpakaian serba hitam.
Karena suasana begitu gelap, membuat Gabriel merasa kesulitan untuk mengejar orang tersebut. Meskipun begitu, Gabriel sama sekali tidak menyerah, dia terus berlari mengejar sampai orang tersebut sudah benar-benar dekat dengannya sekarang.
Bruk!
Gabriel segera menangkap orang tersebut, dan tubuh mereka pun sama-sama ambruk di atas aspal.
Brak!
Bruk!
Blug!
Keduanya terlibat dalam pertarungan sengit. Pukulan dan tendangan pun saling dilayangkan. Karena Gabriel bukanlah orang sembarangan, dia adalah mantan anggota mafia, kemampuan bela dirinya tentu saja tidak diragukan lagi meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
Blug!
Orang tersebut akhirnya tersungkur di atas aspal, dengan wajah penuh dengan luka memar. Andai saja Gabriel belum bertaubat dan membunuh masih menjadi pekerjaannya sekarang, mungkin dia sudah benar-benar membunuh laki-laki tersebut saat itu juga.
"Katakan? Siapa yang menyuruh kamu melemparkan batu ke rumahku?" teriak Gabriel mencengkram kerah pakaian yang dikenakan oleh orang tersebut.
Bruk!
Bukannya menjawab, laki-laki bertubuh besar itu menyundul kepala Gabriel keras dan bertenaga membuatnya tentu saja seketika meringis juga melepaskan cengkraman tangannya.
''Argh! Dasar brengsek!'' ringis Gabriel.
"Hahaha! Kamu penasaran siapa yang menyuruhku melemparkan batu ke dalam rumahmu, Gabriel?" tanya orang tersebut, dia membuka topi hitam juga masker yang dikenakannya, dan wajahnya pun seketika terlihat jelas oleh kedua mata Gabriel kini.
"Siapa kamu?" Gabriel kenyipitkan kedua matanya.
"Apa kamu luap denganku?"
Gabriel terdiam sejenak mencoba untuk berfikir. Otaknya mencoba berfikir keras, wajah laki-laki ini benar-benar terlihat tidak asing baginya.
"Apa kamu benar-benar telah melupakanku? Astaga, masa kamu lupa sama mantan bos kamu sendiri? Kamu sudah benar-benar bertaubat rupanya. Seorang membunuh bayaran seperti kamu bisa hidup tenang selama puluhan tahun bahkan memiliki seorang istri berhijab? Apakah ini yang di namakan tobatnya sang mafia? Hahahaha!'' orang tersebut tertawa renyah.
"Alberto?" gumam Gabriel merasa tidak percaya tentu saja.
"Akhirnya kamu ingat juga. Ya ... Aku Alberto, berkat kamu perkumpulan mafiaku ambil alih sama putri angkat kamu yang sialan itu. Anak yang kamu bunuh kedua orang tuanya. Kamu tidak lupa 'kan sama anak itu, Naura?"
"Apa?" Gabriel membulatkan kedua matanya merasa terkejut tentu saja.
"Kenapa? Kamu terkejut?"
Bruk!
Alberto menendang wajah Gabriel keras dan bertenanga hingga membuatnya tersungkur di atas aspal. Darah segar pun keluar dengan begitu derasnya dari hidung juga mulutnya kini.
"Argh! Uhuk ...! Ka-mu pasti bercan-da 'kan? Mana mungkin putriku mengambil alih perkumpulan mafia? Dia itu gadis yang baik, kamu pasti bohong, Alberto,'' Gabriel dengan nada suara terbata-bata juga menahan rasa sakit tentu saja.
"Hahahaha! Jadi kamu sudah bertemu dengan si Naura itu? Apa dia masih belum tahu bahwa sebenarnya kamu adalah pembunuh kedua orang tuanya?''
"Diam brengsek, aku akan membunuhmu sekarang juga, haaaa ...!" Gabriel berdiri dan hendak melayangkan pukulan.
Akan tetapi, dia pun seketika mengurungkan niatnya saat Alberto mengeluarkan pistol dari balik jaket hitam yang dikenakannya. Tentu saja, Gabriel segera menghentikan gerakan tangannya juga berdiri dengan wajah pucat pasi.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Gabriel menatap pistol yang mengarah tepat ke wajahnya kini.
"Apa lagi? Aku ingin kamu mati. Sudah sejak lama aku menginginkan hal itu, tapi ternyata kamu bersembunyi dengan sangat baik di sini. Sekarang sudah saatnya aku mengakhiri dendamku kepadamu, Gabriel.''
Cekrek!
Pelatuk pistol itu pun di tarik. Sedetik kemudian ...
Dor!
"Mas Gabriel?!"
...****************...