NovelToon NovelToon
Trapped in You

Trapped in You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:50.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jamilah Prita

Lila tak pernah benar-benar mencintai Ryan, ia hanya mendekati Ryan karena alasan membalas dendam terhadap mantan kekasih yang sudah berkhianat padanya. Semua itu berubah ketika Ryan justru mulai menunjukkan ketertarikannya pada Lila.

Ryan hanyalah cowok dingin tampan yang selalu menjadi topik hangat di kampus, tapi tak ada satu gadis pun yang berhasil menarik perhatiannya kecuali Lila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jamilah Prita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Persidangan cerai itu akan di gelar hari ini, seperti yang sudah Kikan katakan kalau Ayahnya itu tak akan hadir dan akan di wakili oleh pengacaranya. Lila tak masalah dengan itu, asal persidangan ini berjalan ini lancar dan hasilnya memuaskan segala pihak. Tak banyak peserta sidang itu yang hadir, hanya beberapa orang saja termasuk Lila.

Lila sudah memutuskan untuk cuti hari ini dan hanya menemani Ibunya sampai sidang ini selesai. Satu jam kemudian, persidangan selesai dengan keputusan hakim bahwa keduanya resmi bercerai. Segalanya berjalan sangat lancar seperti memang sudah seharusnya, mungkin karena kedua pihak sudah saling setuju untuk bercerai, tanpa mediasi dan kedua pihak hanya mengiyakan saja apa yang sudah di putuskan hakim.

Ibunya resmi menjanda, dan Lila juga resmi tak memiliki Ayah. Ia lebih suka menyebutnya seperti ini, toh dari dulu juga Lila memang tak memiliki Ayah, hari ini hanyalah peresmian dari semua itu. Lila memeluk Ibunya, ini pasti akan semakin berat ke depannya, dan mereka hanya bisa saling mengandalkan diri mereka masing-masing karena hanya tinggal mereka berdua. Sejak dulu memang sudah seperti itu.

“Kita mau makan siang dimana, Bu?” tanya Lila. Ia berjalan menggandeng tangan Lara menuju pintu keluar gedung itu.

“Apa kita harus ngerayain ini?” tanya Lara.

Lila tertawa mendengar pertanyaan sang Ibu. Alih-alih kebahagiaan sang Ibu, Lila malah penasaran dengan perasaan Lara yang sesungguhnya. Selama dua puluh tujuh tahun ini pasti sangat berat, di tambah perasaan sang Ibu yang sedikit banyak masih di miliki pria itu. Lila bisa menyimpulkan semua itu karena tangisan yang selalu Lila dengar.

Untuk apa Ibunya menangisi pria yang sudah tak di cintai dengan pilu? Tentu saja Lara masih menyimpan rasa untuk pria itu. Andai saja pria itu datang lebih awal dan tak mengacaukan segalanya, tapi pria itu terlihat baik-baik saja bahkan terbilang sangat sukses karena sudah menjadi pebisnis andal.

“Gimana perasaan Ibu sekarang?”

Lila dan Lara berjalan menyusuri taman di depan gedung pengadilan yang sangat sejuk itu. Ada beberapa pohon rindang yang sepertinya memang di buat untuk menambah kesejukan taman ini. Mereka berjalan sebentar sebelum menemukan bangku taman yang kosong.

“Ini adalah hari yang udah Ibu tunggu-tunggu setelah dua puluh tujuh tahun, Ibu malah gak sadar kalau udah selama ini,” ucap Lara. Pandangannya terlihat menerawang ke depan.

“Tapi Ibu keliatan sedih,” ujar Lila lirih.

“Waktu kamu masih bayi dulu, Ibu selalu berharap pria itu datang dan Ibu akan dengan rela menunggu dia yang sebenarnya gak perlu Ibu lakukan. Tapi semakin Ibu melihat kamu tumbuh dewasa, Ibu gak pernah mengharapkan dia lagi.”

“Tapi kenapa dulu Ibu selalu nangis tiap malam?”

Membesarkan Lila bukanlah hal yang sulit untuk Lara dulu. Anak gadisnya ini tumbuh dengan sendirinya lalu seiring berjalannya waktu ia menjadi dewasa terlalu dini. Semua itu terjadi karena ia melihat Ibunya yang selalu menangis setiap malam. Lara menyesali hal itu, ia masih tak terlalu benar dalam mengurus anak saat itu.

“Mungkin Ibu hanya terlalu lelah menghadapi semua hal yang terjadi, banyak tekanan dari semua hal lalu di saat-saat seperti itu yang Ibu inginkan hanyalah sebuah sandaran. Tapi karena Ibu gak bisa dapetin semua itu juga, Ibu akan menangis untuk mengeluarkan semua beban Ibu.

Lara menundukkan wajahnya. Saat itu adalah masa-masa yang sangat sulit untuknya, ia harus menghidupi dirinya sendiri dan juga Lila tanpa ada satu orang pun yang bisa ia andalkan. Ia benar-benar sendirian di dunia ini, keluarganya sudah lama meninggalkan Lara karena saat itu Lara memilih pria yang saat ini ia ceraikan.

Andai saja dulu Lara menuruti semua ucapan orang tuanya dan tak menikahi Haryo, mungkin kisah ini akan memiliki alur yang berbeda. Lila memeluk Ibunya dari samping dengan erat, Lila juga belum melakukan hal yang baik menurut ia sendiri, ia belum menjadi anak yang berbakti untuk Lara.

“Jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri, sayang. Ibu gak mau kamu berakhir kayak Ibu, nikmati waktu yang kamu miliki dengan baik, pacaran, piknik, ngumpul-ngumpul sama temen-temen kamu dan semua hal yang bisa kamu lakukan. Kamu sudah seharusnya melakukan semua itu. Gak apa kalau kamu ngelakuin kesalahan, semua masih bisa di perbaiki.”

Lara memperat pelukan Lila. Ia tahu semua yang terjadi pada anaknya ini, serta seberapa keras ia pada dirinya sendiri. Dan itu sangat tak baik untuk pertumbuhan anak gadisnya. Ia juga ingin melihat Lila yang bisa tertawa lepas tanpa memikirkan ada beban di pundaknya. Permasalahan orang tua tak seharusnya membuat Lila menutup diri dan memikirkan semuanya seorang diri.

Siang itu mereka habiskan dengan saling membagi bebannya satu sama lain dan saling menceritakan perasaannya, walaupun Lila terlihat enggan di awal, tapi perlahan ia mulai menceritakan apa yang selama ini ia rasakan. Apa memang Lila sekeras itu pada diri sendiri? Apa tak masalah baginya untuk mulai jatuh cinta?

**

“Mas, aku bener-bener serem sama Ryan, deh, belakangan dia suka banget senyum-senyum kayak orang gila. Liat tuh, mukanya,” ucap Jessica. Ia menunjuk Ryan yang sedang bekerja di hadapan laptop dengan bibir yang selalu melengkung sejak tadi.

Hanya ada Jessica, Bima, dan juga Ryan di studio hari ini. Harusnya lengkap karena mereka akan segera memulai siaran, tapi tim ini selalu terlihat tak kompak karena dua orang lainnya selalu bergabung ketika waktu siaran sudah sangat mepet. Padahal Bima sudah menasehati hal itu berulang-ulang kali, tapi tak pernah di gubris.

“Lagi jatuh cinta kali, kayak kamu gak pernah jatuh cinta aja,” jawab Bima asal. Ia juga menyadari perubahan Ryan belakangan ini tapi tak pernah mengatakan secara langsung. Suasana hati Ryan juga sangat tak tertebak, bisa saja ia tersenyum saat ini tapi rupanya ia menyimpan dendam besar di hatinya lalu tiba-tiba meluapkan kekesalannya pad mereka.

Hal yang sudah sangat sering terjadi dan Bima juga tak heran lagi.

“Kayaknya si resepsionis ini beruntung banget, ya bisa bikin Ryan jatuh cinta.”

“Bukan sama si resepsionis, dia kayaknya jatuh cinta sama cewek lain. Mukanya itu bakal berseri-seri banget kalo ngomongin perempuan yang jadi desain interior rumah barunya,” bisik Bima pada Jessica.

“Maksud Mas, dia selingkuh. Lagi?” tanya Jessica tak percaya

Bima hanya mengangguk-anggukkan kepala seolah semua asumsi miliknya adalah yang paling benar. Ia menjadi sangat sombong kalau menyangkut opini yang ia buat sendiri, walaupun kebenarannya sangat di ragukan oleh orang lain.

“J,” panggil Ryan tanpa menoleh ke belakang.

Jessica gelagapan ketika tiba-tiba Ryan memanggilnya, ia sudah tahu bagaimana Ryan tapi masih berani juga untuk membicarakan Ryan di belakangnya, dengan Bima lagi. “I—iya, Mas.”

“Kamu percaya gitu aja sama semua omongan Mas Bima? Bisa aja dia cuman ngarang ceritanya,” ucap Ryan. Ia masih belum menolehkan kepalanya ke belakang

Jessica tiba-tiba menatap Bima dengan pandangan menyelidik, ia menatap Bima dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk memastikan kebenarannya. “Kenapa aku baru sadar, ya? Mas Bima ini lebih cocok sebenernya jadi wartawan gosip di banding jadi bos kita, iya kan?”

Bima sudah memelototi Jessica yang mengiyakan semua kalimat Ryan, sementara Ryan hanya mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi anpa menoleh dan berbicara apapun. Walaupun Bima adalah kepala tim mereka, tapi hampir semua dari mereka selalu memojokkan Bima, tapi lebih sering sebagai candaan.

“Jadi kamu kenapa dari kemaren senyum-senyum gak jelas sendirian? Kamu bakal nikahin si resepsionis itu?” tanya Jessica.

Ketika pertama bergabung bersama tim Bima, Jessica sempat menyukai Ryan. Siapa yang akan menolak pesona Ryan begitu saja? Dia dingin dan tampan, membuat perempuan manapun yang bertemu dengannya akan sangat

penasaran dengan sikap yang di tunjukkan Ryan. Walaupun Jessica tomboy sekalipun, ia masih bisa membedakan mana pria tampan.

Tapi, itu tak berlangsung lama setelah mengetahui Ryan sering berganti pasangan. Semua orang yang bekerja di Spoon Radio tak mengetahui kalau semua itu hasil perjodohan sepupu tercintanya. Karena memang Ryan tak pernah menceritakan tentang kehidupan pribadinya ke teman-tema kerjanya, bahkan Bima tak mengetahui hal itu.

Yang rekan-rekan kerjanya tahu, Ryan hanyalah seorang pemain wanita yang kebetulan memang sangat tampan, jadi hal itu sangat wajar. Jika ia tak terlalu tampan dan mempermainkan wanita, tak terbayangkan berapa banyak orang yang akan menyumpahinya. Bukan ingin menjadi munafik, tapi sekarang ini, penampilan fisik selalu menjadi hal pertama yang menjadi atensi semua orang ketika pertemuan pertama.

“Ini lebih berharga di banding nikah sama si resepsionis,” ucap Ryan. Ia menoleh ke belakang sebentar untuk membuat Jessica penasaran. Jessica adalah orang pertama yang selalu ingin tahu tentang rahasia seseorang, menurutnya itu sangat keren ketika rahasia semua orang ada di genggaman tangannya.

“Percuma, J. Kamu pikir Ryan bakal cerita gitu aja ke kamu? Kamu adalah orang terakhir yang ada di daftar Ryan sebagai temen berbagi cerita. Abis denger cerita Ryan, kamu pasti bakal datengin geng kamu buat ghibahin itu semua,” ucap Bima. Sifat tomboy tak pernah menghalangi Jessica untuk menggosipkan sesuatu, sifat dan nalurinya tetap perempuan murni.

“Tumben Mas Bima pinter? Abis makan enak, ya?” Jessica meneliti wajah Bima untuk memastikan kalau yang ada di hadapannya adalah Bima yang asli.

Ryan tertawa melihat tingkah kedua rekannya itu. Mereka adalah hiburan tersendiri untuk Ryan ketika stres sedang melanda. Ia sangat bangga mampu memiliki rekan-rekan timnya yang sangat kocak tapi serius juga, walaupun kadang ia merasa kesal, tapi memori indah lebih banyak terkumpul di banding kesal itu.

**

Tadinya Lila akan menginap di rumah Ibunya, tapi setelah memeriksa jadwal besok Lila mengurungkan niat itu. Ia harus kembali ke apartemennya karena besok sudah ada pekerjaan yang menanti. Cuti satu hari selalu mendatangkan bencana tersendiri untuk Lila, karena itu sama saja dengan pekerjaannya yang akan bertambah dua kali lipat.

Beban di pundak Lila sepertinya sudah terangkat sedikit karena perceraian Ibunya, ini memang hal yang sangat krusial di hidupnya. Lila lebih memilih tinggal seorang diri bersama Ibunya di banding harus berkunjung untuk menemui pria yang sudah menghancurkan mimpi dan hidupnya serta harga diri yang berusaha Icha jaga.

Masih pukul sembilan malam. Nanti sesampainya di apartemen, Lila juga akan kembali melanjutkan pekerjaannya. Lila adalah pekerja keras yang sangat keras berjaga hanya untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa peduli pada hal lain yang bisa mengusiknya.

Lila memutar pemutar lagu di dalam mobil miliknya, dan lagu ‘Happy’ yang di bawakan oleh Leona Lewis sejak tahun dua ribu sembilan. Lagu ini sangat cocok untuk Lila yang hanya menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Someone once told me that you have to choose

What you win or lose

You can’t have everything

Don’t you take chances

Might feel the pain

Don’t you love in vain

‘Cause love won’t set you free

I can’t stand by the side

And watch this life pass me by

So unhappy, but safe as could be

So what if it hurts me?

So what if I break down?

So what if this world just throws me off the edge

My feet run out the ground

I gotta find my place

I wanna hear my sound

Don’t care about all the pain in front of  me

‘Cause I’m just trying to be happy, yeah

Just wanna be happy, yeah

Holding on tightly

Just can’t let it go

Just trying to play my role

Slowly disappear, oh

But all these days, they feel like they’re the same

Just different faces, different names

Get me out of here

I can’t stand by your side, oh no

And watch this life pass me by, pass me by

So any turns that I can’t see,

Like I’m a stranger on this road

But don’t say victim

Don’t say anything

So what if it hurts me?

So what if I break down?

So what if this world just throws me off the edge

My feet run out the ground

I gotta find my place

I wanna hear my sound

Don’t care about all the pain in front of me

I just wanna be happy

Walaupun lagu itu sudah lewat beberapa tahun sejak di rilis, tapi tetap saja enak untuk di dengarkan. Lagu itu mewakili perasaan semua orang yang menginginkan kebahagiaan dan mampu melewati hari dengan baik. Lila

selalu mendapati dirinya hanyut ke dalam lagu ini, mungkin karena ia yang selalu menginginkan kebahagiaan.

Selama ini, ia selalu mendapati dirinya sendiri selalu keras menerapkan batasan-batasan yang ada untuk dirinya sendiri. Ia membatasi dirinya dari rasa sakit yang sangat berkemungkinan akan menghampirinya, lalu membatasi diri dari orang lain yang mungkin juga akan memberi rasa sakit itu. Terlepas dari semua itu, yang Lila inginkan hanya bahagia.

Ia belum mendapatkan hal itu.mobilnya berhenti di parkiran bawah tanah gedung apartemennya. Ia akan kembali memasuki ruangan yang membatasi dirinya dengan dunia luar lagi, hidupnya begitu monoton. Lila keluar dari mobil, tapi hal pertama yang menyambutnya adalah sesuatu yang tak terduga.

Ryan.

Pria itu berdiri di samping pintu mobil yang mungkin memang miliknya, mata pria itu tak lepas memandangi Lila. Apa Ryan sengaja menunggunya? Tapi pria itu memang memiliki unit apartemen di sini, jadi anggap saja ini sebagai kebetulan. Tapi lagi, tatapan Ryan benar-benar mengunci Lila di tempat, membuatnya tak bisa dan tak ingin menggerakkan tubuhnya sedikitpun.

Perlahan pria itu berjalan menghampiri Lila. Ryan adalah orang pertama yang muncul setelah Lila memikirkan tentang kebahagiannya, lalu apakah ini sebuah jawaban dari semua pikiran Lila? Kalau iya, apakah boleh Lila

meletakkan sedikit harapannya pada pria ini? Ia bukan wanita yang sekuat itu, selama ini ia hanya berpura-pura saja. Jadi Lila ingin kali ini saja, untuk percaya pada Ryan. Ia hanya ingin bahagia.

Ryan sampai di hadapan Lila, dan mereka masih saling bertatapan, seolah melalui tatapan itu mereka bisa saling memahami satu sama lain. Tanpa memikirkan hal lain lagi, Lila langsung memeluk Ryan. Ibunya sudah berkata untuk jangan terlalu keras dengan diri sendiri, dan Lila akan melakukan apa yang Ibunya pinta. Ia ingin melunakkan hatinya sejenak dan menerima Ryan dengan hati terbuka.

Mungkin Ryan bukan kebahagiaan kekalnya, tapi kali ini saja, Lila ingin percaya pada Ryan.

**

1
Putri Adinda Sri Maharani
sabar
⚜️ Jade Nevya 💠
Lanjutkénn
☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜
next. a
nēēsaa
Ahirnya up juga Otor Zheyeng😘😘😘
nēēsaa: Gpp, msh untung gak puluhan atw ratusan🤭😂
total 2 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜
OMG!!! kepencet lagi. intinya semangat terus,rajin up 🤭🤭🤭🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜
belum selesai nulis dah kepencet ska
☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜
jangan lama-lama up nya,ini
Amy Zala
lanjut
Fa Ra
ceritanya bagus lho,thor..kpn up lagi ya?..im waiting..
Elien Prita: wah makasih udah baca, ditunggu aja ya
total 1 replies
Ummu Riza
Thor bikin Kikan kena karma donk
Ummu Riza
lanjut Thor💞💞💞
Ummu Riza
semangat thor,,,
Ummu Riza
semangat thor, buat qm tergila-gila sm novel ini seperti yg novelmu yg lain
nēēsaa
Hahahaha..Sdh di ralat duluan..
Satu lagi, di chapter sblmnya tuh..
Yg bicara dg Haryo di ruang makan itu Kikan, bukan Lila..😉👌
Elien Prita: makasih kak, aku gak ngeh malah 😂
total 1 replies
Erlina vi
Lara, istri sah rasa simpanan 😐
Erlina vi: iya, 😑
total 2 replies
Fa Ra
ceritanya bagus,Thor..salut deh karena bisa berjalan tanpa ada seks vulgar sebagai pemikat..sukses dan tetap semangat.
Elien Prita: terima kasih
total 1 replies
Erlina vi
gk ada habisnya masalahnya 😑
Elien Prita: Novelku aja yg kek gini, punya orang lain gak seribet ini perasaan 😂
total 3 replies
Erlina vi
jdi,, Haryo mau menikahi Lara krn keluarganya kaya..biar dia hidup enak trus sukses.. tp krn dr awal ditolak makanya nekat bikin hamil, tp tetep aja gk diterima..malah di usir
trus pergi ninggalin Lara dan nikah (siri) sama ibunya Kikan
intinya Haryo ini mau manfaatin Lara tp gak bisa 😂😂

tp sayang Lara masih blom bisa nebak kemungkinan ini 😣

tolong Laura dan Bobby balas sampai hancur si Haryo 😁😁

maaf klo salah nebak 😊
Erlina vi: makasih kak 😅😅
total 2 replies
Leeta
Aku sih yess, pokoknya novelnya sangat menarik, puas aku pokonya baca ini😍😍, eh belum puas sih kan belum tamat 😁
Leeta: Iya emg berat udah kaya rindu
total 4 replies
Erlina vi
cepetan jujur lah,, gregetan 😆😆
Elien Prita: Wkwk itulah tujuannya 😂
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!