NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Antagonis yang Tak Terlihat

​Suara sirine polisi meraung-raung di bawah sana, memantul di antara dinding-dinding tua bangunan kolonial.

Cahaya merah dan biru menyambar masuk melalui jendela bundar menara jam, menciptakan atmosfer yang mencekam. Di atas, mekanisme jam raksasa yang baru saja diaktifkan Kiara terus berdetak dengan suara berat sebuah simfoni kemenangan yang terancam menjadi lagu kematian.

​Seline berdiri di bawah sana, menatap lurus ke arah jendela menara. Meski dari kejauhan, Ryuga bisa merasakan tatapan dingin wanita itu. Seline memegang megafon, suaranya menggema membelah kabut subuh.

​"Ryuga Dewangga! Turunlah sekarang juga. Kembalikan aset negara yang kau curi, atau pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadapmu dan asisten mu!"

​"Dia menjebak kita," desis Ryuga. Ia menoleh ke arah Adrian yang masih tergeletak lemas di lantai. "Dia membiarkan Adrian melakukan pekerjaan kotor, dan sekarang dia muncul sebagai pahlawan yang menyelamatkan aset pemerintah."

​Kiara melirik kabel baja raksasa yang menghubungkan poros jam dengan pemberat di bagian bawah menara. "Ryuga, pintu tangga sudah dikepung. Satu-satunya jalan keluar adalah ke bawah, tapi bukan lewat tangga."

​"Kau gila?" Ryuga menatap Kiara. 

"Kita berada di ketinggian tiga puluh meter!"

​"Ingat hobi saya, Pak Bos?" Kiara merobek sisa kain Gaun Biru Safir-nya hingga kini hanya sebatas paha, memperlihatkan perban yang mulai memerah lagi. Ia mengambil dua buah ikat pinggang kulit milik Adrian yang terlepas saat perkelahian tadi. "Kita akan melakukan rappelling darurat menggunakan kabel baja ini."

​Di bawah, Dino tidak tinggal diam. Ia tahu sahabat-sahabatnya terdesak. Dino melihat sebuah ambulans yang terparkir di dekat barisan mobil polisi mungkin disiapkan Seline untuk membawa "korban".

​"Maaf ya, Pak Supir, saya pinjam sebentar untuk misi kemanusiaan!" Dino menyelinap masuk ke kursi pengemudi saat petugas medis sedang sibuk berkoordinasi.

​Dino menyalakan radio ambulans. "Ryuga! Kiara! Aku berada di ambulans nomor 07 tepat di bawah sisi timur menara! Aku akan menyalakan kembang api asap sebagai pengalihan. Begitu asapnya tebal, kalian harus terjun!"

​"Dino, kau jenius!" sahut Kiara lewat earpiece.

​Kiara melilitkan ikat pinggang kulit ke kabel baja, lalu membuat simpul darurat untuk menahan beban mereka. "Pak Ryuga, Anda harus memegang saya erat-erat. Sangat erat. Jangan pernah lepaskan."

​Ryuga tidak membuang waktu. Ia berdiri di belakang Kiara, melingkarkan tangannya yang kuat di pinggang wanita itu, mendekapnya hingga tidak ada celah di antara mereka. Kiara bisa merasakan detak jantung Ryuga yang berpacu di punggungnya, sementara napas pria itu terasa panas di lehernya.

​"Aku memegangmu, Kiara. Selamanya," bisik Ryuga. Kalimat itu lebih dari sekadar instruksi keamanan itu adalah sebuah janji.

​BOOM!

​Asap putih tebal mulai mengepul dari bawah menara, hasil sabotase Dino. Pandangan polisi di bawah terganggu sepenuhnya.

​"SEKARANG!" teriak Kiara.

​Mereka melompat dari jendela menara. Angin subuh yang dingin menerjang wajah mereka. Gesekan antara ikat pinggang dan kabel baja menimbulkan percikan api dan suara mendecit yang memilukan. Kiara memejamkan mata, namun ia merasa aman karena dekapan Ryuga yang begitu kokoh. Dalam beberapa detik yang terasa seperti selamanya, mereka meluncur di antara kabut dan asap, hanya terhubung oleh kabel baja dan perasaan yang sulit diungkapkan.

​Mereka mendarat dengan keras di atas tumpukan jerami yang biasa digunakan dekorasi pasar di samping Balai Kota. Belum sempat mereka berdiri, pintu ambulans 07 terbuka lebar.

​"Cepat masuk! Cepat!" seru Dino dengan wajah tegang.

​Ryuga mengangkat Kiara yang kakinya semakin lemas, melemparkannya masuk ke dalam ambulans, lalu menyusul di belakang. Dino langsung menginjak gas, menyalakan sirine, dan menembus barisan polisi seolah-olah mereka sedang membawa pasien darurat.

​Seline, yang menyadari ambulans itu bergerak ke arah yang salah, berteriak murka. "KEJAR AMBULANS ITU!"

​Di dalam ambulans, Ryuga dan Kiara terbaring di lantai, saling menatap di tengah guncangan kendaraan. Gaun biru safir Kiara kini benar-benar hancur, namun jam saku S-1945 masih aman di tangannya. Ryuga meraih tangan Kiara, mengecup punggung tangannya yang penuh luka dengan lembut.

​"Kita belum kalah, Kiara," ucap Ryuga dengan mata berkilat. 

"Permainan baru saja dimulai."

Ambulans itu meliuk tajam, menghindari blokade dua mobil polisi yang nyaris menutup jalan keluar Kota Tua. Dino mengemudi seperti orang kesetanan, tangannya gemetar namun matanya fokus. "Bertahanlah di belakang! Aku akan membawa kita ke zona buta CCTV!"

​Di ruang belakang ambulans yang sempit dan berbau antiseptik, Ryuga masih mendekap Kiara. Guncangan keras kendaraan membuat tubuh mereka terombang-ambing, namun Ryuga menggunakan berat tubuhnya sendiri untuk melindungi Kiara agar tidak terbentur dinding besi.

​"Kiara, kau masih bernapas?" Ryuga berbisik, suaranya parau karena debu menara.

​Kiara mendongak, wajahnya hanya beberapa sentimeter dari wajah Ryuga. Di bawah lampu neon ambulans yang berkedip-kedip, mata mereka bertemu. Kiara bisa melihat gurat kecemasan yang mendalam di wajah sang CEO yang biasanya sedingin es itu.

​"Saya... saya baik-baik saja, Pak," jawab Kiara tersengal. Ia menyadari tangannya masih mencengkram kemeja putih Ryuga hingga kusut.

​Ryuga tidak melepaskan pelukannya. Sebaliknya, ia menyentuh pipi Kiara yang tergores debu dengan ibu jarinya. "Kau hampir mati tadi. Jangan pernah melakukan aksi nekat seperti itu lagi tanpa seizinku."

​"Jika saya menunggu izin Anda, kita sekarang sudah diborgol oleh Seline," balas Kiara dengan senyum lemah.

​Keberanian Kiara justru membuat Ryuga semakin merasa bersalah sekaligus kagum. Secara perlahan, Ryuga menarik kepala Kiara untuk bersandar di dadanya. Di tengah raungan sirine dan guncangan mobil, ada keheningan aneh yang tercipta di antara mereka sebuah rasa aman yang tidak seharusnya ada di tengah pelarian.

​"Teman-teman, pegangan!" teriak Dino dari depan. "Aku sudah memanggil 'bala bantuan'!"

​Tiba-tiba, dari persimpangan jalan, muncul tiga ambulans lain yang tampak identik. Ini adalah rencana cadangan Dino yang melibatkan komunitas fotografer jalanannya. 

Keempat ambulans itu berpencar ke empat arah yang berbeda di lampu merah besar.

​"Polisi-polisi itu akan bingung mengejar ambulans yang mana," Dino tertawa kecil, meski keringat dingin membasahi pelipisnya. "Seline mungkin punya kuasa, tapi dia tidak punya jaringan sahabat setia seperti kita."

​Dino mematikan sirine dan masuk ke sebuah gang sempit yang menuju ke area gudang tua di pelabuhan tempat persembunyian baru yang tidak terdaftar di aset Dewangga maupun Konsorsium.

​Ambulans akhirnya berhenti di dalam gudang yang gelap. Ryuga segera menggendong Kiara keluar dan mendudukkannya di atas sebuah peti kayu. Ia mengambil kotak P3K dari ambulans tersebut.

​"Biar saya sendiri, Pak," ujar Kiara saat Ryuga mulai membuka balutan perbannya yang sudah basah oleh darah.

​"Diam," perintah Ryuga singkat namun tidak kasar. Ia berlutut di depan Kiara, persis seperti yang ia lakukan di gang belakang hotel sebelumnya. Kali ini, tindakannya lebih intens. Ia membersihkan luka di betis Kiara dengan sangat teliti.

​Setiap sentuhan kapas yang dibasahi alkohol membuat Kiara berjengit, dan setiap kali itu pula Ryuga meniup luka itu dengan lembut. Tindakan sederhana itu terasa jauh lebih intim daripada pelukan mereka di menara tadi.

​Telepon dari Masa Lalu

​Tiba-tiba, ponsel Ryuga yang berada di saku celananya bergetar. Layarnya menyala, menampilkan nama yang membuat suasana mendadak membeku: Seline.

​Ryuga ragu sejenak, namun kemudian mengangkatnya dan menyalakan loudspeaker.

​"Ryuga," suara Seline terdengar tenang namun penuh ancaman. "Aku tahu kau bersama gadis itu. Kau pikir kau bisa lari selamanya dengan membawa jam itu? Serahkan Kiara padaku, dan aku akan memastikan kau tetap memimpin Dewangga. Dia hanya asisten, Ryuga. Jangan hancurkan masa depanmu demi seorang gadis bengkel."

​Kiara menunduk, menatap sisa-sisa Gaun Biru Safir-nya. Kata-kata Seline terasa lebih pedih daripada luka di kakinya.

​Ryuga menatap Kiara, lalu menjawab ke ponselnya dengan suara yang sangat dingin. "Seline, kau salah satu hal. Kiara bukan asistenku. Dia adalah satu-satunya alasan kenapa aku masih ingin memiliki masa depan. Dan jika kau menyentuhnya, kau akan tahu kenapa ayahku menyebutku 'badai yang tenang'."

​Klik. Ryuga mematikan telepon.

​Kiara tertegun. Kalimat Ryuga barusan... apakah itu bagian dari strategi untuk menggertak Seline, atau sebuah pengakuan?

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!