NovelToon NovelToon
CINTA BEDA KASTA

CINTA BEDA KASTA

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Five Vee

Andrea Cecilia, gadis yatim piatu berusia 22 tahun, baru saja lulus pendidikan Diploma Tiga, jurusan Tata Boga. Ia ikut dengan sang bibi bekerja di rumah keluarga Dinata, sembari menunggu panggilan kerja dari sebuah hotel ternama di ibukota.

Andrea yang memiliki kemampuan memasak, di minta menjadi perawat untuk anak perempuan nyonya Dinata yang mengalami depresi setelah di lecehkan, dan kini dalam keadaan hamil besar.

Sang nona yang selama ia jaga, hanya diam, tiba-tiba meminta Andrea menjadi Ibu pengganti untuk bayi yang akan ia lahirkan. Bahkan, di akhir hayatnya, wanita itu meminta Andrea menikah dengan sang kakak, agar bayinya memiliki orang tua lengkap.

Bagaimana kah perjalanan hidup Andrea setelah kepergian sang nona untuk selamanya?
.
.
.
Hay Teman Redears.. ketemu lagi dengan aku si Authir a.k.a Author Amatir 😁

Mohon dukungannya, ya.. jangan lupa, Like, komen, Vote dan Gift.
.
Semoga cerita ini berkenan.
.
Ingat, tidak ada hikmah yang bisa di ambil dari cerita ini, karena novel ini hanya HALU SEMATA.
.
Terima Gaji ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Dimana Gadis Itu?

Dahi Arthur berkerut tipis, saat petugas kasir menyebutkan jumlah makanan yang harus ia bayarkan. Sudah biasa makan di tempat ini, pria itu tau berapa harus membayar untuk dua orang. Tetapi, ia heran, kenapa jumlah pembayarannya bertambah? Apa sekarang makanannya naik harga?

“Mbak, kami hanya makan dua porsi. Kenapa aku harus membayar untuk tiga porsi? Apa harga makanannya naik?” Tanya Arthur terheran.

Petugas kasir itu ragu, namun ia harus menjelaskan. Daripada makanannya tidak di bayar, dan dia yang harus ganti rugi.

“Maaf, pak. Tadi ada seorang wanita muda, meminta saya memasukkan tagihannya pada milik bapak.” Jelas petugas kasir itu.

“Wanita muda?” Tanya Celine yang berdiri di samping Arthur.

“Iya, bu. Dia mengaku sebagai pengasuh putri pak Arthur. Kalau tidak salah, namanya Andrea Cecilia.” Jelas petugas kasir lagi.

Deg…

Arthur tersentak, setelah mendengar penjelasan patugas kasir itu.

“Rea?” Air muka pria itu tiba-tiba berubah. Kepalanya pun memutar mencari sesuatu.

“Maafkan saya, pak. Tadi saya sudah menolak. Tetapi, nona itu ngotot.” Petugas kasir itu tertunduk takut, setelah raut wajah Arthur yang berubah. Ia harap-harap cemas akan kena marah.

‘Rea ada disini? Itu artinya dia melihat aku? Kenapa kamu tidak menghampiri aku, Rea? Kamu mengerjai aku? Dasar gadis nakal.’

Arthur mengedarkan pandangan kesegala sudut restoran. Namun, tak nampak sosok yang ia cari.

‘Dimana gadis itu?’

Entah kenapa, ada rasa takut jika Andrea melihatnya dengan Celine. Takut gadis itu akan salah paham padanya lagi.

“Arth, apa kamu akan membayarnya? Siapa tau hanya penipuan.” Celine bersuara, mengalihkan padangan pria itu.

Kepala Arthur menggeleng. Ia yakin jika itu Andrea. Apalagi, gadis itu menyebut dirinya sebagai pengasuh Audrey.

Arthur tau, Andrea marah padanya karena ia menyebut gadis itu sebagai pengasuh Audrey, saat pria itu berbicara dengan Celine tempo hari di kantor.

‘Kamu begitu pendendam, Rea. Hingga terus mengingat ucapan ku itu.’

“Aku yakin itu Rea, Cel.” Arthur lalu merogoh saku mengambil ponsel, kemudian menunjukan gambar Andrea yang menjadi foto profil pada aplikasi berbalas pesan.

“Apa ini gadis itu?” Ia menujukkan ponselnya pada petugas kasir.

“Iya, pak. Tetapi tadi ia menggunakan pakaian formal.”

Pria itu semakin yakin jika itu Andrea. Gadis itu pasti datang dari hotel Dinata.

Arthur menghela nafas pelan. Ia pun membayar tagihan tersebut.

“Kamu tau kemana gadis itu?” Tanya pria itu lagi. Ia menjadi begitu penasaran dengan keberadaan Andrea, tak perduli kini ada Celine di sampingnya.

“Sudah pergi sekitar dua puluh menit yang lalu, pak.” Petugas kasir itu mengembalikan kartu yang Arthur gunakan untuk membayar.

Arthur kemudian mengajak Celine keluar dari restoran itu.

“Arth, apa maksudnya gadis itu? Kenapa tidak sopan sekali meminta kasir memasukkan tagihannya pada milikmu?” Tanya Celine saat mereka sudah berada di parkiran.

Arthur menghela nafas pelan. Ia tak mungkin menceritakan pada Celine, tentang apa yang terjadi di antara dirinya dan Andrea.

“Ada kesalahpahaman yang terjadi di antara kami, Cel.”

“Apa masalah di kantor tempo hari? Astaga, bukannya dia memang pengasuh keponakanmu? Apanya yang salah?” Celine berucap tak percaya.

‘Kamu tidak tau, aku dan dia sudah terikat janji. Audrey bukan keponakanku, dia putriku. Dan Rea, dia bukan pengasuh tetapi ibunya Audrey.’

“Sudahlah jangan di bahas. Sekarang kamu mau kemana?” Tanya Arthur sembari melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Aku harus kembali ke kantor. Terima kasih telah membantuku, Arth. Semoga proyek ini berjalan lancar.” Ucap wanita satu anak itu sumringah.

“Tentu. Ingat, bayaranku tidak murah.” Ucap Arthur terkekeh.

“Tenang saja, masalah itu gampang. Asal klien setuju. Aku akan langsung mentransfernya.”

Ya, mereka sering bertemu karena Celine meminta Arthur membantunya mendesain sebuah hunian mewah untuk salah satu klien wanita itu. Tentu Arthur menyanggupi, karena itu memang bidangnya.

Mereka kemudian berpisah arah menuju mobil masing-masing.

“Rea, rupanya kamu berani juga. Awas saja, aku akan membuat perhitungan denganmu. Kamu belum tau berhadapan dengan siapa.” Arthur bermonolog sembari menyalakan mesin mobilnya. Ia sudah tidak sabar untuk pulang dan bertemu dengan Andrea.

Arthur tak lantas kembali ke kantor. Ia pun melajukan mobilnya menuju hotel. Pria itu ingin tau hasil wawancara yang di lakukan Andrea.

“Bagaimana hasil wawancaranya?” Tanya Arthur kepada General Manager.

Pria empat puluh tahun yang bernama Soni itu menghela nafas pelan. Wawancara baru berlalu satu jam yang lalu. Ia bahkan baru selesai menikmati makan siangnya. Belum sempat memeriksa hasil wawancara itu.

“Hasilnya akan keluar besok pagi, pak. Team sedang mengevaluasi jawaban, dan hasil masakan dari nona Andrea.” Jelas General Manager itu.

“Apa tidak bisa lebih cepat?”

‘Apa dia pikir kami tidak mempunyai pekerjaan lain? Apa dia pikir kami hanya mengurusi wawancara itu?’ Pak Soni menggerutu dalam hatinya. Andai ia tidak ingat jika sedang berhadapan dengan pemilik hotel, mungkin ia akan menjawab langsung.

“Besok pagi sudah paling cepat, pak.” Pak Soni berusaha tenang.

“Apapun hasilnya, aku ingin kamu menerimanya. Tidak perlu menjadi asisten Chef. Asalkan dia menjadi bagian hotel ini.”

“Sepertinya, nona Andrea sangat berarti untuk bapak?” Tanpa sadar pak Soni melontarkan pertanyaan.

“Apa aku membayarmu untuk mengurusi masalah pribadiku?”

‘Astaga. Pedas sekali mulut pria ini.’

🍃🍃🍃

Sementara itu, di lain tempat. Andrea sedang mengunjungi makam kedua orang tuanya. Sudah lama gadis itu tidak berkunjung, semenjak ia menjadi perawat untuk mendiang Audrey.

Duduk di antara dua gundukan tanah, gadis itu sejenak menundukkan kepala. Memanjatkan doa, agar kedua mendiang orang tuanya mendapat tempat sesuai amal ibadah selama hidup.

“Ayah, ibu. Maaf, aku baru sempat datang. Jangan marah padaku. Aku ikut bibi Rosi bekerja di rumah keluarga Dinata. Disana, Aku mempunyai seorang teman, namanya nona Audrey. Tetapi sayang, dia sekarang sudah pergi meninggalkan aku. Apa kalian bertemu dengannya disana?” Andrea menjeda ucapannya.

Menghela nafas pelan, gadis itu kembali melanjutkan berbicara.

“Ayah, ibu. Nona Audrey meminta aku untuk menikah dengan kakaknya, agar putri beliau mempunyai orang tua lengkap. Maafkan aku, ayah, ibu. Waktu itu aku tidak punya pilihan lain, selain menyanggupi. Tetapi sekarang, aku bingung. Pria itu sudah memiliki kekasih. Apa tidak masalah jika aku melanggar janjiku pada mendiang nona Audrey? Aku tidak mungkin merusak hubungan orang lain, kan?”

Pandangan Andrea menerawang jauh. Andai saja waktu itu, ia tak ikut bibi Rosi, hal ini tak akan terjadi di hidupnya.

“Ayah, ibu. Aku mendapat panggilan kerja, doakan semoga aku lulus tes. Supaya aku bisa menjadi koki seperti yang ibu inginkan.” Andrea mengusap marmer yang berpahatkan nama sang ibu.

Setelah puas menumpahkan segala keluh kesahnya, gadis itu pun memutuskan pulang.

.

.

.

Bersambung

1
Denny Srivina Barus
Luar biasa
Rina Arie
bagus, thanks thor
Ervina T
Luar biasa
Alini Maudia
.
Nining Chili
Luar biasa
Nining Chili
Lumayan
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
uughhh top mommy mertua 👍👍
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
mantap lawan teroos pelakor
Meri Meri
Luar biasa
Ayachi
kok selalu bisa pas gitu yah, mama Daisy KLO grebekin org😭🤣
Ayachi
keren jga yah namanya thorr, jarang² loh🤣
Ayachi
sok²an ngambek lgi kmu turrr🤣
Ayachi
udah bener honeydew aja, ini malah melon😭 nona melon, vulgar bngett njirr😭🤣
Ayachi
sudut dapur?😭 Arthur arthurrr🤦
Ayachi
ini termasuk dosa kedua org tuakah? bukannya jelas Audrey korban pemerkosaan?
@arieyy
Dady,papi,papa,ayah🤣🤣🤣🦭
@arieyy
jenny ...coba bilang sama kaka author nya...daftar dulu 🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Ita Putri
Halah
tambah nemen Thomas sama jenny gendong" an
Ita Putri
apa mungkin yg perkosa Audrey si bryan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!