NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Sore itu, aula balet di sayap kanan universitas terasa tenang dengan pantulan cahaya matahari yang mulai menguning menembus jendela-jendela besar. Luna berdiri di tengah ruangan, mengenakan leotard hitam dan rok tutu tipis yang senada. Di depannya, cermin besar memantulkan sosoknya yang terlihat rapuh namun tegas.

Setelah kejadian di kantin yang begitu menyesakkan, balet adalah satu-satunya tempat di mana Luna bisa melarikan diri dari kenyataan pahit bahwa ia dan Zayn kini benar-benar menjadi orang asing.

Musik klasik mulai mengalun. Komposisi piano yang melankolis mengisi setiap sudut ruangan. Luna mulai bergerak. Langkahnya yang biasanya kaku karena beban pikiran, sore itu terasa sangat ringan.

Saat ia melakukan pirouette, ia memejamkan matanya. Di dalam kegelapan di balik kelopak matanya, ia tidak lagi berada di aula balet. Ia merasa kembali ke malam itu, di atas sofa usang di markas The Pit. Ia membayangkan tangan kasar Zayn yang penuh noda oli kini sedang melingkar di pinggangnya, mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi dengan kekuatan yang protektif.

Setiap gerakan adagio yang ia lakukan terasa seperti belaian Zayn. Luna menari dengan emosi yang meluap, setiap lekukan tangannya adalah bentuk kerinduan, dan setiap lompatannya adalah upaya untuk mencapai sosok Zayn yang kini tak tergapai. Ia merasa Zayn ada di sana, di belakangnya, membisikkan kata-kata kasar namun manis yang hanya bisa didengar oleh jiwanya.

Wajah Luna yang biasanya datar kini memancarkan ekspresi yang sangat dalam, antara kebahagiaan yang semu dan kesedihan yang murni.

"Luar biasa, Luna!" seru Madame Valeska, instruktur balet mereka yang terkenal sangat pelit pujian.

Musik berhenti, dan Luna tersentak kembali ke kenyataan. Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Beberapa teman kelasnya berhenti berlatih dan menatapnya dengan kekaguman.

"Gerakanmu tadi... itu bukan sekadar teknik, Luna. Ada jiwa di dalamnya," puji Madame Valeska sambil berjalan mendekat. "Kau terlihat seperti sedang dipeluk oleh sesuatu yang sangat kau cintai sekaligus kau takuti. Sangat dramatis. Jika kau mempertahankan emosi seperti ini, peran utama dalam pertunjukan akhir semester pasti jatuh ke tanganmu."

Luna hanya bisa tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. "Terima kasih, Madame," bisiknya.

Ia menyeka keringat di lehernya. Pujian itu terasa kosong karena ia tahu sumber kekuatannya bukanlah dedikasi pada seni, melainkan rasa sakit karena kehilangan. Ia merasa Zayn ada di pelukannya saat menari, namun saat musik berhenti, ia kembali teringat pada kekasih di London dan tatapan dingin Zayn di kantin tadi siang.

Namun, saat Luna hendak berjalan menuju loker untuk berganti pakaian, ia merasakan sesuatu yang aneh. Perutnya terasa sedikit melilit, dan rasa mual yang ringan mulai muncul, itu karena ia terlalu lelah berlatih tanpa makan siang yang cukup.

Tanpa Luna sadari, di luar jendela aula, sebuah motor hitam matte terparkir di bawah bayangan pohon. Zayn duduk di sana, helmnya masih terpasang, menatap siluet Luna yang sedang menari dari kejauhan. Ia telah melihat semuanya. Ia melihat bagaimana Luna menari seolah-olah sedang mendekapnya, dan itu membuat tato nama di dadanya berdenyut menyakitkan.

Zayn menyalakan mesin motornya, suaranya yang menderu memecah keheningan sore itu, tepat saat Luna menoleh ke arah jendela dengan perasaan bahwa seseorang sedang memperhatikannya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!