NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Harga Diri dan Sangkar Emas

Dentingan lonceng di pintu kafe yang biasanya terdengar menenangkan, kini terdengar seperti lonceng kematian bagi Lyra. Tanpa menoleh pun, ia tahu siapa yang datang. Aroma parfum kayu cendana yang mahal dan aura dingin yang menusuk tulang itu hanya milik satu orang.

Sean Nathaniel Elgar berdiri di ambang pintu, napasnya sedikit memburu, matanya merah karena amarah dan kepanikan yang menyatu. Para pengunjung kafe menyingkir, merasakan tekanan dari pria yang tampak seperti dewa kematian yang sedang mencari mangsanya.

Sean melangkah maju, sepatunya beradu dengan lantai kayu, menciptakan irama yang menakutkan hingga ia berhenti tepat di depan meja Lyra.

"Kau berani mematikan ponselmu, Lyra?" suara Sean rendah, namun penuh ancaman yang tertahan.

Lyra tetap menatap keluar jendela, ke arah gedung rumah sakit. Ia bahkan tidak berkedip. "Saya sedang izin sakit, Pak Sean. Bukankah orang sakit berhak untuk istirahat dari gangguan?"

"Gangguan?" Sean menarik kursi di depan Lyra dengan kasar dan duduk. "Aku mencarimu ke seluruh penjuru kota. Aku mengerahkan tim keamanan hanya untuk menemukanmu duduk di kafe murahan ini sambil melamun? Kau tahu berapa banyak rapat yang aku tinggalkan?"

Lyra akhirnya menoleh. Matanya yang sembap dan merah menatap Sean dengan datar. "Kenapa repot-repot? Bukankah hiburan bisa dicari di mana saja? Anda bisa memanggil Celia kembali. Dia pasti jauh lebih menghibur daripada sekretaris yang 'sakit' ini."

Rahang Sean mengeras. "Jadi karena itu? Karena kata-kata itu kau kabur seperti pengecut?"

"Pengecut?" Lyra tertawa getir, tawa yang terdengar sangat menyakitkan. "Saya bukan kabur, Sean. Saya hanya sadar diri. Saya sadar di mana tempat saya. Ternyata benar kata orang-orang, pria seperti Anda tidak pernah benar-benar menikahi wanita seperti saya. Anda hanya membeli 'hak pakai' atas diri saya."

"Jaga bicaramu, Lyra Graceva!" bentak Sean, tangannya mengepal di atas meja.

"Kenapa? Apa saya salah? Di depan wanita itu, Anda menyebut saya 'hiburan'. Di depan ibumu pun mungkin saya hanya dianggap sebagai pelayan yang beruntung. Semalam... semua yang kita lakukan... apakah itu juga bagian dari hiburan Anda?"

"Kau tahu aku tidak bermaksud begitu!" Sean mencondongkan tubuhnya, suaranya kini bergetar antara marah dan frustrasi. "Celia mendesakku. Ibuku mendesakku. Kau sendiri yang memintaku merahasiakan pernikahan ini, bukan? Lalu apa yang kau harapkan aku katakan padanya? Bahwa kau adalah istriku? Bahwa aku sudah mengikatmu selamanya? Bukankah kau yang ingin kita tetap profesional di kantor?"

Lyra menggelengkan kepala, air mata kembali jatuh membasahi pipinya. "Ada perbedaan besar antara merahasiakan pernikahan dan merendahkan istri Anda sendiri, Sean. Anda bisa bilang saya asisten penting, Anda bisa bilang saya tunangan Anda jika perlu—tapi 'hiburan'? Kata itu membunuh sisa harga diri saya yang selama ini saya jaga di depan ibu saya."

"Lyra..."

"Anda tahu kenapa saya sangat menjaga diri?" suara Lyra melemah, dipenuhi kepedihan. "Karena saya lahir tanpa ayah. Sepanjang hidup saya, orang-orang memandang ibu saya rendah. Saya tidak mau menjadi seperti itu. Saya bekerja keras, saya menjadi sekretaris terbaik Anda, saya menjaga kehormatan saya sampai semalam... hanya untuk disebut 'hiburan' oleh pria yang memilikinya?"

Hening menyergap meja mereka. Sean terdiam, kata-kata Lyra menghantam ego dan hatinya lebih keras daripada kehilangan kontrak bisnis miliaran rupiah. Ia melihat kehancuran di mata istrinya, sebuah kehancuran yang ia ciptakan sendiri dengan lidahnya yang tajam.

"Aku bicara begitu karena aku ingin dia pergi," ujar Sean dengan suara yang jauh lebih lembut, hampir seperti bisikan permohonan. "Aku tidak ingin dia menyentuhmu atau mencari tahu tentang kita. Jika aku bilang kau penting, dia akan menghancurkanmu. Celia tidak semudah itu menyerah."

"Lalu dengan menyebut saya 'hiburan', Anda pikir Anda melindungi saya? Tidak, Sean. Anda hanya menegaskan apa yang selama ini saya takutkan. Bahwa bagi Anda, saya tetaplah gadis kecil yang tidak punya latar belakang, yang bisa Anda mainkan sesuka hati karena Anda sudah membayar biaya rumah sakit ibu saya."

Sean merengsek maju, meraih tangan Lyra dan menggenggamnya kuat, seolah takut jika ia melepaskannya, Lyra akan hilang selamanya. "Demi Tuhan, Lyra. Aku mencintaimu sejak hari pertama aku melihatmu di zebra cross itu. Kau pikir aku melakukan semua ini, menjeratmu, memaksamu menikah denganku hanya untuk hiburan? Aku terobsesi padamu hingga aku gila! Aku tidak bisa melihat pria lain menatapmu!"

"Tapi itu obsesi bukan cinta, Sean," bantah Lyra, mencoba menarik tangannya namun gagal. "Cinta itu menghargai. Cinta itu tidak membuat pasangannya merasa seperti sampah di depan orang lain."

"Maka ajari aku!" Sean berseru, membuat beberapa pengunjung kafe menoleh. Ia tidak peduli. "Ajari aku cara mencintaimu dengan benar jika caraku selama ini salah. Tapi jangan pernah pergi dariku. Jangan pernah mematikan ponselmu dan menghilang ke tempat seperti ini lagi. Aku nyaris gila memikirkan kau kembali ke pelukan pria seperti Deryl."

Lyra menatap genggaman tangan Sean. "Anda tidak takut kehilangan saya, Sean. Anda hanya takut kehilangan kendali atas barang milik Anda."

"Kau bukan barang!" Sean berdiri, menarik Lyra ikut berdiri bersamanya. "Ayo pulang. Kita selesaikan ini di rumah."

"Saya mau di sini. Saya mau melihat ibu saya pulang kerja."

"Ibumu akan baik-baik saja. Aku sudah menempatkan dua orang untuk menjaganya. Tapi kau... kau harus ikut denganku sekarang." Sean mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu, meletakkannya di meja tanpa menghitungnya.

"Sean, lepaskan! Semua orang melihat!"

"Biarkan mereka melihat! Biarkan seluruh dunia tahu kalau aku sedang membawa pulang istriku yang keras kepala!" Sean tidak memberi celah. Ia merangkul pinggang Lyra dengan posesif, menuntunnya keluar kafe dengan langkah yang tak terbantahkan.

Di dalam mobil, suasana masih tegang. Lyra membuang muka, sementara Sean memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

"Mulai besok, tidak ada lagi syal-syal bodoh itu," ujar Sean tiba-tiba saat mobil berhenti di lampu merah.

"Maksudmu?"

"Aku akan memberitahu seluruh kantor bahwa kau milikku. Tidak ada lagi rahasia. Aku tidak peduli dengan profesionalisme jika itu membuatmu merasa seperti 'hiburan'. Aku akan memasang foto pernikahan kita di lobi jika perlu."

Lyra menoleh dengan mata membelalak. "Kau gila? Kau akan menghancurkan karierku!"

"Aku lebih baik menghancurkan kariermu daripada melihatmu menangis karena kata-kataku sendiri," jawab Sean tanpa ragu. Ia meraih tangan Lyra, mencium punggung tangannya dengan intensitas yang panas. "Siapkan dirimu, Nyonya Elgar. Karena mulai malam ini, aturan mainnya kembali berubah. Tidak akan ada lagi rahasia, dan tidak akan ada lagi pria yang berani memanggil namamu, kecuali aku."

Lyra terdiam. Ia tahu, meskipun ia marah, jerat Sean Nathaniel Elgar kini justru semakin mengencang, melilitnya hingga ke relung hati yang paling dalam.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor kebanyakan drama masalahnya ga habis² jadinya kerasa blunder jadi aku stop bacanya sampe sini.🙏
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kebiasaan Arsen suka jadi penyelamat tapi ujung²nya kecolongan terus menjadikan nyawa yang lain dalam bahaya... hadeuuhh sok patuh aturan hukum.🤣🤣
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
bisa baca ceritaku yang lainnya yang mungkin tidak menguras emosi kakak nya...🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ini kan yang kalian mau Arsen Lyra agar terbebas dari Sean karna merasa terpenjara padahal dia melakukannya demi kalian sekeluarga tapi masih saja sok egois bertindak tanpa berpikir semua pengorbanan Sean.
mungkin dia salah karna terlalu protektif tapi lihat lah sekarang kalian bisa bebas seauai keinginan kalian dari belenggu Sean dengan dia mengorbankan lagi nyawanya sendiri.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh dramanya ga tepat, sudah tau darirat masih di kasih peluang buat penjahat.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: untung ga esmosi sampe darting aku.😄😄
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunn Author mengorbankan Gunawan dengan ajalnya.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: iya takdir dari ide Authornya.👍🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berarti Arsen kakanya Sean kah atau adiknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ujian penjahat sudah mulai di basmi, terus sekarang bakal ada apa lagi ya... jawabannya cuma Author yang tau.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lyra ngapain nyalahin Sean juga, dia ga bersalah bahkan dia sudah banyak.berkorban buat kamu dan ibumu masa masih saja tutup mata hati kamu, ga adil buat Sean... justru kamu egois kalau menyalahkan Sean karna dosa ibunya sedangkan Sean sudah kamu lihat sendiri gimana dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurlah satu persatu kebohongan terbongkar dan penjahatnya tertangkap... tinggal Martha aja yang belum tuh... 😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
yuhuuu... aku suka banget drama kehancuran Celia dan Diana.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buka lembaran baru dengan suasana hati yang baru.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Depresinya Bu Hana masih bisa melihat ketulusan seorang Sean.👍👍
tinggal menunggu gimana tuh nasih siluman sama demit ntar setelah apa yang akan pak Gunawan lakukan setelah tau keburukan istri dan anaknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Suami dan menantu idaman Sean, meskipun arogan tapi setiap perjuangan mu untuk Lyra luar biasa.👏👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah kan bener tebakanku kali ini kalau Lyra sama siluman Celia sodara tiri... 🤣🤣
pantes angkuh dan kayak benci banget sama Lyra waktu di kantor... tingkahnya sombong kayak emak bapaknya kali.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sean 👍👍👍
cukup beri kepercayaan sama Lyra semoga dia bisa jaga diri dan kepercayaanmu dan kamu coba sedikit merubah sifat over protektifmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sean gentayangan terus kayak bayangan... tau aja Lyra di mana.👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hubungan lumayan rumit semoga Sean dan Lyra bisa bersama² berjuang dan bu Kirana bisa menerima Sean lagi... dan kalau suatu saat kamu bisa dapatin Lyra lagi jangan kekang trrus Sean karna Lyra istrimu bukan boneka mu yang terlalau posesif dan protektif tanpa membiarkan Lyra bernafas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
duuuhhh legaknya.. 🤭🤭
ternyata tebak²an buah manggisku salah.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kayaknya Sean bukan anak kandung Edward tapi anak Martha dari pria lain makanya dulu ortu mereka menjodohkan untuk menutupi rahasia kehamilan Martha termasuk keluarga Martha sendiri... tanpa keluarga Edgar tahu.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmm... ternyata Martha cuma menantu toh di kiraiiinnn.... beneran nyonya besaarr ternyata cuma besar numpang doang.🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!