"Ku mohon mas hentikan semua ini! Aku benar-benar tidak sanggup lagi, berhenti melecehkan ku dan berhenti bersikap semaumu!" Gadis bernama Kina itu benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan ipar yang kini sudah menjadi suaminya itu.
"Ini adalah balasan atas sikap tidak tahu dirimu, kembalikan istri ku! Atau kamu akan hidup menderita selamanya," ucap Ages dengan tatapan yang sangat murka.
Andai saja waktu itu Kina tidak hadir dalam keluarga baru kakaknya maka ia tidak akan mendapatkan kehidupan yang menyedihkan seperti saat ini, ia hidup seperti seorang tawanan dan diperlakukan tidak layak oleh iparnya sendiri. kepergian Lena yang merupakan kakak kandung Kina benar-benar menyakitkan hatinya ditambah lagi ia harus menggantikan kakaknya menjadi pendamping iparnya.
Akankah Kina akan tetap menjalani kehidupan yang sangat memilukan itu? Atau ia akan menemukan titik balik dan terangnya nanti?.
Mari mengikuti alur kisah hidup kina ini, jangan lupa yah tambahkan ke perpustakaan 🤎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagan 20: Siapa sangka.
Ages sepertinya butuh kilas balik niat awalnya, ia sudah sangat lari dari keinginan awalnya. Bagaimana bisa dia dengan tenang sembari memejamkan matanya menikmati ciuman sepihak yang ia berikan dibibir Kina yang masih saja terlelap dengan nyaman itu. Entahlah, semenjak diberikan suntikan penenang tadi kina sampai kini belum juga membuka matanya. Kalau saja gadis itu sadarkan diri mungkin ia akan kembali mengamuk juga kaget karena melihat apa yang tengah dilakukan oleh Ages terhadap dirinya.
Ini sama saja dengan mencuri ciuman kina seperti hari-hari yang lalu, hanya saja kali ini rasanya berbeda. Ages tidak buru-buru dan tidak melakukan nya dengan emosi yang memuncak.
Kali ini Ages memejamkan mata menikmati lembut dan juga kenyal bibir Kina, gadis itu jelas tidak akan membalas ciuman nya namun tetap saja Ages menikmatinya. Menggerakkan bibirnya berkali-kali sampai ia merasa puas.
Namun, tiba-tiba saja dengan cepat ia melepaskan bibirnya yang tengah sibuk memagut bibir ranum milik Kina. Ia kaget saat melihat kenyataan kalau dirinya sudah gila. Bagaimana bisa dia menikmati ciuman itu?.
"Ada apa dengan mu Ages? Kenapa kamu goyah hanya karena bibir Sialan itu? Berhenti melakukan hal-hal gila dan kembali fokus dengan tujuan awalnya. Untuk mendapatkan kepuasan kamu bisa menyewa gadis manapun sesuai dengan yang kamu inginkan."
Ages dengan cepat menjauhkan dirinya dari dekat Kina, lebih tepatnya dia memilih turun dari ranjang dan bangkit. Ia sungguh benar-benar akan mendapatkan masalah jika terus berada di dekat Kina.
"Sepertinya aku kurang kesadaran hingga sempat melakukan hal gila tadi,"ucap Ages menggeleng dengan cepat.
Ia membuka tirai dengan pelan, seketika ibu-ibu tadi melirik kearah Ages. Tidak bisakah mereka fokus merawat keluarga mereka saja? Setiap pergerakan Ages diperhatikan dan juga mereka tidak segan untuk ikut campur dalam masalah orang lain.
"Saya ingin keluar sebentar membeli beberapa keperluan!"
Mereka kemudian mengangguk dengan cepat. Ages benar-benar jengkel karena kenapa juga dia harus melaporkan apa yang akan ia lakukan? Apa hak mereka membuat Ages merasa berkewajiban melaporkan segala hal?.
Dengan cepat Ages keluar dan menutup pintu, ia hendak menendang pintu karena sudah menahan amarahnya sejak tadi. Benar-benar menjengkelkan seluruh manusia yang ada di dalam ruangan itu tanpa terkecuali.
"Ouhhh mengesalkan!"
Ages berjalan dengan cepat menuju kamar mandi untuk mengusap wajahnya dengan air, mungkin ia hanya lelah saja hingga tidak bisa mengendalikan dirinya didekat kina tadi.
"Kenapa dengan mu Ages? Kenapa kamu sebodoh itu?"
Ages kembali teringat dengan ciuman lembut tadi, ia tidak bisa berbohong karena ia benar-benar menikmati nya tadi.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu seperti seorang pengecut saja?" Kesal nya berdumal sejak tadi.
Ages keluar dari rumah sakit menuju toko baju terdekat untuk membeli baju ganti untuk nya sembari membersihkan dirinya, untuk kembali kerumah terlalu merepotkan karena sudah pasti ia harus kembali kerumah sakit untuk membungkam mulut-mulut durjana mereka yang ada diruangan itu.
Setelah selesai membersihkan diri juga mengganti bajunya, Ages membeli beberapa keperluan yang mungkin ia perlukan saat disana nantinya. Tidak lupa juga ia sempatkan diri untuk makan karena seharian ia sama sekali belum makan.
"Aku tidak percaya kalau aku sampai lupa makan gara-gara gadis gila itu,"gumam Ages makan dengan pelan.
"Tolong bungkuskan beberapa bungkus yah," ucap Ages dengan pelan.
Entahlah! Ia juga bingung dengan dirinya karena entah angin apa yang membawanya sehingga membungkus beberapa bungkus untuk orang-orang di bangsal Kina dirawat.
Setelah selesai dengan urusan nya diluar Ages memilih untuk kembali kedalam ruangan itu. Ia sedikit berat hati walaupun sebenarnya jauh dari lubuk hatinya ia sudah mulai terbiasa.
"Kenapa kamu lama sekali? Istrimu sudah bangun sejak tadi."
Ages membuka pintu dan melihat sudah banyak sekali orang-orang mengelilingi Kina yang sudah bangun dan duduk disana .
Ages hanya diam saja kemudian memberikan beberapa bungkus makanan itu kepada mereka, ia mendekat kearah kina dan memberikan makanan itu tanpa bicara.
Kina juga sedikit menjauh darinya saat ia bergerak kina seolah tengah menghindari nya. Jelas itu adalah gelagat aneh yang membuat para ibu-ibu disana merasa curiga.
"Makanlah, kamu belum makan sejak tadi." Ucap Ages dengan pelan.
Para ibu-ibu itu masih diam memantau, Kina sama sekali tidak bergerak ia hanya diam saja seperti tadi. Ages benar-benar jengkel karena gadis itu selalu saja mencoba untuk membuat ia merasa jengkel juga kesal.
"Makanlah! Kamu harus makan untuk tetap bertahan," ucap Ages dengan pelan dan sedikit senyuman paksa.
"Sebagai suami kamu harus menyuapinya, tangan nya sedang terluka."
Ages benar-benar merasa kesal karena kebodohannya mengarang cerita tadi. Jadi mau tidak mau ia harus bersikap seperti seorang suami yang baik. Ia sempat melupakan hal itu dan kini ia diingatkan kembali oleh ibu itu.
"Baiklah istriku sayang, maafkan mas yang kurang peka tadi. Biar mas saja yang menyuapi mu hmmm."
Ages mengambil posisi duduk ditepi ranjang dan membuka bungkusan itu, kina sedikit bergerak menjauh dari Ages. Ia tidak nyaman berada di dekat laki-laki itu.
Ages menyuapkan sesuap makanan itu kearah Kina namun gadis itu sama sekali tidak ingin memakannya, ia tidak bergerak dan hanya diam saja.
Ibu-ibu itu ikut prihatin dengan Ages, dalam pandangan mereka kina yang salah disini. Ages sudah melakukan tugasnya dengan baik namun kina hanya diam saja seolah tidak peduli.
"Ayo ada apa lagi nak? Suamimu sudah menyuapkan makanan untuk mu, cepat dimakan."
Kina yang tadinya diam merasa tidak enak karena melihat ibu-ibu itu seolah menunggu ia untuk makan makanan itu. Rasanya sangat berat menerima nya dari Ages laki-laki yang sedang bersandiwara sebagai seorang suami yang baik itu.
"Cepatlah makan! Tanganku pegal mengangkat sendok ini, "ucap Ages dengan pelan .
Kina dengan ragu mendekat lalu menerima suapan itu, jujur saja ia baru kali pertama ini mendapat perlakuan manis dari Ages walaupun sebenarnya ini dilakukan karena terpaksa namun ia sedikit lebih tenang.
Ages sendiri entah kenapa saat melihat kina menerima suapannya jantung nya berdebar kencang. Ia tidak gila kan? Baper hanya karena akting sialan itu?.
Ibu-ibu itu tersenyum senang karena melihat Ages juga Kina yang seperti pasangan kaki itu mulai kembali menghangat.
"Kamu harus makan yang banyak nak, kondisi mu sedang tidak stabil."
Kina mengangguk dengan pelan lalu menerima suapan demi suapan yang diberikan oleh Ages kepada nya. Entah kenapa Ages juga menikmati menyuapi Kina seperti seorang suami yang penuh kasih sayang.
"Kalau begitu kami pergi yah, terima kasih atas makanan nya."
Ages lega karena mereka akhirnya pergi. Benar-benar merepotkan berbaur dengan masyarakat.
...🌼To be continued 🌼...
Hahahaha makanya jangan sembarangan ngarang cerita Ages, lihat kan? Kamu juga Kena batunya.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
*akmal dipuja, diperlakukan sangat spesial, dia bebas memperlakukan afri semaunya
*sedangkan sang suami ages dibuat kayak biang salah, dipandang salah terus dan akhirnya dibuat jadi bucin kayak pengemis
novel adalah hasil pemikiran wanita yang lebih memandang spesial pria lain daripada pasangannya dan faktanya wanita berkarakter seperti ini bukan wanita setia
*pemeran utama wanita (sudut pandang authornya) semua kelakuan menjijikan nya dibenarkan, seorang istri tapi mengharapkan pria lain (menjijikan) tapi novel ini membenarkannya
*sudut pandang wanita jablay dan murahan mereka akan lebih memasang bagus pria lain dari pada suaminya dan terbukti novel ini
*akmal disanjung dan dipuja2 dan sangat di spesial kan, bisa merasakan kehangatan tubuh istri orang, dibanggakan bak pahlawan, diberi wanita yang mengemis cinta
kemunafikan novel lagi
*akmal bebas memperlakukan afri semuanya, kasar, membentak, mempermalukan, menghina tapi karena akmal terlalu dipuja jadi semua dianggap bukan kesalahan serius
*banding ages memperlakukan kina langsung dihujat dilaknat
ojok sampek gur menungso pas2an... wohh idak2 koe kro netizen 😡
gak mikir panjang si kina Nino ini..
tapi.. terserah mu lah thorr,aku baca aj😅