Kebahagian memang tidak pernah abadi.
Sekalipun kamu kaya, cantik ataupun cerdas, roda kehidupan akan selalu berputar selama kamu hidup.
Begitulah kira-kira pribahasa paling sesuai dengan nasib naas yang dialami oleh seorang wanita cantik bernama Lie.
Kebahagiaan yang selama ini ia miliki hilang begitu saja.
Di masukkan kedalam penjara, kedua orangtua nya dibunuh dan perusahaan keluarga diambil alih!
Haruskah aku menyebutmu iblis? Karna manusia bukanlah kata yang pantas untukmu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esterliia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurangajar!
Sepertinya aku harus keatas duluan' batin Stella
**
"Pak Imam, bisa tolong bantu bawa barangnya ke atas?" tanya Stella sambil menenteng beberapa belanjaan ditangannya.
"Bisa Nona, saya bantu bawakan ke atas semua koper-kopernya" "Permisi Tuan, Nona" balasnya sigap dan langsung berjalan menaiki tangga.
"Maaf Golden, Callista. Aku sedikit lelah jadi aku mau naik keatas duluan. Callista, untuk barang-barangmu akan aku suruh Pak Imam menaruhnya dikamarmu. Jadi kau bisa menemaninya sebentar disini. Aku permisi dulu ya." sambil tersenyum Stella berlari kecil menaiki tangga menyusul Pak Imam.
'Kurangajar!' 'Dia pasti sengaja' batin Callista kesal. Golden pun hanya diam saja melihat itu.
Mereka duduk bersebrangan, tidak lama setelahnya Pak Imam turun lalu pamit kembali ke luar.
Tinggal lah mereka berdua di meja makan bersama.
Golden mengambil makanan yang ada didepan nya, menyendokkan dan memakannya sedangkan Callista hanya duduk diam dengan segelas air putih didepannya.
"Kau terlihat lelah, tidak mau istirahat saja?" suara Golden yang terdengar tenang memecah keheningan diantara mereka.
"Tidak apa, aku yang menawarkan diri untuk menemani mu disini." "Oya, hari ini aku membuat gambaran kasar proposal mengenai prospek bisnis baru mu itu. Aku sudah menaruhnya di flashdisk, apa kau mau melihatnya dulu?" tanyanya sambil menatap Golden yang sibuk makan.
"Boleh, berikan saja padaku flashdisk nya." jawabnya singkat tanpa memandang Callista
Callista yang sedang berpangku tangan memandang Golden yang terlihat lahap saat makan itu. Ujung bibirnya melengkung keatas membuat sebuah senyum yang manis seperti coklat diruang pendingin.
Tidak ada jawaban, Golden pun menengadah.
Hal yang tiba-tiba ini membuatnya kaget dan kelagapan. Bagaimana tidak, ia sedang memandang Golden secara intens dari tadi dan sekarang orang yang dipandanginya dari tadi itu memergokinya.!
Wajahnya memanas dan memerah karna malu. Melihat ini, Golden tersenyum hangat dan mencoba menggodanya "Maaf, aku tidak tau kalau kau sedang sibuk memandangku. Aku akan pura-pura tidak lihat kalau begitu jadi kau bisa memandang wajahku lagi sampai puas. Oke?" sambil mengedipkan sebelah matanya dan tertawa.
Melihat ini, Callista sedikit tertekun memandang Golden. Senyumnya sungguh mempesona dan memabukkan seperti anggur merah. Membuat orang ketagihan melihatnya. Tanpa sadar Callista pun tersenyum "Kau sering-seringlah tersenyum seperti itu." Callista langsung terdasar 'eh? apa yang sudah ku katakan? memalukan sekali' omelnya dalam hati.
Wajahnya kembali memerah padam dengan mata terpejam erat.
Golden terpaku sesaat. Wajah manis wanita itu memerah dan memejamkan mata seperti anak kecil yang kepanasan dan itu terlihat menggemaskan sekali. Membuatnya ingin memegang wajah wanita ini. Tangannya tanpa sadar bergerak memegang pipi Callista.
Callista yang sedang terpejam merasa pipinya semakin memanas, dan merasa ada yang memegangnya? Ia pun dengan cepat membuka matanya dan kaget melihat wajah Golden yang dekat sekali dengannya.
Mata mereka bertemu, saling memandang. Mata Golden yang terlihat lembut namun sangat pekat dan dalam seperti pusaran air besar yang mampu menenggelamkan dirinya didalam.
Golden pun terdasar lalu tersentak kaget dengan apa yang dia lakukan, menarik tangannya kembali "Maaf, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja. Wajahmu merah sekali, aku fikir kau sakit." jelasnya bohong.
Callista pun tersadar kembali mendengar suara Golden, "Ah he-he ya,,,iya hmm tida,,,tidak apa. Aku baik-baik saja." balasnya gugup "Aku ke toilet sebentar, lanjutkan makanmu" lalu bergegas pergi.
Melihat Callista yang sudah hilang dari pandangannya 'Huff apa yang ku lakukan' gumamnya kecil sambil menggelengkan kepala lalu tersenyum setelahnya.