NovelToon NovelToon
One Night Love Devil

One Night Love Devil

Status: tamat
Genre:Badboy / Ibu susu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Harap bijak dalam memilih bacaan

Iblis Cinta Satu Malam, begitulah julukan yang diberikan oleh Rania pada pria playboy bernama Kaaran Dirga tersebut.

Dengan kekuasaannya, Kaaran bisa meniduri wanita mana pun yang dia mau dan dia tunjuk, tapi tidak dengan Rania. Karena penolakannya, gadis itu terpaksa harus berurusan dengan Kaaran dan para pengawalnya. Sampai-sampai Rania harus rela kehilangan pekerjaan yang sangat dia butuhkan karena gadis itu harus terus bersembunyi dan tidak ingin ditangkap oleh orang suruhan Kaaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tidak Diundang

"Bu, bisa minta tolong tinggalkan kami berdua di sini?" Aku mengusir ibu secara halus, takut beliau mendengar obrolanku nanti dengan tamu tidak diundang ini.

Begitu ibu meninggalkan kami berdua di ruang tamu, aku pun segera bertanya pada tamuku tersebut, "Asisten Roy, kenapa kamu bisa ada di sini?"

Sebenarnya aku cukup terkejut dengan kedatangan asisten Roy yang tiba-tiba. Mau apa lagi dia datang kemari menemuiku?

"Maaf mengganggu waktu Anda, Nona. Tuan Kaaran menugaskan saya untuk datang menjemput Anda ke sini," jawabnya.

"Mau apa lagi dia? Bilang padanya, kalau aku menolak dan tidak mau datang menemuinya." Seketika aku menjadi kesal hanya dengan mendengar nama pria brengsyek itu. Tadinya aku sudah merasa sedikit lebih tenang karena dia mau pun orang suruhannya tidak pernah datang mengusik kehidupanku selama 1 bulan terakhir. Tapi kenapa tiba-tiba hari ini dia datang lagi? Huh, menyebalkan.

"Sebelum Anda menolak permintaan tuan Kaaran, sebaiknya Anda mengingat pasal 17 ayat-"

"Stop stop stop! Jangan pernah mengingatkan aku tentang isi dari surat perjanjian itu, karena aku sama sekali tidak pernah membacanya," kesalku.

"Tapi Anda ingat 'kan Nona apa konsekuensinya kalau Anda berani membantah perintah tuan Kaaran."

Aku mendengus kasar mendengar ucapan asisten Roy. Sepertinya dia sedang mengancamku secara halus.

"Brengsyek," umpatku. "Tunggu sebentar. Aku akan siap-siap." Aku berkata dengan nada ketus karena aku benar-benar dibuat kesal dengan ancamannya itu. Kalau sudah diancam seperti ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain hanya menurut.

***

"Silahkan masuk Nona, Tuan Kaaran ada di dalam." Asisten Roy mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam mobil mewah milik tuannya.

Aku kembali mendengus kasar sebelum melangkahkan kaki memasuki mobil tersebut. Aku benar-benar hanya terpaksa menuruti permintaannya.

Begitu aku masuk, ku lihat pria brengsyek itu tengah menatapku sambil tersenyum, sedangkan aku hanya memasang wajah kesal dan cemberut lalu duduk disampingnya.

Setelah asisten Roy melajukan mobilnya, pria brengsyek itu pun mulai membuka pembicaraan denganku.

"Bagaimana kabarmu selama 1 bulan ini? Kita sudah 1 bulan tidak pernah bertemu. Apa kamu tidak merindukanku?" tanyanya, dan aku langsung memutar bola mataku dengan malas mendengar pertanyaannya.

"Kabar saya baik, dan saya sama sekali tidak merindukan Anda," jawabku datar, sambil melihat ke arah luar. Aku merasa malas melihat wajah tampannya yang menyebalkan itu. Entah seperti apa reaksinya sekarang mendengar ucapanku barusan.

"Kalau kamu sedang berbicara denganku, maka tatap aku. Jangan memalingkan wajahmu dariku. Apa kamu lupa, itu semua sudah diatur dalam surat perjanjian kita? Jika kamu melanggar, maka kamu akan mendapatkan hukuman."

Bed*bah! Brengsyek! Terus saja kalian gunakan surat perjanjian itu untuk mengancamku.

Dengan sangat terpaksa aku memutar kepala dan melihat ke arahnya, tapi masih dengan ekspresi yang sama seperti tadi, kesal dan cemberut.

"Kenapa menatapku seperti itu? Apa kamu benar-benar ingin mendapatkan hukuman? Kalau kamu sedang menatapku, kamu harus terlihat senang dan tersenyum. Semua itu sudah diatur dalam surat perjanjian."

Surat perjanjian lagi, surat perjanjian lagi. Aku benar-benar sudah bosan dan muak mendengarnya.

Sekali lagi dengan sangat terpaksa aku mengganti ekspresi cemberut dan kesalku dengan ekspresi tersenyum dipaksakan.

"Nah, seperti itu. Sebenarnya lebih natural lagi malah terlihat lebih bagus."

Natural kepalamu. Bagaimana aku bisa tersenyum natural kalau kamu yang memaksa aku untuk melakukannya. Dasar pria menyebalkan.

***

Beberapa saat kemudian. Asisten Roy akhirnya memarkirkan mobilnya di sebuah kawasan apartemen elit di kotaku.

Apa jangan-jangan, pria brengsyek itu sudah membeli apartemen di kota ini? Apa jangan-jangan, dia punya niat untuk sering-sering datang ke kota ini untuk bertemu denganku? Haish, jika memang benar begitu, berarti ke depannya aku pasti tidak akan bisa hidup tenang.

Setelah dia mengajakku untuk turun dari mobil, dia lalu merangkul pinggangku saat kami berjalan menuju lift. Dalam hatiku berkata 'apa sih?' tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menurut dan membiarkan memperlakukan aku sesuka hatinya. Karena ujung-ujungnya, kata yang keluar dari mulutnya berupa ancaman tentang pelanggaran surat perjanjian si*lan itu beserta hukumannya.

Lift berhenti tepat di lantai 17 dan dia mengajak aku untuk keluar di sana. Tidak jauh dari lift, kami memasuki sebuah unit yang cukup besar dan luas. Desain di dalamnya terlihat sangat estetik, tidak heran kalau harga satu unit di apartemen ini cukup mahal.

"Duduklah," katanya sambil melepaskan rangkulan tangannya yang sedari tadi menempel di pinggangku dengan mesra.

Aku hanya terus menuruti apa pun katanya tanpa pernah berkata sepatah kata pun, karena sejujurnya aku sangat malas berbicara dengannya.

Aku duduk di atas sebuah sofa empuk dan diikuti olehnya. Sejujurnya aku juga malas berdekatan dengannya tapi sepertinya dia selalu ingin menempel denganku. Benar-benar sangat menyebalkan.

"Roy, di mana dia sekarang?" tanyanya pada asistennya tersebut.

"Dia sudah ada di bawah, Tuan. Sebentar lagi sampai," jawab asisten Roy.

Apa yang sedang mereka bicarakan dan siapa yang mereka maksud? Apa mereka mengundang seseorang untuk datang ke sini juga? Aku sedikit penasaran tapi enggan untuk membuka mulut, apalagi sampai menanyakan hal yang tidak penting.

Tidak lama kemudian, bel unit pun berbunyi, itu tandanya, orang yang mereka tunggu sudah datang. Asisten Roy pun segera membukakan pintu untuk orang itu.

Ku lihat, yang masuk ternyata seorang dokter wanita. Usianya kira-kira 40 tahunan. Aku tidak mengerti kenapa bisa ada dokter di sini? Apa di dalam unit ini ada orang yang sakit?

"Maafkan saya, Tuan, saya datang terlambat." Dokter itu berkata dengan sangat sopan dan penuh hormat. Padahal, usia dokter itu lebih tua beberapa tahun di atasnya.

"Tidak apa-apa, kami juga baru saja sampai," jawabnya.

"Kalau begitu, bisa saya periksa sekarang, Tuan?" ucap dokter itu lagi.

"Tentu saja, Bu Dokter. Lebih cepat lebih baik," jawabnya lagi.

"Ayo." Dia berkata seraya menarik tanganku untuk berdiri.

"Hah? Ada apa?" tanyaku. Aku sedikit merasakan firasat aneh saat dia mengajakku untuk pergi entah ke mana.

"Ayo kita pergi ke kamar. Kamu harus segera diperiksa oleh Dokter Santi," jawabnya.

"Loh, kenapa aku harus diperiksa? Aku baik-baik saja, dan aku tidak sakit apa-apa," protesku, dan enggan untuk menuruti permintaannya.

"Kamu ini benar-benar keras kepala, ya?" Dalam hitungan detik dia langsung menggendongku ala bridal.

"Hey, turunkan aku! Kamu mau apa?! Aku tidak mau diperiksa! Aku tidak sakit! Aku sehat!" teriakku, sambil terus meronta-ronta dalam gendongnya.

"Diamlah."

"Lepaskan! Turunkan aku!"

B e r s a m b u n g ...

1
wang lin
bang toyib pulang rania...😁
wang lin
betul harus nurut jngan nambah beban suamimu.... 👍
wang lin
malu2 mau🤣🤣
wang lin
ini yg k 2xnya aku baca.... dah lupa ceritanya jd baca dri awal lg...😁😁
wang lin
kasi garam biar asin trus micin biar gurih jngan lupa gula biar manis... nahh udh gk hambar pastinya
wang lin
halu yang terlalu menghalu akhirnya terhalu-halu....🤣🤣🤣
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
lagi mabok duit
Dewi Soraya
yg adrian judulny p
Dewi Soraya
ko bs ank dokter n mafia jd lekong hadih gmn si ni???
Dewi Soraya
y ampun q terpesona ma karan.dr awl q sk sikap tengilny yg pemaksa
Dewi Soraya
gini klo pny istri galak n bs bela diri.
Dewi Soraya
org suaminy ketua mafia mkny u disembunyikan krn karan kuatir terjd pp.
Dewi Soraya
dr awl q dh kira klo karan itu sk m rania cm dg cr tengil
Dewi Soraya
wah hebat y karan br niru di you tube enk berarti dy bnr2 cerdas
Dewi Soraya
g da gambarny nek q ngebayangin karan itu bule hot yg tampanny minta ampun
Dewi Soraya
ayo rania tersepona m karan
Dewi Soraya
lucu amat si crtany.ayo rania tersepkna m karan
Dewi Soraya
mati kutu rania.
Dewi Soraya
q ktwa sndri liat kelakuan rania.udh trm aj itu karan.gt2 royal duitny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!