NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Keluarga Kalingga

Malam ini suasana Desa terasa begitu sunyi.

Aroma tanah sehabis turunnya hujan tercium, menambah kental aroma hidup di pedesaan yang jauh dari hingar bingar keramaian kota.

Televisi yang menyala menjadi hiburan Alina di malam hari ini.

Belum lama ini ia membeli televisi, dan dengan bantuan Raka, kini malam harinya tidak terasa begitu sepi, setidaknya ada suara televisi menjadi temannya di kesendirian malam.

“Ponsel ini sudah terlalu tua. Sebaiknya aku menggantinya dengan yang baru,” gumam Alina sembari melihat layar ponselnya yang begitu lambat merespon perintah.

Sebenarnya ia memiliki ponsel keluaran baru, tapi benda itu tidak boleh dibawa, hanya ponsel lama miliknya yang boleh dibawa, itu juga setelah layarnya dirusak.

Kejam?!!

Alina tidak menganggap itu sebagai perbuatan kejam, tapi mereka hanya ingin mengambil apa yang sejak awal memang bukan miliknya.

Perut kenyang, ditambah hawa dingin yang semakin terasa. Alina perlahan merasakan kantuk yang tak lagi bisa tertahan, sampai akhirnya ia tertidur, menjadikan televisi kini melihatnya yang telah tidur.

Di tempat berbeda tapi di waktu yang sama~

Raziel yang belum lama ini tiba di rumah keluarganya, ia mengumpulkan semua orang di ruang keluarga, lalu mulai menceritakan semua yang dialaminya di Desa saat ingin mengambil warisan milik Elena.

Bukan hanya gagal mengambil warisan, tapi ia akhirnya mengetahui fakta tentang Alina yang tau pasti tentang warisannya.

Mengetahui semua rahasia telah diketahui Alina. Seketika satu keluarga itu khawatir, khawatir kalau Alina tiba-tiba mengambil apa yang diwariskan padanya, apalagi sampai sekarang mereka belum berhasil mendapatkan apa yang diwariskan pada gadis itu.

Hendrawan sudah berkali-kali ingin mengambil alih warisan Alina, tapi ia justru menjadi bahan lelucon pengacara yang mengurus perihal warisan Alina.

Pengacara itu senantiasa menyampaikan padanya kalau warisan itu akan diberikan pada Alina, tepat saat ia menginjak usia 20 tahun, usia yang dianggap sudah matang untuk menerima tanggungjawab besar.

Meski sudah menawarkan diri sebagai wali sementara sampai Alina berusia 20 tahun, Hendrawan tetap tidak mendapat apa yang diinginkannya.

Padahal kalau warisan Alina jatuh ke tangannya, semua permasalahan perusahaannya saat ini bisa terselesaikan.

“Apa Ayah tau sesuatu yang bisa membuat warisan itu gagal jatuh ke tangannya?” tanya Rafael, putra pertama Hendrawan, saudara kembar Raziel.

Hendrawan menggelengkan kepala. “Bahkan kalau ia mati, warisan itu akan langsung jatuh ke dinas sosial,” ucapnya.

“Ayah, bagaimana kalau ia dengan sukarela menyerahkan warisan itu pada kita? Apa semuanya bisa menjadi milik kita?” tanya Martha tiba-tiba.

“Itu bisa saja terjadi, tapi bagaimana caranya ia bersedia menyerahkan warisan itu dengan sukarela kepada kita?” tanya Hendrawan penasaran, dan saat ini pandangannya tertuju pada Martha, istrinya.

“Sayang, caranya sangat mudah, semudah membalikkan telapak tangan!” ungkap Martha.

“Tolong jelaskan!” ucap Hendrawan semakin penasaran.

“Kalian semuanya, seharusnya kalian lihat saat dia kita kirim ke Desa?” Mendengar itu, semua orang mengangguk, lalu Martha lanjut bicara, “terlihat jelas ia begitu berat melepaskan kita, yang artinya sebenarnya ia berharap kita menampungnya di sini, di keluarga Kalingga. Jadi, alangkah baiknya kita ajak dia kembali ke keluarga kita ini, dan perlahan kita pengaruhi dia supaya menyerahkan warisan itu pada kita, termasuk tanah dan rumah yang ada di Desa! Begitu semuanya sudah kita dapatkan, kita usir saja dia, biarkan dia hidup menderita tanpa campur tangan kita!”

Sebuah rencana yang terdengar sangat kejam, tapi seluruh keluarga Kalingga setuju dengan rencana itu, termasuk Elena, dimana gadis itu sudah tak sabar membuat hari-hari Alina di rumah keluarga Kalingga dipenuhi dengan penderitaan.

***

Kabut yang mengandung embun masih menyelimuti ladang saat Alina sudah mulai membersihkan ladang dari rumput-rumput kecil yang baru saja tumbuh.

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi kabut embun masih enggan beranjak pergi, efek dari hujan yang semalam turun, dan, walau tidak deras, hujan turun sampai pagi.

Tadi sebelum pergi ke ladang, Alina sempat melakukan transaksi dengan beberapa Dunia Pararel yang entah berada di semesta mana, tapi dari transaksi itu ia mendapat cukup banyak Poin Sistem.

Hari ini setelah menyelesaikan urusan di kebun, rencananya Alina akan pergi ke gudang misterius milik orang tuanya.

Tidak mengajak orang lain, ia akan datang sendiri ke tempat itu, tentunya ada Sistem yang selalu ikut kemanapun ia pergi.

Saat tengah fokus mencabuti rumput, Alina dikejutkan dengan kedatangan Raka yang tiba-tiba datang dan berdiri di depannya.

“Sedang melamun?” tanya Raka sedikit mengejutkan Alina.

“Hanya sedang memikirkan apa yang akan aku lakukan hari ini,” jawab Alina.

“Lalu sudah terpikir apa yang ingin kamu lakukan hari ini?” lagi Raka bertanya.

Alina mengangguk lalu bicara, “hari ini aku berencana jalan-jalan dengan motor baru, melihat-lihat seperti apa keadaan Desa ini juga beberapa Desa tetangga,” ucapnya memberi jawaban.

“Semoga jalan-jalannya menyenangkan! maaf aku tidak bisa menemani karena ada sedikit urusan di kota!” ucap Raka.

“Tidak perlu minta maaf karena sama sekali tidak ada yang salah!” balas Alina.

Giliran Raka yang mengangguk, dan setelah ngobrol santai selama beberapa waktu, Raka pamit pergi, dikarenakan ia harus segera pergi ke kota.

Bukan urusan penting ia pergi ke kota, hanya saja hari ini Raka benar-benar ingin menukar mobil lamanya dengan mobil yang lebih baik, dengan begitu ia tidak akan lagi tersiksa dengan kecepatan mobil lama yang benar-benar lelet meski sudah dirawat dengan baik.

Alina sendiri lanjut bekerja setelah melihat Raka pergi dan menghilang dari penglihatannya.

Beberapa waktu kemudian setelah menyelesaikan seluruh urusan ladang. Alina bersiap pergi, tapi ia harus mandi dan berganti pakaian lebih dulu sebelum pergi.

[Ding!]

[Nona sebaiknya membawa alat untuk melindungi diri, sebab di tempat itu ada kemungkinan Nona akan bertemu bahaya, walau Sistem tidak bisa memprediksi dengan pasti bahaya apa yang akan Nona temui.]

Mendengar itu Alina memikirkan senjata apa yang bisa digunakan untuk melindungi dirinya, hingga pandangannya mengarah ke belati kembar yang bisa ia sembunyikan di balik pakaiannya.

Setelahnya ia pergi mandi, dan begitu selesai mandi juga memakai pakaian, ia lebih dulu menyimpan dia belati di balik pakaiannya.

Beruntung kedua belati memiliki pengaman, membuatnya aman menyimpan benda tajam itu di balik pakaiannya, dan begitu seluruh perlengkapan telah lengkap, ia pun segera mengeluarkan motor.

Mengunci pintu rumah rapat-rapat sebelum pergi, dan untuk barang-barang berharga, semuanya telah tersimpan rapi di ruang penyimpanan sistem, membuatnya bisa pergi dengan tenang, tanpa harus selalu memikirkan barang-barang berharga di rumah yang bisa saja dicuri maling.

1
Tatang
keren
Andira Rahmawati
aaahhhh..lanjut thorrr..💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow bang Raka mulai posesif ya nih 🤭🤭😂😂
Lala Kusumah
ciut juga tuh nyali pas ketemu Raka ya 😂😂😂🤭🤭
Lala Kusumah
hajar mereka Alina 💪💪💪
Murni Dewita
💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow Raka selalu ada buat Alina ya, kereeeeeennn 👍👍👍
SiPemula: harus itu Hahahaha😄
total 1 replies
Rayyanah Rayya
alur x bagus, penulisan x juga bgus, ga bosen baca x
SiPemula: terimakasih! jangan bosan membacanya!
total 1 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, semangat sehat ya 💪💪😍
SiPemula: siap, lanjut dan terimakasih🙏
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak...
total 1 replies
Lala Kusumah
wah siapa Raka sebenarnya ya, penasaran 🤔🤔🤔
Lala Kusumah: ish....
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
siapa Raka sebenarnya hingga Hendrawan takut ketika melihatnya,jadi penasaran
SiPemula: nanti akan terungkap semua
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: ok siap.... 👍
total 1 replies
Rizki Rahmawan
selamat sore menjelang malam semua sehat selalu semangat semuanya 😄😄🙏🙏
SiPemula: sehat selalu juga gan.... 👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
SiPemula: siap, double mulai hari ini
total 1 replies
Lala Kusumah
wow....
SiPemula: hehehe
total 1 replies
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍😍😍
SiPemula: makasih kak👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak
total 1 replies
Moh Rifti
lanjut 👍👍😍👍👍👍
SiPemula: siap....
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
SiPemula: ok kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!