NovelToon NovelToon
Ayah Anak ku

Ayah Anak ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Theshittyqueen

Adara hamil, sialnya ia tidak tahu ia hamil anak siapa. Yang ia ingat terakhir kali hanyalah dirinya terbangun dalam keadaan telanjang bulat bersama dengan empat sahabat laki laki nya yang juga tidak mengenakan pakaian apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theshittyqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH DUA

Sabrina pulang dengan hati hancur, ia benar benar terluka melihat kondisi putranya yang bukannya membaik justru semakin buruk.

Seolah olah segala usahanya untuk menyembuhkan putranya tidak ada artinya, semuanya sia sia. Markus semakin tidak terkendali.

Dokter bahkan mengatakan jika seperti ini terus Markus bisa saja tewas akibat ulahnya sendiri.

Sabrina tidak bisa membiarkannya, Sabrina tidak bisa melihat putranya lebih hancur lagi.

Sehingga Sabrina memutuskan untuk menemui Adara, ia tidak punya harapan lagi selain Adara. Mungkin jika Adara mengunjungi Markus, Markus bisa tenang dan menerima semua pengobatannya tanpa menyakiti perawat dan juga dirinya sendiri.

Jari Sabrina terulur menekan tombol bel di rumah megah tersebut, ia disambut oleh pelayan dan di persilahkan masuk.

Adara datang dan menyambut kedatangannya, “Ah.. Tante, maaf tapi Cherryl sedang tidak ada. Lucas membawa nya pergi.”

Sabrina menggelengkan kepalanya, ia kemari bukan untuk menemui cucu nya itu. “Aku kemari bukan untuk menemui Cherryl, tapi untuk menemui mu.”

Adara mengerutkan alisnya, ia duduk tepat di sebrang Sabrina, bertanya tanya dalam hatinya mengapa Ibu Markus ingin menemui nya.

“Adara.. aku tahu aku terdengar tidak tahu malu, tapi aku punya satu permintaan. Tidak bisa kah kau mengunjungi Markus sekali saja?”

Adara dengan cepat menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, ia tidak ingin terlibat lagi dengan Markus, meski Cherryl anak Markus bukan berarti Adara harus perduli kepada Markus seperti ia perduli pada Cherryl bukan?

“Ku mohon.. sekali saja jenguk Markus, dia semakin parah dan ia terus menyebut nama mu. Tidak ada yang bisa membuatnya tenang, tidak bisa kah sekali saja kau temui Markus? Sekali saja.. ku mohon..”

“Tidak bisa Tante, aku sudah tidak ingin terlibat lagi dengan Markus.”

Sabrina menangis di depan Adara, “Sekali saja, sekali ini saja bantu aku.. bagaimana pun Markus dulu sahabat mu bukan, temui dia sekali ini saja dan aku tidak akan meminta mu untuk menemuinya, aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi.. aku sudah putus asa.”

Adara merasa kasihan dengan Sabrina, ia akhirnya menganggukkan kepalanya meski rasanya berat untuk menemui Markus lagi setelah apa yang sudah Markus lakukan kepada dirinya.

“Baiklah, hanya sekali ini.”

***

Adara datang ke rumah sakit jiwa setelah kemarin Ibu Markus datang menangis kepadanya dan memohon agar Adara bersedia untuk menjenguk Markus.

Adara merasa risih saat ia memasuki rumah sakit jiwa itu, Adara merasa terganggu dengan pasien pasien yang ada disana.

Sabrina, Ibu Markus membawa Adara menelusuri lorong koridor rumah sakit jiwa tersebut, menuju kamar tempat dimana Markus terkurung.

Mereka berhenti di sebuah kamar, dari balik kaca Adara bisa melihat ke dalam kamar tersebut. Melihat Markus yang tengah berbaring terikat di ranjangnya.

“Perawat sengaja mengikatnya, agar saat kau masuk ia tidak bisa berbuat macam macam kepada mu. Dan juga karena kemarin ia baru saja melukai salah satu perawat disini.” Sabrina menjelaskan, ia memberi kode kepada perawat untuk membuka pintu kamar tersebut agar Adara bisa masuk ke dalam.

Adara masuk tanpa rasa takut, Markus terikat jadi ia tidak akan bisa melukai Adara.

Adara memperhatikan Markus yang sibuk menatap langit langit, tidak menoleh sedikit pun kearahnya seolah olah laki laki tersebut tidak menyadari kedatangannya.

Adara berdeham cukup keras sehingga Markus mengalihkan pandangannya kearahnya, Adara memperhatikan bagaimana mata Markus mendadak membesar ketika melihatnya, dan mata tersebut berkaca kaca siap menumpahkan air mata.

Adara muak melihat hal itu, “Aku lah yang korban disini, tapi justru kau yang terlihat menyedihkan.”

Markus menangis, ia menangis seperti anak kecil. Bergerak berusaha lepas dari ikatannya. Seolah ingin menggapai Adara.

“Adara.. sayang..”

Markus berusaha untuk menggapai Adara namun ia tidak bisa, dan oleh karna itu Markus semakin menangis. Tangisannya semakin kuat dan semakin membuat Adara muak.

“Kau tidak sayang padaku..” tangis Markus lantaran Adara tidak kunjung bergerak mendekatinya ataupun membukakan ikatan nya.

Adara menghela nafas berat, percuma ia kemari. Hanya buang buang waktu saja, Markus hanya mengatakan hal hal yang tidak berguna, lagi pula apa yang bisa Adara harapkan dari seorang laki laki yang tidak waras?

Adara berbalik hendak keluar dari kamar tersebut, namun langkah nya terhenti ketika ia mendengar perkataan Markus.

“Kau tidak sayang padaku.. hiks.. atau.. Adara.. kau.. memang tidak pernah benar benar perduli kepadaku bukan?”

Adara tertegun dan kembali berbalik menatap Markus, menatap mata Markus yang memerah karena tangisnya.

“Kalau kau memang benar benar perduli padaku, kenapa dulu kau selalu membela Justin dan bermain dengan nya ketika ia jelas jelas selalu mengejek ku, bersikap buruk padaku. Jika memang kau perduli padaku kau pasti tidak akan menggantikan posisi ku dengan orang lain, aku hanya pergi sebentar tapi saat aku kembali kau sudah bahagia dengan mereka.”

Air mata Markus terus mengalir, “Aku selalu ada untuk mu, menjaga mu, pergi ke sekolah dengan mu, mengerjakan semua tugas sekolah mu, mendengarkan semua keluh kesah mu, melakukan semua hal yang kau mau. Tapi aku tidak pernah minta apa apa selain kau tetap berada disisi ku, untuk tidak meninggalkan aku seperti mereka yang telah meninggalkan ku. Tapi kau memang tidak pernah perduli padaku, Adara. Kau selalu mengabaikan perkataan ku, bahkan saat aku marah dan pindah sekolah kau sedikitpun tidak punya niat untuk mencegah ku, menyusul ku dan menyelesaikan permasalahan kita. Kau justru menggantikan posisi ku dengan orang lain, bahagia bersama orang lain, sementara aku menderita kehilangan seseorang yang selama ini ku anggap rumah ku, ku anggap segalanya bagiku.”

Adara terdiam, ia memperhatikan bagaimana Markus menumpahkan kesedihannya.

“Aku marah, aku benci melihat mu bahagia dengan orang lain sementara aku menderita karena tidak bisa berada disisi mu. Aku benci.. tapi kenyataannya aku tidak bisa apa apa meski aku sudah berusaha jahat kepadamu. Adara.. kau memang tidak pernah perduli kepadaku bukan? Karena jika kau perduli kepadaku, kau tidak akan pernah meninggalkan ku seperti mereka yang telah meninggalkan ku. Kau.. meninggalkan ku.. kau.. meninggalkan ku.. kau..” Markus mendadak mengulang ulang kalimat tersebut, bergerak tak tentu arah berusaha lepas dari ikatannya.

“Kau meninggalkan ku!! Kau tidak ada bedanya dengan mereka!! Kau meninggalkan ku!! Kau meninggalkan kuu!!!!”

Dan saat itu pula para perawat datang, berbagi tugas untuk menahan Markus dan menyuntikkan obat bius pada Markus agar tenang.

Adara tidak tahu sejak kapan air matanya jatuh, sejak kapan ia menangis mendengar semua keluh kesah Markus.

Dan sesaat Adara menghapus air mata di pipinya, kilasan ingatan di masa lalu melintas di kepalanya.

“Aku benci Mama dan Papa ku, mereka tidak sayang padaku. Mama hanya sayang pada Viola, dan Papa sering memukuli ku. Mama ku meninggalkan ku sejak ada Papa dan Viola.” Markus kecil mengerutkan alisnya tidak senang, ia nyaris menangis namun Adara dengan sigap menepuk bahu teman nya itu.

“Tenang saja kan ada Adara, Adara tidak akan meninggalkan Mark. Karena Adara sayang Mark.”

“Janji?”

“Janji.”

“Kalau begitu nanti kita menikah saja ya, supaya tidak ada yang bisa memisahkan kita. Mau kan?

“Mau, Adara mau!”

“benar ya? Harus di tepati ya, karna Adara sudah janji!”

“Iyaa.. Adara pasti tepati. Adara ini bukan pembohong tauuu!”

Nyatanya Adara tidak pernah menepati janji nya, Adara justru marah saat Markus melarikan diri, saat Markus pindah sekolah. Bukan nya menjelaskan Adara justru dengan angkuhnya berpikir bahwa ia bisa hidup tanpa Markus, dan bisa lebih bahagia menjalani hidup tanpa Markus.

Tanpa Adara menyadari bahwa Markus lah orang yang tidak bisa hidup tanpa Adara, dan Markus lah yang paling menderita.

1
Memyr 67
banyak episode dengan bahasa yg tidak aq mengerti. jadi bingung
arfan
up
Sidieq Kamarga
Orangtuanya yang harus bertanggung jawab atas penderitaan Markus. Ibunya terlena dan tidak berusaha memahami apa yang dialami Markus
Anonymous
mamuppppuuuussssss lu Adara,,,,berlagak sok2an👎👎👎👎
Lea_Rouzza
sbnrny ni cerita brp subtitle ny yacchhh
Lea_Rouzza
ikutan mampir thorr,,sampurasun ,,permioos,,kulonuwuuun😊😊
ika
jawaban yg bijak
Kurnit Rahayu
Claudia kw pn si Miko slmay m sembuh Dy blom tntu mw m lu lagi coba kw bukn s Aron lu bklan g perawan ge
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
Eka Yuliani
lagi kerja baca part yg ini auto nangis thor....teman2 kerja bingung dikira saya ada masalah kluarga disuruh crita kenapa 😂😂
Fa Rel
adara bodoh keras bgt lu
Fa Rel
jahat lu adara
Fa Rel
juan sialan pantes markus dendam ma dia
Fa Rel
no q benci adara mlutnya kayak sampah sih
Fa Rel
menjijikan digilirrr
nil
andainya tokoh Aaron ada dlm kehidupan nyata
nil
🙄😒😐😐🤔🤔😑
nil
hmmmh
Ummu Habibatul Wahda
kenapa tulisannya jadi bahasa asing yah
ayu aja
ku yakin.. sakit Jiwa nih Aaron.. dia kayaknya bukan anaknya.. entah anak ibunya dengan pria lain.. kan katanya ibunya mantan PSK.. makanya Damian gak mau tanggung jawab..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!