NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengejar Ketertinggalan Poin

Kemudian tak lama setelah itu permainan selanjutnya pun sudah diumumkan kembali dan kali ini permainannya adalah Paku Sasaran.

“Silahkan pilih pemain kakak” ucap Deta lalu Fatin pun berdiskusi kembali dengan teman-temanya

“Coba sini juknisnya lagi” pinta Ruka lalu mengamati juknis itu dengan seksama dan memotretnya menggunakan kamera ponselnya. Entah apa yang dia lakukan, namun aku tidak terlalu memperdulikannya.

“Harus laki-laki ini berarti” ujar Putra

“Iyah” balas Eni lalu memikirkan solusinya karena tersisa Dani yang belum bermain sementara pemain yang dipilih harus dua orang.

“Jadi gimana nih” ujar Tian

“Gak ada plihan lain, satunya harus tetap perempuan” kata Putra

“Tapi siapa?” tanya Fatin cepat

“Biar aku aja” bicara Ruka, mendengar itu teman-temanya langsung terdiam seperti tidak yakin

“Kenapa? Aku serius loh” tegas Ruka

“Kamu yakin?” tanya kembali Fatin

“Umm” balas Ruka dengan anggukan

“Baiklah, tapi jangan memaksakan diri yah” ucap Fatin

“Iyah, tenang saja” balas perempuan itu lagi lalu memasuki Arena bersama Dani.

“Permainannya sederhana, setiap tim hanya perlu melempar paku pada sasaran yang telah disediakan. Setiap sasaran memiliki point yang berbeda-beda, semakin ketengah makan pointnya semakin tinggi. Setiap tim terdiri dari dua pemain dimana masing-masing memiliki kesempatan untuk melempar paku sebanyak 5 kali. Permainan berakhir jika semua paku miliknya habis dan setelah itu barulah perhitungan point” Tutur Deta menjelaskanya

“Yah yah, aku sudah tau” balas Ruka lalu meminta agar permainannya dipercepat.

“Baiklah, kalau kamu minta begitu” balas Deta sambil tersenyum, Fatin yang melihat itu khawatir.

“Rencana licik apa lagi yang akan kamu lakukan” ujarnya

“Nggak ada kok, aku hanya bermain sesuai denga aturan pada juknis” jawab Deta lalu memanggil dua orang dari tim STT dan yang keluar adalah seseorang yang tidak terduga.

“Yo kita ketemu lagi” ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Agus

“Eh, Agus?Bukanya dia sudah main sebelumnya”

“Panitia bagaimana ini” Anwar berteriak

“Bukanya aturannya gak boleh main dua permainan yah” bicara Tian

“Aturan yang mana” ujar Agus lalu Fatin pun kembali membaca juknis lombanya dan isinya sudah berubah. Dia pun kebingungan.

“Yah kalah lagi nih kita”

“Kalau tau gini yah,Ikon aja tadi yang maju”

“Iyah, dia pasti bisa menang lagi kalau lawanya Agus” kata Anwar

“Jangan gitu lah” tegas Tian

“Nggak apa-apa, kita harus tetap percaya dan dukung mereka” lanjutnya

Sementara itu kembali lagi kedalam arena, Ruka dan Agus sedang berhadapan.”Kalian akan kalah lagi” ucap pemuda itu tapi Ruka tak menanggapinya, justru dia tersenyum menunjukan kepercayaan dirinya.

“Aku akan membuat senyuman mu itu jadi ait mata” kata Agus yang kesal.

“Baiklah, permainan dimulai dalam hitungan mundur tiga...dua...satu” kata Deta lalu permainan pun dimulai.

“Kamu duluan” ucap Ruka mempersilahkan Dani melempar lebih dulu

“Ayo Dani” teriak teman-temannya lalu Dani pun mulai melakukanya dan lemparannya hampir mengenai sasaran yang paling tengah

“Aih sedikit lagi” gregetnya lalu melempar lagi paku keduanya dan kali ini malah meleset paling luar lingkaran sasaran. Teman-temanya yang melihat itu pun sedikit kesal.

“Percuma juga kalau laki-lakinya begitu” kata Tian

“Duh kalah ini kita” keluh Anwar khawatir

“Daniii, lempar yang benar” teriak Eni sangat keras sampai membuat kuping kami berdenging. Dani yang mendengar itu ikutan terkejut.

“Woi keras banget suaramu” katanya

“Biarin, supaya kamu menang” balas Eni dengan suara lantangnya lalu Dani pun tersenyum. Dia kembali fokus pada sasaran yang ada didepannya.

“Yeah berhasil” seru mereka melihat lemparan Dani tepat mengenai pusat lingkaran sasaran. Mereka pun memujinya. Sementara itu Tim STT juga tidak mau kalah, lemparan Agus tidak pernah meleset begitu juga dengan rekannya. Berbeda dengan Dani dan Ruka, Tim STT  memakai strategi melempar paku bersamaan sehingga kemungkinan mereka bisa selesai lebih cepat. Namun ini bukan permainan kecepatan melainkan ketelitian dan ketepatan.

Saat Dani masih melempar, Ruka memperhatikan tim musuh dan menghitung setiap point mereka dengan teliti. Penonton yang melihatnya jadi bingung dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan olehnya. Untuk apa dia melakukan hal tersebut. Jawabanya hanya Ruka sendirilah yang tau dan tentu saja aku penulis cerita ini lalu kalian juga pastinya yang masih membaca cerita ini sampai akhir. Jadi pastikan tetap baca yah.

“Kami menang” ucap Agus sesaat sebelum melempar paku terakhirnya dan berhasil mengenai sasaran tapi Ruka masih tetap diam saja dan memperhatikan. Lalu Dani pun juga sudah selesai dan berhasil melempar empat paku yang tepat sasaran.

“Maaf, satunya gagal” ucapnya lalu mempersilahkan Ruka untuk mengambil gilirannya

“Gak masalah” balas Ruka lalu berganti posisi dengan Dani. Dia pun berdiri dengan tegak menghadap sasaran lalu mulai mengambil paku yang ada disamping kananya.

“Apa sih yang bisa dilakukan perempuan lemah sepertimu, palingan lemparanmu gak akan sampai” ucap Agus meremehkan gadis itu. Namun tak lama setelahnya dia langsung terdiam karena melihat lemparan Ruka yang tepat sasaran bahkan lebih baik dari lemparannya.

“Woah, yang benar saja” celetuk Anwar terkejut

“Ruka, ayooo” seru Fatin dan Tian meneriakinya dari jauh.lalu Ruka kembali melempar dan hasilnya tepat sasaran lagi.

“Yeah berhasil” serunya sendiri

“Aku sudah memperhatikan semuanya tadi, aku sudah mempelajarinya selama permainan, jadi aku tau caranya” gumamnya lalu kembali melempar lagi

“Aku akan menang” batinya sambil tersenyum, Agus yang melihat itu pun mulai khawatir karena lemparan Ruka tidak pernah meleset jauh dari sasaran.

Sorakan penonton pun kembali bergemuruh sehingga membuat atmosfir permainan makin meriah. Mereka merasa terhibur dengan permainan yang dilakukan oleh kedua tim apalagi Ruka.

“Sisa satu lagi, dengan begitu kemenangan telak untuk kami” kata Ruka lalu mengatur nafasnya sebelum melempar kembali pakunya.

“Huff” suara nafasnya lalu dengan sekuat tenaga melempar paku dengan tangannya dan berhasil mengenai tepat pada pusat lingkaran sasaran, bahkan sampai membuat paku yang dilempar Dani sebelumnya sampai terjatuh.

“YEAHHH” sorak mereka saat melihat point mereka lebih tinggi jauh diatas Tim STT.

...

Poin sementara STT (21) dan Mahasiswa KKN (23)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!