Vella mariska, wanita berusia 24 tahun yang belum pernah pacaran. Tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya yang bercerai karena istrinya memilih pergi bersama pria lain bernama davin.
Duda itu bernama bima argantara, Cucu dari surya argantara seorang pebisnis sukses. Merupakan pria yang sudah sangat mapan dan tentunya tulus mencintai vella. Diawal pernikahan mereka baik-baik saja. Namun ketentraman itu tak berlangsung lama. Mantan istri bima kembali dan mengganggu hubungan mereka. Mantan istri bima mengetahui rahasia yang selama ini telah disembunyikan kakek surya dari semua orang. Yaitu tentang masalah kebakaran di pabrik milik ayah vella 22 tahun lalu, yang merenggut nyawa ibu vella. Dia menggunakan itu untuk memecah hubungan bima dan vella. Dia tidak rela melihat vella yang hidup bahagia bersama mantan suaminya. Sementara dirinya hidup sengsara karena setelah bercerai dari bima, davin malah menikahi perempuan pilihan orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Setelah hampir 1 jam hp kiara penuh dan dapat menyala. Kakek mengambilnya dan akan menyerahkannya pada vella. Tak sengaja dia melihat wallpaper di hp kiara.
"ini kan rosalin, Jadi benar dia anaknya rosalin." Ucap kakek surya dalam hati.
Vella heran melihat kakek surya begitu terpaku menatap hpnya.
"Kek? Kakek kenapa? Oh iya itu foto mama saya." Ucap vella
"Enggak papa, ini hp kamu." Ucap kakek menyerahkan hp pada vella.
Saat dibuka tertera banyak panggilan masuk dari fadly. Vella pikir pasti hanya khawatir biasa. Namun saat membaca pesan dari fadly wajahnya langsung berubah menjadi pucat dan panik.
"Vell ada apa kenapa kamu terdiam gitu?" Tanya bima
"Ayah masuk rumah sakit mas. Apa masih lama nyampek jakartanya?" Ucap vella dengan panik
"Kamu tenang ya, sebentar lagi sampek kok. Di rumah sakit mana?" Bima mencoba menenangkan vella
"Citra husada mas," Ucap vella
Kakek surya menyuruh sopir untuk lebih cepat melajukan mobilnya. Sementara pak ferdi terlelap tidur tidak memperdulikan apapun.
Vella mendapat kabar lagi kalau ayahnya sekarang sedang kritis. Dia langsung menangis, refleks bima merangkulnya dan mencoba menenangkannya. Kakek surya yang melihatnya tidak marah, malah mendukung tindakan bima.
"Kamu anaknya rosalin, aku harus menebus semua kesalahan di masa lalu." Ucap kakek dalam hati
"Lebih cepat, kalau perlu kamu cari jalan yang bisa cepat sampai ke rumah sakit." Ucap kakek surya.
"Baik tuan." Jawab sopir
Sekitar jam setengah 11 malam, mereka sampai di rumah sakit. Vella langsung berlari masuk dan mencari ruangan ayahnya. Bima dan kakek surya menyusul. Pak ferdi tetap di mobil bersama sopir karena dia masih tertidur.
"Gimana pak? apa kata dokter?" Tanya vella pada fadly
"Belum tau vell, dokter masih didalam." Jawab fadly
Semua duduk menunggu dokter keluar. Vella menyuruh semua pulang saja. Karena ini sudah hampir tengah malam. Terutama pada kakek surya.
"Kakek, mas bima saya terimakasih banget udah diantar kesini. Lebih baik kalian pulang saja. Saya nggak papa disini sendirian. Pak fadly juga pulang aja, istirahat. Saya udah banyak ngrepotin." Ucap vella
"Gimana kek, kita pulang sekarang?" Tanya bima pada kakek surya
"Enggak, kita tunggu sampai dokternya keluar. Kasian kalau vella sendirian disini." Ucap kakek surya
Fadly pun enggan meninggalkan vella sendiri disana. Kemudian fadly mendekat pada bima, dia ingin tau cerita bagaimana bisa vella bersamanya. Setelah mendengar ceritanya, fadly sangat berterimakasih. Dari caranya berterimakasih, bima menangkap bahwa vella lah yang selama ini diincar oleh fadly.
"Jadi dia incaran yang lo maksud?" Bisik bima
Fadly menjawab dengan anggukan. "Tapi dia nolak gue bro." Bisik fadly
Bima ingin tertawa, tapi melihat situasi sekarang dia menahannya. Bima tak melanjutkan pembahasannya dengan fadly. Mereka kembali fokus menunggu dokter keluar.
Jam menunjukkan pukul 11:48 wib. Kiara yang masih belum tidur dia membuka tirai kamarnya melihat keluar. Belum ada tanda-tanda bima datang. Akhirnya dia menghubungi bima lewat video call, namun yang menjawab pak ferdi. Karena hpnya tertinggal di dalam mobil.
"Loh kok papah yang jawab? bima kemana?" Tanya kiara
"Papa juga bingung ini bangun-bangun udah di rumah sakit aja. Tapi kata sopir bima di dalam nganterin perempuan tadi." Ucap pak ferdi
"Perempuan?" Kiara bertanya-tanya
Pak ferdi pun menyusul masuk ke dalam dengan masih video call dengan kiara.
Jegreekk.... Suara pintu terbuka, dokter pun keluar ruangan. Semua langsung berdiri. Vella mendekat kearah dokter dan bertanya keadaan ayahnya.
"Gimana keadaan ayah saya dok?"
"Ayah anda mengidap randang paru-paru yang sudah parah. Untuk saat ini diperlukan perawatan yang sangat intensif. Beliau belum sadarkan diri dan untuk sementar belum bisa untuk dijenguk. Berdoa saja semoga beliau cepat sadar." Ucap dokter
Vella langsung lemas dia menangis, tanpa sadar dia memeluk bima. Bima merasa tidak enak dengan fadly, tapi fadly memberikan isyarat tidak apa-apa karena memang vella sedang kalut.
Kakek surya pun merasa sangat kasihan dengan vella. Dia berharap semoga ayah vella baik-baik saja dan cepat sadar. Pak ferdi menemukan keberadaan bima dan kakek. Dia pun berbicara pada kiara.
"Itu mereka." Ucap pak ferdi
"Pah bisa arahin kamera belakang. Aku mau lihat siapa aja disana." pinta kiara
Pak ferdi mengarahkan kameranya sesuai keinginan kiara. Langsung terlihat pemandangan yang tidak menyenangkan untuk kiara. Bima tengah berpelukan dengan vella. Merasa kesal, kiara mematikan telfonnya begitu saja.
"Bim, ini istri kamu telfon." Ucap pak ferdi
Mendengar kata itu, vella tersadar dan langsung melepaskan pelukannya pada bima.
"Maaf maaf.. maaf mas saya nggak ada maksud apa-apa. Kakek surya saya juga minta maaf saya beneran nggak ada maksud peluk mas bima." Ucap vella
Bima dan kakek surya memaklumi itu. Mereka pun pamit pulang meningglkan vella disana bersama fadly. Sedangkan kiara merasa sangat kesal.
"Apa-apaan dia beraninya peluk suami gue kaya gitu. Kakek surya juga ada disana tapi kenapa enggak dilarang. Awas aja itu cewek kalau sampek berani ngrebut bima. Gue belum dapet apa-apa jangan sampek bima kecantol cewe lain dulu." Ucap kiara
Bima sampai dirumah dan langsung masuk ke dalam kamar menyapa istrinya yang belum tidur. Kiara memasang ekspresi datar pada bima.
"Loh sayang kamu belum tidur?" Tanya bima. Namun Kiara malah ganti bertanya.
"Sebenarnya ada hubungan apa kamu sama perempuan itu?" Tanya kiara dengan nada sinis
"Siapa? Oh vella, nggak ada apa-apa aku sama dia." Jawab bima sambil melepas jasnya dan mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selesainya bima mandi kiara kembali melontarkan pertanyaan. Dia terlihat sangat kesal pada bima.
"Kalau cuma temen kenapa nyaman banget kayanya peluk-pelukan gitu?"
Bima menaruh handuknya kemudian mendekat pada istrinya itu. Dia mengerti pasti kiara melihat itu saat menelfon tadi. Makanya telfonnya langsung dimatikan saat hp sampai ditangannya. Bima mencoba menjelaskan keadaan sebenarnya pada kiara.
"Kamu cemburu ya, maaf ya tadi itu aku cuma nenangin dia. Soalnya ayahnya lagi sakit parah gitu." Ucap bima menjelaskan namun kiara tetap diam.
Kiara merasa cemburu pada suaminya yang dekat dengan perempuan lain. Padahal dia sendiri mempunyai hubungan yang intim dengan pria lain dibelakang bima.
"Hmm.. kamu beneran marah nih? Oh iya aku ada sesuatu buat kamu." Ucap bima lagi, dia mengambil tas berisi kotak perhiasan.
Kiara menerimanya dan langsung membukanya. Dia langsung menganga, tidak menyangkan bima membelikannya kalung berlian yang sangat indah.
"Sayang... ini kan kalung limited edition itu. Kamu kok bisa dapetin ini?" Ucap kiara sangat senang
"Aku gak tau kalau itu limited edition, Aku cuma asal beli aja buat kamu. Soalnya indah banget, aku pikir kamu pasti suka."
"Suka... suka banget. Makasih ya sayang."
Bima pun memakaikan kalung itu ke leher kiara. Bima melihat ada bekas merah seperti gigitan di leher kiara, persis seperti waktu itu. Kiara yang menyadari itu, langsung memeluk bima dengan erat agar pandangan bima teralihkan. Bima pun membalasnya dan mencium kening kiara. Setelah itu kiara mengajak bima untuk tidur. Kiara merasa lega bima tak membahas tentang merah-merah dilehernya. Tapi meskipun diam, Sebenarnya bima bertanya-tanya dalam hatinya.
"Kenapa ada bekas itu lagi, itu bukan bekas gigitan nyamuk atau bahkan alergi. Itu seperti bekas... Kenapa aku jadi semakin meragukan kesetiaan kiara?"
Bima terus bertanya-tanya didalam hatinya. Sampai akhirnya dia tertidur dan melupakan semuanya.
sekarang saatnya kiara yang dapat karmanya 😠
langsung terbuka semua rencana mereka sih ini
mantap dah
singkirkan semua penghalang
hempaskan wanita gak tau diri itu