NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Desi sudah bersiap dengan pakaian kerjanya, dan ini adalah momen yang di tunggu oleh Febri, karena jika sang istri sudah berangkat kerja ia bisa kerumah Safa dan bermalam disana.

"Yakin gak mau di anterin ? Mas lagi gak ada kerjaan loh" tawar Febri.

Desi menatap sang suami dengan senyuman "Gak usah Mas, kamu istirahat aja pasti capek kan habis olaraga siang" balas Desi sambil terkekeh.

Febri pun ikut terkekeh, ia kembali mengamati sang istri yang sedang merapihkan hijabnya. Istrinya memang cantik pantas dulu ia begitu tertarik dengan Desi bahkan sampai tergila-gila, namun kekurangan Desi yang mengakibatkan Febri seperti sekarang.

"Aku jalan dulu Mas, udah telat nih" ucap Desi, ia melirik jam yang melingkar di tangannya. "Kamu baik-baik di rumah, jangan kelayapan nanti malam" sambung Desi lagi.

"Baik Sayang, kamu juga hati-hati di jalan"

Desi mencium punggung tangan suaminya, memang itulah yang menjadi kebiasaan Desi.

Setelah kepergian sang istri, Febri mulai bersiap untuk pergi kerumah Safa. Namun sebelum pergi ia mendekati Bi Ratih dan mengatakan sesuatu.

"Saya mau pergi Bi, nanti malam saya gak pulang. Bibi tolong jaga rumah dengan baik !!"

"Baik Pak, hmmm memangnya bapak mau menginap dimana ? maaf ya Pak kalau saya nanya soalnya nanti kalau ibu tanya saya gak bingung jawabnya apa"

"Kalau istri saya nanya bilang saja kalau saya tidur di rumah dan ada di kamar, jangan katakan kalau saya keluar malam ini. Saya usahakan pulang jam 04 subuh sebelum Desi pulang"

Walau ragu dan bingung Bi Ratih tetap menganggukan kepalanya, ia merasa kalau majikan laki-lakinya itu sedang menyembunyikan sesuatu. Namun Bi Ratih tak ingin bertanya lebih karena di rumah ini ia hanya seorang Art .

"Terima kasih sebelumnya Bi, kalau begitu saya pergi Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Febri melangkahkan kakinya dengan langkah yang cepat, rasanya ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Safa dan mengelus perut rata Safa yang setiap bulannya akan semakin membesar.

Ah membayangkan nya saja sudah membuat Febri bahagia, apalagi kalau itu benar-benar terjadi. Akan ada sesorang yang memanggilnya dengan sebutan Ayah atau Papa.

Dulu saat baru-baru menikah dengan Desi, ia dan Desi sepakat akan membuat anak-anak mereka memanggilnya Papa dan Mama, namun selalu saja harapan tak sesuai dengan kenyataan. Karena sampai saat ini Desi tak kunjung melahirkan anaknya.

Bahkan sampai kedua orang tua Febri menghembuskan nafas terakhirnya Desi pun tak kunjung hamil. Saat ini yang tersisa hanya ibu mertuanya saja yaitu ibu Desi yang usia nya sudah sangat tua. Tapi masih bisa berjalan.

"Kira-kira Safa sedang apa sekarang ? apa dia sudah makan ?"

Mobil berhenti di saat lampu jalanan berubah menjadi merah, sambil menunggu lampu berubah menjadi hijau Febri kembali membayangkan Safa dan calon anaknya kelak.

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

"Hai Des baru sampai ?" tanya Putri yang menjadi temannya di sif malam ini, karena Tata ia beda Sif.

"Iya nih Put, kamu gimana apa udah lama sampainya ?"

"Belum juga sih ?"

Raut wajah Putri tampak murung, Desi tau apa permasalahan wanita itu. Beberapa waktu lalu suami Putri sudah menikah lagi dan itu atas permintaan Putri sendiri.

"Kamu kenapa Put ? ada masalah ?" tanya Desi.

Putri menghela nafas panjang "Kayaknya keputusan ku untuk Mas Heru menikah lagi adalah kesalahan besar, karena setelah menikah Mas Heru lebih perhatian sama istri mudahnya dan sering mengabaikan aku"

"Kan dulu aku sama Tata udah bilang, kalau gak kuat di madu mending jangan aneh-aneh, sekarang kamu ngerasain sendirikan gimana sakitnya di duakan. Kalau aku kah ogah ya Put di madu, jika aku tak bisa ngasih Mas Febri keturunan maka wanita manapun juga gak boleh ngasih dia anak" jelas Desi menggebu.

"Aku cuman ingin Mas Heru bahagia Des"

"Cara membahagiakan suami bukan hanya dari keturunan Put, ada banyak cara lain kok. Sekarang lihat kan suami kamu bahagia tapi kamu yang menderita"

Putri terdiam, ucapan Desi semuanya benar. Saat ini suaminya bahagia sementara dirinya menderita, dan setiap malam ia akan merasakan cemburu saat sang suami menginap di rumah madunya.

"Sekarang jalanin aja dulu, mungkin kamu belum terbiasa entar kalau udah biasa kamu gak sedih lagi" Desi menepuk bahu Putri dengan pelan.

"Iya Des, mungkin karena baru saja di madu makanya hati aku belum nerima di bagi seperti ini"

...🍀🍀🍀🍀🍀...

Mobil Febri memasuki halaman rumah minimalis yang di tinggali Safa, sebelum turun ia mengambal satu kantung jajanan yang ia beli di minimarket tadi.

"Assalamualaikum" teriak Febri dengan lantang.

Tak menunggu lama Safa sudah membukakan pintu, Febri tersenyum begitupun dengan Safa.

"Waalaikumsalam. Ayo masuk Mas".

"Gak salim dulu Nih ? kan baru ketemu"

Safa terkekeh, ia meraih tangan sang suami lalu menciumnya. Desiran aneh pun Safa rasakan begitupun dengan Febri saat punggung tangannya menempel di bibir mungil Safa.

"Ya sudah yuk masuk, entar banyak yang lihat gak enak" tutur Febri.

Keduanya masuk dan menuju ruang keluarga, Febri memberikan jajanan yang ia beli tadi kepada Safa.

"Fa Mas mau ngomong sesuatu sama kamu"

"Ngomong apa Mas ? bilang aja !".

"Besok kamu pindah ya dari rumah ini"

Mendengar hal itu Safa kaget, apa ini bentuk pengusiran secara terang-terang oleh suaminya, tapi kenapa baru sekarang jika Febri mau mengusirnya ? kenapa gak dari dulu saat ia belum hamil anaknya.

"Mas ngusir aku ?" tanya Safa dengan nada bergetar. Mungkin karena hormon kehamilan makanya Safa menjadi cengeng.

"Bukan ngusir Fa, Tapi pindah. Mana mungkin lah Mas ngusir kamu yang lagi mengandung anaknya Mas"

"Pindah ? pindah kemana Mas ?"

"Pinda ke apartemen. Mas baru ingat dulu Ayahnya Mas memberikan hadia apartemen untuk Mas, dulu sih di sewakan tapi udah 4 bulan ini kosong jadi kamu pindah kesana"

"Memangnya kenapa dengan rumah ini ? aku nyaman tinggal disini Mas"

Febri menghela nafas panjang "Mas takut Desi tau tentang hubungan kita Sayang, Mas belum ingin semuanya terbongkar"

"Terus sampai kapan kita rahasiakan semua ini sama mbak Desi Mas, aku juga butuh kepastian, aku tidak ingin selalu menjadi istri sirih kamu" tanya Safa dengan sudut mata yang mulai berair.

"Kasih Mas waktu ! kalau semuanya sudah tepat Mas akan ngasih tau Desi dan menikahi kamu secara resmi" balas Febri.

Safa menundukan kepalanya, entahlah kapan waktu itu datang, yang jelas Safa akan bersabar menunggu kepastian dari suaminya sendiri.

"Kamu mau kan pindah kesana ? "

"Terserah kamu saja Mas ! aku ikut saja" jawab Safa pasrah.

---

...LIKE DAN KOMEN ...

...ADD FAVORIT...

...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!