Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Informasi Tak Terluga
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi tak ada tanda-tanda Kiara akan pulang. Jonathan sudah menunggu di depan rumah Kiara hampir dua belas jam, rasa jenuh pun kini mulai menghantui pria tampan ini, sayangnya hal tersebut tidak menyurutkan niat Jonathan untuk menunggu kekasih hati.
"Ra, kamu ke mana sih? Kenapa kamu menghindar dariku?" tanya Jonathan dalam hati.
Hati Jonathan gelisah, sungguh ia merasa bersalah karena dulu begitu mengabaikan Kiara. Bahkan pria ini juga menceraikan Kiara hanya karena ia bebas dengan dirinya. Sayangnya keinginan itu sekarang justru membawanya masuk ke dalam dilema. Hatinya ingin Kiara sekarang. Sedangkan Kiara Menghindarinya.
Merasa tidak enak dengan warga sekitar, Jonathan pun memutuskan untuk pulang.
Jonathan tampak lemas, rasanya tak semangat ia menjalani harinya. Di rumah, ia menyalakan laptopnya, berselancar di dunia maya, mencari beberapa akun yang pernah berhubungan dengan mantan istrinya. Sayangnya, sudah hampir lima tahun akun yang ia curigai milik Kiara, tidak pernah mengunggah apapun. Sehingga bisa dikatakan akun itu sudah tidak aktif.
Kesal dengan ketidakpastian yang ia dapatkan, Jonathan pun memutuskan untuk kembali ke kamar.
Belum sempat kakinya menapak ke tangga, Tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari teman lama yang saat ini menjadi dokter spesialis anak di salah satu rumah sakit terbesar di kota.
Sebenarnya Jonathan malas menanggapi teman satunya ini. Karena temannya ini dulu pernah suka padanya, pasti saat ini wanita ini hendak merayunya lagi. Tapi hati kecilnya mengatakan agar dia menjawab panggilan telepon itu. Meski malas, ia tetap berusaha menanggapi.
"Hallo," ucap Jonathan menyambut Panggilan telepon itu.
"Hallo, Jo, ini aku Nita," jawab wanita itu, lembut.
"Ya, ada apa, Nit," jawab Jonathan malas.
"Emm, Jo, maaf ya malam-malam aku ganggu kamu, tapi aku beneran penasaran. Sebelumnya aku benar-benar minta maaf, tapi melihat seseorang ini, aku langsung teringat sama kamu," ucap Nita, terdengar sedikit gugup.
"Ingat aku, kenapa? ada apa? maaf Nit, aku ga ada waktu buat main-main sama kamu, maaf aku tutup ya."
"Jo, tunggu aku mohon, dengerin aku dulu!"
"Ya, cepat ada apa?"
"Dulu kamu pernah ngenalin aku sama seorang wanita, kamu bilang dia istri kamu kan."
"Hem, lalu."
"Maaf, kalian masih bareng ga?"
"Ngapain kamu nanya gitu, ga sopan banget." Jonathan tampak kesal dan marah.
"Tidak, aku hanya ingin tahu, soalnya dia bawa anaknya berobat sama aku, tapi kamunya ga ada. Sedangkan anaknya mirip sekali sama kamu. Tadi aku nggak sengaja denger percakapan dia sama kakaknya, katanya dia ga bisa kasih tahu ayahnya anak ini kalo dia ada. Aku hanya kasihan sama anak ini, Jo, dia manggil-manggil ayahnya, sepertinya rindu. Suhu tubuhnya naik turun. Aku hanya kasihan. Maaf kalo aku ikut campur. Aku hanya mau nanya soal itu, Jo. Maafkan aku, selamat malam." Nita hendak menutup panggilan itu.
Seketika Jonathan pun tertegun tanpa kata. Sungguh Jonathan tidak menyangka bahwa do'anya terkabul begitu cepat. Tanpa ada angin tanpa ada hujan, Tuhan telah mengirimkan informasi padanya, tanpa ia sangka.
"Nit, tunggu... "
"Ya."
"Bisa kasih tau aku di mana rumah sakitnya, nomer kamarnya, nama anaknya, aku mohon." Suara Jonathan terdengar tersendat. Seperti menahan tangis.
Sesuai dugaan Nita, bahwa Jonathan benar-benar tidak tahu kalau anak itu ada. Sedangkan Nita hanya kasihan pada sang anak, apa lagi anak itu mengingatkan dirinya pada seorang pria yang pernah membuatnya tertarik.
"Aku kirim sekarang, Jo. Tapi aku mohon, tolong jangan beri tahu siapapun kalo aku membocorkan data pasien. Aku bisa kena sangsi nanti," punya Nita serius.
"Kamu jangan khawatir, Nit. Makasih banyak kamu udah bantu aku. Aku udah mencari mereka ke mana-mana, Nit. Aku hampir buntu," jawab Jonathan seriuss.
"Sudah ku duga, pasti kalian sedang ada masalah. Selesaikan dengan baik, Jo. Jika benar anak itu adalah anakmu, jaga dia, dia sangat manis, sepertimu," ucap Nita, sedikit bercanda.
"Baik, Nit, aku ga akan mengecewakan mu," jawab Jonathan penuh semangat.
Tak menunggu waktu lagi, Nita pun segera mengirim lokasi tempat ibu dan anak itu berada. Nita berharap semua akan baik-baik saja dan bocah tampan yang saat ini menjadi pasiennya juga akan segera sembuh.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat