Wanita Keras Kepala dan tak suka diatur selain menurut pada satu orang yaitu Kingnya, ia adalah sosok yang keras dan acuh.
Namun, ada hal dibalik sikap bengis itu muncul membuat ia dijahui banyak orang bahkan tak satupun pria yang mampu menyentuh hatinya.
Bagaimana jika ia di jodohkan dengan pria yang tak kalah Arogan dan keras kepala, kasar bahkan sama sekali tak menyukainya sedari awal bertemu?
Akankah mereka bertahan, atau malah berpisah ditengah ketidak cocokan Perasaan dan Kekerasan hati itu?
Na'as hati itu mulai mencair, masa lalu kelam datang menghampiri menerjang pondasi yang sama sekali tak kokoh karna hanya satu hati yang menopangnya. membuat goresan luka yang membekas dalam.
"Akan ku lepas, jika kau bahagia,"
Satu lirihan kata yang terucap dengan netra Elang yang menatap sendu kepergian seseorang yang sudah membuat jiwanya terbelah untuk yang kedua kalinya.
Sudah cukup rasanya Mencinta! tak ada yang menghargai hingga mereka pergi begitu saja.
Bagaimana kelanjutannya, apakah mereka tetap bersama atau malah kembali hidup keras masing-masing.
Simak ceritanya di Novel Author kesayangan ini😂..
Mohon Mampir...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan!!
Kesibukan para Staf dan Kariawan itu lansung terlihat dengan tumpukan berkas untuk Presentasi yang akan dilakukan para Perusahaan Naungan yang mengejar Target untuk menjadi yang teratas untuk di Lindungi.
Dari sejumlah Perusahaan yang ada hanya ada beberapa yang akan masuk dalam Lindungan terpenting dan akan Bekerja sama Exslusif dengan Perusahaan besar MCC(Moureen Crops Company).
"Bagaimana ini? aku belum menyalin File nya ke Laptopku!"
"Kau memausingkan itu? lihatlah, sedari tadi Managemen yang bersangkutan belum mengabariku sama-sekali!"
Decah mereka dengan kesusahan masing-masing, namun berbeda dengan Stephen yang sudah mempersiapkan semuanya secara matang, ia juga harus memberitahu kendala yang dialami Perusahaannya supaya Perusahaan teraratas bisa membantu menyelesaikannya.
"Apa Presedir sudah datang?"
"Bersyukurlah dia tak datang! kalau tidak Naunganku akan di cabut!"
Ucap Mrs Zenatte yang sudah kepalang pusing dengan Kariawannya yang tak berkompeten, bahkan hasil Riset mereka saja belum jadi sampai sekarang.
"Bukankah Perusahaan anda bergerak di Bidang Otomotif?"
Stephen mengangguki ucapan Mrs Zennete yang kagum akan kerja keras pria tampan dengan wajah manis ini, ada campuran Asia dan Amerika yang sangat kental.
Namun, mereka seketika diam saat mendengar kalau Presedir Nareus sudah ada didepan sana, wajah-wajah pucat dan wajah gembira itu meruak berdiri merapikan Penampilan masing-masing, mereka juga mengecek File yang akan di Presentasikan nanti.
"Selamat Datang, Presedir!!!"
Mereka membungkuk hormat dengan gestur yang sopan menyambut kedatangan seorang Pria tampan dengan tatapan menohok itu lansung menusuk jantung mereka, garis rahang yang tegas dengan aura keberadaan yang kuat membuat Pria ini tak bisa di acuhkan begitu saja.
"Hm!"
Mereka kembali duduk dengan wajah yang sangat serius mengingat Pria Arogan ini sangat tak suka dengan Kemalasan dan tak bertanggung jawab.
"Meeting kali ini yang kedua! Pertama di Meksiko dan yang Kedua di Perancis!"
"Iya Tuan!!"
Jawab mereka pada Asisten Buron yang terlihat memimpin perawalan dengan Sangat terlatih dan Gesit penuh pengetahuan.
"Sesuai Perjanjian, Perusahaan kami dan AIC akan menilai setiap Kinerja kalian, Presentasikan hasil Proyek yang kemaren di bentuk dan persiapkan dengan baik!"
"Baik!!!"
Asisten Buron menyingkir ke belakang Nareus yang hanya diam duduk bertopang kaki begitu memperhatikan wajah-wajah Manusia di ruangan itu membuat mereka berkeringat dingin.
Apa ada salah? atau pakaianku terlalu terbuka atau kami tak sopan?
Pertanyaan dari mata kemata itu melempar kegelisahan dengan Stephen yang merasa Presedir tampan itu sedang menatapnya tajam.
"Ma..Maaf Presedir! adakah salah saya?"
Narus terdiam, ia menatap Stephen dari atas sampai bawah, wajah manis dengan tatapan lembut, gestur tubuh gagah tapi juga hangat dan membuka, pria ini punya daya tarik atas kehangatan yang dijanjikan.
"Siapa namamu?"
"Stephen, Presedir!"
Jawab Stephen menundukan kepala itu, ia tak bisa bersitatap lama karna auranya benar-benar menundukan keangkuhan darinya.
"Kau yang Terakhir!"
Stephen terkejut dengan semua orang yang saling pandang aneh, apalagi Stephen yang sudah kelut, apa ia salah? atau ada yang tak disukai Presedir Nareus padanya?
"Ma..Maaf Presedir! tapi apakah saya salah?"
"Kau lihat saja nanti!"
Stephen mengangguk kembali dengan Para Pimpinan Perusahaan naungan yang mulai Menpresentasikan hasil kerjanya, Nareus sangat teliti mendengarnya tanpa mengalihkan tatapan sama sekali, sesekali ia melirik Stephen yang terlihat sudah siap dan sangat jelas pria ini memiliki semangat yang kuat.
"Kau siapa?"
"Sa..Saya Zennete, Presedir!"
"Kau sekolah?"
"I..Iya Presedir!"
"Lalu kenapa Presentasimu seperti orang yang tak di Sekolahkan?"
Degg..
Mereka terdiam dengan suara berat Bass menusuk dan tajam itu, sudah mereka duga kalau Presedir Nareus akan menyeleksi segalanya dengan ketat.
"Kau pikir aku memberikan kesempatan itu sangat mudah?"
"Ma..Maaf Presedir! tapi Perusahaan saya belum cukup berani untuk mencampuri Pasar Internasional!"
Nareus mengeraskan rahangnya kuat, ia tak butuh manusia pemalas begini, dengan sekali tatapan dari Nareus Asisten Buron mengerti.
"Jaminan Agensimu di cabut dan Naungan yang kau miliki sudah habis!"
"Tu..Tuan!"
"Perusahaanmu berhutang dan lunasi itu!"
Ucap Asisten Buron yang lansung memerintahkan anggota mereka untuk mengusir wanita itu, ia sudah di suruh menyelidiki sebagaimana Kompetennya semua orang disini dalam Berbisnis, dan sebagian besar ada yang tak menghargai sama sekali.
"Sudah ku bilang, kalau ingin berada di Nanunganku maka jangan pernah Mencoba Bermalas-malasan!"
Ucap Nareus tegas lalu menatap Stephen yang mengerti dan maju ketempat Presentasi untuk memulai hasil kerjanya.
"Kemaren saya mengamati Proyek besar yang di Desain sampai ke Perusahaan saya, dari sana saya bisa mendapatkan kalau Perusahaan saya bisa bersaing karna kami lebih dalam Segi Keterampilan dan Kejeniusan Otomotif, dari yang pernah saya jelaskan..!"
Stephen memaparkannya secara rinci dan jelas, terlihat sangat serius dan tak main-main, setiap teori yang di keluarkan juga begitu Kompeten dan bertanggung jawab hingga akhir Presentasinya.
Prokkk...Prokkk..
Suara tepuk tangan yang keras membuktikan kepuasan mereka, Nareus hanya diam, seraya mengamati pria itu tanpa terdeteksi.
Lalu ia melihat jam di pergelangan tangannya, ada waktu 3 jam dari sekarang. setelah itu ia harus melihat Alen.
"Tuan!"
"Sampai kapan ini berlansung?"
"Ini akan sampai Sore, Tuan! karna banyak Perusahaan yang ingin bertemu dengan anda!"
Nareus terdiam sesaat, ini semua gara-gara Mister President AIC itu, ia jadi tak bisa berdiam sejenak saja hanya untuk memantau istrinya.
.........
Waktu terus berputar tanpa disangka mentari tadinya tersenyum diatas sana seketika Meredup lansung berganti dengan remangan malam yang pas.
Tatapan geli itu lansung muncul saat melihat dandanannya dari kaca besar sana, Gaun ketat berwarna hitam dengan belahan dada rendah, belum lagi bagian pinggung yang membentuk bokongnya yang tampak sangat menonjol dengan tubuh lansing bak biola tapi tentu saja perut rata itu menjadi pusat dari penampakan sexsi ini.
"Mom! ini terlalu terbuka!"
"No! kau sangat cantik, kenapa kau tak begini saja setiap hari, hm?"
Alen hanya mendengus kesal, ia tak suka pakaian membentuk Body begini, apalagi bagian dadanya yang memang berisi terlihat menyembul dengan bagian pundak yang polos dihiasi berlian biru yang melingkar di leher jenjangnya.
"Mom, pangkal pahaku hampir terlihat!"
"Tenang saja, itu bisa diatur!"
Momy Carolin memakaikan Mantel bulu coklat ke tubuh Alen membuat pemandangan indah itu tertutup namun masih saja begitu mewah dan sangat Feminim dengan Heels Maroon itu.
"Mom, aku sudah merasa Polos saja!"
Momy Carolin menggeleng mendengar keluhan Alen, ia tak mungkin membuat tubuh indah wanita ini ternikmat oleh Publik, itu makanya Momy Carolin melapisinya dengan Mantel tebal mengingat cuaca di luar memang dingin.
"Ta..Tapi..!"
"Sutt! menurut saja!"
Momy Carolin yang sudah siap dengan Gaun Casual nan Megah itu berjalan keluar Boutique ternama ini seraya Pengawal yang mengiring langkah mereka menuju mobil.
Di seluruh langkah di Karpet merah itu terus di selingi gejolak kagum dari semua Kariawan dan Pengunjung yang begitu terpesona dengan wanita cantik bermata tajam yang sedang berlenggok dengan Heels yang tak terlalu tinggi membuat Alen tampak seperti Artis Holywood dan Ibu Mertua yang sangat Bergaya itu.
"Mo..Mom!"
"Apa, hm?"
"Kenapa mereka selalu menatap Bokongku?"
Momy Carolin tersenyum, walau bagaimanapun kesempurnaan fisik dengan kehasan ini akan tetap muncul walau di tutupi.
"Karna kau sangat Khas!"
Alen hanya diam seraya dengan cepat masuk kedalam mobil sana dengan rambut pendeknya yang ditata sedemikian rupa dengan riasan bermerek menampakan wajahnya begitu Dewasa dan Sexsi dari bibir Merah merona itu.
"Mom! kita mau kemana?"
"Hanya makan malam di Resto Shefood di Tepi Resort!"
"Hm!"
Momy Carolin menggenggam tangan Alen yang terkejut menatap wajah cantik Momy Carolin yang terlihat sangat berharap padanya.
"Kau tahu, Momy sangat mempercayakan Nareus padamu!"
"Ma..Maksudnya?"
"Dia itu pria yang kesepian, dia dulu mencintai Shena, tapi wanita Sempurna itu tak bisa ia ambil karna sudah dimiliki orang lain!"
Alen terdiam, ia memang sangat tak tahu sekarang ia harus apa, dengan Nareus pun rasanya sangat nyaman, tapi ia belum bisa mengubur masa lalu.
"Dia tersenyum bersamamu, dia memiliki Warna saat memelukmu, Aku merasakan itu!"
"Dia hanya menjalankan kewajibannya, Mom!"
Momy Carolin terdiam, ia yakin itu bukan hanya sekedar tanggung jawab, tapi sesuatu yang muncul akibat terus Bersama dan mengikis jarak.
........
Vote and Like Sayang..