Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran untuk Yuri
"Kau?" mata Satomi terbelalak melihat Kei memegang pergelangan tangannya dan menggagalkan aksi penamparan kepada Yuri.
"Tuan Muda Yamamoto ..." ucap Yuki yang terkejut dengan kedatangan Kei. Firasatnya berkata bahwa acara pesta pernikahannya akan berakhir buruk. Lagi-lagi Satomi membuat ulah yang memancing kemarahan Tuan Muda Yamamoto yang arogan tersebut.
Tidak hanya pasangan pengantin yang terkejut dengan kedatangan Kei. Yuri dan tamu-tamu lainnya pun tak kalah terperangah. Seharusnya, sebuah acara yang dihadiri oleh salah satu keluarga Yamamoto menjadi sesuatu yang spesial. Kedatangan orang 'penting' tersebut dapat menaikkan pamor bahkan status sosial.
Namun, dalam pesta Yuki-Satomi kali ini ada kondisi yang berbeda. Semua orang terdiam tak berani bicara. Bahkan, untuk bergerak pun mereka enggan. Mata dan perhatian orang-orang tertuju pada Kei, Yuri, dan sepasang mempelai pengantin. Mereka menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.
"Tuan Muda Yamamoto, sebuah kehormatan, Anda berkenan hadir dalam pesta pernikahan kami." Yuki berusaha menyambut kehadiran Kei dengan baik.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan tangan kotormu ini?" tanya Kei sambil menghempaskan tangan Satomi. Laki-laki dingin yang sedang diselimuti kemarahan itu tidak menanggapi sambutan Yuki.
"Aaa ...." Satomi memekik lalu memegangi pergelangan tangannya. Dari raut wajahnya, jelas jika dia sedang kesakitan.
"Tuan Muda, mulut wanita ini terlalu beracun. Sudah pantas jika aku memberinya pelajaran." Satomi menunjuk Yuri penuh kekesalan. Dia berharap akan mendapat pembelaan dari Kei.
"Lancang sekali mulutmu! Mungkin aku perlu membungkamnya agar kamu tak bisa bicara omong kosong lagi!" hardik Kei.
Satomi merasa dipermalukan dan tidak terima dengan ucapan Kei. Baginya, Yuri tetaplah orang yang harus dipersalahkan dan kedudukannya tidak boleh lebih tinggi dari Satomi.
"Tuan Muda Yamamoto, Anda jangan tertipu dengan wajah polos wanita ular ini. Dia terlihat baik, tapi sebenarnya sangat kotor!"
Satomi bermaksud membongkar aib Yuri di depan Kei dan tamu lainnya. Wanita itu berpikir akan berhasil menjatuhkan Yuri jika orang-orang tahu akan aibnya yang melahirkan. seorang anak tanpa suami.
Kei memandang Satomi dengan tatapan setajam pedang. Tentu saja sorot mata membunuh yang diperlihatkan Kei membuat Satomi ketakutan. Namun, wanita itu tidak bisa mundur sekarang. Dia masih bertekad untuk menjatuhkan Yuri.
"Apa Tuan Muda tahu, dia telah melahirkan seorang anak tanpa suami. Tak ada laki-laki yang bertanggung jawab atas anak yang dia lahirkan. Yuri adalah aib keluarga. Keluarga besar Matsumoto tidak mengakuinya lagi sebagai bagian dari kami," papar Satomi. Wanita itu tersenyum penuh kemenangan setelah mengucapkan isi pikirannya.
Yuri meradang mendengar kata-kata Satomi. Dia merasa bahwa sepupunya itu telah kelewatan. Tidak seharusnya dia memaparkan semua itu dihadapan khalayak.
Yuri ingin sekali membungkam mulut Satomi atau menampar wajahnya. Namun, Kei menghalangi keinginan Yuri. Laki-laki itu telah lebih dulu bertindak. Ayah dari Lucas itu tentu meradang karena dikatakan tidak bertanggung jawab.
"Kau akan menjilat lagi kata-katamu dan akan lebih baik jika membungkam sendiri mulutmu!" tegas Kei.
"Apa maksud Tuan Muda? Apakah Tuan Muda Yamamoto masih ingin membela wanita jal*ng ini?" tanya Satomi yang belum memahami arah pembicaraan Kei.
Plakkk!
Kei tidak tahan lagi. Akhirnya dia melayangkan tangannya untuk menampar Satomi. Akan tetapi, Yuki sebagai suami yang baik menahan tamparan tersebut. Didorongnya sang istri hingga telapak tangan Kei justru mendarat pada wajah Yuki.
"Ajari istrimu menjaga mulut atau aku akan menyuruh orang merobeknya!" ancam Kei. "Kalian semua dengarkan perkataanku. Anak yang dia lahirkan adalah darah dagingku. Tentu saja tidak ada yang berani mengakui dan bertanggung jawab atas anak itu, karena hanya aku yang bisa melakukannya!" lanjut Kei.
Semua orang tercengang seakan belum percaya dengan apa yang beru mereka dengar. Tuan Muda Yamamoto yang terkenal dingin terhadap wanita tiba-tiba mengaku telah memiliki seorang anak.
Meski tak percaya, tetapi tidak ada yang berani mengeluarkan kata-kata. Semua hanya bisa terdiam menatap Yuri. Namun, ketidakpercayaan yang ada dalam pikiran orang-orang tak bertahan lama. Semua pikiran buruk segera terpatahkan saat Kei berjongkok di depan Yuri. Lelaki itu mengeluarkan sebuah cincin berlian lalu dengan terang-terangan melamar wanita cantik tersebut.
Yuri hanya terdiam, bingung harus bagaimana. Semua terlalu mendadak. Dia belum siap menerima kejutan sebesar ini. Akan tetapi, Kei tetaplah Tuan Muda yang semaunya sendiri. Dia tidak akan menunggu reaksi atau persetujuan dari Yuri. Pemuda tampan itu langsung memakaikan cincin tersebut ke jari manis wanita yang dilamarnya.
"Secepatnya kita akan segera menikah," ucap Kei.
Tentu saja acara lamaran dadakan itu menjadi pusat perhatian. Orang-orang lebih antusias memberi ucapan selamat untuk Kei dan Yuri. Mereka lupa bahwa acara malam ini sebenarnya adalah pesta pernikahan Satomi dan Yuki.
"Aku pasti akan membalasmu! Kau telah merebut perhatian orang-orang di hari bahagiaku. Kau akan menerima akibatnya!" gumam Satomi yang memandang Yuri penuh kebencian.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏