NovelToon NovelToon
My Devil Man

My Devil Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: DewiNM0811

Note: kisah terkesan penuh drama, karena author masih perlu banyak pembelajaran. harap maklum.

Kisah Zidan Revandra dan Asya Arsellia.

Bagi Asya, kepercayaan adalah landasan sebuah hubungan. Namun, itu tak didapatkan dari perjalanan cintanya dengan Zidan.

Lelaki itu masih menganggapnya perusak, penyebab masa remajanya suram tanpa kasih sayang.

Hingga ketika Asya menyerah, Zidan baru sadar bahwa segala tuduhannya selama ini sama sekali tak berlandaskan kebenaran.

Zidan goyah tanpa kehadiran Asya. Berusaha mencari perempuan itu, Zidan bersumpah akan mendapatkannya kembali.

Menjemput sang pujaan dan calon buah hati. Buah hati yang hadir dari kebejatannya memperkosa Asya.

Bagaimana kisahnya? Akankah cinta mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewiNM0811, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MDM-Part 22

Asya mencoba memejamkan matanya berulang kali,berusaha menjemput rasa kantuk yang hilang tiba-tiba. Seketika pikirannya menerawang,berusaha mengingat dengan jelas apa yang dikatakan oleh Zidan via telepon beberapa jam lalu.

Tubuhnya yang lemah dia sandarkan di kepala ranjang,tangannya gemetar seketika,membayangkan ancaman Zidan yang nampaknya tidak ada kepuraan. Asya menoleh,melihat jam digital diatas nakas. Waktu sudah beranjak pagi,cahaya rembulan tampak redup digantikan dengan sinar bening matahari yang masih tampak samar-samar.

Tangan Asya meraih benda pipih disamping jam digitalnya,dan menghubungi Zidan untuk mengkonfirmasi maksud darinya tadi. Namun nihil,Zidan seakan sengaja membuat Asya panik dengan mengabaikan panggilannya.

"Aku gak bisa kaya gini.. Zidan pasti mau hancurin usaha Raihan.. aku harus ketemu dia..". Asya mengatakannya dengan optimis,sebelum melangkah cepat menuju kamar mandi untuk ritual pagi.

✳✳✳

Tigapuluh menit seakan waktu yang mencekam bagi Asya,dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh,membelah jalan ibu kota yang masih sepi kendaraan di pagi buta ini.

Ketika sampai didepan komplek apartemen Zidan,tanpa ragu Asya melangkah cepat ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai dimana apartemen Zidan berada.

Asya melangkah lebar,menuju apartemen Zidan dan memencet belnya berulang kali namun tak ada jawaban,kemudian tanpa ragu tangan mungilnya menggedor pintu itu tak sabaran,mengabaikan pandangan orang yang menatapnya aneh bahkan kesal.

Salah satu wanita paruh baya mendekati dan memegang bahu Asya pelan,membuat Asya tersentak kaget dan menoleh menghentikan aktifitasnya.

"Cari orang yang tinggal di apartemen ini ya nak??". Tanya wanita paruh baya itu kepada Asya.

Asya mengangguk. "Iya bi.. saya mencari Zidan..". Tangan Asya menunjuk kearah pintu yang digedornya tadi. "Orang yang tinggal di apartemen ini..". Lanjutnya.

Wanita itu hanya mengangguk,lalu berkata. "Dia udah pergi dari tadi nak.. sepertinya berangkat kerja,soalnya pakaian yang dekenakannya rapi..".

"Oh begitu.. makasih ya bi..". Asya kemudian pergi setelah sebelumnya menyalami wanita paruh baya itu.

Asya sedikit berlari menuju tempat mobilnya diparkirkan dan mengendarainya dengan kecepatan penuh kembali.

✳✳✳

Zidan menyesap kopi yang baru saja dibuatnya,bibirnya sesekali menyimpulkan senyuman yang membuat orang bergedik ngeri bagi siapa saja yang memandangnya saat ini. Rencana-rencana kotor telah disusunnya rapi,untuk membuat perempuan incarannya bertekuk lutut dan jatuh kedalam pelukannya. Entahlah,kali ini dia harus bersikap posesif dan nekat jika ingin menenggelamkan Asya dalam kukungan genggaman tangannya.

"Sebentar lagi..". Zidan melirik arloji yang tersungging indah dipergelangan,seakan memperkirakan apa yang akan terjadi kemudian.

"Lima.. empat.. tiga.. dua.. sat..". Hitungan mundurnya terhenti,saat seseorang masuk membating pintu ruangannya paksa.

Zidan menoleh dan menatap penuh kemenangan terhadap perempuan yang kini berjalan cepat kearahnya. "Akhirnya dateng juga..". Desisnya halus.

Asya mengatur napasnya berulang kali, berlari terburu-buru dengan sepatu berhak lima senti membuat tumit serta betisnya sedikit pegal.

Zidan bangkit menghampiri Asya yang kini berdiri dihadapannya. Tangannya meraih pipi lembab Asya dan membelainya lembut. "Capek Sya??".

Asya menepis tangan Zidan jijik,matanya menatap nyalang ke arah lelaki yang tersenyum devil kepadanya. "Maksud kamu apa?! semalem maksud kamu apa?!". Asya meninggikan suaranya begitu napas tersenggalnya sedikit terkendali.

Lelaki didepannya tidak menggubris dan memilih menarik tangan Asya dalam genggamannya lalu membawanya duduk disofa.

"Ini minum dulu..". Zidan menyampirkan secangkir kopi buatannya tadi,bukan milik sendiri,melainkan secangkir kopi tambahan yang dibuatnya untuk Asya begitu yakin perempuan disampingnya akan mendatanginya kemudian.

Perempuan disampingnya tidak menghiraukan secangkir kopi yang diberikan oleh Zidan. Asya justru menatap lekat dengan sejuta pertanyaan yang telah dia siapkan. "Maksud kamu apa Zidan?? kamu mau bikin perusahaan Raihan hancur??". Tanya Asya terburu.

Zidan menyesap kembali kopinya dan terdiam sesaat.

"Zidan!!".

"Iya.. gue memang mau hancurin perusahaan cowo lo itu..". Ujar Zidan santai tanpa perduli keterkejutan Asya.

Mata Asya membulat tangannya meraih tangan Zidan dan menggenggamnya kuat. "Kenapa?? apa salah dia Zidan?? urusan kamu sama aku.. bukan sama Raihan..".

Zidan kembali tersenyum dan kali ini terlihat guratan sendu dibalik senyumannya itu. "Dia salah Sya..". Zidan menatap Asya lekat. "Dia udah ngerebut lo dari gue.. bahkan udah berani nyentuh lo..". Jari Zidan menyapu bibir Asya posesif.

Asya terdiam,matanya menatap Zidan tanpa bisa berkata apapun. Bibirnya kelu,dia bahkan tak berani menantang lelaki dihadapannya ini.

"Gue gak suka,bibir lo ini disentuh cowo lain selain gue Sya..".

Asya masih diam,dan tanpa dia sadari Zidan kini mendekat lalu menempelkan dahi mereka. Tangannya mengelus lembut pipi Asya. "Lo cuma milik gue Sya.. gue gak akan biarin siapapun nyentuh lo.. atau..". Zidan menggantung kalimatnya,lalu secepat kilat mengecup bibir Asya singkat. "Atau dia hancur!!".

Ancaman Zidan berhasil membuat Asya beku ditempat,membayangkan Raihan hancur membuat Asya khawatir.

Usaha yang dibangunnya penuh kerja keras,apakah harus hancur karena keposesifan Zidan??.

Zidan bangkit lalu meraih jasnya yang disampirkan dikepala sofa. "Siapkan beberapa dokumen untuk rapat hari ini.. dan ikuti saya..". Ucap Zidan formal.

Mata Asya mengerjab beberapa kali,mendapatkan sikap Zidan yang berubah seakan tak pernah terjadi apapun diantara mereka beberapa detik lalu.

"Baik pak..". Asya bangun,lalu beranjak dari ruangan Zidan dan menyiapkan beberapa dokumen kemudian.

✳✳✳

"Sebelum rapat diakhiri.. saya selaku CEO Vandra's Group ingin menyampaikan sesuatu..". Ujar Zidan menggantung,membuat seluruh peserta rapat berbisik,meramal apa yang akan disampaikan.

"Kalian semua tau,perusahaan kita menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan Inter Group. Tapi.. dengan beberapa pertimbangan,saya dengan penuh keyakinan akan..". Zidan menoleh kepada Asya yang duduk tak jauh darinya. "Saya akan membatalkan kerja sama kita,mengenai proyek yang akan dijalankan bulan depan..".

Suasana ruang rapat riuh,mereka berbisik-bisik dan mengungkapkan keterkejutan mereka atas keputusan yang diambil Zidan sepihak. "Pak.. tapi menurut kami,jika proyek ini dibatalkan akan ada kerugian besar dari dua belah pihak.. walaupun saya tau kerugian perusahaan kita tidak terlalu besar seperti kerugian yang di alami Inter Group nantinya..". Ungkap salah satu peserta rapat.

Zidan mengangguk,menyetujui pernyataan pegawainya itu. Namun sekali lagi,hari nurani Zidan sudah tertutup rasa posesif akut,yang memungkinkan dirinya berbuat apapun untuk merengkuh Asya dalam dekapannya.

"Ini keputusan final.. menurut saya ini yang terbaik..". Zidan bangun dari kursi kekuasaannya. "Rapat hari ini sampai disini..". Zidan melangkah meninggalkan ruangan dan diikuti Asya yang membuntutinya dari belakang.

"Kamu kenapa Zidan?! kenapa kamu batalin kerja samanya?!". Tanya Asya kesal begitu mereka memasuki ruang Zidan.

Zidan duduk disofa,melepaskan jas lalu menyampirkannya. Tangannya melonggarkan dasi yang sedikit mencekik. "Gue udah bilang Sya.. ini cuma permulaan.. akan ada banyak kejutan yang menanti cowo lo itu kedepannya..".

Asya mendekat. "Mau kamu apa Zidan?! udah cukup semua yang kamu lakuin.. aku mohon jangan ganggu hidup aku atau Raihan..".

Badan Zidan ditegakkan,jarinya membentuk sebuah jalinan lalu pandangannya tajam memandang Asya. "Gue gak akan ganggu Raihan asalkan.. asalkan lo putusin dia dan jadi pacar gue..".

"A.. apa?? Jadi pacar kamu?! kamu gila apa?!".

"Ya.. gue gila!! gila liat lo sama cowo lain Sya!! gue gila liat lo dimiliki orang lain!!..". Zidan melangkah mendekati Asya.

Asya terpundur takut dan tersentak kaget begitu punggungnya menabrak tembok. "Ka.. kamu apa??". Ucap Asya terbata.

"Kalau lo mau usaha Raihan gak sia-sia..". Zidan mendekati Asya dan sedikit berbisik. "Jadi pacar gue.. dan tinggalin Raihan.. gue janji,gue gak akan gangguin cowo itu lagi setelahnya..". Zidan menyampirkan rambut Asya dan mengecup ceruk leher Asya lembut.

Bibir Asya bergetar,matanya terpejam mengeluarkan air mata. Bayang-bayang sosok Raihan mulai melingkupi pikirannya. Asya harus mengambil keputusan.

Jika melepaskan adalah yang terbaik.. Jika sedikit berkorban akan berdampak perubahan.. Tak masalah Asya sedikit mengalah,mengesampingkan perasaannya demi RAIHAN.. lelaki yang dicintainya..

"Baik.. aku akan pu.. putusin Raihan.. tapi kamu harus janji,jauhin dia.. jangan sentuh dia..". Ucap Asya terbata,butir bening meluncur tak terkendali. Sesak kini hinggap dan tetiba menggerogoti.

"Ssttt.. jangan nangis Sya.. pilihan lo udah bener..". Zidan menangkup pipi Asya. "Lo milik gue Sya..". Tanpa aba-aba Zidan melumat bibir Asya rakus,menyalurkan keposesifan dan rasa kepemilikannya terhadap Asya.

✳✳✳

Hampir sebulan perjanjian antara Zidan dan Asya berjalan,selama itu pula lelaki itu menampatkan Asya pada dekapan mendominasi. Membuat seluruh karyawan bertanya-tanya tentang hubungan atasan dengan sekretarisnya itu.

Zidan bahkan tak ragu mengandeng Asya atau bahkan lebih parahnya lagi merangkul pinggang Asya erat,seakan melindunginya dari tatapan lelaki yang menatapnya lebih. Asya tak berani melawan atau memberontak,sudah cukup dirinya menjadi penyebab kehancuran orang lain karena Zidan. Lelaki itu bahkan menepati janjinya untuk tak menggangu maupun menghancurkan bisnis Raihan,lelaki yang masih bergelar kekasih serta orang yang dicintai Asya selama ini.

"Sya.. lo bisa cerita sama gue.. lo ada masalah sama cowo aneh itu kan??". Tanya Fany,disela suapan makan siangnya.

Asya terdiam dan memilih menatap makan siangnya tak berselera. Pikirannya masih terbang,menembus bayang dan seakan memandang Raihan.

Fany berdecak kesal,Asya tak mendengarkan pertanyaannya. "Sya!!". Panggil Fany penuh tekanan.

Asya mengerjab beberapa kali sebelum akhirnya menatap Fany. "Apa??".

"Gue tau lo ada masalah Sya.. kantor akhir-akhir ini heboh karena lo jalan sama Zidan.. bahkan ada yang bilang lo pacaran Sya.. tapi.. lo masih punya hubungan kan sama Raihan??".

Asya mengangguk pelan tanpa berkata.

"Trus.. lo kenapa bisa jalan sama Zidan?? jangan bilang lo selingkuh sama cowo yang hancurin hidup lo dulu!!".

Asya menghela napas beberapa kali,sebelum akhirnya melepas suara. "Ceritanya panjang Fan.. aku..". Suara Asya tercekat saat merasakan pucuk kepalanya dikecup seseorang.

Asya mendongak dan menatap Zidan penuh keterkejutan. "Zi.. Zidan??". Ujar Asya terbata lalu matanya mengedar,melihat seluruh orang yang kini tengah menatapnya.

Zidan tersenyum simpul lalu matanya memicing kearah Fany dan mengisyaratkannya untuk pergi.

Fany yang mengerti langsung bangkit. "Sya.. gua pindah tempat ya..". Fany pun beranjak pergi membawa nampan makan siang dan memilih duduk berjauhan.

"Kok gak dimakan??". Tanya Zidan yang telah duduk di depan Asya.

Asya hendak menjawab namun tiba-tiba getar handphone menghentikannya,Asya meraih benda pipih itu dan seketika berubah pucat,ketika melihat nama yang tertera di layar handphone nya.

Zidan merebut benda itu dari tangan Asya dan menatap nanar penuh kemenangan. "Udah waktunya Sya.. angkat!!". Perintah Zidan sambil menyodorkan handphone Asya.

"Halo..". Sapa Asya ragu.

'Sayang.. aku ada kejutan,aku udah di Indonesia.. kamu bisa ijin keluar sebentar gak??'.

"Keluar??". Asya menatap Zidan yang memandangnya datar. "Buat apa sayang??".

'Dateng aja ke cafe deket kantor kamu.. aku ada kejutan..'.

Asya memejamkan mata,berusaha menetralisir butir bening yang menetes disudut matanya. "Iya.. aku dateng..".

'Aku tunggu ya Sya.. love you..'.

"Iya.. aku tau itu Raihan..". Jawab Asya singkat.

Tutt.. panggilan berakhir.

Zidan mencengram tangan Asya kuat,rasa cemburu memuncak begitu Asya memanggil Raihan 'sayang' tadi. "Udah waktunya lo putusin dia Sya.. inget janji lo..".

Asya menelan ludahnya kasar. "Tapi.. Zidan,aku..".

"Lo gak boleh ingkarin janji Sya.. atau lo tau akibatnya..".

"Oke..". Asya bangkit disusul oleh Zidan,membuat seluruh pasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka mulai kembali berbisik.

"Kok kamu ikutin aku??". Tanya Asya sedikit kesal,karena Zidan mengikutinya sedari tadi.

Zidan tersenyum simpul dan bersedekap. "Gue gak mungkin melewatkan saat-saat berharga kaya gini Sya..". Zidan mendekati Asya. "Apalagi saat lo jadi milik gue sepenuhnya..". Desis Zidan halus tepat ditelinga perempuan itu.

1
Marhaban ya Nur17
ciyeee bang yuda
Marhaban ya Nur17
lg nembak yyy
Marhaban ya Nur17
itu emaknya nikah lg g se kro bapake ???
Marhaban ya Nur17
emang dasar malin kundang wkwkkw
Marhaban ya Nur17
jreng
Marhaban ya Nur17
emaknya tuh nama e Rina apa rani se ???
Marhaban ya Nur17
jd sekarang asya pen jd pahlawan toh thor wkkwkw
Marhaban ya Nur17
emaknya kali tuh
Marhaban ya Nur17
ko lansung nikah aja thor wkkwkwk yg kemarene dag dig dug sere ko g di bahas ?
Marhaban ya Nur17
pleas deh thor jan ampe zidan e amnesia wkwkw soale pst pembaca pd kabur
Marhaban ya Nur17
lanjut thor 👍 gw se nokom thor wkwkw
Marhaban ya Nur17
pst yg pd komen sekarang berbalik benci ama raihan neh wkwkwk
Marhaban ya Nur17
han an dan keder gw penyebutane
Marhaban ya Nur17
oon emang
Marhaban ya Nur17
kabur gw bilang jg
Marhaban ya Nur17
olh foto e jekrek" wkwkkw
Marhaban ya Nur17
ko bisa se suka ama dua cowok 😃 maruk amat bu
Marhaban ya Nur17
se ulet keket beraksi neh g ada zidannya mah
Marhaban ya Nur17
begini neh klo setiap masalah di pendem sendiri ahire bumerang buat sendiri
Marhaban ya Nur17
kabur udh titik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!