NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Kak, apa sudah siap semua?" Tanya seoarang gadia yang membantu packing seorang lelaki muda.

Lelaki itu langsung menoleh kearah gadis yang ada di belakangnya. "Emb, sepertinya sudah."

"Coba kakak periksa kembali, siapa tau ada yang tertinggal."

Lelaki itu kembali memeriksanya, "Sepertinya tidak ada sayang, sudahlah, lagipula aku di Singapura hanya 3 hari, jika ada yang tertinggal juga bisa beli."

Gadis itu menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan lelaki itu, "Kalau bisa pakai yang ada kenapa harus beli sih kak, pemborosan," Kesalnya.

Lelaki itu tersenyum mendekat, ia memeluk gadisnya dengan penuh kasih sayang. "Sayangku Despina, kekasihmu ini bukan orang yang susah, hartaku juga tidak akan habis hanya untuk membeli barang yang tertinggal."

Despina memutar bola matanya malas, "Kak Vandi suka gitu, sombong, kalau miskin baru tau."

Keyvandi terkekeh mendengar ucapan sarkas dari Despina. "Hei, sejak kapan kekasihmu ini bisa miskin, sayang, meskipun aku bangkrut dan tidak lagi menjadi seorang aktor atau musisi, aku tetap tidak akan jatuh miskin, orantuaku kaya, dan lagipula mereka memiliki nama yang besar."

Lihat, ternyata tingkat kepercayaan diri Keyvandi sangat tinggi, Despina tidak akan pernah bisa melawannya.

"Baiklah, baiklah, aku pasti akan kalah jika berdebat dengan kakak." Akhirnya Despina memilih untuk mengalah, karena sampai kapanpun seorang Keyvandi tidak akan pernah bisa terkalahkan jika berdebat dengannya.

"Kak, ini semua barang-barang kakak," Ucap Despina setelah menyelesaikan packing barang milik Keyvandi.

"Sayang, Terimakasih ya sudah menyiapkan semuanya." Keyvandi kembali memeluk tubuh mungil Despina itu.

Despina tersenyum menanggapi lelaki itu, kemudian,

Cup

Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi lelaki itu.

"Sekarang udah berani ya cium-cium."

Despina yang mendengar ucapan dari Keyvandi itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang lelaki itu. "Tidak kak, aku hanya..."

"Hanya apa?"

Despina menggelengkan kepalanya, masih menenggelamkan kepalanya di dada bidang Keyvandi.

Keyvandi yang melihatnya merasa gemas, lelaki itu langsung menangkap wajah gadisnya itu dan. . .

Cup

Kali ini Keyvandi kembali memulai, lelaki itu mengecup bibir Despina dengan sangat lembut, lalu lelaki itu kembali memainkan lidahnya disana. Despina mulai menikmati, ciuman itu memang sering mereka lakukan sebagai tanda keduanya saling menyalurkan kasih sayang mereka satu sama lain.

Despina menepuk-nepuk dada Keyvandi pelan, lelaki itu yang mengerti pun akhirnya melepaskan ciuman mereka. Lalu kemudian ia mengecup kening Despina, "Aku sangat mencintaimu sayang."

"Aku juga."

Setelah puas berpelukan Keyvandi melepaskan pelukan mereka, lalu lelaki itu melihat pada jam yang ada di pergelangan tangannya.

"Oh, sudah jam segini, sayangku, aku akan meninggalkanmu 3 hari, huh, pasti nanti aku akan sangat merindukanmu."

Despina terseyim menanggapi, gadis itu meneglus kepala Keyvandi yang lebih tinggi darinya, gadis itu sambil berjinjit. "Kak, hanya 3 hari, bukan waktu yang lama."

"Tapi tetap saja, aku pasti nanti akan sangat merindukanmu."

"Sudah ih, sekarang kakak berangkat ya, nanti kalua ketinggalan pesawat bagaimana?"

Keyvandi akhirnya menganggukkan kepalanya, "Berjanjilah sayang untuk selalu baik-baik saja selama 3 hari aku berada di Singapura ya?"

Dengan menatap mata Keyvandi penuh keyakinan, Despina mengulurkan jari kelingkingnya ke lelaki yang merupakan kekasihnya. "Aku berjanji kak."

Keyvandipun meraihnya, membalas dengan mengulurkan jari kelingkingnya lagi dan menautkan jari keduanya.

"Ayo, aku akan mengantarkan kakak sampai ke basemen," Tawar Despina.

Hal itu tentu saja di sambut dengan senang hati oleh Keyvandi, lelaki itu sangat senang jika kekasihnya itu ikut mengantarkannya. Keyvandi berjalan dengan menyeret kopernya, kemudian ia juga memeluk pinggang Despina dari samping. Kemudian ketika sampai di depan pintu apartemen milik Keyvandi, kedua bodyguard lelaki itu sudah menunggunya di sana, lalu mengambil koper yang Keyvandi bawa dan membawanya.

Akhirnya, Keyvandi dan juga Despina berjalan menuju basemen, sedangkan kedua bodyguard Keyvandi itu sudah berjalan duluan.

"Sayang, jika nanti aku pulang dari Singapura aku akan membawakanmu oleh-oleh yang banyak, kau ingin apa?" Tanya lelaki itu kepada Despina.

Despina menggelengkan kepalanya, "Aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin kak Vandi pulang dengan selamat."

Keyvandi sangat terharu mendengar balasan Daria kekasihnya itu, Despina memang wanita yang sangat baik, pantas saja jika di sekolah banyak lelaki yang mendrkati gadis itu, tapi gadis itu sama sekali tidak meresponnya.

"Kalau begitu aku saja yang akan memberimu hadiah nanti, dan itu adalah kejutan."

Lihat, bagamaima seorang Keyvandi Orion Eduardo yang selalu memanjakannya, Despina sangat beruntung akan itu. "Jangan suka menghamburkan uang kak, itu tidak baik."

Keyvandi mengacak rambut Despina, "Tidak ada yang namanya boros jika untuk orang yang aku sayang," Balas Keyvandi sambil tersenyum lebar.

"Huh, baiklah, kak sudah sampai basemen, sepertinya kakak harus berangkat sekarang juga."

Keyvandi kembali mengecup kening Despina lalu memeluknya, "Sampai jumpa sayangku, sampai bertemu lagi, aku pasti akan sangat merindukanmu."

Setelahnya keyvandipun berangkat, mobil yang ia kendarai dengan para bodyguardnya itu sudah keluar dari area apartmen.

Despina menggelengkan kepalanya mengingat betapa bucinnya Keyvandi padany, lelaki itu tidak bisa terlalu lama jauh darinya. Bahkan sebenarnya keyvandi tadinya ingin membawa Despina ke Singapura, tapi Despina menolaknya dengan alasan jika ia harus mempersiapkan diri untuk ujian, karena ia sudah duduk di bangku kelas 12, lagipula juga meskipun kekasuhnya itu pemilik dari yayasan Abdi Bangsa tetap saja ia tidak boleh seenaknya, karena peraturan tetaplah peraturan.

Despina menaiki lift apartemen, dan mulai menekan tombol angka yang sesuai dengan kebutuhannya.

Ting

Suara pintu lift terbuka mbuat gadis itu tersadar dari lamunannya. Setelahnya Despina keluar dari dalam lift.

Despina smabil bersenandung kecil, entahlah, mulutnya sedang ingin bernyanyi, tapi tiba-tiba saja langkah kaki Despina terhenti karena ada orang yang menarik tangannya, jantung gadis itu berdegup kencang seperti ingin copot dari tempatnya. Hampir saja Despina berteriak jika orang yang sekarang ada di dekatnya itu tidak menahannya dan Despina segera sadar jika yang ada di dekatnya itu sang sahabat.

"Delion? Astaga, kau mengagetkanku," Ujar Despina dengan kesal, bagaimanatidak kesal jika jantungnya akan copot karena mengira jika yang menangkapnya adalah orang suruhan Reza atau Leo sang kakak tiri.

"Hish, kenapa kau terkejut, astaga, ini aku Delion sahabatmu, dasar."

"Kau kenapa di sini?" Tanya Despina karena heran melihat Dandelion yang ada di gedung apartemen yang sama dengan Keyvandi itu. Gadis itu melihat kanan dan kiri karena takut-takut ada yang memergoki dirinya, karena selama ini Despina selalu berhati-hati, untung saja para penghuni di apartemen ini adalah orang yang cuek, sehingga Despina tidak perlu terlaku khawatir.

"Oh itu, aku tadi menemui sepupuku, aku heran karena akus seperti melihatmu, aku mengira jika aku mungkin salah orang, tapi ketika aku perhatikan lagi ternyata memang kau Despina."

Despina memicingkan matanya, "Lalu apa kau melihat semua yang aku lakukan?"

Dandelion menganggukkan kepalanya, hal itu tentu saja membuat Despina melebarkan mata terkejut. "Jadi kau melihat aku keluar dari apartemen ini dan ke basemen?"

Dandelion menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku hanya melihatmu keluar dari lift itu, kemudian kau bersenandung seperti orang aneh, lalu aku mengikutimu, ya seperti sekarang ini akhirnya."

Despina bernapas lega, berarti memang Dandelion tidak melihatnya bersama dengan Keyvandi tadi, untung saja. Memang benar, Despina belum menceritakan tentang keyvandi yang sekarang merupakan kekasihnya ataupun tentang ia yang tinggal bersama Keyvandi.

"Despina, kau ada apa di apartemen ini?" Tanya Dandelion tiba-tiba.

Despina lagi dan lagi seperti orang kebingungan, ia bingung harus menjawab apa, jika ia mengatakan akan menemui temannya, pasti Dandelion tidak akan percaya, karena ia tau jika Despina tida memiliki teman ataupun orang lain yang dianggap teman. Tapi kalau ia jujur mungkin akan lebih bahaya lagi, karena Dandelion tau siapa Keyvandi, dan jika hal itu terjadi ia takut jika sahabatnya itu akan berbicara kesana kemari mengenai rahasia ini.

"Oh, aku tadi ingin menemui rekan kerja ayahku,"

Dandelion memcingkan matanya, "Rekan kerja Ayahmu? Kenapa jadi kau yang menemuinya? Dan lagi, kapan ayahmu menghubungimu? Tumben sekali."

Tuhan, tolonglah Despina sekarang, ternyata ia mengambil hal yang salah dalam menjawab pertanyaan dari sahabatnya Dandelion, ia lupa jika Dandelion adalah gadis yang cerdas dan sulit dibohongi, astaga, sekarang tanggung sendiri akibatnya.

***

"Jadwal untuk kegiatan selama di Singapura sudah dikirim semua Rion oleh pihak agensi."

Keyvandi yang sibuk bermain ponsel sambil melihat satu persatu foto Despina itu hanya menjawab dengan dehenab saja. Lia yang mendengar itu mengerutkan keningnya heran, tidak biasanya lelaki itu mengabaikannya, ada apa sebenarnya.

"Rion, apa yang sedang kau lakukan?"

"Tidak ada."

Lihat bukan, aneh sekali lelaki itu akhir-akhir ini, Lia menjadi penasaran dengan apa yang Keyvandi lihat di ponselnya sehingga lelaki itu begitu fokus dan juga sesekali tersenyum.

"Huh, baiklah, aku harap jika nanti sudah tiba di Singapura jangan sampai ada hal yang mengganggumj, bersifat lah profesional dan fokus dengan apa yang akan kau kerjakan di sana."

Keyvandi tidak menjawabnya, lelaki itu masih fokus dengan ponselnya, padahal barus sebentar, bahkan ia belum sampai di bandara, tapi mengapa rasanya Keyvandi sudah sangat merindukan Despina.

Oh ya, mengenai Lia, memang tadi sebelum keyvandi ke bandara lelaki itu menyuruh sang supir untuk menjemput Lia terlebih dahulu, karena gadis itu adalah asisten sekaligus manajernya, maka dari itu Keyvandi tidak bisa tanpa adanya Lia yang mengatur semuanya.

Mobil yang dikendarai okeh keyvandinfan juga Lia akhirnya sudah sampai di bandara, keduanya langsung turun diikuti oleh bodyguard Keyvandi. Di bandara itu, banyak sekali para penggemar yang menyapa Keyvandi, bahkan ada yang rela berjam-jam menunggu lelaki itu karena mendengar kabat Keyvandi akan ke Singapura. Keyvandi yang melihat antusiasme para penggemarnya mereka sangat senang, lelaki itu bahkan menyapa para penggemarnya.

Setelahnya, lelaki itu dan juga yang lain langsung berjalan menuju gate tempat pesawat yang akan ditumpangi oleh Keyvandi dan juga Lia serta kedua bodyguardnya yang setia menemani lelaki itu.

Pesawat yang akan Keyvandi tumpangi berangkat dalam waktu satu jam lagi. Sambil menunggu lelaki itu langsung mengecek akun media sosialnya, lelaki itu membaca satu persatu setiap komentar yang ada di Instragram pribadinya itu, entah itu komentar baik ataupun buruk, bagi Keyvandi, sebuah komentar buruk itu dia menganggapnya sebagai motivasi untuk lebih baik lagi, sedangkan komentar yang baik adalah sebuah apresiasi untuk diri sendiri, tentu saja jangan mudah berpuas diri.

"Oh ya Van aku sampai melupakan sesuatu, ini kado yang aku janjikan padamu."

Keyvandi yang tadinya asik dengan ponselnya akhirnya lelaki itu mengalihkan pandangannya pada Lia. Lelaki itu terlihat antusias dengan hadiah dari Lia. "Mana?"

Lia yang melihat itu juga tidak kalah senangnya, gadis itu langsung mengambil kotak kecil dari dalam tasnya. "Ini, bukalah."

Keyvandi menerima dengan senang hati, lelaki itu kemudian langsung membukanya, Keyvandi sangat senang mendapatkan hadiah itu, "Wow, ini adalah barang yang sangat aku inginkan."

Keyvandi menatap benda itu dengan mata berbinarnya, "Kau sangat tau seleraku Lia."

Keyvandi langsung mengeluarkannya dan memakai barang pemberian Lia itu. Lia memberikan sebuah kado berupa sebuah jam keliatan terbaru, Keyvandi memang sudah lama mengincar jam itu, bahkan Keyvandi sudah menantikannya saat jam itu baru keluar, tapi sangat disayangkan ketika sisa jam itu hanya satu, ternyata sudah ada yang membelinya, dan ternyata yang membeli adalah Lia, asisten sekaligus menajernya itu.

"Terimakasih tas hadiah ini, aku anagat menyukainya, dan aku aosti akan memakainya."

Mendengar ucapan Keyvandi hati Lia berdesir, ada rasa senang yang membuncah di ruang hatinya.

Panggilan kepada para penumpang Pesawat Asialine tujuan Changi Airport Singapura, kepada para penumpang diharaokan untuk segera memasuki pesawat.

Kurang lebih seperti itulah suara panggilan dari operator bandara yang memanggil para penumpang Pesawat Asialine tujuan Changi airport Singapura.

Keyvandi fan juga Lia serta kedua bodyguardnya segera bersiap. Lalu mereka memasuki pesawat. Keyvandi kali ini duduk di salah satu kursi bisnis pesanannya, bukan hanya dia saja, bahkan Lia dan juga kedua bodyguard Keyvandi pak Tomo dan juga pak Jo mendapatkan fasilitas yang sama, karena Keyvandi tidak ingin membeda-bedakan seseorang, ia akan memperlakukan mereka sama, karena mereka adalah orang-orang yang bekerja untuknya.

Keyvandi memasang headphone yang ia bawa ketika pesawat sudah berangkat dan terbang di udara. Lekai itu begitu fokus, kebetulan bukan deoan Keyvandi akan merilis lagu baru bertajuk romance cinta pertama, yang mana di lagu iyu menceritakan tentang kisah cinta anak remaja di masa SMA, dan sekarang Keyvandi sedang mendengarkan nada yang ia ciptakan dengan serius, takut saja jika nanti sampai ada nada yang tidak pas, untuk itu ia benar-benar memeriksa secara detail sebelum akan di produksi.

***

Despina yang berada di apartemen milik Keyvandi sedang asik melanjutkan tulisannya, gadisnitu memang lebih banyak menulis atau tidak ia akan lebih senang membaca, karena jika menulis saja tanpa membaca mungkin tidak akan seimbang, karena tulisan seseorang akan meningkat lebih baik jika banyak membaca.

Ting

Despina mengerutkan keningnya saat melihat notifikasi yang suk si ponsel nya, ternyata itu adalah notifikasi dari Instagram milik Keyvandi. Gadis itu mengerutkan keningnya melihat postingan dari seseorang yang mengetag lelaki itu. Tapi desoina mencoba membuang pikiran negatifnya, ia takut jika ternyata ia salah sangka. Akhirnya Despina kembali fokus dengan tulisannya.

Ting Nong!

Suara bell apartemen Keyvandi kembali mengalihkan perhatian Despina, gadis itu akhirnya beranjak dari tempat duduknya, kemudian menuju pintu depan.

"Siapa?"

"Apa kabar Despina?"

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!