"Angel, aku tidak ingin kita berpisah. Berjanji pada ku ya. Kita akan bersama selama nya." kata Pacar gadis yang bernama Angel.
Angel diam saja dengan apa yang pacar nya kata kan. Karna dalam hati nya saat ini, sedang merasa kan hal yang tidak bisa di cerna oleh pikiran nya.
Simak terus kelanjutan cerita nya teman. Di cerita Karna jodoh dari lahir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyalah kan
Tak lama, mobil hitam milik Gilang pun berhenti di depan rumah Angel. Tanpa aba-aba dari Gilang, Angel langsung saja turun.
Karna dari tadi, ia sudah sangat malas berada satu mobil sama dengan Gilang. Ia masuk kedalam rumah tanpa memperduli kan Gilang lagi.
Dasar cewek aneh, apa yang kalian suka dari gadis aneh seperti ini oma. Kata Gilang dalam hati.
Saat Angel sudah masuk kedalam rumah, ia melihat mama nya di ruang tamu. Ada orang di sana.
"Sayang, sini kamu. Ini adalah Lita, ia pembuat cincin tercantik lho di Asia." kata mama.
"Mama nyuruh aku pulang sebenar nya ada apa ma?" kata Angel.
"Mama ingin ante Lita mengukur jadi kamu. Agar bisa di buat cincin mas kawin kalian." kata mama.
"Kenapa gak seperangkat alat sholat aja ma, mas kawin nya." kata Angel.
Ya ampun, hanya bikin cincin mama sampai jemput aku yang sedang kuliah. Apa ini gak terlalu berlebihan banget. Kata Angel dalam hati sambil melepas nafas berat nya.
"Iya, mama tahu kamu mau nya gak cincin kan. Tapi mama sengaja bikin cincin juga buat kamu dan Gilang." kata mama.
"Oh ya, mana Gilang nya. Kok gak ikut masuk sih." kata mama baru sadar kalau Gilang nya gak ada.
"Ada di luar, nanti juga masuk dia." kata Angel malas.
"Jemput sana, masa kamu tinggal kan sih. Gimana sih kamu ini Angel." kata mama.
"Gak usah tante, aku udah masuk kok." kata Gilang.
Ntah kapan Gilang masuk nya. Tau-tau sudah ada aja di ruang tamu.
Mereka pun langsung mengukur cincin yang akan di bikin kan. Setelah selesai, Gilang pun pamit untuk pulang. Karna ada hal yang ingin ia kerja kan. Kata nya sih gitu, padahal kan sebenar nya ngak.
***
Angel sangat malas melihat apa yang di persiap kan oleh keluarga nya. Hari ini, libur nya telah di mulai. Di saat ini berada dalam rumah, tepat nya di kamar.
Anggota keluarga nya sibuk, mereka mempersiap kan ruang pesta dan semua yang di butuh kan. Nenek dan kakek nya tak tinggal pula. Singkat nya, semua anggota keluarga Angel sedang sibuk di rumah itu.
Angel terbaring di kamar milik nya, kamar itu tidak di dekor. Karna selesai acara, Gilang ingin langsung menempati rumah mereka.
Maka nya, yang di dekor hanya di luar saja. Sedang kan di kamar Angel di biar kan saja.
Angel menatap layar ponsel nya, di sana terpampang foto Rafi yang sedang tersenyum manis.
"Raf, aku kangen sama kamu. Apa kah kamu gak kagen sama aku." kata Angel lirih.
Angel menangis dengan suara kecil nya. Rasa nya ia ingin kabur dari rumah, hanya saja tidak bisa. Ada sih niat jahat di hati Angel, ingin kabur dari rumah.
Tapi itu cepat-cepat Angel singkir kan. Karna gak mungkin ia bisa lari dari tangung jawab. Walau kabur dari rumah sekarang juga, namun itu bukan menghilang kan masalah. Malah akan menambah masalah.
Angel berfikir positif saja, mungkin Gilang itu memang orang yang di takdir kan untuk menjadi jodoh nya. Walau pun terkadang, fikiran positif itu bikin hati nya terasa amat sakit.
***
Di sisi lain, keluarga Gilang juga sedang sibuk. Mereka ikut mendekor kamar di rumah baru yang akan di tempat kan Gilang dan Angel setelah menikah.
Mama papa Esy juga baru saja di jemput dari bandara. Mereka semua berkumpul, untuk menyaksi kan pernikahan cucu tersayang mereka.
Kabar pernikahan itu di dengan juga oleh Selena, ntah dari mana Selena tahu akan rencana pernikahan pacar nya Gilang.
Selena langsung menghubungi Gilang. Selama ini Selena dan Gilang juga sering melaku kan vidio call.
"Hai sayang." kata Gilang sama seperti biasa nya.
"Hai, di mana kamu saat ini Lang." kata Selena.
Mereka sedang melaku kan vidio call. Saat ini Gilang sedang berada di kamar rumah baru yang akan ia tempat kan bersama Angel nanti nya.
Selena terlihat sangat marah, wajah nya cemberut saat melihat Gilang.
"Aku sedang di kamar ini sayang. Kok kamu kayak orang yang lagi marah sih." kata Gilang.
"Iya jelas aku marah, kamu gak kembali sampai sekarang." kata Selena.
"Sabar sayang, jangan marah ya. Aku belum bisa pulang sekarang, saat ini aku masih ada urusan." kata Gilang.
"Urusan apa yang masih kamu urus sampai sekarang, aku lama nunggu kamu tahu gak. Dan aku juga dengar dari oma kamu. Jika kamu mau nikah besok." kata Selena.
"Sayang kamu kok malah dengarin oma sih. Kamu kan tahu, jika oma itu gak suka sama hubungan kita. Jelas saja oma bilang aku mau nikah besok." kata Gilang bohong.
"Iya juga ya, aku kok jadi terpengaruh sama apa yang oma kata kan sih." kata Selena.
"Lena sayang, kamu kan tahu aku hanya cinta sama kamu. Kamu kan tahu, aku dulu nya tidak bisa terpengaruh sama cewek lain. Walau pun hanya bermain sama mereka." kata Gilang.
"Iya udah, aku percaya sama kamu. Tapi kamu jangan bohong sama aku ya. Kamu cepat pulang, aku udah lama sendirian di sini." kata Lena.
"Iya sayang, aku akan segera pulang pada mu. Aku akan kirim kamu uang ya, kamu bisa jalan-jalan nanti sama uang yang aku kirim." kata Gilang.
"Benar sayang, kamu mau kirim aku uang." kata Lena terlihat bahagia.
"Iya, benar lah Lena sayang ku. Mana ada aku bohong sama kamu, kamu tunggu aja sebenar lagi. Pasti akan masuk kerekening kamu sayang." kata Gilang.
"Asiiik, makasih banyak ya sayang. Kamu adalah kesayangan aku, kamu tahu apa yang aku mau." kata Lena.
Setelah beberapa saat, vidio call nya pun berakhir. Gilang menghela nafas berat, ia merasa bersalah pada Selena, karna telah membohongi Selena terus-terusan.
"Maaf kan aku sayang ku, aku harus bohong lagi pada mu. Untuk yang kesekian kali nya aku bohong pada mu Lena." kata Gilang ngomong sendiri.
"Ini semua karna perjodohan yang tidak benar itu. Ini semua karna gadis yang gak jelas itu, dia telah merusak impian ku bersama Lena. Lihat saja, aku akan bikin kamu yang minta cerai pada ku nanti nya." kata Gilang.
"Lang, kamu lagi bicara sama siapa sih nak." kata oma.
"Gak oma, aku gak bicara sama siapa pun. Aku sendiri ini di kamar." kata Gilang.
Oma berada di luar kamar nya, apa oma dengar apa yang aku kata kan. Aku harap saja oma tidak mendengar kan apa yang baru saja aku kata kan. Kata Gilang dalam hati sambil membuka kan pintu kamar nya.
oya kan udah gx ada lagi yg bayarin ya??
lah lo makan aja minta di traktir sama numpang 😂😂
mksih
trusss semangat...... thor,,,