NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Anime / Harem / Action / Romantis / Fantasi
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Hanemo wasakasa adalah seorang pria yang berumur 27 tahun ia mencari uang dengan menjadi musisi jalanan namun pada suatu hari ada kejadian yang membuatnya meninggal dan hidup kembali dia dunia yang mana dunia itu di punuhi sihir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Malam Hari – Kerajaan Deltras Fannisa

"Fannisa-san, dari mana saja? Baru pulang jam segini."

Teman sekamarnya menoleh sambil melipat selimut.

"Aku habis dari kantor petualang," jawab Fannisa singkat.

"Eh? Ngapain kamu ke sana?"

"Tidak ada… cuma melihat-lihat saja."

Fannisa merebahkan tubuhnya di ranjang, menatap langit-langit kamar dengan mata kosong.

Aku tidak mungkin bilang… kalau aku penasaran pada orang itu.

Wakasa… nama yang sangat asing…

Keesokan Paginya – Penginapan

Cahaya matahari pagi menyelinap melalui jendela kayu. Wakasa membuka mata dan langsung bangkit dengan semangat.

"Hari baru… perut baru."

Ia keluar kamar dan menyapa pemilik penginapan.

"Selamat pagi, Bu Russi."

"Pagi juga, Nak Wakasa."

Dengan senyum kecil, Wakasa melangkah menuju aula kota.

"Paman, pesan mie kuah satu!"

"Okeh!"

Tak lama kemudian semangkuk mie panas tersaji.

"Silakan, mie kuah spesial."

"Waaah! Terima kasih banyak!"

Wakasa mencicipinya.

"ENAK BANGET! Ini serius enak!"

Penjual tertawa kecil melihat reaksi berlebihan Wakasa.

Setelah selesai makan ia pun melanjutkan untuk membeli pakaian.

Bel berbunyi saat Wakasa masuk.

"Selamat datang. Mau cari pakaian seperti apa?"

"Eeem…"

Wakasa menatap deretan pakaian dengan wajah bingung.

"Yang ini… berapa harganya?"

"Pilihan bagus. Itu terbuat dari benang Spider. Ringan, kuat, dan tahan sihir ringan. Harganya… 5 koin emas."

"…Baiklah."

Tanpa ragu, Wakasa menyerahkan uang.

"Terima kasih banyak, Tuan. Hati-hati di jalan."

Jalan Utama Ibu Kota

Saat berjalan menuju kantor petualang, keramaian mendadak memenuhi jalan.

"RAJA! HIDUP RAJA!"

Wakasa melihat tiga wanita berseragam putih dengan corak emas mengawal seorang pria berwibawa.

Tunggu…

Salah satu pengawal menoleh.

Mata mereka bertemu.

Hanya sesaat—namun entah kenapa jantung Wakasa berdegup lebih cepat.

Dia…

Rombongan itu segera menghilang di balik gerbang istana.

Wakasa pun bertanya tanya ada apa dengan pengawalan itu apa raja baru pulang dari misi ke negara lain. Sesampainya Di kantor petualang itu. Wakasa melangkah masuk ke dalam kantor petualang. Suasana di dalam lebih ramai dari kemarin.

Beberapa kelompok petualang berkumpul, suara tawa bercampur bisikan serius memenuhi ruangan.

"Aku dengar rombongan Raja tadi pagi bukan sekadar parade biasa."

"Iya, katanya negara ini akan bekerja sama dengan kerajaan lain untuk melakukan pemanggilan pahlawan."

Wakasa yang kebetulan lewat menghentikan langkahnya.

Pemanggilan pahlawan…?

Alisnya mengernyit.

Apa akan ada bencana sebesar itu sampai harus memanggil pahlawan dari dunia lain?

Rasa penasaran mendorongnya mendekati salah satu kelompok petualang.

"Anu… maaf," ucap Wakasa ragu,

"apa benar akan terjadi sesuatu sampai negara ini perlu bekerja sama untuk melakukan pemanggilan pahlawan?"

Salah satu petualang menoleh dan menyipitkan mata.

"Oh? Kau yang kemarin, kan?"

Ia menurunkan suaranya.

"Aku juga tidak tahu pasti, tapi kabarnya… Raja Iblis akan segera bangkit dari tidur panjangnya."

Wakasa terdiam.

"Raja… Iblis?"

Nada suaranya menjadi rendah dan serius.

Petualang itu mengangguk perlahan.

"Konon katanya, begitu dia terbangun, dia akan langsung melancarkan penyerangan skala penuh. Kekuatan pasukannya… cukup untuk menghancurkan seluruh negara di benua ini."

Kata-kata itu menusuk telinga Wakasa.

Menghancurkan… semua negara…?

Wajahnya menegang. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan menjauh dari kelompok itu. Ia menuju meja penerimaan misi.

(sakura)

"Ohh, Wakasa-kun," ucap Sakura sambil melihat daftar misi.

"Hari ini ada beberapa misi peringkat E. Selain itu, kau juga diizinkan menyesuaikan misi peringkat D dan C."

Wakasa menatap papan misi sebentar, lalu menunjuk satu kertas.

"Benarkah? Kalau begitu… aku akan mengambil misi peringkat C."

Sakura sedikit terkejut, namun tetap tersenyum profesional.

"Baik. Misi peringkat C: menumpas tiga puluh goblin di Hutan Dekor."

"…Aku ambil."

Pepohonan tinggi menutupi cahaya matahari. Udara lembap bercampur bau tanah dan darah kering.

Tak lama setelah memasuki hutan—

haaaaaa…!

Lima goblin melompat keluar dari balik semak, membawa senjata berkarat.

Wakasa menghela napas pelan.

"Sepertinya mereka cukup bersemangat."

Tangannya terangkat.

"Sword."

Cahaya tipis membentuk bilah di genggamannya.

Dalam satu tarikan napas—

lima goblin roboh tanpa sempat menjerit.

"Terlalu mudah."

Ia mengambil batu sihir dari tubuh mereka.

"Baik… sekarang aku coba skill baru."

Tak jauh dari titik awal, Wakasa melihat bayangan bergerak di depan sebuah goa besar.

Puluhan goblin.

Lima puluh… tidak. Lebih.

Wakasa berjongkok di balik semak.

"Hilangkan Keberadaan."

Tubuhnya memudar, menyatu dengan udara.

Tanpa suara—

ia melangkah di antara para goblin yang lengah.

"Knife."

Dalam tiga detik—

Splash—!!

Puluhan tubuh terbelah bersamaan, darah menyembur membasahi tanah.

Sekitar tujuh puluh goblin tumbang sebelum sempat bereaksi.

Namun—

Dhoom… Doom…

Tanah bergetar.

Skill penyamaran Wakasa menghilang.

Dari dalam goa terdengar raungan yang mengguncang hutan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!