NovelToon NovelToon
Married With The Devil

Married With The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reyya Jung

Diusianya yang baru menginjak 16 tahun, Bianca Rosaline terpaksa menikahi pria yang lebih tua 12 tahun dari dirinya. Semuanya terjadi ketika kedua orang tuanya dengan tega menjual dirinya pada lelaki asing.

Ditengah penolakannya, Bianca mau tak mau harus menemui pria itu—Alan Drax. Pria yang tanpa ragu membeli dirinya dengan harga mahal.

Dan ketika pertama kali bertemu, Bianca tak mampu mengalihkan perhatiannya saat iris hitam legam Alan menatapnya tajam. Sekalipun wajah pria itu tak menampakkan ekspresi apapun.


Note :: Kalo udah baca, jangan lupa ninggalin jejak yaahhh. Biar aku tau kalo kamu itu ada #eeaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyya Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Birthday Party

Bianca kembali memperbaiki posisi tidurnya seraya menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Hari ini ia sudah berniat untuk mengisi waktu liburnya dengan tidur. Tidak ada satu pun pekerjaan rumah yang bisa ia lakukan. Sofie sudah mengambil alih semuanya atas perintah dari Alan.

Samar-samar, ia mendengar suara gaduh yang berasal tak jauh darinya. Dengan kening yang berkerut, Bianca kembali berusaha untuk tertidur lelap. Tapi, suara yang tadi didengarnya semakin bertambah keras. Dengan wajah memberengut, ia segera menarik selimut yang menutupi tubuhnya lalu bangun dengan posisi duduk.

“Alan!” Bianca berteriak memanggil nama Alan seraya mengerjap beberapa kali. Dari banyaknya suara yang ia dengar, hanya suara Alan lah yang ia kenali.

“Kau sudah bangun?” Bianca menekuk wajahnya ketika mendengar ucapan Alan. Pria itu tak merasa bersalah sama sekali karena telah mengganggu waktu tidurnya.

“Bisakah kau membiarkanku tidur lebih lama lagi?” Ketus Bianca dengan mata yang masih tertutup.

Dengan langkah pelan seraya tersenyum, Alan yang tengah berada di depan pintu kamar segera menghampiri Bianca lalu mengecup kening istrinya.

“Buka matamu.” Bisik Alan. Dengan terpaksa, Bianca membuka kedua matanya dan yang pertama kali dilihatnya adalah tiga orang wanita dewasa berpakaian seksi.

“Apa ini?” Tanya Bianca seraya menatap Alan bingung. Berharap jika tiga orang wanita itu bukan wanita simpanan suaminya.

“Tunjukkan padanya.” Bukannya menjawab pertanyaan Bianca, Alan justru memberi perintah kepada tiga wanita itu. Ketiganya mengangguk secara bersamaan lalu melangkah pergi sebentar sebelum akhirnya kembali lagi.

“Bagaimana, Tuan?” Salah seorang dari ketiga wanita itu bertanya seraya memperlihatkan sebuah mini dress berwarna hijau toska. Sementara dua temannya yang lain juga memegang gaun yang berbeda.

“Kau suka?” Tanya Alan seraya menatap Bianca. Namun yang didapatinya justru wajah kaget istrinya.

“Untukku?” Tanya Bianca sekali lagi yang dijawab Alan dengan menganggukkan kepala.

“Kalau yang itu?” Kali ini Alan menunjuk sebuah long dress hitam dengan sedikit warna coklat pada bagian dada.

Bianca yang baru mendapatkan kesadarannya sontak menatap Alan dengan wajah membulat. Ia yakin jika gaun yang pria itu tunjukkan padanya adalah gaun yang akan ia kenakan nanti malam—ketika menghadiri pesta ulang tahun Stacy.

“Alan, aku masih punya beberapa gaun yang belum kupakai.” Bisik Bianca. Khawatir jika ketiga wanita itu mendengarnya.

“Aku ambil semuanya.” Ucap Alan santai. Tak mengindahkan sama sekali apa yang baru saja Bianca ucapkan.

“Baik, Mr. Drax.” Ketiga wanita itu berucap serta mengangguk secara bersamaan. Wajah mereka memancarkan aura kebahagiaa. Bagaimana tidak, hari ini mereka berhasil menjual tiga baju sekaligus dengan masing-masing harga yang berbeda. Dan jika ditotal secara keseluruhan, Alan harus mengeluarkan uang sebanyak dua ratus lima puluh dolar atau sekitar empat miliar lebih. Bianca yakin jika Alan mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Bianca hanya bisa menatap Alan tak percaya ketika ia melihat pria itu menyodorkan debit card berwarna gold miliknya. Yang langsung diterima oleh salah satu dari wanita tadi dengan wajah sumringah.

“Mr. Drax, pembayarannya sudah selesai. Jadi, di mana kami harus meletakkan gaun-gaun ini?” Wanita tadi bertanya seraya menatap Alan dengan senyuman manis.

“Di ruangan sebelah. Letakkan dengan sebaik mungkin dan jangan menyentuh apapun. Biar Sofie yang mengantarmu keluar.” Titah Alan. Ketiga wanita itu mengangguk mengerti. Dengan cepat, mereka melangkah keluar dari dalam kamar Alan seraya menutup pintu.

“Hasil dari bujukanmu padaku.” Goda Alan.

Bianca tertunduk dengan wajah memerah. Kembali teringat akan kejadian yang menurutnya sangat memalukan. Malam itu, Alan dengan santainya menyuruh dirinya membujuk pria itu agar diperbolehkan untuk menghadiri pesta Stacy. Dan sialnya, ia menurut dan pasarah begitu saja.

Bagaimana tidak, ia harus membujuk Alan di atas tempat tidur. Yang sudah jelas akan berakhir seperti apa.

***

Sudah satu jam lebih Bianca duduk dalam diam. Tubuhnya kaku. Ditambah dengan tenggorokannya yang sudah kering.

“Jangan banyak bergerak, Nona Rosaline.” Bianca kembali diam layaknya patung ketika mendengar suara tegas dari seorang wanita yang saat ini sedang sibuk merias wajahnya.

Alan memang dengan sengaja menyuruh Jimmy membawa seorang perias sekaligus penata rambut untuk datang ke rumahnya. Alih-alih mengajaknya ke salon. Pria itu memang gemar berbuat sesukanya.

Disaat dirinya tengah sibuk didandani, Alan juga masih sibuk untuk berpakaian. Hari ini ia akan berangkat bersama Alan dan juga Jimmy. Belum sampai tiga puluh menit yang lalu Alan memberitahunya jika ia juga akan menghadiri pertemuan bisnis di hotel yang sama. Hanya ruangan mereka yang berbeda.

“Masih lama?” Tanya Alan yang tengah bersandar pada daun pintu.

“Sebentar lagi.” Ucap sang perias wajah.

“Silahkan buka matamu nona Rosaline.” Bianca segera membuka kedua matanya. Dan yang pertama kali disuguhkan padanya adalah pantulan wajah cantik seorang wanita di cermin. Yang ia yakini bukanlah dirinya.

“Itu kau. Jadi berhenti memasang wajah bodoh.” Ucap perias tadi seraya tersenyum geli. Sementara Bianca hanya tersenyum kikuk.

“Bagaimana?” Alan tersentak kaget ketika melihat pantulan wajah Bianca di cermin. Wanita itu terlihat cantik. Dan Alan selalu dibuat takjub olehnya. Bahkan dalam kesehariannya pun kecantikan Bianca juga selalu terpancar.

“Kau siap?” Ucap Alan lembut seraya mengulurkan tangannya. Sembari tersenyum, Bianca segera bangkit dari duduknya untuk menyambut uluran tangan Alan yang terlihat begitu tampan dan juga memukau dalam balutan tuxedo putih yang dikenakannya.

Malam ini, mereka akan menjadi raja dan ratu.

***

Alan dan Bianca melangkah beriringan memasuki kawasan hotel tersebut. Diikuti dengan Jimmy yang melangkah dalam diam di belakangnya. Selain Alan, Jimmy juga terlihat begitu tampan dengan setelan jas berwarna biru muda yang dipakainya. Bianca yakin, jika malam ini, wanita-wanita buas akan mendekati mereka dan melakukan apapun untuk menjeratnya. Memikirkannya saja membuat hatinya jengkel.

“Bianca.” Lily yang baru saja datang sontak berteriak memanggil sahabatnya itu dari kejauhan. Tak sulit baginya, sebab, Bianca yang telah menjelma menjadi putri cantik diapit oleh dua pangeran tampan.

“Lily.” Sapa Bianca seraya tersenyum lebar.

“Hubungi aku atau Jimmy saat kau pulang nanti.” Bisik Alan ketika Lily bergabung bersama mereka. Bianca mengangguk mengerti.

Sebelum benar-benar melangkah pergi dan berpisah dengan Bianca, Alan sontak mendaratkan sebuah ciuman pada pipi istrinya. Sehingga membuat Lily serta Bianca kompak menatapnya dengan mata membulat.

Alan menyeringai puas. Bersama Jimmy, ia akhirnya melangkah pergi menuju tempat pertemuan bisnisnya yang juga diadakan di dalam hotel tersebut.

***

Di dalam sebuah toilet khusus wanita, terdapat dua orang berlawanan jenis yang menempati satu bilik. Tubuh mereka saling menempel dengan wajah sang gadis yang bersemu merah.

“Kau yakin jika dia akan datang?” Seorang pria bertanya dengan suara pelan—nyaris berbisik. Takut-takut jika ada yang mendengarnya.

“Tentu saja. Percaya padaku.” Sang wanita menjawab dengan suara yang tak kalah pelannya. Kedua tangannya dikalungkan pada leher sang lawan bicara.

“Kau memang yang terbaik.” Sang pria menjawab dengan senang seraya menghadiahi satu ciuman di bibir sang wanita.

Ruangan kecil dan sempit tak bisa menjadi penghalang bagi mereka untuk melampiaskan hasrat bercinta.

***

Bianca dan juga Lily yang baru saja memasuki ballroom tempat Stacy merayakan pesta ulang tahunnya dibuat menganga takjub. Bukan hanya besar dan juga megah. Tapi Stacy juga membuat dekorasi bak seorang putri kerajaan. Stacy mengusung standing party.

“Aku tak berani bermimpi.” Seru Lily seraya menatap tak percaya seluruh isi ruangan itu. Memikirkan banyaknya uang yang harus Stacy keluarkan membuat kepalanya pusing.

“Aku justru takut untuk memimpikannya.” Timpal Bianca. Mereka berdoa sontak berpandangan seraya terkekeh geli. Suasana yang belum cukup ramai membuat mereka berdua bebas untuk menatap sekitar.

“Bianca!” Rico yang baru saja datang tak kuasa menahan teriakannya ketika melihat sosok Bianca. Dengan cepat, ia melangkah menghampiri pujaan hatinya seraya menatap takjub.

“Hai, Rico.” Sapa Bianca, mencoba untuk bersikap ramah. Sementara Lily hanya mengangguk sekilas. Tak berminat sama sekali untuk meladeni pria itu.

Rico yang berniat untuk kembali membuka suara seketika terhenti ketika Stacy baru saja memasuki ruangan. Wanita itu berjalan di atas karpet merah dengan anggun, layaknya seorang putri. Di mata Bianca, malam ini Stacy terlihat begitu cantik dengan gaun berbelahan dada yang ia kenakan. Bagian belakangnya menjuntai cukup panjang. Tak lupa tiara yang menghiasi kepalanya. Rambutnya ia urai dengan model bergelombang.

“Cantik.” Bisik Bianca dan baru tersadar jika saat ini keadaan sekitarnya sudah mulai padat. Yakin jika Stacy tak hanya mengundang teman sekolahnya tapi juga temannya yang lain.

***

Riuh tepuk tangan mengiringi Stacy yang baru saja berhasil meniup lilin yang bertuliskan angka 17th. Setiap tahunnya, ia akan selalu mengadakan pesta ulang tahun. Ditempat yang berbeda-beda.

“Happy birthday, Stacy.” Ucap Bianca ketika ia baru saja menghampiri Stacy. Seraya tersenyum, ia memberikan sebuah kado berukuran besar pada gadis itu.

Dengan enggan, Stacy mengambil hadiah yang diberikan oleh Bianca. Matanya menatap Bianca tajam. Malam ini, seharusnya ia yang menjadi pusat perhatian, tapi sejak Bianca berdiri di sampingnya, justru gadis itu yang mendapatkannya. Bagaimana tidak jika Bianca tampil lebih cantik darinya. Bianca mengenakan sebuah gaun panjang dengan bagian punggung hingga pinggang yang terbuka. Bukan hanya itu, gaunnya juga dibubuhi beberapa berlian. Yang Stacy yakini jauh lebih mahal dari gaunnya. Rambutnya juga dibentuk dengan model braided back bun.

Sialan!

1
Linda Andri
Luar biasa
SM🌺
lama bgt ya, uda keburu diperkosa itu sih. kirain bakal ketemu dalam hitungan jam
Dahlia Dwi Aisyah
ceritanya bagus
Sumarni
saya mampir ya thor🙏
Samsul Hidayati
gila itu emak, bisa anak sendiri di perkosa
Samsul Hidayati
ular keket beraksi
Samsul Hidayati
mulai ada ulat bulu
Samsul Hidayati
tu kan Alan sdh jatuh cinta sama blaca
Samsul Hidayati
alan sdh jatuh hati sama Blanca itu tunggu bucin akunx
Samsul Hidayati
alan itu sdh mulai ada rasa suka
Samsul Hidayati
keren Alan setia setelah menikah
Samsul Hidayati
sy suka lelaki seperti Alan waktu muda gonta ganti setelah menikah jd setia
Tita Amelia
kelamaan coba itu papa alex langsung gercep d ratakan semua sama papa alex
Ani Yuningsih
katanya kaya, pintar, kok pekok, bodoh, plus begonya gak ke tulungan ya, kok gak masuk akal sm skx, kayak GK ada niat mo nyari si bego' alan
Wiwikfaridotulsummeh24 Faridot
bikin season 2 nya
Wiwikfaridotulsummeh24 Faridot
bikin season 2 nya Thor anak2nya Bianca🙏
uus widiani
ya ampun emaknya
Febriani Soemantri
Semua sekretaris bucin abis ama sibos apa2 dilaporkan 😂😂😂😂
Ida
akhirnya jebol juga kasiaan
PeQueena
3x purnama dan akpun baru menginjakan lg disana...
btw makasih kakakk author..
senang dengan karyamu.💗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!